"Mengasihi yang Tersisih" - renungan harian
Renungan Harian
Bacaan: 1 YOHANES 4:7-21
Setahun: Imamat 24-25
Mengasihi yang Tersisih
Shalom aleikhem,
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Sebab, ketakutan mengandung hukuman dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18)
Sejak selalu menjadi objek kebencian seorang tetangga, seorang ibu dikucilkan oleh banyak tetangga yang lain. Sekalipun mereka paham bahwa ibu itu sesungguhnya tidak bersalah, mereka lebih memilih untuk mengikuti perlakuan si tetangga. Rupanya, reputasi "menakutkan" dari perilaku buruk si tetangga telah berhasil mengintimidasi banyak orang di sekitarnya.
Berbeda dengan sebagian orang yang lebih memilih jalan damai sekalipun tak adil, Yesus tidak pernah menjauhi orang dengan alasan mereka dibenci atau dikucilkan oleh banyak orang, bahkan orang yang berkuasa sekalipun. Alkitab menuliskan bahwa Yesus mau duduk makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa (Luk 5:29-32). Yesus juga berbicara dengan perempuan Samaria di sumur yang bahkan membuat murid-Nya merasa heran (Yoh.4:1-42). Yesus juga membela perempuan yang hampir dirajam karena perzinaan (Yoh 8:1-11). Yesus menunjukkan bahwa kasih tidak tunduk pada tekanan sosial. Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati melihat martabat ilahi dalam diri setiap orang.
Kiranya kasih yang dari Tuhan mendorong kita untuk tidak lagi hidup dalam ketakutan, termasuk di dalamnya takut akan penolakan sosial. Sebaliknya, kasih mendorong kita memiliki keberanian untuk memperlakukan setiap orang-terlebih lagi mereka yang tertindas, dijauhi, dan dianggap rendah (termarginalkan/tersisih)-dengan hormat dan kebaikan, melampaui rasa takut kita menghadapi orang yang bersikap buruk. Sebab, kasih bukan hanya soal perasaan, melainkan tindakan nyata cerminan hati Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
HIDUP DALAM KASIH ADALAH BUKTI HIDUP BERSAMA ALLAH.
Komentar
Posting Komentar