Kamis, 06 Juli 2017

Tetragrammaton

Tetragrammaton

Shalom selamat pagi saudaraku. Menyambung artikel sebelumnya tentang berbagai varian Alkitab berbahasa Indonesia (1), tiga hari kemarin diskusi menghangat kembali dalam grup WA kami khususnya menyangkut bagaimana penyebutan yang benar akan nama TUHAN.
Berikut adalah komentar saya beserta tanggapan dari pak Agna, seorang rekan diskusi:

"Saya mencoba memahami argumen pak Agna begini:

1. Memang bagi mereka yang belajar bahasa Ibrani, tetragrammaton itu bisa dibaca sebagai Yahweh.* Itu satu kemungkinan, namun bagaimanapun juga itu ada unsur guessing (menebak) yaitu mengisi tanda vokal di antara konsonan.

A**: Dulu Israel selama beberapa generasi memang melafalkan, dan Musa yang mengajarkan bagaimana melafalkan nama diri TUHAN. Setelah hilangnya Tabut perjanjian, mereka tidak lagi melafalkan nama suci YHWH, kecuali nama-nama suci lainnya.

2. Bagaimanapun juga kita tidak pernah akan tahun bagaimana orang-orang pada zaman Adam, Nuh, Henokh, Seth memanggil nama YHWH.*** Jadi tradisi Yahweh lebih banyak karena konvensi.

A: Tradisi Yahweh ada pada komunitas Yahudi yang mana saya belum menemukan dan masih dalam pencarian. Kalau ada yang mengetahui mohon disampaikan dakam grup ini, bahwa ada komunitas Yahudi yang memiliki tradisi Yahweh. Kami tahu ada komunitas yang mendewakan Yahweh, tetapi tidak ada hubungannya dengan YHWH.****

3. Di kalangan para ahli, ada yang mengkhususkan diri untuk menekuni nama Tetragammaton ini. Dua di antara kemungkinan pelafalan adalah: Yahwiyu dan YaHuWaH. Lihat (4). Bandingkan juga dengan artikel lain tentang "pronounciation" dari YHWH (5)(6).

A: Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan, jika 4 huruf suci: YHVH dibubuhi vokal, kita akan menemu aneka ragam kominasinya.*****

Yahavah - Yahaveh - Yahavih - Yahavoh - Yahavuh
Yahevah - Yahevah - Yahevih - Yahevoh - Yahevuh dst

4. Jika kita menerima bahwa nama Ibrani dari Yesus adalah Yahoshua atau Yahushua, maka agaknya nama diri untuk Yang Maha Tinggi itu mungkin lebih tepat adalah: YaHuWaH.

A: Banyak yang hanya menebak atau menduga bahwa empat huruf ini dibunyikan Yahavah, Yehuwa, Yaheveh, Yahuwah, Yahaveh dst, jadi semuanya hanya menduga sehingga akhirnya baik Yehovah, Yahuwah maupun Yahweh hanyalah merupakan nama "dugaan."

5. Namun semua ini perlu disikapi dengan penuh kerendahan hati, bukan kesombongan. Wong kita juga hanya bisa "guessing." Lebih baik energi dan waktu yang singkat ini digunakan untuk menjangkau orang-orang yang masih belum diselamatkan.

A: betul sekali. Karena itu janganlah Yahweh diproyekkan. Hal seperti ini tidak memuliakan nama Tuhan. Mari kita umkris Indonesia menghasilkan buah-buah iman sesuai tanggungjawab dan talenta masing-masing.

Penutup
Dari diskusi selama beberapa pekan ini, sepertinya memang ada sekelompok penerjemah Alkitab yang ngeyel, meski dengan alasan hang cenderung eisegesis ketimbang ekegesis. Mungkin mereka baru mengambil kursus bahasa Ibrani dari Yerusalem, saya juga tidak tahu. Saya pernah menulis bahwa aliran pemujaan nama Yahweh ini cenderung ke arah Christian Judeo Unitarian Modalism.(2)
Dalam sejarah, memang selalu ada sekte-sekte yang berusaha menjadi yang paling puritan di antara kaum Yahudi, bisa disebut misalnya sekte Esseni atau seke Ebionit.
Apakah kelompok pemuja nama Yahweh ini memang berniat meng-ebionisasikan umat Kristen di Indonesia?
Saya kira gejala itu yang perlu dicermati, karena saya juga mendengar bahwa ada gereja-gereja tertentu yang beruaha mengembalikan tradisi Yahudi ke dalam liturgi gerejawi.
Saya menghimbau kepada para gembala sidang di seluruh Indonesia: boleh saja kalian menyuruh umat kalian untuk kembali ke asal (back to basics), tapi janganlah menciptakan kerohanian yang bersifat legalistik dan ragawi (jasmaniah) saja. Itu hanya akan membuat sekelompok umat Kristen Farisi.
Lihat perjuangan para rasul untuk membebaskan Gereja Perdana dari tuntutan legalisme Yahudi, dalam Kis. 15

versi 1.0: 30 juni 2017, pk. 11:32
VC

catatan:
* lihat misalnya kamus di belakang Alkitab versi LAI 1974
** komentar dari pak Agna. Terimakasih ya pak atas konentarnya.
*** diduga sebelum masa Musa, orang pada waktu itu menggunakan bahasa Israel kuno, yang disebut Ancient Pictographic Hebrew. Lihat diskusi di (3)
**** sekadar usul, mungkin cara terbaik untuk melacak bagaimana umat Yahudi waktu itu memanggil nama Tuhan, adalah dengan melihat temuan-temuan prasasti pada waktu itu, termasuk misalnya Dead Sea Scrolls.
***** untuk permainan kombinatorik tentang nama YHWH ini, lihat misalnya novel detektif karya Umberto Eco, judulnya Foucault Pendulum. Lihat (7)

Referensi:
(1) http://sabdaspace.org/jglt
(2) http://sabdaspace.org/pagar
(3) http://sabdaspace.org/paku
(4) http://yahushua.net/YHWH.htm
(5) http://yhvh.name/?w=710
(6) https://broduaneblog.wordpress.com/2017/03/02/is-yahuah-the-correct-way-of-pronouncing-yhwh-and-is-yahusha-the-correct-name-of-his-son/
(7) Umberto Eco. Url: http://www.goodwin.ee/ekafoto/tekstid/Eco%20Umberto%20-%20Foucault%27s%20Pendulum.pdf


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar