Selasa, 07 Februari 2017

Alamat Palsu

Alamat Palsu

Shalom, mungkin Anda salah satu penggemar lagu Alamat Palsu yang dipopulerkan oleh Ayu Ting Ting. Ternyata tidak hanya Ayu Ting Ting yang pernah tertipu, saya baru-baru ini juga sempat terkecoh dengan tipuan kuno alamat palsu tersebut.
Mau tahu kisah lengkapnya?
Begini ceritanya (karena saya juga belum yakin nama asli orang yang saya ceritakan di sini, maka saya sebut saja A).

Hari 1
Suatu malam, saya agak iseng lalu mulai unduh dan pasang sebuah android apps untuk berkenalan dengan orang-orang di dalam area di sekitar saya. Nama apps itu tidak akan saya sebut di sini, karena saya tidak ingin menimbulkan kesan bahwa semua profil di situ menggunakan identitas palsu.
Ceritanya, saya terkesan dengan sebuah nama yang mengaku "real identity, no fake account." Dan dia menyertakan profesinya sebagai seorang dokter lulusan sebuah fakultas kedokteran di salah satu universitas negeri yang cukup ternama.
Lalu saya coba hubungi dia, dan mengajak kenalan.

Hari 2
Dia menjawab: sapa yach?
Ya saya menjawab, bahwa saya tinggal sekota dengan dia, dan ingin berkenalan.
Lalu tiba-tiba dia bertanya kira-kira begini: "mav kalau mengganggu, bisakah kamu bantu saya dengan pulsa? Saya mau menelpon ayah saya di Jepang. Saya gak pegang uang sama sekali."
Terus saya menyahut: "Oh, ortumu asli Jepang atau lagi dinas di sana?"
Dia menjawab: "Ayah asli Jepang dan ibu dari Bandung."
Saya sahut lagi: "Ok, ini saya lagi ada seminar di surabaya, besok pagi aja ya. Btw nomor hpmu berapa?"
Sampai malam itu dia tidak menjawab.

Hari 3
Pagi-pagi dia mengirim no hpnya, namun karena saya masih ibadah di gereja, ya saya nggak buka medsos. Lalu dia juga ping saya, tapi saya juga belum buka apps tersebut.
Siang baru saya lihat, dan dia bertanya: "Kok pulsanya belum masuk sih?"
Terus saya jawab: "Kalau hanya pulsa segitu (yang dia minta saya kirim), saya kira nggak akan cukup buat nelpon ortumu. Kenapa nggak mending kamu pasang aja WhatsCall, Line atau call via WhatsApp saja? Kan lebih hemat?"
Saya tunggu sampai sore dia nggak jawab lagi.
Ternyata malamnya dia jawab pesan saya: "Kalau nggak mau kirim ya udah, ngomong dong."
Malam itu nggak saya jawab sama sekali.

Hari 7
Saya coba tanya baik-baik keadaannya. Saya jelaskan bahwa siang itu sebenarnya saya tunggu jawaban dia, apakah bisa gunakan WhatsCall atau Line. Tapi karena dia nggak jawab ya saya juga gak jadi kirim.
Terus dia jawab: "Tolong kirimi saya pulsa sekarang. Penting banget, mau nelpon ortu di Jepang."
Jadi saya kirim pulsa ke nomor hpnya.
Tidak lama kemudian, dia sms saya, intinya dia mau pinjam uang untuk bayar hutangnya ke kampus. Menurut ceritanya hutang itu dia buat waktu dia belum lulus dari kampus.
Kali itu, saya sudah mulai ragu dengan kisahnya, lalu saya tanyakan itu utang apa.
Ini jawaban dia: "Utang makalah kuliah, waktu udah mau selesai kuliah para mahasiswi mesti bayar magang kuliah. Tapi aq undur pinjam nanti selesai aq baru bayar. Tapi itu hari gak ada uang kiriman datang. Maka dari itu aq ditagih ketua senat."
Meski saya masih menyimpan keraguan akan cerita itu, namun akhirnya saya kirimi juga walau tidak banyak.

Hari 8
Dia sms lagi mengatakan bahwa dia lagi ditagih karena hutangnya belum lunas, dan ortunya di Jepang masih belum bisa keluar dari area pabrik.
Saya jawab bahwa saya akan usahakan pinjam ke seorang teman baik.
Namun sampai sore itu teman saya tidak menjawab sms saya, jadi ya saya tidak bisa pinjamkan ke si A.
Ia jadi marah-marah kepada saya, karena tidak jadi pinjamkan uang.

Hari 9
Pagi-pagi dia sms saya mengatakan bahwa dia sudah dapat pinjaman dari temannya, tapi masih kurang, dan dia tanya apakah saya bisa bantu menutup kekurangannya.
Saya hanya menyanggupi sejumlah kecil yang bisa saya kirim.

Hari 10
Siang itu dia sms lagi, bahwa dia perlu uang untuk belanja barang-barang pribadi, dan dia tidak pegang uang sama sekali.
Ketika saya tanya nomor rekeningnya, ternyata ia memberikan nomor rekening yang sama yang 2 hari lalu diberikan kepada saya.
Saya langsung minta dia kirim scan ktpnya ke email saya, atau jika tidak, supaya dia menggunakan nomor rekening yang asli punya dia, bukan rekening orang lain.
Tapi dia menjawab bahwa rekening dan email dia sudah diblokir sama mantan pacarnya: "Aq gak punya email. Mua udah diblock sama mantan pacar qu. Mau percaya atau tidak."
Untuk yang terakhir kali, saya berusaha mempercayai ceritanya.
Namun selang beberapa jam kemudian, dia bilang bahwa uang yang saya kirim dicopet orang di pasar. Sampai di sini, saya tidak komentar sama sekali, karena makin tidak masuk akal ceritanya.
Dia berjanji akan bertemu dengan saya untuk menjelaskan semua yang dia alami. Saya juga ingin tahu cerita dia sebenarnya, sebab bagi saya agak janggal, bahwa dia seorang dokter yang punya pekerjaan tetap di ruman sakit, kok sampai gak pegang uang sama sekali.
Namun sampai jam 23:30 saya tunggu dia di suatu depot, dia tidak muncul. Dia hanya beralasan bahwa masih sibuk praktek di rumah sakit umum.

Hari 12
Pagi itu dia sms saya: "Met pagi. Oia aq mau kasih tahu bahwa tgl 1, aq belum bisa bayar utang karena uangnya belum bisa dikirim sama ortu karena ortu dapat masalah dalam kerjanya di Japan. Mohon bisa mengerti dengan perasaan aq."
Siang itu dia sms lagi bahwa dia sakit keras, dan perlu uang untuk beli obat.
Saya hanya menjawab bahwa saya tidak punya banyak uang, tapi saya bisa bantu belikan resep ke apotek jika dia tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Hari 13
Saya ulangi pesan saya bahwa saya tidak punya banyak uang, tapi saya bisa bantu belikan resep ke apotek jika dia tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Hari 14
Saya ulangi pesan saya bahwa saya tidak punya banyak uang, tapi saya bisa bantu belikan resep ke apotek jika dia tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Hari 15
Dia minta saya mengirim pulsa, karena dia sangat perlu untuk nelpon ortunya di Jepang untuk minta kiriman uang buat bayar rumah sakit.
Saya jawab dia bahwa saya akan kirim pulsa, namun saya perlu tahu dia sedang dirawat di rumah sakit mana, supaya saya bisa jenguk dia kalau-kalau ada hal lain yang bisa saya bantu.
Akhirnya dia mau memberikan suatu alamat rumah sakit umum di wilayah kabupaten (luar kota).
Malam itu, saya spesial sengaja pergi ke luar kota untuk melihat rumah sakit di mana dia dirawat, ternyata tidak ada rumah sakit umum di daerah tersebut, dan di rumah sakit yang ada di sana tidak ada pasien dengan nama yang dia sebutkan.
Setelah itu, saya sms dia dan mengatakan bahwa saya tidak dapat mengonfirmasikan keberadaannya bahwa dia benar sedang sakit keras.
Ehh, dia malah marah-marah, menyebut saya ada maunya dan seterusnya.
Saya jawab, bahwa saya ingin kenal dia kalau masih ada yang bisa saya bantu.
Ehh, dia malah menjawab begini: "Bukan gak mau kenal tapi mav aq gak butuh uang kasih langsung. Banyak cara kalau emang mau bantu ikhlas orang. Dikirim pulsa aja sudah cukup. Makasih pak. Mav aq gak mau diganggu datang ke rumah sakit. Bye."

Hari 16
Esok paginya saya kirim sms agak panjang ke dia, bunyinya begini:
"Selamat pagi. Saya bisa mengerti kamu lagi sakit gak mau ditemui. Saya kemarin udah mau kirim pulsa, tapi saya hanya ingin tahu kamu dirawat di mana. Kemarin malam saya di rumah sakit yang kamu sebut, tapi gak ada nama kamu. Terus alasan saya pengen cek lokasi kamu:
a. Kamu pinjam uang, tapi rekeningmu atas nama orang lain.
b. Kamu sms bilang gak bisa bayar dengan berbagai alasan.
c. Kamu menolak kirim copy ktp.
d. Tiap kali saya coba menelpon kamu selalu nada sibuk.
Kalau kamu gak mau ditemui gpp. Cukup bagi saya kalau saya bisa lihat namamu di salah satu rumah sakit. Bagaimana saya bisa percaya kalau semua informasimu ngaco? Kalau kamu gak bisa konfirmasi lokasimu ya kembalikan dulu pinjamanmu baru pinjam lagi..."

Hari 17
Saya coba sms lagi untuk menjelaskan: "Halo, sory sebenarnya saya mau kirim pulsa dari kemarin. Tapi setelah saya ke rumah sakit yang kamu sebut, ternyata itu alamat palsu. Terus darimana saya tahu ceritamu benar? Saya akan kirim kalau kamu kirim ktpmu via email."

Kesan
Kesan yang saya peroleh dari pengalaman buruk ini adalah bahwa di jejaring media sosial, orang dapat mengoceh apa saja, namun mereka menolak untuk dikonfirmasi.
Kebetulan malam ini saya menonton film tentang con-artist berjudul Focus, yang diperankan oleh Will Smith.(1)
Saya merasa sedang dikerjai oleh seorang con-artist yang half-accomplished seperti tokoh Jess dalam film tersebut, namun setelah peristiwa ini saya jadi belajar sesuatu yakni bagaimana memilah fakta dar cerita.
Meski demikian, saya bukanlah Nicky, jadi saya masih merasa ada yang aneh dengan para scammer yang berusaha memanfaatkan orang-orang jujur dan tulus, dengan cara memanipulasi emosi mereka.
Namun demikian, hidup mesti berjalan terus, bukan?

Moral cerita
1. Telitilah dalam mengonsumsi berbagai cerita hoax di media sosial dalam bidang apapun, baik bisnis, politik maupun urusan personal.
2. Selalu cek dan recek semua data.
3. Selalu fokus dan rasional dalam menghadapi orang-orang yang berusaha mempermainkan emosi Anda.
4. Jangan mudah terkesan dengan profil menarik di media sosial, karena semuanya bisa jadi identitas palsu (fake identity)
5. Kalau boleh saya pindahkan konteks cerita ini ke situasi menjelang pilkada, banyak calon kada yang juga mengumbar janji dan mempermainkan emosi masyarakat agar memilih mereka.
6. Senantiasa waspadalah.
7. Mintalah bimbingan Roh Kudus agar Anda dapat memilih dengan bijak untuk kebaikan daerah Anda.

Penutup
Mungkin di antara Anda ada yang punya pengalaman yang mirip di medsos? Atau ada yang mau kasih saran untuk selesaikan ini? Silakan hubungi saya di twitter atau email. Terimakasih sebelumnya.

Versi 1.0: 7 februari 2017, pk. 21:52
VC

Referensi:
(1) http://www.springfieldspringfield.co.uk/movie_script.php?movie=focus-2015



Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar