Selasa, 18 Juli 2017

Prepper

Prepper

Teks: Matius 24:23
"Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya."

Shalom, selamat pagi saudaraku. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kata "prepper"? Prep artinya: yang berhubungan dengan persiapan. Jadi prepper maksudnya adalah sekelompok orang yang sangat antusias untuk melakukan berbagai persiapan untuk menyongsong segala macam bentuk bencana. Bencana yang dimaksud agak bervariasi, ada yang mengkhawatirkan bencana nuklir, bencana finansial, kelaparan, virus, banjir dsb. Bahkan beberapa waktu lalu ada serial khusus, kalau tidak salah di NatGeo TV, tentang para prepper ini.
Bagaimana dengan negeri ini? Sepertinya tidak banyak orang di sini yang sibuk menimbun bahan makanan karena memang tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tidak jelas. Dan akan hal ini saya sangat setuju, seperti kalimat Yesus yang sangat terkenal:

"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat. 6:34)

Elenin atau ISON?
Di antara video-video setengah ilmiah yang beredar di youtube, ada yang membahas tentang kemungkinan komet sebesar patung Liberty menabrak lokasi tertentu di bumi sekitar bulan september. Di antaranya disebut tentang komet Elenin yang ditemukan oleh astronom Rusia, Leonid Elenin.(4)
Tidak hanya itu saja, ada lagi ramalan tentang komet ISON atau bahkan planet misterius yang kerap disebut Nibiru. Lihat (5).
Barangkali para peramal dadakan itu lalu menghubungkan kemungkinan bencana dari luar orbit bumi tersebut dengan pengangkatan umat pilihan. Bahkan seorang teman memberikan tautan Youtube yang berisi pesan dari Yusak Elisha yang mengabarkan bahwa pengangkatan akan terjadi tgl 23 september. Dan pesan itu menjadi viral dan menghebohkan banyak umat Tuhan di gereja tertentu.
Kalau Anda mau percaya akan hal itu ya terserah saja, namun yang jelas NASA telah mengkonfirmasi bahwa tidak akan ada peristiwa kataklismik apapun pada bulan september dan oktober tahun ini. (1)
Jika Anda memang punya teleskop dan berniat mengamati benda-benda langit, cobalah lacak sendiri komet-komet yang baru ditemukan sejak 2015. (6)
Sebagai catatan, ada beberapa belas ramalan yang beredar di internet sejak 2007-2015 yang bahkan berani menyebut tanggal terjadinya kiamat, namun semuanya itu meleset.(2)
Sekte Mormon juga percaya bahwa kiamat akan terjadi tgl 28 september tahun ini, dan mereka melakukan persiapan khusus untuk itu.(7)
Memang tahun 2017 ini bertepatan dengan tahun 5777 dalam kalender Yahudi dan memang akan terjadi banyak perubahan besar, tapi bukan dalam artian karaklismik.

Hal-hal yang dinubuatkan akan berubah
Tahun ini adalah 2017, seperti yang dinubuatkan oleh Cindy Jacobs angka 17 berarti kemenangan yang lengkap (8). Termasuk perubahan dalam gereja, dalam keluarga, dalam masyarakat, bangsa maupun hubungan internasional.
Berikut kutipan nubuat dari Cindy Jacobs:

"This John 17 move will extend to families as well as there is a "focus on the family" where longstanding breaches between siblings, and between parents and their children are healed. God is calling for families to pray together and "light" the family altar. Strongholds in family systems are going to be broken in powerful and supernatural ways. This will even extend to strongholds of poverty, disease, alcoholism, and drug abuse.
The John 17 movements will align against injustice and religious strongholds as they decide together that they want a new move of the Holy Spirit.
We are hearing the words, New Wine, New Wine!"

Ada beberapa hal yang jelas dinyatakan oleh Tuhan kepada saya hari ini setelah saya berdoa memohon petunjuk Tuhan, dan saya kira hal-hal ini selaras dengan nubuat yang disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan yang memiliki karunia itu seperti Cindy Jacobs:(8)
a. Tahun ini bertepatan dengan peringatan 500 tahun gerakan Reformasi yang dipimpin oleh Martin Luther, dan telah ada yang menulis buku bahwa setiap 500 tahun gereja sebagai Tubuh Kristus akan mengalami pembaharuan secara dramatis
b. Tahun ini memang akan terjadi perubahan besar namun lebih ke arah sistem finansial. Dalam artikel Cindy Jacobs: "There will be many, many changes in this coming year. Changes in locations, houses, buildings, and the breaking off of generational systems of debt."(8)
c. Tahun ini anak-anak Tuhan akan dinyatakan. Lihat juga (3).
d. Tahun ini kuasa-kuasa gelap akan dipatahkan.
e. Tahun ini Injil akan diberitakan kepada segala makhluk tanpa halangan yang berarti.

Apa yang harus kita lakukan?
Jika kita percaya dengan segenap hati akan janji pemulihan dari Tuhan akan bangsa yang mau belajar untuk mendengarkan suara Tuhan dan taat akan perintah-perintah-Nya:

1 "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. (Ul. 28:1-3)

Maka janji di atas juga berlaku kini dan di sini untuk bangsa ini, karena itu kepada para pemimpin baik di gereja-gereja maupun pemimpin bangsa berusahalah sungguh-sungguh agar berkenan di hadirat Tuhan, serta memperoleh karunia untuk mendengar suara Tuhan. Ini bukanlah hal yang aneh atau hanya terjadi di zaman dahulu, namun dapat terjadi juga sekarang bagi Anda dan saya yang hidup dalam kekudusan dan bergaul akrab dengan Tuhan seperti Musa, Nuh, Abraham, Elia dll.
Setelah itu belajarlah untuk berdoa syafaat secara tekun sedemikian rupa sehingga doa-doamu menjadi doa yang berkenan di hadirat Tuhan dan penuh kuasa.
Untuk mempelajari bagaimana mendengar dan memberitakan suara Tuhan serta bagaimana memiliki doa yang berkuasa, lihatlah 2 buku Cindy Jacobs (9)(10).

Penutup
Tahun ini memang tahun perubahan-perubahan besar, namun ke arah yang lebih baik khususnya bagi gereja sebagai Tubuh Kristus, karena itu stop kecemasan yang tidak menentu dan perasaan tidak berdaya, sebab itu semua datangnya dari si Jahat.
Jangan mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.
Jika Anda ingin mendengar pesan Tuhan untuk tahun ini, maka berdoalah dan mintalah petunjuk langsung dari Roh Kudus, atau setidaknya dengarlah nubuat-nubuat dari orang-orang yang memang memiliki karunia untuk itu.
Tuhan memberkati Anda semua. Amin.

versi 1.0: 18 juli 2017, pk. 15:41
VC

Referensi:
(1) http://www.ibtimes.co.in/nasa-says-worlds-not-coming-end-september-dismisses-asteroid-apocalypse-prediction-635529
(2) http://www.religioustolerance.org/end_wrl18.htm
(3) https://www.hiskingdomprophecy.com/i-will-elevate-you/
(4) https://en.m.wikipedia.org/wiki/C/2010_X1
(5) https://www.nasa.gov/content/goddard/timeline-of-comet-ison-s-dangerous-journey/
(6) http://www.ast.cam.ac.uk/~jds/coms15.htm
(7) http://www.inquisitr.com/2420612/mormons-have-scheduled-the-apocalypse-for-sept-28-but-theyre-probably-wrong/
(8) Cindy Jacobs. Word of the Lord for 2017. Url: https://www.generals.org/articles/single/word-of-the-lord-for-2017/
(9) Cindy Jacobs. Suara Tuhan: bagaimana mendengar dan mengucapkan perkataan dari Tuhan. Light Publishing, 2016
(10) Cindy Jacobs. Kuasa dari doa yang tekun. Light Publishing, 2011


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Senin, 17 Juli 2017

George Foreman

GEORGE FOREMAN,,

Tuhan berkata :
"SAYA tidak mau uangmu George, SAYA menginginkan engkau...!"

Shalom..😇
Waktu saya kecil, keluarga kami sangat miskin. Maka untuk makan saja, saya sengaja bertamu ke tetangga pada jam-jam makan, berharap mereka mengundang saya untuk makan bersama mereka.

Tumbuh dalam kemiskinan membuat kebencian dan amarah tumbuh subur dalam hati saya, sehingga semuanya itu saya salurkan dengan berlatih tinju secara keras. Tidak lama, hasil latihan itu membuat saya mendapatkan medali emas olimpiade kelas berat pada tahun 1968.

Pindah ke jalur profesional, kemarahan dan kebencian membuat saya bagaikan binatang buas menghancurkan siapa saja yang melawan, kebanyakan lawan saya 'KO' sebelum ronde ketiga. Rekor 32 kali menang tanpa pernah kalah, membuat saya dengan cepat meroket menjadi penantang bagi Joe Frazier. Saat itu Joe Frazier bagaikan "dewa tinju", tidak seorang pun saat itu terpikir bahwa dia bisa kalah.

Saya ingat, saat bel tanda ronde pertama dimulai, masih jelas terngiang di telinga saya bagaimana Joe dengan cepat datang dengan nafsu membunuhnya. Namun hal itu tidak membuat saya takut, saya membalas setiap pukulannya dengan sekuat tenaga, sehingga dia pun bertekuk lutut, 'KO'. Itu adalah peristiwa paling membahagiakan dalam karier bertinju saya.

Tahun 1974, di Zaire (Afrika), saya harus berhadapan dengan Muhammad Ali, pertarungan yang diberi nama "Rumble in the Jungle". Ali mengetahui kemarahan adalah kunci kelemahan saya. Ali pun memanfaatkan hal tersebut dengan terus membuat pernyataan yang merendahkan saya di berbagai media. Hal itu membuat saya gelisah dan murka, ingin segera rasanya menghajarnya di atas ring.

Kepercayaan diri saya saat itu terlalu besar karena saya baru saja menghajar 'KO' Ken Norton, orang yang menghajar Ali dengan 'KO' dalam 2 ronde. Bagaimana bisa Ali sesumbar seperti itu...? 

Saya begitu marah dan telah meremehkannya. Pada pertandingan tersebut, saya terus memukulnya dengan sekuat tenaga dan ingin mengakhiri Ali secepat mungkin.

Namun Ali terus bertahan dan tidak bergeming, sehingga membuat saya kehabisan tenaga. Pada ronde kedelapan, saat saya memukulnya di bagian lambungnya, Ali menyadari pukulan saya sudah lemah. Dia bertanya,

 "Hanya itu yang kau miliki George..?" 

Kemudian dia langsung membalas dengan cepat, dan yang saya ingat hanyalah suara wasit menghitung saya.

Tapi bukan pertarungan itu yang mengubah hidup saya. Pertarungan tinju paling penting dalam kehidupan saya adalah saat melawan Jimmy Young di Puerto Rico, 17 Maret 1977. Saat itu, saya sedang berusaha merebut gelar juara dunia kembali. Tapi pertarungan saat itu paling berat, berakhir 12 ronde dengan keputusan wasit saya kalah.

Saya dibawa masuk ke ruangan ganti dengan setengah pingsan, lambung saya terasa sakit karena pertarungan tadi. Saya duduk bersandar di locker dikelilingi pelatih dan para official sambil berteriak-teriak,

 "Rematch! Rematch...!" (pertandingan ulang).

Saat keributan terus berlangsung di sekitar saya, pandangan dan pendengaran saya menjadi kabur perlahan, dan semuanya menjadi gelap gulita. Dalam kegelapan itu, saya mendengarkan sebuah suara berkata:

 "Kalau engkau percaya pada Tuhan, mengapa engkau begitu takut...?"

Saya kaget mendengar suara itu. Kemudian dengan marah saya menjawabnya:

 "Siapa bilang saya takut...? 
Siapa yang menyebut-nyebut Tuhan..?"

Lalu saya mengatakan pada suara itu, bagaimana saya harus keluar dari kemiskinan ini. Hanya dengan usaha keras saya sendiri dan bagaimana saya harus berjaya dengan kekuatan saya.

Suara itu diam dan perlahan muncul ketakutan dalam hati saya, sebuah perasaan kematian. Saya merasa akan mati, ini adalah akhir dari semuanya.

Saya mencoba tawar-menawar dengan suara itu, 

"Saya adalah George Foreman, biarkanlah saya hidup, maka saya akan banyak menyumbang untuk amal."

Suara itu menjawab; "Saya tidak mau uangmu George, saya menginginkan engkau..!"

Saya bertambah takut karena saya tidak pernah tahu, ada orang yang menganggap uang tidak berharga.

Kegelapan itu menarik saya semakin dalam, semakin gelap, dan semakin dalam lagi. Suara itu mengatakan, inilah rasanya maut itu, gelap ..., kosong ..., sendirian ..., dan itu akan berlangsung selamanya ....

Kemudian saya mendengar suara-suara berbisik, orang-orang yang berteriak-teriak. Semakin lama semakin jelas, perlahan pandangan saya melihat orang-orang di sekitar saya. Ternyata saya sudah kembali ke ruangan ganti. Banyak orang mengelilingi saya sambil bertanya dengan nada cemas, 

"Kamu baik-baik saja, Jagoan..?"

Saya menjawab, 
"Apakah saya baik-baik saja..? Saya adalah orang yang baru!" 

Saya merasa diri saya berubah, saya merasa diri saya orang lain, perasaan ini sungguh luar biasa, tidak dapat saya jelaskan dengan kata-kata. Saya merasa dibebaskan, dilepaskan, tubuh saya terasa sangat ringan. Saya dilepaskan dari kemarahan dan kebencian yang selama ini merasuki saya.

Saya mengerti sekarang apa hidup itu. Ini tidak ada hubungannya dengan tinju, tidak ada hubungannya dengan mengejar gelar juara. Ini semua mengenai Tuhan. Tentang cinta-Nya dan pengampunan-Nya. Saya langsung mencium semua orang di situ sambil berkata, 

"Saya mengasihimu, Tuhan mengasihimu..!" 

Ada sebuah perasaan kasih yang besar keluar dari hati saya bagaikan gelombang, membuat saya tidak bisa diam untuk tidak mengatakannya.

Tiga puluh delapan tahun setelah hari itu, saya lebih terkenal sebagai koki daripada mantan juara dunia tinju. Saya memiliki acara masak sendiri di televisi, dan 55 juta peralatan panggang dengan merek nama saya laku terjual di seluruh dunia. Itu belum termasuk kaos, saus, krim cukur, pembersih rumah tangga, dan berbagai peralatan lain. Semua dengan merek nama saya. Orang berpikir saya kaya karena bertinju. Mereka salah, seluruh penghasilan saya dari bertinju seumur hidup jauh lebih kecil dengan nilai kontrak peralatan panggang yang saya buat.

Tuhan memberkati saya melimpah justru saat saya bertobat, undur dari dunia tinju, dan melayani-Nya sepenuh hati.

Sejak hari pertarungan dengan Jimmy Young itu, saya menggantung sarung tinju saya dan mulai rajin ke gereja. Awalnya, saya hanya duduk bersembunyi di pojok gereja, tidak ingin siapa pun tahu saya ada di situ. Namun saat mereka menyadari kehadiran saya, mereka menyuruh saya bersaksi di depan jemaat. Saya yang terbiasa bertinju ditonton oleh jutaan orang, kali ini berbicara di depan sedikit jemaat. Kaki saya gemetar.

Tidak lama setelah itu, saya melayani sepenuh waktu dengan menjadi pendeta, membangun gereja di lingkungan tempat saya dibesarkan. Saya kini memiliki pertarungan yang berbeda, yaitu melawan kemiskinan, rumah tangga yang hancur, kenakalan remaja, penyakit mematikan, tekanan mental, dan banyak problem lain. Setiap kali berhasil menang terhadap masalah itu, rasanya jauh luar biasa daripada menang 'KO'.

Pada tahun 1993, saudara saya mendirikan tempat latihan tinju dan dia mengundang saya untuk datang ke sana. Namun, saya selalu menolaknya karena saya tidak ingin jemaat melihat saya dekat dengan ring tinju.

Suatu kali, tidak sengaja saya harus singgah di gym itu. Di sana, saya melihat seorang ibu dan anak remajanya yang berusia sekitar 15 tahun. Mereka melihat dengan penuh harap dan ingin berbicara dengan saya. Saya tahu akan ke mana arah cerita mereka karena saya melihat diri saya sendiri dan ibu saya dalam diri mereka. Ibu itu pasti akan bercerita bagaimana miskinnya hidup mereka dan mengenai anaknya yang selalu terlibat dalam masalah. Ia pasti ingin agar saya melatih anaknya bertinju dan mengarahkannya.

Saya berusaha menghindar bercakap-cakap dengan mereka, dan saya pun pergi meninggalkan mereka dengan sebuah perasaan bersalah. Tidak lama setelah itu, saya menelepon Roy untuk menanyakan keadaan anak itu. Roy berkata bahwa anak itu sudah masuk penjara.

Saya merasa dihajar dengan pukulan yang sangat keras dan membuat 'KO' ketika mendengar berita tersebut. Ya Tuhan ..., trauma saya pada ring telah membuat satu jiwa tersesat. Sejak melayani Tuhan, saya mau pergi ke mana saja Tuhan utus, ke penjara, rumah sakit, pedalaman, sampai ujung dunia pun saya mau pergi, kecuali satu tempat ring tinju. Pada saat itu, saya mendengar Tuhan berkata, 

"Sekarang saatnya George, bawa Aku ke sana ...."

Dunia menjadi gempar ketika saya kembali ke ring tinju. Mereka menahan napas saat saya bertarung dengan anak-anak muda yang memiliki kecepatan dan kekuatan, yang jauh berbeda dari orang seumur saya. Bagi mereka, mustahil seorang tua berumur 40-an tahun mampu bertinju lagi.

Tapi saya membuktikan bahwa semua perhitungan dunia adalah salah. Pada usia hampir 50 tahun, saya kembali merebut gelar juara dunia dan dinobatkan sebagai petinju tertua yang pernah meraih gelar juara dunia. Saya menekuk Michael Moore dengan 'KO' pada ronde ke-10, padahal dia baru menaklukan Evander Holyfield. Dan saya menyatukan seluruh gelar juara badan dunia, yaitu WBA, WBC, dan IBF.

Selanjutnya, gelar juara itu tidak pernah direbut dari saya, tapi saya sendirilah yang menyerahkan sabuk itu, yaitu pada orang yang telah saya kalahkan (Axel Schultz). Saya lalu mengundurkan diri dari dunia tinju.

Mereka tidak habis pikir bagaimana orang setua saya bisa melakukannya, saat seharusnya tidak ada lagi kekuatan orang muda tersisa dalam diri saya ini.

Hanya satu jawabnya, hanya satu kekuatan yang membuat tubuh tua ini bangkit menjadi pemenang, yaitu "KEKUATAN DARI TUHAN YESUS ". Bukan kuat dan gagah saya, melainkan karena Roh Tuhan ada dalam diri saya. Amin

Tuhan Yesus Memberkatimu teman

Sumber :  majalah: SUARA edisi 79 -- FGBMFI, 2005
Penulis: George Foreman
Penerbit: Communication Department - Full Gospel Business Men's Fellowship Internasional - Indonesia, Jakarta Halaman: 5 -- 9

Kamis, 06 Juli 2017

Tetragrammaton

Tetragrammaton

Shalom selamat pagi saudaraku. Menyambung artikel sebelumnya tentang berbagai varian Alkitab berbahasa Indonesia (1), tiga hari kemarin diskusi menghangat kembali dalam grup WA kami khususnya menyangkut bagaimana penyebutan yang benar akan nama TUHAN.
Berikut adalah komentar saya beserta tanggapan dari pak Agna, seorang rekan diskusi:

"Saya mencoba memahami argumen pak Agna begini:

1. Memang bagi mereka yang belajar bahasa Ibrani, tetragrammaton itu bisa dibaca sebagai Yahweh.* Itu satu kemungkinan, namun bagaimanapun juga itu ada unsur guessing (menebak) yaitu mengisi tanda vokal di antara konsonan.

A**: Dulu Israel selama beberapa generasi memang melafalkan, dan Musa yang mengajarkan bagaimana melafalkan nama diri TUHAN. Setelah hilangnya Tabut perjanjian, mereka tidak lagi melafalkan nama suci YHWH, kecuali nama-nama suci lainnya.

2. Bagaimanapun juga kita tidak pernah akan tahun bagaimana orang-orang pada zaman Adam, Nuh, Henokh, Seth memanggil nama YHWH.*** Jadi tradisi Yahweh lebih banyak karena konvensi.

A: Tradisi Yahweh ada pada komunitas Yahudi yang mana saya belum menemukan dan masih dalam pencarian. Kalau ada yang mengetahui mohon disampaikan dakam grup ini, bahwa ada komunitas Yahudi yang memiliki tradisi Yahweh. Kami tahu ada komunitas yang mendewakan Yahweh, tetapi tidak ada hubungannya dengan YHWH.****

3. Di kalangan para ahli, ada yang mengkhususkan diri untuk menekuni nama Tetragammaton ini. Dua di antara kemungkinan pelafalan adalah: Yahwiyu dan YaHuWaH. Lihat (4). Bandingkan juga dengan artikel lain tentang "pronounciation" dari YHWH (5)(6).

A: Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan, jika 4 huruf suci: YHVH dibubuhi vokal, kita akan menemu aneka ragam kominasinya.*****

Yahavah - Yahaveh - Yahavih - Yahavoh - Yahavuh
Yahevah - Yahevah - Yahevih - Yahevoh - Yahevuh dst

4. Jika kita menerima bahwa nama Ibrani dari Yesus adalah Yahoshua atau Yahushua, maka agaknya nama diri untuk Yang Maha Tinggi itu mungkin lebih tepat adalah: YaHuWaH.

A: Banyak yang hanya menebak atau menduga bahwa empat huruf ini dibunyikan Yahavah, Yehuwa, Yaheveh, Yahuwah, Yahaveh dst, jadi semuanya hanya menduga sehingga akhirnya baik Yehovah, Yahuwah maupun Yahweh hanyalah merupakan nama "dugaan."

5. Namun semua ini perlu disikapi dengan penuh kerendahan hati, bukan kesombongan. Wong kita juga hanya bisa "guessing." Lebih baik energi dan waktu yang singkat ini digunakan untuk menjangkau orang-orang yang masih belum diselamatkan.

A: betul sekali. Karena itu janganlah Yahweh diproyekkan. Hal seperti ini tidak memuliakan nama Tuhan. Mari kita umkris Indonesia menghasilkan buah-buah iman sesuai tanggungjawab dan talenta masing-masing.

Penutup
Dari diskusi selama beberapa pekan ini, sepertinya memang ada sekelompok penerjemah Alkitab yang ngeyel, meski dengan alasan hang cenderung eisegesis ketimbang ekegesis. Mungkin mereka baru mengambil kursus bahasa Ibrani dari Yerusalem, saya juga tidak tahu. Saya pernah menulis bahwa aliran pemujaan nama Yahweh ini cenderung ke arah Christian Judeo Unitarian Modalism.(2)
Dalam sejarah, memang selalu ada sekte-sekte yang berusaha menjadi yang paling puritan di antara kaum Yahudi, bisa disebut misalnya sekte Esseni atau seke Ebionit.
Apakah kelompok pemuja nama Yahweh ini memang berniat meng-ebionisasikan umat Kristen di Indonesia?
Saya kira gejala itu yang perlu dicermati, karena saya juga mendengar bahwa ada gereja-gereja tertentu yang beruaha mengembalikan tradisi Yahudi ke dalam liturgi gerejawi.
Saya menghimbau kepada para gembala sidang di seluruh Indonesia: boleh saja kalian menyuruh umat kalian untuk kembali ke asal (back to basics), tapi janganlah menciptakan kerohanian yang bersifat legalistik dan ragawi (jasmaniah) saja. Itu hanya akan membuat sekelompok umat Kristen Farisi.
Lihat perjuangan para rasul untuk membebaskan Gereja Perdana dari tuntutan legalisme Yahudi, dalam Kis. 15

versi 1.0: 30 juni 2017, pk. 11:32
VC

catatan:
* lihat misalnya kamus di belakang Alkitab versi LAI 1974
** komentar dari pak Agna. Terimakasih ya pak atas konentarnya.
*** diduga sebelum masa Musa, orang pada waktu itu menggunakan bahasa Israel kuno, yang disebut Ancient Pictographic Hebrew. Lihat diskusi di (3)
**** sekadar usul, mungkin cara terbaik untuk melacak bagaimana umat Yahudi waktu itu memanggil nama Tuhan, adalah dengan melihat temuan-temuan prasasti pada waktu itu, termasuk misalnya Dead Sea Scrolls.
***** untuk permainan kombinatorik tentang nama YHWH ini, lihat misalnya novel detektif karya Umberto Eco, judulnya Foucault Pendulum. Lihat (7)

Referensi:
(1) http://sabdaspace.org/jglt
(2) http://sabdaspace.org/pagar
(3) http://sabdaspace.org/paku
(4) http://yahushua.net/YHWH.htm
(5) http://yhvh.name/?w=710
(6) https://broduaneblog.wordpress.com/2017/03/02/is-yahuah-the-correct-way-of-pronouncing-yhwh-and-is-yahusha-the-correct-name-of-his-son/
(7) Umberto Eco. Url: http://www.goodwin.ee/ekafoto/tekstid/Eco%20Umberto%20-%20Foucault%27s%20Pendulum.pdf


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

JGLT

JGLT

Shalom, selamat siang saudaraku. Beberapa bulan yang lalu, seorang sahabat di gereja memberikan saya sebuah oleh-oleh dari perjalanannya.* Oleh-oleh tersebut berupa buku yang cukup penting karya W.R. Telford berjudul the New Testament.(1)
Sejujurnya, hingga sekarang saya baru membaca beberapa lembar dari buku tersebut.

Nama YHWH
Namun buku tersebut baru terasa sangat berguna akhir-akhir ini, terutama karena dalam 2 minggu terakhir ini ada diskusi yang cukup hangat dalam sebuah grup di whatsapp berkisar tentang bagaimana cara terbaik untuk menyebut the Supeeme God: apakah Allah, YHWH, atau Yahweh. Diskusi ini lalu dihubungkan dengan pertanyaan: manakah terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang paling dapat dipertanggungjawabkan baik secara teologis maupun penafsiran literal?***
Di antara para peserta diskusi, ada yang menyatakan bahwa terjemahan LAI 1974 agak kompromistis, dan mereka merasa bahwa terjemahan yang paling baik adalah yang disebut ILT, ILT3 atau MILT (modified indonesian literal translation). Namun tidak kurang juga yang menyanggah bahwa terjemahan LAI justru sudah tepat, malahan versi ILT justru memasukkan kata Yahweh dalam teks PB, yang sulit untuk dipertanggungjawabkan secara literal. Dengan kata lain, ILT atau MILT meski bersumber dari Alkitab terjemahan Jay Green almarhum, namun justru dalam Alkitab versi Jay Green tidak ada kata Yahweh dalam PB. Alkitab Jay Green kerap disebut KJ3.
Kalau mau lebih tajam, tampaknya tim MILT yang kalau tidak keliru dipimpin oleh Pdt. Yakub Sulistyo justru telah bersikap tidak konsisten, yaitu dengan cara melibatkan pra-anggapan dengan cara memasukkan Hebrew New Testament sebagai rujukan mereka dalam menerjemahkan PB. Bukanlah ini sama saja dengan melakukan "eisegesis," ketimbang eksegesis?

Respon
Namun karena saya merasa bahwa itu bukan bidang kompetensi saya, maka saya menahan diri untuk tidak berkomentar dalam diskusi yang ramai tersebut, sampai kemarin malam baru akhirnya saya memutuskan untuk mulai menyuarakan pendapat saya kira-kira sebagai berikut (sudah diedit sedikit):

"Shalom rekan-rekan yang baik, izinkan saya urun rembug sedikit. Saya memang bukan ahli bahasa Ibrani, tapi pernah ikut dalam proyek penerjemahan Alkitab. Saya sependapat bahwa secara teknis tidak masalah jika ILT ingin mengembalikan TUHAN menjadi YHWH sesuai teks ibrani. Tapi itu hanya untuk PL.
Kalau untuk PB, jika ILT mau menggunakan YHWH untuk menggantikan Kurios, itu hanya berdasarkan "asumsi" bahwa dulu teks PB ditulis dalam bahasa Ibrani. Namun diduga bahwa sebagian PB ditulis dalam Aramaik, dan sebagian lagi dalam Greek Koine.
Lagipula itu merupakan bagian dari kontekstualisasi Injil untuk kebutuhan saat itu. Bukankah kita membaca:
a. Yesus memanggil Bapa dalam bahasa Aram
b. Yesus berseru: Eloi, Eloi lama sabakhtani
c. Paulus memperkenalkan YHWH bangsa Israel kepada orang athena menggunakan konsep yang sudah mereka kenal: Agnostos Theos... Bukan YHWH.
Sekali lagi, bukan bermaksud lancang kepada para senior, namun sebaiknya kita belajar dari Rasul Paulus, jangan mengibranikan orang Indonesia, namun mari menyeberangkan konsep YHWH ke dalam alam berpikir Indonesia. Mungkin nama panggilan: "Gusti Romo" cukup memadai."

Penutup
Pembaca dipersilakan memutuskan sendiri dari diskusi di atas, mana terjemahan yang lebih pas. Hanya saja hendaknya pilihan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan akal sehat dan hati nurani yang murni, bukan untuk kepentingan menjual buku senilai $7-$10.
Dan bagi tim penerjemah LAI yang kabarnya sedang menggodok versi revisi terhadap Alkitab LAI edisi 1974, mungkin sebaiknya juga mempertimbangkan terjemahan edisi JGLT/KJ3 dan juga NET Bible yang memasukkan ribuan catatan kaki tentang sumber-sumber yang masih diperdebatkan.
Kebetulan saya menyimpan naskah NET Bible dalam versi MS Word, jika ada yang berminat silakan menghubungi, nanti saya akan emailkan.*
Sebagai catatan penutup, sebaiknya kita tidak terlalu terjebak dalam diskusi yang berkepanjangan tentang mana terjemahan yang paling benar. Justru kita mesti memperhatikan bahwa generasi Z dan milenial bisa hilang jika tidak dikembangkan Alkitab yang sesuai untuk dunia mereka.
Salah satu langkah yang bisa saya usulkan adalah menerjemahkan beberapa edisi Alkitab Manga ke dalam bahasa Indonesia. Kiranya itu akan membantu menjembatani jurang komunikasi antar generasi.

Versi 1.0: 27 juni 2017, pk. 12:52
VC

Catatan:
*terimakasih buat mas Rudeng.
**kebetulan penulis pernah ikut sebagai salah satu editor dalam suatu proyek penerjemahan Alkitab, tapi bukan MILT.
***terimakasih kepada para peserta diskusi di grup Iluminasi yang telah memperluas wawasan penulis.

Referensi:
(1) W.R. Telford. The New Testament. 2nd ed. London: Oneworld publications, 2014.
(2) https://dedewijaya.wordpress.com/2016/05/16/11-alkitab-indonesia-yang-perlu-anda-tahu/


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Narnia

Narnia

"I dislike Allegory - the conscious and intentional allegory - yet any attempt to explain the purport of myth or fairytale must use allegorical language."
J.R.R. Tolkien

Shalom, selamat pagi saudaraku. Sebagai salah seorang penggemar film terutama kisah-kisah epik, tentu saya menyambut gembira jika ada sutradara yang berani mempertaruhkan karir dan reputasinya demi menggarap film-film dengan tema klasik. Sebut saja misalnya "Passion of the Christ" atau "the Ten Commandments."
Demikian juga halnya dengan film-film epik kolosal seperti LOTR atau Hobbit yang diangkat dari karya CS Lewis.

Gandalf
Ada kisah yang agak lucu tentang LOTR. Ada yang menafsirkan kisah ini sebagai petualangan dalam perjalanan kemuridan seorang Frodo (murid) dalam mengikuti Sang Gandalf yang agung (Yesus). Kira-kira seperti perjalanan para rasul dalam kitab Kisah Para Rasul yang dikisahkan ulang dalam versi Tolkien, begitulah...
Namun, ada juga yang sedikit usil lalu menafsirkan kisah epik tersebut sebagai petualangan seorang kandidat doktor dalam mengikuti ide-ide atau proyek gila-gilaan yang disarankan oleh seorang profesor (promotor). Awalnya sang promotor (Gandalf) menjanjikan petualangan yang menantang secara intelektual, namun di tengah jalan ternyata dia pergi entah mengejar riset yang lebih ambisius atau pensiun, sehingga praktis si hobbit berjalan terseok-seok sendirian.(2)
Yang agak lucu di sini adalah beberapa tahun lalu ada seorang sahabat lama yang mengambil program doktoral di Moscow, dan setelah beberapa bulan kami tidak bertemu dia sempat mencurahkan uneg-unegnya via email kepada saya bahwa dia kerap buntu dalam progres penelitiannya.
Lalu saya teringat kisah Gandalf ini, dan saya jawab kira-kira begini: "ya ada waktunya kamu merasa ditinggalkan oleh Gandalf, namun di akhir perjalanan kamu akan menemukan hadiah yang sepadan." Kebetulan tubuhnya memang agak kecil jadi waktu itu saya betul-betul membayangkan kisah hobbit ...;-) Untungnya sekarang dia sudah lulus dan mengajar di sebuah kampus bergengsi, dan kini menjadi kolega peneliti saya.
Namun ada satu seri film epik yang sampai kini saya agak sulit menangkap apa pesannya, yaitu riwayat Narnia. Memang beberapa kali film ini ditayangkan di stasiun televisi lokal, namun saya masih belum "ngeh," sampai di adegan ketika Aslan memberikan dirinya sebagai ganti hukuman bagi sahabat-sahabatnya.
Lalu saya mulai menanyakan: apakah sebenarnya teologi penebusan Aslan paralel dengan teologi penebusan Kristus?

Aslan
Dalam kisah Narnia yang telah difilmkan tersebut, ada adegan di mana Aslan memberikan hidupnya sebagai ganti atas kesalahan yang dilakukan Edmund. Beberapa kritikus menafsirkan plot tersebut sebagai alegori atas kisah penebusan Yesus di atas kayu salib.(1)
Yang menjadi masalah, dalam bukunya Mere Christianity, C.S. Lewis menulis bahwa dia tidak setuju dengan teori substitusi penal (penggantian). Mungkinkah dalam kisah Aslan tersebut Lewis ingin melukiskan suatu kisah penggantian yang lebih bersifat mistis dan magis?
Ada yang mengatakan bahwa Lewis bagaimanapun bukanlah seorang teolog, misalnya John McArthur.(1) Untuk lebih memahami posisi teologis CA Lewis, lihat (3)(4).
Namun ada juga yang menyarankan bahwa kita mesti belajar memahami teori substitusi secara ontologis.
Apapun itu, iman Kristen yang rasuli menyatakan bahwa Yesus telah mati untuk menebus dosaku dan dosamu. Meskipun demikian, banyak penulis non-kristen yang menuduh bahwa ajaran substitusi dan penebusan dosa itu hanyalah rekaan Paulus belaka, namun ada beberapa ayat yang meneguhkan konsep ini, baik dari PL, ucapan Yohanes Pembaptis maupun ucapan Yesus sendiri:

a. Nubuat Nabi Yesaya

"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." Yes. 53:5

b. Kesaksian Yohanes Pembaptis

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." - Yoh. 1:29

c. Kesaksian Yesus

Yohanes 15:13
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."

Penutup
Kiranya menjadi jelas bahwa teori substitusi Yesus merupakan salah satu pesan utama dalam serial riwayat Narnia, meskipun secara teologis penggunaan alegori dan kisah mistis masih dapat diperdebatkan.
Meski demikian memang agak sulit menjelaskan secara terperinci bagaimana persisnya proses substitusi itu menyebar kepada seorang yang lahir baru. Ini memerlukan tindakan iman (leap of faith).
Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 6 juli 2017, pk. 15:50
VC

Referensi:
(1) http://nagasawafamily.org/article-cslewis-paper-atonement.pdf
(2) Dave Pritchard. Url: http://danny.oz.au/danny/humour/phd_lotr.html
(3) https://faithalone.org/journal/2000i/townsend2000e.htm
(4) http://communiohamiltondiocese.org/2011/paper/the-thomistic-challenge-of-c-s-lewis's-sermon-"learning-in-war-time"/


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Daimonizomai: kerasukan setan dalam PL, PB dan pelayanan masa kini

Daimonizomai: kerasukan setan dalam PL, PB dan pelayanan masa kini
(Demonic Possession in OT, NT and Contemporary Ministry)

Victor Christianto*,
Founder, Second Coming Institute
*email: victorchristianto@gmail.com

Guiding text: Efesus 6:12
"...karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Abstrak
Daimonizomai atau kerasukan setan merupakan salah satu fenomena yang kerap menjadi bagian dari pelayanan Yesus sebagaimana tercatat dalam banyak perikop Injil Sinoptik. Dan tampaknya hingga kini fenomena daimonizomai tersebut masih sering dijumpai khususnya dalam penghayatan iman di banyak negara di Afrika, Amerika Latin, dan juga Asia, di mana pengaruh spiritisme dan juga okultisme masih cukup mewarnai kehidupan masyarakat. Tulisan ini berupaya melihat gejala tersebut dalam perspektif PL, naskah Qumran, PB dan juga implikasinya dalam pelayanan masakini.

Pendahuluan
Daimonizomai atau kerasukan setan merupakan salah satu fenomena yang kerap menjadi bagian dari pelayanan Yesus sebagaimana tercatat dalam banyak perikop Injil Sinoptik. Dan tampaknya hingga kini fenomena daimonizomai tersebut masih sering dijumpai khususnya dalam penghayatan iman di banyak negara di Afrika, Amerika Latin, dan juga Asia, di mana pengaruh spiritisme dan juga okultisme masih cukup mewarnai kehidupan masyarakat. Tulisan ini berupaya melihat gejala tersebut dalam perspektif PL, naskah Qumran, PB dan juga pelayanan masakini.

Setan-setan atau roh-roh jahat dalam PL (15)
Walaupun aktivitas roh jahat dan kerasukan tidak banyak dalam PL, mereka tetap merupakan realita yang konstan. PL memuat referensi-referensi yang jelas mengenai Satan, roh-roh jahat dan pengaruh mereka pada manusia. Bersamaan dengan setiap kemerosotan hidup rohani orang Israel, ada peningkatan praktek penyembahan berhala, penyembahan kepada roh jahat, dan mengikuti praktek-praktek okultisme yang dilakukan oleh suku-suku bangsa yang bertetangga dengan Israel.
Orang-orang Israel senantiasa diperingatkan Tuhan agar tidak melibatkan dan meleburkan diri dengan suku-suku bangsa tetangga mereka yang tidak mengenal Tuhan. PL memuat peringatan-peringatan terhadap para medium dan orang-orang yang memraktekkan spiritisme, terlibat sihir atau mengucapkan mantra atau mengirim kutuk (Ul. 18:19-12).
Masih dalam kitab Ulangan (Ul. 32:17), kita melihat bahwa berhala-berhala sesembahan dianggap sebagai roh-roh jahat, dan di balik setiap berhala ada kuasa demonis. Hal ini dilanjutkan dalam PL, misalnya dalam I Kor. 10:19-20 Paulus mengatakan bahwa orang-orang yang mempersembahkan korban kepada berhala-berhala sesungguhnya memberi persembahan kepada roh-roh jahat.
Salah satu penampakan Satan yang paling jelas dalam PL terdapat dalam kitab Ayub, di mana ia diberi izin oleh Tuhan untuk menguji Ayub. Dalam Ayub 1:12 Tuhan berkata kepada Satan: "Maka firman TUHAN kepada Iblis: 'Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganla engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.' Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN."
Dan Zakharia 3:1-2 berkata: "Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"
Daud ditugaskan di pelataran Saul untuk memainkan kecapi karena Saul disiksa oleh suatu roh jahat. Dalam 1 Samuel 16:14 kita membaca: "Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN." Namun demikian, kisah Saul menunjukkan bahwa dialah yang bertanggungjawab sehingga roh jahat mendapat peluang untuk menyerangnya (I Samuel 13:8-14).

Demonologi dalam naskah Qumran
Menurut Hermann Lichtenberger, tulisan-tulisan Qumran-Esenik masuk dalam arus besar pemikiran dunia kuno bahwa manusia bukanlah tuan atas dirinya, tidak bebas atas keputusan-keputusannya, dan dipengaruhi oleh berbagai kuasa di luar dirinya (2).
Di antara tulisan-tulisan tersebut salah satunya adalah mantra untuk mengusir roh jahat dalam QPsa (incantation of the demon) dalam V, 4-11:

(4) Of David. A[gainst An incant]ation in the name of YHW[H. Invoke at an]y time
(5) the heav[ens. When ]he comes to you in the nig[ht,] you shall [s]ay to him:
(6) 'Who are you, [oh offspring of] man and seed of the ho[ly one]s? Your face is a face of
(7) [delu]sion and your horns are horns of ill[us]ion, you are darkness and not light,
(8) [injust]ice and not justice.[ ] the chief of the army, YHWH [will bring] you [down]
(9) [to the] deepest [Sheo]l, [and he will shut the] two bronze [ga]tes th[rough which n]o
(10) light [penetrates,] and [the] sun [will] not [shine for you] tha[t rises]
(11) [upon the] just man to [

Syait ketiga (IV,4- V,3) dari kumpulan tulisan ini mungkin berhubungan dengan beberapa kutipan misalnya dalam Mazmur 91, selain juga (2):
1. The danger in the night V,4 see Ps 91:5.
2. Asking for the name (of the demon) (mi 3. The description of the demons futility and nothingness ("your face is a face of [delu]sion and your horns [i.e. your might] are horns of ill[us]ion, you are darkness and not light, [injust]ice and not justice" (V, 6-8), see Ps 91: 3-8,10,13.
4. JHWH's army and its chief (sr) (V,8, compare IV,5 the "powerful angel"); the Lords host and his angel come for deliverance of man; see Ps 91:11-12.

Demonologi dan eksorsisme dalam PB (15)
Dalam PB kita langsung dikonfrontasikan dengan roh-roh jahat, manifestasi fisik kerasukan roh jahat, dan bagaimana Yesus mengusir roh-roh jahat. Konflik dengan kuasa-kuasa jahat disebutkan 56 kali dalam Injil.
Kita melihat Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita sakit penyakit, dan gangguan roh jahat (Luk. 7:21), dan menyembuhkan orang yang kerasukan setan, yang buta dan bisu (Mat. 12:22-23). Seorang wanita dengan roh kelemahan yang mengalami kelumpuhan selama 18 tahun sehingga bongkok (Luk. 13:10-13), dan seorang budak perempuan yang dirasuk roh jahat sehingga ia dapat meramalkan masa depan (Kis. 16:16-18).
Ada pernyataan Yesus yang sangat terkenal dalam Lukas 11:20

"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu."

Ayat ini telah banyak dibahas oleh para ahli biblika, dan secara umum mereka sepakat bahwa kuasa Allah ("by the finger of God") dinyatakan dalam pelayanan pengusiran setan oleh Yesus. Tidak hanya itu saja, namun kerajaan Allah datang ke bumi ketika setan-setan diusir.
Naskah Qumran dan PB, sekalipun tidak bersifat monolitik, berbagi pandangan yang sama bahwa manusia terancam oleh kuasa-kuasa gelap yang menghancurkan. Hal ini dipengaruhi oleh pandangan dunia (kosmologi) dualistik yang menyiratkan ketegangan antara Sang Terang yaitu Tuhan melawan kuasa-kuasa dunia yang jahat (Satan).
Pertentangan antara Yesus dan Satan tidak hanya bersifat berdimensi antropologis (manusia) namun juga berdimensi alamsemesta (kosmologis). Itu akan berakhir dengan kejatuhan musuh Tuhan, yaitu Satan, seperti yang dinubuatkan oleh Yesus:

Lukas 10:18
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit."

Kahancuran akhir ini diawali dalam kematian Yesus ketika Ia membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa Satan (Yoh. 12:31). Pengusiran setan-setan selama masa hidup Yesus merupakan nubuat atas kemenangan akhir Yesus Kristus sebagai agen Tuhan Yang Maha Tinggi (Luk. 11:20).

Asal mula Satan dan roh-roh jahat menurut Alkitab (15)
Alkitab mengatakan bahwa malaikat-malaikat, seperti halnya manusia, diciptakan oleh Tuhan. Ada suatu masa di mana malaikat tidak eksis, hanyalah Tuhan Tritunggal, seperti yang kita baca dalam Kolose 1:16 yaitu: "Sebab oleh Dia segala sesuatu telah diciptakan, yang ada di dalam surga dan yang ada di atas bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik tahta-tahta atau para pemegang kekuasaan, atau penguasa-penguasa atau otoritas-otoritas; segala sesuatu telah diciptakan melalui Dia dan bagi Dia."
Dalam Ibrani 1:14 para malaikat disebut sebagai "roh-roh yang melayani." Pada dasarnya mereka adalah makhluk-makhluk spiritual yang dapat berwujud tubuh ketika Tuhan menunjuk mereka untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Ketika para wanita pergi ke kubur Yesus pagi-pagi sekali pada hari kebangkitan-Nya, mereka melihat seorang malaikat di sana dalam rupa seorang pria muda. Dalam Markus 16:5 kita membaca: "Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut."
Alkitab mencatat ada malaikat yang baik dan yang jahat, malaikat-malaikat yang kudus dan yang berdosa, dan tidak memelihara posisi mereka yang pertama atau posisi otoritas (Yudas 5). Malaikat-malaikat yang memberontak ini kini adalah bagian dari alam demonis bersama Satan.
Satan, yang dikenal sebagai Lucifer, adalah pemimpin para malaikat yang diciptakan untuk menguasai bumi dan disebut "putra fajar" (Yes. 14:21). Dialah yang terindah dari semua makhluk ciptaan di surga dan diselubungi batu-batu mulia dan emas (Yeh. 28:11-19). Namun demikian, keindahannya menbuatnya menjadi sombong, dan kemudian dosa menguasainya karena ia berhasrat untuk menjadi seperti Tuhan dan mempunyai otoritas yang tertinggi.
Dalam Yehezkiel 28:17 dikatakan: "Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya."
Ketika Tuhan melemparkan Lucifer keluar dari surga bersama semua pengikutnya (para malaikat yang memberontak), ia kemudian dikenal sebagai Satan, yang dalam bahasa Ibrani berarti "penentang, lawan, musuh." Para malaikat yang memberontak ini membentuk pasukan Satan atau kuasa-kuasa kegelapan, yang bertujuan untuk menghancurkan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Mereka tidak henti-hentinya menentang Tuhan dan berjuang untuk membengkokkan kehendak Tuhan.

Demonologi dan eksorsisme dalam Pelayanan Masa Kini
Salah satu di antara gagasan yang kerap dianut oleh para pendoa syafaat dalam konteks ini adalah penguasa atau roh-roh teritorial, misalnya diperkenalkan oleh C. Peter Wagner. Di kalangan penulis Indonesia, topik ini juga dibahas dalam buku karya Daud Tony. Namun artikel ini tidak membahas topik ini karena cukup luas dan memerlukan kajian tersendiri. Lihat (16).
Sebagian hamba Tuhan pada masa kini berbagi pandangan yang sama bahwa kuasa-kuasa jahat telah terpinggirkan seiring dengan masyarakat yang makin modern dan rasional. Namun, tampaknya dalam era pascamodern ini, gejala-gejala yang melibatkan kerasukan roh-roh jahat masih kerap terjadi bahkan juga di negara-negara yang dianggap telah maju dan modern, seperti dibahas sekilas dalam buku Rosemary Sookhdeo (15).

Catatan penutup
Tulisan ini merupakan tinjauan ringkas bagaimana kerasukan setan dan demonologi dalam PL, Qumran, PB, dan pelayanan masa kini. Meski masih jauh dari memadai, namun penulis berharap tulisan singkat ini sedikit berguna dalam melacak sumber-sumber yang tersedia dalam teks Alkitab dan literatur lainnya.

Versi 1.0: 19 juni 2017, pk. 19:52
Versi 1.1: 29 juni 2017, pk. 18:25
VC

Referensi:
(1) Ide Frohlich. Theology and Demonology in Qumran texts. Url: https://www.researchgate.net/publication/235679524_Theology_and_Demonology_in_Qumran_Texts
(2) Hermann Lichtenberger. Demonology in the Dead Sea Scrolls and the New Testament. Url: http://orion.mscc.huji.ac.il/symposiums/9th/papers/LichtenbergerAbstract.html
(3) Steven Cox. The angles that sinned. Url: http://www.christadelphia.org/pamphlet/p_sinned.pdf
(4) James D.G. Dunn & Graham H. Twelftree. Url: http://churchsociety.org/docs/churchman/094/Cman_094_3_Dunn.pdf
(5) Wm. Menzies Alexander. Demonic possession in the New Testament. ForgottenBooks, 2016. Url: https://www.forgottenbooks.com/en/download/DemonicPossessionintheNewTestament_10162082.pdf
(6) https://en.m.wikipedia.org/wiki/Demonic_possession
(7) A study of demon possession. Url: http://www.lawofliberty.com/study%20aids/miscellaneous%20studies/Resources/astudyofdemonpossession.pdf
(8) What is demon possession? Url: http://helpmewithbiblestudy.org/6Angels/print/FallenAngelsDemonPossession.pdf
(9) Graham Twelftree. The place of exorcism in contemporary ministry. Url: https://biblicalstudies.org.uk/pdf/anvil/05-2_133.pdf
(10) Andrew Olu Igenoza. Christian theology and the belief in evil spirits: An african perspective. Url: https://biblicalstudies.org.uk/pdf/sbet/04-1_039.pdf
(11) Geoffrey Fagge. Demonic possession and exorcism. Url: https://umu.diva-portal.org/smash/get/diva2:986926/FULLTEXT01.pdf
(12) Jamie Helen Parsons. The manifest darkness: demonic possession and exorcism in the Christian tradition. Url: https://getd.libs.uga.edu/pdfs/parsons_jamie_h_201205_ma.pdf
(13) Metropolitan Archbishop Paul. Exorcism: Orthodox and Roman rituals. Holy Innocents Orthodox Church, 2009. Url: http://www.reu.org/public/liturgys/EXORCISM.PDF
(14) Annette Yoshiko Reed. Demonology and the construction of Christian identity. Chapter 5 in "Fallen angels and the history of Judaism and Christianity," Cambridge: Cambridge University Press, 2005.
(15) Rosemary Sookhdeo. Menuntun mereka yang terabaikan kepada Kristus. McLean: Isaac Publishing, 2010.
(16) Daud Tony. Dunia roh teritorial: memerangi penguasa udara. Jakarta: Penerbit Betlehem, 2010.
(17) http://sabdaspace.org/kilat


-------
Complete paper of Hermann Lichtenberger

Demonology in the Dead Sea Scrolls and the New Testament
Hermann Lichtenberger
University of Tubingen
Introduction: Methodological considerations

Qumran and the New Testament have attracted the interest of scholars and the public from the very beginning. Immediately after parts from the discoveries of Cave 1 become known, scholars in Europe and the USA were attracted by the relationship of these texts with the New Testament. In 1950 e.g. Andre Dupont-Sommer portrayed Jesus as "une ?tonnante r?incarnation du Maitre de justice", and the Righteous Teacher as a "Messie de Dieu, le Messie r?dempteur du monde" (121). More careful were Willliam H. Brownlee in his "A Comparison of the Covenanters of the Dead Sea Scrolls with Pre-Christian Jewish Sects" or Karl Georg Kuhn in "Die in Pal?stina gefundenen hebr?ischen Texte und das Neue Testament" or "?ber den urspr?nglichen Sinn des Abendmahls und sein Verh?ltnis zu den Gemeinschaftsmahlen der Sektenschrift [1QS]" - these all were published in 1950.

In the following decades scholarship centred upon the relationship and eventual dependence of New Testament figures, institutions and theological concepts from the Dead Sea Scrolls in general and the Qumran-Essene Community in particular. I only remind of the some important subjects:
Jesus and the Teacher of Righteousness
John the Baptist and the Essenes
Early Christian Church and the Qumran-Essene Community
The communal meals of Qumran and the Lord's Supper
Dualism and Predestination in the Dead Sea Scrolls and John's Gospel
Justification by faith in the Hodayot and in Paul
Messianism in the Dead Sea Scrolls and New Testament Christology

Besides these more general topics, special renderings and expressions found attention as the bne rezono and anthropoi eudokias (1QH XII 34 [Suk IV 33] and Luk 2:14), ma´ase ha-tora and erga tou nomou (4QMMT and Rom 2:15. 3:20 etc) and the alleged Essene character of 2 Kor 6:14-16.

Representative for this early period of research are the two volumes of Herbert Braun's "Qumran und das Neue Testament" in which the Qumran-Essene literature was read as some sort of a preparatio evangelica. It does not come as a surprise that especially in Europe research in the Dead Sea Scrolls was a domaine of New Testament scholars. Their main interest was to find concepts and ideas common in the Dead Sea Scrolls and the New Testament and to show developments in terms of "Traditionsgeschichte" from the Qumran-Essene concepts to New Testament Theologoumena. Unintentionally, the historical hermeneutics of Ernest Renan exerted still their influence that Essenism was some sort of pre-Christianity and Christianity some sort of post-Essenism.

A fundamental shift in the perception of the Dead Sea Scrolls come with Larry Schiffman`s book "Reclaiming the Dead Sea Scrolls" presenting a new paradigm already in its first sentences: "This book aims to correct a fundamental misreading of the Dead Sea Scrolls. For some forty-five years, the scholars publishing and interpreting the scrolls have focused almost singlemindedly on the scrolls' significance for our understanding of early Christianity. This is the first book ever written to explain their significance in understanding the history of Judaism" (XIII). Historically and hermeneutically the present speaker agrees fully with Larry Schiffman: The Dead Sea Scrolls are Jewish texts, the Qumran-Essene community is a Jewish group (I avoid the term "sect") and first of all the texts are to be read in their Jewish context and the community is to be understood no longer as an "Unknown Jewish Sect" .

But in my opinion we have to go one step further. As Early Christianity in the Land of Israel is in its beginnings nothing else than some sort of a Jewish group, we have not only to interrelate the New Testament and Early Christianity to other Jewish groups of the time - and there are more than the three or four we know from Josephus; - we have also to put the question whether and how the New Testament and Early Christianity contribute to our understanding of Early Judaism in general, the Qumran-Essene Community in particular. This is not to be misunderstood as another New Testament centred approach to Jewish texts and Judaism but as an integration of the New Testament and Early Christianity in its Jewish context. Or in other words: We read the New Testament as a Jewish text and as a source for our understanding of Judaism. To illustratrate this, I only would like to refer to a well known fact: The oldest information we get about the Pharisees comes from the New Testament and Josephus, as tendentious as they are. Perhaps in other and better instances the New Testament might help us to understand Early Judaism and here especially some texts and concepts in the Dead Sea Scrolls.

I would like to develop this approach in analyzing the Demonology of the Dead Sea Scrolls and the New Testament.

I. Spirits and Demons in the Dead Sea Scrolls

The Qumran-Essene writings share with a broad stream of traditions in the Ancient World the notion that man is not master of his own person and free in his decisions, but subject to powers reigning him. Though these powers are active in his interior they are different from him, and this is part of his powerless state.
A systematic statement is found in the well-known treatise on the two spirits in 1 QS III, 13 - IV, 26. This paragraph was, for a long period thought to be the very portrayal of the Qumran-Essene demonology, but recent scholarship came to the conclusion that the "Treatise" goes back to pre-Essene tradition and has later on been incorporated into the Qumran-Essene manuscript of 1 QS. On the other hand it is evident that man's destiny and acts may also be determined by non-demonological factors, e.g. astronomical ones as in the horoscopes. In a certain way of course they are part of a demonological worldview. Determinism serves as another model to establish and describe the unfree existence of man as we find it e.g. in the concept of the heavenly tablets or books. In spite of this the prevailing illustration of man's unfree and dependent existence is demonology. This demonology is part of a cosmological dualism comprising space and time; dualism yet is consequently subjected to Jewish monotheism. Space encompasses the whole world, mankind, angels including the princes of the angels on the one hand, demons, evil angels and their princes (e.g. Belial) on the other; time ranges from primeval times to the present and the eschaton: In the eschaton God will destroy all negative powers (bad spirits, evil angels, demons, Belial Mastema) definitively. The present period however is the time of the reign of Belial, whom in his inscrutable mysteries God gives space and time for his reign.

1. Spirits and Demons in 11QPsApa (11 Q11)

11QPsa XXVII, 9-10 reports among "David's Compositions" four "songs for making music over the stricken". Already James A. Sanders refers to Ps 91 as the Psalm which is according to Rabbinic tradition the song to be sung over the stricken, and J.P.M. van der Ploeg connects them to 11QPsApa: "Je me demande si les compositions 'apocryphes' de notre rouleau ne seraient pas les chants mentionn?s dans le texte cit? de 11QPsa". The manuscript of 11QPsApa embodies at least three songs against the demons and is secluded by Ps 91 as a fourth. In opposition to J.P.M. van der Ploeg's identification Maurice Baillet recognizes in the "Cantiques du Sage" (4Q510 and 511) the collection for the stricken from 11QPsa. In my opinion the theory of J.P.M. van der Ploeg is more probable.

Spirits and demons ([hrw]úwt[ ]wh?edim) are closely connected in II,3; demons occur also in II,4 "These are [the de]mons", incantation terminology is present in I,7, III,4 and IV,1 (m?bi>). Presumably Salomo is the one who "shall invoke" (II,2), and "YHWH will strike you with a [grea]t b[low] to destroy you" (IV,4) , "and in his fury [he will send] against you a powerful angel" (ml
Most important is the incantation of the demon in V, 4-11:

(4) Of David. A[gainst An incant]ation in the name of YHW[H. Invoke at an]y time
(5) the heav[ens. When ]he comes to you in the nig[ht,] you shall [s]ay to him:
(6) 'Who are you, [oh offspring of] man and seed of the ho[ly one]s? Your face is a face of
(7) [delu]sion and your horns are horns of ill[us]ion, you are darkness and not light,
(8) [injust]ice and not justice.[ ] the chief of the army, YHWH [will bring] you [down]
(9) [to the] deepest [Sheo]l, [and he will shut the] two bronze [ga]tes th[rough which n]o
(10) light [penetrates,] and [the] sun [will] not [shine for you] tha[t rises]
(11) [upon the] just man to [

This third psalm (IV,4- V,3) of the collection precedes the quotation of the biblical Ps 91 with which it is closely connected:
1. The danger in the night V,4 see Ps 91:5.
2. Asking for the name (of the demon) (mi 3. The description of the demons futility and nothingness ("your face is a face of [delu]sion and your horns [i.e. your might] are horns of ill[us]ion, you are darkness and not light, [injust]ice and not justice" (V, 6-8), see Ps 91: 3-8,10,13.
4. JHWH's army and its chief (sr) (V,8, compare IV,5 the "powerful angel"); the Lords host and his angel come for deliverance of man; see Ps 91:11-12.

Ps 91 (in the manuscript V,3-14) is in its content clearly connected with the preceding psalms. It concludes the collection of incantations with the assurance of God's deliverance and builds a sort of keystone. By relating Ps 91 to the preceding incantations Ps 91 itself serves the same purpose. This becomes most evident by the fact that it is liturgically integrated by "Amen, Amen, Sela" (VI,14; see VI,3 in the preceding psalm) into the collection and in the adscription to David (Ps 91 adscribed to David in LXX, in V,4 ldwid). But at the same time Ps 91: 2 seems like a correction : the most effective incantation is to turn to God himself: ["He that lives ]in the shelter[ of the Most High, in the shadow of] the Almighty [he stays. ] He who says [to YHWH: 'My refuge] and [my] fortress,[ my God] is the safety in which [I trust.']"

2. 11QPs a XIX, 1-18 ("Plea of Deliverance")

David Flusser has drawn the attention to the "Plea of Deliverance" as an apotropaic prayer. The lines 13-16 confirm this interpretation :

"Forgive my sin, O Lord,
and purify me from my iniquity.
Vouchsafe me a spirit of faith and knowledge,
And let me not be dishonoured in ruin.
Let not Satan rule over me,
Nor an unclean spirit;
Neither let pain nor the evil inclination
Take possession of my bones."

Here we find the opposites: rwú ("evil inclination" ). "Unclean spirits were believed to emerge from Satan, and to cause pain and disease. Disease, in turn, was seen as a result of sin, which again is a product of man's evil inclination. In order to avert and banish these horrible dangers, the author of this Qumran prayer invoked the apotropaic protection of God:

'Let Satan and an impure spirit not rule over me
Neither let pain nor evil inclination claim power over my bones.'"

3. Spirit(s) in 1QGenesis Apocryphon

Crucial to our question is the passage in XX, 16-32: After the praise of Sarai's beauty by Hirqanos (lines 1-7) the Pharaoh takes Sarai by force from Abraham (lines 7-11); Abraham prays to God (lines 12-16): "That night, the God Most High sent him a chastising spirit (rwú mkdÁ), to afflict him and all the members of his household, an evil spirit (rwú b
The evil spirit here is clearly understood as a demon who inflicts plagues and punishment, rendering Pharaoh impotent for the time Sarai is in his control. Only by Abraham's prayer the plague is removed from him. A technical term for "demon" (e.g. Ád) does not occur, but a demon ("evil spirit") has evidently taken possession of the Pharaoh and his household. It is explicitly said that he is sent by God in order to hinder the Pharaoh to approach Sarai. God alone can - after Abraham's prayer - remove him.

4. An Incantation Formula in 4Q560

"4Q560 preserves an Aramaic apotropaic magic formula that mentions concerns common to other similar texts: childbirth, demons and the diseases associated with them, sleep or dreams and perhaps safety of possessions. The preserved portions of the formula adjure the offending spirits, apparently by name".
In the few preserved lines a whole panorama of ancient demonology is revealed before our eyes:
In line 1 of column I "Beel]zebub" may be read, he is adressed ("you"); line 2 speaks of an "evil visitant", a Á[d; line 3 seems to be an incantation: "…I adjure you all who en]ter into the body, the male Wasting-demon and the female Wasting-demon" , line 4 obviously continues the incantation: "…I adjure you by the name of YHWH, 'He who re]moves iniquity and transgression' , O Fever and Chills and Chest Pain"; line 5 finally refers to "the male Shrine-spirit and the female Shrine-spirit , breacher-demons (?) of."
In column II line 5 bears: "And I adjure you, O spirit (rwú), [that you …"

In this text not prayer but incantation serves to free man from spirits and demons who inflict suffering and pain upon him. Not God had send the evil spirit(s) and demons, but by calling the name of the God "[Who re]moves iniquity and transgression", illness , pain and sleeplessness(?) will be driven out.

5. Summary
These four texts from the Dead Sea Scrolls show a great variety of aspects concerning the activities of (evil) spirits and demons in man.They inflict suffering, lead to sin and threaten life in every respect. In the special case of the Pharaoh it is for the benefit of the pious ones. We have encountered two ways to get rid of the evil spirits or demons: prayer to God and incantation in the name of God (YHWH). In the collection 11QPsApa these two modes are combined: Incantation in the first three psalms, the prayer of confidence in Ps 91:2.

II Spirits and Demons in the New Testament

1. Introduction

The world view we encounter in these texts is best illustrated by New Testament demonology. In the dualism as we find in the Gospel of John and the overcoming of the "Prince of this world" (Joh 12,31 "Now is the judgement of this world; now shall the prince of this world be cast out") in the ministry and presence of Jesus; in the Satanic power of Babylon-Rome in Revelation and the final destruction. And most vividly represented in the exorcisms of Jesus: "But it is by the finger of God that I drive out devils, then be sure the kingdom of God has already come upon you" (Luke 11:20). The Plea of Deliverance (11Q Ps a XIX, 13-16) is best illustrated by the Lord's Prayer "And lead us not into temptation, but deliver us from the evil (= the evil one)" (Mt 6:13).

2. Jesus and the Demons

One of the undisputed activities in Jesus' ministry is the casting out of demons. This trait has since the Religionsgeschichtliche Schule been brought in relation to exorcism and magic in the Greco-Roman world as it is presented in the Papyri Graecae Magicae . Here as well as e.g. in Philostratos' Vita Apollonii we find close parallels to Jesus' exorcisms, both in the overall world view and in specific practices and formulas.

Another branch of scholarship has dealed with the revelance of Josephus' accounts of magical practices and Early Jewish miracle workers as Hanina ben Dosa and Honi ha-Meagel, highlighted by the seminal work of G. Vermes . Fully aware of a demonological conception in the Mediterranean world these authors stress the Jewish setting of Jesus' exorcistic activity.

The most important declaration of Jesus' self-understanding is to be found in Lk 11:20:
" When by the finger of God I drive out the demons, then be sure the Kingdom of God has come upon you". Most scholars support the authenticity of this saying, especially because it relates Jesus' exorcistic activity with the coming of the Kingdom of God, the center of Jesus' proclamation. Of special importance is the "I" in connection with God ("by the finger of God", which means: by the power of God) and the very presence of the Basileia which is not expected in some near or distant future, but which is present in Jesus' ministry. Thus this verse not only states Jesus' exorcistic activity, but also gives an interpretation: the presence of God's Kingdom is present in Jesus' expelling the demons.

What is the role of Demons in the New Testament world of Jesus?
They are called e.g. "unclean spirits" (Mk 1:23 and more often in Mk) or "evil spirits" (e.g. Lk 7:21), the demons have as their archon Satan, and who expels them must do this with his help and must himself be possessed by Beelezeboul (Mk 3:22). As "unclean" spirits they exclude those whom they reign from contact with the pious ones, as "evil" spirits they confer harm and calamity. And as such they cause illness, e.g. epilepsy (Mk 9: 14-27), deafness (Mk 9:24), blindness (Mt 12:22) and the more. Their causing illness is one of the strongest links connecting New Testament demonology with some of the texts presented just now. It belongs also to the Koine of ancient demonology as a whole.

The demons in New Testament have knowledge of Jesus (Mk 1:24) and of his divinity ("the Holy of God", Mk 1:24), that he is the "Son of God" (Mk 3:11), they even know that there is only one God, the Most High (Mk 5:7). As Thomas S?ding rightly states: "Die D?monen sind in den Evangelien nicht, wie sonst oft, H?retiker, sondern auf teuflische Weise orthodox" (525).

They also know how to behave against their adversary Jesus: They call him by name (e.g. Mk 1:24), just as for an exorcist it is most important to know the name of the demon(s), see Jesus asking Mk 5:9 "What is your name"?

It is surprising that the demons in New Testament are active during day-time, not especially in the night, which demonstrates their power. This vividly described in the sufferings they cause. Man is unable to free himself from the demons and thereby from the diseases they cause, only Jesus, the exorcist empowered by God is able to accomplish that. This brings people back to ordinary life from which they had been excluded and makes them to followers and messagers of Jesus (Mk 5:18.20).

To which place are they cast out? We get an ironic answer in the story of the demons in Gerasa where they are sent into pigs who drown in Lake Gennesaret: their destination is death. But a demon ("unclean spirit" Lk 11:24) which was expelled may also strive around and want to return: "When an unclean spirit comes out of a man it wanders over the deserts seeking a resting-place; and if it finds none, it says: 'I will go back to the home I left.' So it returns and finds the house swept clean, and tidy. Off it comes and collects seven other spirits more wicked than itself, and they all come in and settle down; and in the end the man's plight is worse than before" (NEB). This demonstrates the permanent danger of the demons where Jesus is not present.

It goes without saying that others, too, are able to expel demons (Mk 9:38), but it is only Jesus in whose activity the Kingdom of God has come. This notion is deeply rooted in the dualistic world-view which opposes the realm of Satan as the archon ton daimonion (Mk 3:22 etc.) and the archon tou kosmou toutou (John 12:31) to the Kingdom of God. Of course this is the special "Christian" variant and solution of the dualistic cosmology, demonology and anthropology. But it shares and is part of a dualistic world-view common in Early Judaism.

The struggle between Jesus and Satan takes cosmological dimensions. It will end with the downfall of God's enemy, i.e. Satan: "I watched how Satan fell, like lightning, out of the sky" (Lk 10:18 NEB). This final downcast of God's enemy is being accomplished in Jesus' death in which he proves - paradoxically - victorious over Satan (see also John 12:31) and the evil powers. The expulsions of demons during his life-time foreshadow this final victory of Jesus as God's agent ("By the finger of God", Lk 11:20). Therefore legions (Mk 5:6) of demons have to cede and are being destroyed. It is some sort of an a-symmetric conflict and the showdown is at hand. Man is still threatened by the powers of evil, but not any more helplessly exposed. Jesus himself has broken into the house of the "strong man" (e.g. Satan), "has first tied the strong man up" (Mk 3: 27) and has removed those who before had been under the dominion of Satan, i.e. those possessed by demons.

The New Testament and the Dead Sea Scrolls share the notion that man is threatened by devastating powers which are not under his control. This situation is described by means of a dualistic world view comprising cosmology and anthropology and using demonology to explain and to solve this problem.

III. Conclusions

"Qumran and the New Testament" do not mean that we are dealing with two monolithic entities. Their relation can not be described in terms of a development from the one to the other. Qumran is not a preparatio evangelica. We are to realize that they share a common world-view which is deeply rooted in the Bible and post-Biblical developments in Early Judaism. From this fundament they formulate their respective solutions to the one and only decisive question: "Unde malum" (Augustinus).


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Rachaph

Rachaph

Teks: Kej. 1:2
"Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air."

Shalom, selamat siang saudaraku. Tahun lalu penulis berkesempatan mengikuti sebuah seminar yang sangat bagus bertajuk: "Pentecostal Lectureship: Roh Allah dalam Perjanjian Lama." Pembicaranya juga sangat berbobot, di antaranya adalah Dr. Wonsuk Ma dari OCMS, Oxford dan juga Pdt. Silwanus Gabriel.
Berikut ini adalah petikan pemaparan pak Silwanus:

Peranan Ruah (2)
"Kata ruah dalam PL memiliki makna yang cukup luas. Arti kata dan peran ruah dalam kitab Yesaya diringkas dengan baik dalam buku karya Wonsuk Ma.(1)
Karya ruah dalam Pentateukh pertama kali tercatat dalam penciptaan (Kej. 1:1-3). Ruah melayang-layang (rachaph) di atas air, dan sesudah itu barulah disebutkan "Allah berfirman." Dan sampai akhir kisah penciptaan, peran roh dalam kisah penciptaan tidak disebutkan.
Terhadap ayat ke-2 ini, Skinner memberikan penjelasan tentang siapa ruah itu. Menurutnya ruah adalah sebuah "principle of life and order." Pendapat ini dapat dipahami karena di ayat yang sama digambarkan tentang kekacauan sebelum penciptaan, namun Skinner tidak menyebutkan apa peranannya.
Pendapat Moberly berbeda, menurutnya disebutkannya ruah di ayat itu menandakan kehadiran Allah dalam dunia yang kacau. Sekali lagi peran ruah secara spesifik tidak disebutkan, karena dia tidak membedakan antara ruah dengan elohim.
Beberapa ahli mencoba memahami perannya dengan mempelajari kata kerja rachaph (melayang-layang). Karena kata kerja ini hanya muncul tiga kali di seluruh PL oleh sebab itu sulit untuk menentukan artinya berdasarkan penggunaannya. Paling jauh para ahli berpendapat bahwa kata kerja ini berarti "mengerami," mirip seperti indul ayam yang mengerami telurnya. Pendapat ini (menurut pak Silwanus) mungkin kurang tepat, karena penciptaan tidak dihasilkan oleh kegiatan ruah yang melayang-layang itu, melainkan oleh Firman Allah.
Yang dapat dipastikan dari ayat itu adalah kehadiran ruah dalam penciptaan, dan "ketidak-terlibatan ruah" dalam penciptaan. Peran ruah dalam penciptaan tetap menjadi misteri. Oleh sebab itu pendapat Eichrodt menjadi pilihan paling tepat untuk memahami ruah: mysterious nearness and activity of the divine. Keberadaannya pada saat itu menunjukkan bahwa sejak semula ruah berperan aktif dalam kehidupan manusia, meskipun kita tidak mengetahui apa yang dilakukannya."

Penafsiran lain tentang makna rachaph
Tentunya pdt. Silwanus boleh-boleh saja berpendapat seperti dikutip di atas, namun ada beberapa orang hamba Tuhan yang berpendapat berbeda mengenai makna melayang-layang tersebut:
1. Dr. Paul Yonggi Cho: mengatakan bahwa kata rachaph memang bermakna mengerami.
2. Pdt. Dr. Erastus Sabdono: juga mengatakan hal yang sama tentang makna asli kata melayang-layang.
Pendapat penulis adalah bahwa pandangan pdt. Silwanus agak menekankan peran Memra atau Logos atau Davar dalam penciptaan, namun kurang trinitarian - jika boleh meminjam istilah teolog kontemporer. Lihat misalnya Moltmann (4).
Peran Trinitas dalam penciptaan memperoleh perhatian khusus di kalangan para teolog kontemporer, dengan demikian kiranya kurang tepat jika beranggapan bahwa Ruah JHWH tidak terlibat dalam penciptaan. Lihat juga (5).

Implikasi tentang makna rachaph
(a) doa syafaat:
Pdt. Yonggi Cho dalam buku larisnya berjudul Dimensi Keempat, menganjurkan agar umat percaya sungguh-sungguh bersyafaat secara terus-menerus untuk "mengerami" apa yang ingin dipanjatkan.(3) Namun, benarkah jika kita terus mengerami doa-doa kita, maka Tuhan pasti akan mengabulkannya? Tentu ini menjadi pertanyaan tersendiri.
(b) memelihara ketertiban:
Peran ruah yang melayang-layang di atas samudera yang kacau, kiranya juga menjadi panggilan kita sebagai umat percaya untuk terus berharap akan pimpinan dan peran serta Roh Kudus untuk memulihkan begitu banyak kekacauan di bumi ini.
(c) kepemimpinan berbasis ruah:
Akhirnya, para pemimpin baik di lingkungan gerejawi maupun pemerintahan perlu terus-menerus bertindak aktif memulihkan ketertiban, bukannya ikut memperkeruh suasana atau menciptakan kekacauan. Untuk itu, diperlukan para pemimpin yang matang tidak saja dalam pengambilan keputusan, namun juga yang melibatkan pimpinan ruah (Roh Kudus). Ringkasnya, diperlukan para pemimpin berbasis ruah dalam mengelola dunia ini.

Penutup
Sebagai penutup tulisan ini, mari kita simak dua ayat tentang bagaimana Roh Tuhan memimpin Yusuf dan Daud:

Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" (Kej. 41:38)

"Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama." (I samuel 16:13)

Demikian pula, nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias yang akan datang akan memiliki penyertaan Roh Tuhan secara permanen:

Yesaya 11:2
"Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;"

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 23 juni 2017, pk. 11:29
VC

Referensi:
(1) Wonsuk Ma. Until the Spirit comes: the Spirit of God in the book of Isaiah. A&C Black, 1999. Url: https://www.ebooknetworking.net/books_detail-0567136256.html
(2) Silwanus Gabriel, Roh sebagai hikmat dalam Amsal. Pentecostal Lectureship, 2016
(3) Paul Yonggi Cho. The Fourth Dimension: Discovering a new world of answered prayer. Url: http://self-help-ebook.net/15654-the-fourth-dimension-discovering-a-new-world-of.html
(4) Jurgen Moltmann. God in creation. London: SCM press Ltd., 1985
(5) Jiri Moskala. The Holy Spirit in the Hebrew Scriptures. JATS 23(2), 2013, url: http://www.atsjats.org/publication/view/537


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation