Selasa, 11 Juni 2019

Wasabi

Wasabi

Shalom para sahabat dalam Kristus, minggu lalu saya berkesempatan mencicipi sushi dan sashimi, makanan khas Jepang. Sebelumnya saya sudah pernah menyantap sushi, namun sashimi baru kali ini.
Ternyata daging ikan salmon atau tuna mentah enak juga ya, terutama jika disantap dengan saus khusus yang disebut "wasabi."

Apakah itu wasabi?
Menurut wikipedia, definisi wasabi adalah:

"Wasabi or Japanese horseradish is a plant of the Brassicaceae family, which also includes horseradish and mustard in other genera. A paste made from its ground rhizomes is used as a pungent condiment for sushi and other foods. It is similar in taste to hot mustard or horseradish rather than chili peppers in that it stimulates the nose more than the tongue. The plant grows naturally along stream beds in mountain.."(1)

Kalau dibandingkan dengan masakan Indonesia, wasabi adalah sejenis sambal yang pedas untuk menemani kita menyantap sushi atau sashimi.

Permenungan
Kalau mau direnungkan sedikit lebih mendalam, dalam hidup ini kita juga sering menemui wasabi, yaitu aneka persoalan dan kesulitan yang Tuhan taruh di jalan hidup kita.
Tidak semua kesulitan itu dapat kita hindari seketika, ada kalanya kita mesti belajar "menikmati" pedasnya wasabi.
Memang Tuhan tidak pernah berjanji bahwa ketika menjadi umat Kristen hidup kita tanpa masalah, namun justru melalui masalah dan kesulitan itulah Tuhan mendidik kita untuk belajar percaya kepadaNya.

Istilah "belajar percaya" ini memang disebut dalam salah satu kisah Injil, yakni ketika Yesus sengaja menunda untuk membezuk Lazarus yang hampir meninggal.

John 11:15
tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."

Kalau Anda belajar berjalan bersama Tuhan Yesus, kemungkinan besar Tuhan akan sering menempatkan Anda dalam situasi-situasi sulit untuk mengembangkan iman Anda. Itulah saatnya Anda untuk "belajar percaya" dan mengandalkan Tuhan.

Dan yakinlah, ketika kita menghadapi berbagai menu pedas tersebut, Tuhan juga pasti menyediakan sushi dan sashimi bagi mereka yang senantiasa berharap dan menantikan Dia.

Bagaimana dengan Anda?

Tuhan memberkati Anda sekalian.

Versi 1.0: 4 juni 2019, pk. 17:00
Versi 1.1: 5 juni 2019, pk. 7:15
VC

Bacaan:
(1) https://en.m.wikipedia.org/wiki/Wasabi



Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Jewel in the Palace

Jewel in the Palace

Shalom saudara-saudariku terkasih dalam Tuhan Yesus, selamat petang. Adik saya penggemar berat film serial drakor berjudul "Jewel in the Palace." (Mutiara di istana). Ia sudah lebih dari 5 kali menonton serial tersebut.
Bagi Anda yang penggemar drakor tentunya pernah melihat serial tersebut, yang juga pernah diputar di salah satu stasiun televisi nasional.
Ceritanya adalah seputar lika-liku perjalanan seorang tabib perempuan pertama di istana raja Korea. Waktu itu belum ada dokter, dan dialah dokter perempuan pertama di Korea.
Kadang-kadang saya ikut menonton juga serial tersebut, meski belum menyelesaikan seluruh serialnya yang lebih dari 50 dvd.
Perjalanan hidup Jang Geum, nama tabib perempuan tersebutk, memang unik dan layak diteladani. Betapa sering dia mempertaruhkan nyawa dan reputasinya ketika memberikan resep untuk raja yang sakit, sekalipun ditentang oleh para tabib senior lainnya di istana.
Mungkin itu sebabnya judul drakor itu adalah: Mutiara di Istana, karena kecemerlangan dia dalam meramu resep-resep obat dari tetumbuhan sungguh bagaikan sebuah mutiara di istana raja.

Maukah Anda menjadi mutiara di tengah-tengah masyarakat?

Alkitab juga memberikan resep yang dirangkum dalam teks terkenal Mazmur pasal 1:

1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Mari kita belajar dengar-dengaran dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, agar kita dapat tumbuh, berakar dan berbuah senantiasa, seperti pohon yang tumbuh di tepi aliran air.

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 6 juni 2019, pk. 17:25
VC


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Minggu, 09 Juni 2019

Kumbaya, my Lord

Kumbaya, My Lord

Shalom brothers and sisters in Jesus Christ.
Happy Pentecost day. Today I will write 2 articles in relation with Pentecost day
***
This morning when  I went to a fellowship, the Collective, suddenly I recall an old song since my youth : Kumbaya, My Lord.
The actual meaning of Kumbaya is Come by here (in Gullah language), so I guess this is how Holy Spirit invites us to rejoice in His presence in all of us, the believers in Jesus Christ.

This is an explanation of the origin of that popular song in 90s:

Kumbaya, my Lord" was first recorded by an out-of-work English professor, Robert Winslow Gordon, in 1927. Gordon went on a search for black spirituals and recorded a song "Come by Here, My Lord", sung by H. Wylie. The song was sung in Gullah on the islands of South Carolina between Charleston and Beaufort. Gullah is the creole language featured in the Uncle Remus series of Joel Chandler Harris and the Walt Disney production of Song of the South. "Come by here, my Lord" in Gullah is "Kum by (h)yuh, my lawd" (see our Gullah dictionary).

American missionaries took the song to Angola after its publication in the 1930s, where its origins were forgotten. In the late 1950s the song was rediscovered in Angola and returned to North American where it swept the campfire circuit as a beautiful and mysterious religious lyric. That is why the song is associated with Angola in many current printed versions.

In the US, however, the song was associated with Boy Scouts, Girl Scouts, and other campers sitting around a campfire in perfect harmony. The picture of a warm, cozy community without conflict associated itself with the song and especially that foreign-sounding word in its title, kumbaya. Since the word had no actual meaning in English, cynics eventually converted this harmless connotation into the actual English definition of the word. That definition now seems to be "naive, unrealistic optimism" to many of us (not me).

Version 1.0: 9 June 2019, pk. 13:06.
VC

Reference:
(1)  https://www.alphadictionary.com/articles/english_grammar_style/kumbaya.html



--
Victor Christianto
Founder of The Second Coming Institute, www.sci4God.com
Promoting Javanese "batik" as an Indonesia cultural heritage, www.mybatique.com
Promoting cultural and music events in Jakarta and other cities, www.acaraindo.com
Founder of www.DigiMBA.com, to deliver business education for digital generation
1 New book: From Hilbert to Dilbert at UNM site, url: http://fs.unm.edu/FromHilbertToDilbert.pdf
Our books and papers can be found at:
You can also check the Neutrosophic Journal: 

http://fs.unm.edu/NSS/NSSArticles.htm  

==
We love you all nations, but time is very very limited. Be hurry to repent and receive Jesus Christ. Find a guide to help you repent and receive Jesus Christ, in this link http://www.esnips.com/web/Guidetorepent,
http://www.esnips.com/web/RepentanceGuide.
Print this guide, copy as many as you can, and distribute this to as many countries as you can, including Asian countries such as China, Burma, Thailand, Campuchea, Laos, Srilanka, and Vietnam. Pray and ask to God first before you select a language for your country. That is the message: be hurry be very very very very very hurry to repent and receive Jesus Christ, all corners of the world.
Don't you know that Jesus Christ will come again soon? That is why you should be hurry and quickly to repent and do your repentance. Tweet this message quickly and distribute this message to as many countries as you can including to all your friends quickly, quickly, quickly today. Follow Jesus only at http://www.twitter.com/Christianto2013.
Send this message quickly to all your colleagues and to all your friends. Thank you, Jesus Christ already help you. 

blog: http://guidetorepent.blogspot.com, http://findtheTruthnow.blogspot.com,
http://evangelismwithsocialmedia.blogspot.com
guide: http://GoodNews.getfreehosting.co.uk/digfile/cms/index.php (login with 'visitor')
video: http://youtube.com/guidetorepent,
facebook: http://www.facebook.com/VChristianto,
and follow Jesus only at www.twitter.com/Christianto2013

**KINDLE BOOKS:
authorpage: http://www.amazon.com/-/e/B00AZEDP4E
Articles dictated by Jesus Christ. Book Two. http://www.amazon.com/dp/B00AYR3F9C
Articles dictated by Jesus Christ. Book One. http://www.amazon.com/dp/B00AYR6TJU
by Jesus Christ: How social darwinism ruin America and the World. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJJQI
by Jesus Christ: Evangelism for Difficult People. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJCLA
by Jesus Christ: How you can do Evangelism with Social Media. http://www.amazon.com/dp/B00AZDXZLI
by Jesus Christ: The Nicene Creed. http://www.amazon.com/dp/B00AZDYMJ2
by Jesus Christ: Logos, Memra, and other letter for Economists. http://www.amazon.com/dp/B00AZDY7JW
by Jesus Christ: our Father in Heaven prayer. http://www.amazon.com/dp/B00AZKZUNM
Some problems of Nuclear Energy development in Asia: A literature survey. http://www.amazon.com/dp/B00B4LW5ZW

Some papers at www.vixra.org:
www.vixra.org/abs/0912.0036
www.vixra.org/abs/0912.0037
www.vixra.org/abs/1001.0005
www.vixra.org/abs/1001.0003
www.vixra.org/abs/0912.0053


Come, experience the ocean of Holy Spirit

Come, experience the ocean of Holy Spirit

Shalom brothers and sisters in Jesus Christ, good morning. Happy Pentecost day.. This is my second article in this Pentecost day.

If we read attentively Gen. 1:1-5, Holy Spirit is like strong wind (ruach),  and the strong wind can turn the turbulent oceans (the deep) into a set of wonderful creations.

The same thing will also happen to you and  me, Holy Spirit can turn your troubled mind and turbulent situations into wonderful life for the glory of God.

Just let Him govern your mind, soul and spirit.. In short, let Him blow..

Here is one of my favorite song, Oceans by Hillsong United.

--
"Oceans (Where Feet May Fail)"

You call me out upon the waters
The great unknown where feet may fail
And there I find You in the mystery
In oceans deep
My faith will stand

And I will call upon Your name
And keep my eyes above the waves
When oceans rise
My soul will rest in Your embrace
For I am Yours and You are mine

Your grace abounds in deepest waters
Your sovereign hand
Will be my guide
Where feet may fail and fear surrounds me
You've never failed and You won't start now

So I will call upon Your name
And keep my eyes above the waves
When oceans rise
My soul will rest in Your embrace
For I am Yours and You are mine
And You are mine

Spirit lead me where my trust is without borders
Let me walk upon the waters
Wherever You would call me
Take me deeper than my feet could ever wander
And my faith will be made stronger
In the presence of my Saviour

Spirit lead me where my trust is without borders
Let me walk upon the waters
Wherever You would call me
Take me deeper than my feet could ever wander
And my faith will be made stronger
In the presence of my Saviour

Spirit lead me where my trust is without borders
Let me walk upon the waters
Wherever You would call me
Take me deeper than my feet could ever wander
And my faith will be made stronger
In the presence of my Saviour

Spirit lead me where my trust is without borders
Let me walk upon the waters
Wherever You would call me
Take me deeper than my feet could ever wander
And my faith will be made stronger
In the presence of my Saviour

Spirit lead me where my trust is without borders
Let me walk upon the waters
Wherever You would call me
Take me deeper than my feet could ever wander
And my faith will be made stronger
In the presence of my Saviour

Spirit lead me where my trust is without borders
Let me walk upon the waters
Wherever You would call me
Take me deeper than my feet could ever wander
And my faith will be made stronger
In the presence of my Saviour

Oh, Jesus, you're my God!

I will call upon Your name
Keep my eyes above the waves
My soul will rest in Your embrace
I am Yours and You are mine


--

Version 1.0: 9 June 2019, pk. 13:19
VC



--
Victor Christianto
Founder of The Second Coming Institute, www.sci4God.com
Promoting Javanese "batik" as an Indonesia cultural heritage, www.mybatique.com
Promoting cultural and music events in Jakarta and other cities, www.acaraindo.com
Founder of www.DigiMBA.com, to deliver business education for digital generation
1 New book: From Hilbert to Dilbert at UNM site, url: http://fs.unm.edu/FromHilbertToDilbert.pdf
Our books and papers can be found at:
You can also check the Neutrosophic Journal: 

http://fs.unm.edu/NSS/NSSArticles.htm  

==
We love you all nations, but time is very very limited. Be hurry to repent and receive Jesus Christ. Find a guide to help you repent and receive Jesus Christ, in this link http://www.esnips.com/web/Guidetorepent,
http://www.esnips.com/web/RepentanceGuide.
Print this guide, copy as many as you can, and distribute this to as many countries as you can, including Asian countries such as China, Burma, Thailand, Campuchea, Laos, Srilanka, and Vietnam. Pray and ask to God first before you select a language for your country. That is the message: be hurry be very very very very very hurry to repent and receive Jesus Christ, all corners of the world.
Don't you know that Jesus Christ will come again soon? That is why you should be hurry and quickly to repent and do your repentance. Tweet this message quickly and distribute this message to as many countries as you can including to all your friends quickly, quickly, quickly today. Follow Jesus only at http://www.twitter.com/Christianto2013.
Send this message quickly to all your colleagues and to all your friends. Thank you, Jesus Christ already help you. 

blog: http://guidetorepent.blogspot.com, http://findtheTruthnow.blogspot.com,
http://evangelismwithsocialmedia.blogspot.com
guide: http://GoodNews.getfreehosting.co.uk/digfile/cms/index.php (login with 'visitor')
video: http://youtube.com/guidetorepent,
facebook: http://www.facebook.com/VChristianto,
and follow Jesus only at www.twitter.com/Christianto2013

**KINDLE BOOKS:
authorpage: http://www.amazon.com/-/e/B00AZEDP4E
Articles dictated by Jesus Christ. Book Two. http://www.amazon.com/dp/B00AYR3F9C
Articles dictated by Jesus Christ. Book One. http://www.amazon.com/dp/B00AYR6TJU
by Jesus Christ: How social darwinism ruin America and the World. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJJQI
by Jesus Christ: Evangelism for Difficult People. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJCLA
by Jesus Christ: How you can do Evangelism with Social Media. http://www.amazon.com/dp/B00AZDXZLI
by Jesus Christ: The Nicene Creed. http://www.amazon.com/dp/B00AZDYMJ2
by Jesus Christ: Logos, Memra, and other letter for Economists. http://www.amazon.com/dp/B00AZDY7JW
by Jesus Christ: our Father in Heaven prayer. http://www.amazon.com/dp/B00AZKZUNM
Some problems of Nuclear Energy development in Asia: A literature survey. http://www.amazon.com/dp/B00B4LW5ZW

Some papers at www.vixra.org:
www.vixra.org/abs/0912.0036
www.vixra.org/abs/0912.0037
www.vixra.org/abs/1001.0005
www.vixra.org/abs/1001.0003
www.vixra.org/abs/0912.0053


“AGNOSTO THEO ”, PENGADILAN SOCRATES DAN PLEDOI ST. PAULUS DI AREOPAGUS

ET'PATAH ISCS
Jum'at, 07 Juni 2019

"AGNOSTO THEO ", PENGADILAN SOCRATES DAN
PLEDOI ST. PAULUS DI AREOPAGUS:
CATATAN REFLEKSI DARI ATHENA *)

Tulisan Ketiga dari Tiga Tulisan

Oleh Bambang Noorsena

*) Bahan Refleksi Ziarah dalam rangka "Greece-Turkey: Seven Churches and Cappadocia Biblical Trip", 19-29 April 2019.

4. PENGADILAN SOCRATES DAN PLEDOI ST. PAULUS

4.1. "EKKLESIA" ATAU AREOPAGUS: MEMBANGUN TEMBOK ATAU MEMBANGUN JEMBATAN?

Seperti yang ditulis Plato dalam bukunya Apologia, Socrates (469-399 SM) dipidana mati oleh εκλλεσια "ekklesia" (pengadilan) Athena, karena dituduh meracuni pikiran para pemuda, mengajarkan ilah-ilah asing, dan αθεος "atheos" (menyangkal ilah) yang diakui oleh negara. Kira-kira enam abad setelah Socrates, St. Paulus juga diadili di Areopagus, di kota yang sama, yang dituduh sebagai "pemberita ajaran dewa-dewa asing" (Kis. 17:18). Μenariknya lagi, keduanya juga berinteraksi dengan para penyair sebagai salah satu dari profesi penting di Yunani kuno. Bedanya, kalau Socrates menyerang keras para penyair yang pandangannya tidak disetujuinya, St. Paulus justru mengutip salah satu syair dari penyair mereka, Aretes: "Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu" (Kis. 17:28). Bertitiktolak dari syair ini, St. Paulus melakukan reinterpretasi demi pewartaan Injil.

Di pengadilan Yunani kuno yang disebut εκκλεσια "ekklesia" itu, sebelum vonis mati dijatuhkan karena pemikiran-pemikirannya, Socrates menyerang balik para penuduhnya yang semena-mena. Socrates laksana "membangun tembok" yang memisahkan antara "Aku" dan "engkau". Sebaliknya, tepat di Bukit Mars, di kota yang sama, St. Paulus malah "membangun jembatan", yang menempatkan pandangan filsafat dan keyakinan yang berbeda-beda dalam relasi "kita". "Karena kita berasal dari keturunan Allah", demikian pledoi St. Paulus, "kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia" (Kis. 17:29). Harus dicatat pula, dalam Injil kata "ekklesia" adalah terjemahan dari istilah Ibrani קהל "Qahal", artinya "jemaat", atau "gereja", seperti disebutkan: "...dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (μου την εκκλησίαν "mou ten ekklesian") dan alam maut tidak akan menguasainya" (Mat. 16:18).

Itulah sebabnya, dalam pleidoinya di Areopagus, St. Paulus tidak merujuk Socrates yang frontal dan konfrontatif, melainkan lebih memilih kisah Epimenides yang lebih inspiratif dan jauh menyentuh kedalaman spiritualitas rakyat Athena, tetapi dengan jitu tetap kritis mengoreksinya. Padahal seperti St. Paulus tidak asing dengan pemikiran para filsuf dan para penyair Yunani pada zamannya, pasti ia tidak asing dengan pemikiran Socrates. Socrates menyerang frontal pemikiran yang tidak disetujuinya, St. Paulus mencari celah dan dengan tepat dia memasukkan ide-ide teologisnya, dan seperti "membangun jembatan" supaya bukan hanya dia, tetapi juga generasi sesudahnya bisa menyeberanginya, demi dan untuk memenangkan ide-ide teologisnya yang konstrukstif, inovatif, kontekstual, dan membebaskan.

Socrates menyiapkan pidato pembelaan diri, demi sebuah reputasi, dan bukan untuk pembebasannya dari tuntutan hukum. Di depan ekklesia, Socrates terus berfilsafat, menyerang kepalsuan ide-ide zamannya, sebelum menyambut kematiannya dengan gagah berani:

αλλά γάρ ηδη ὥρα άπιἐναι, ὲμοί μὲν ἂποθανουμἐνῳ, ὑμῖν δὲ βιωσομἐνοις, όποτἐροι δὲ ἡμὥν ἔρχονται ἐπὶ ἂμεινον πράγμα, ἂδηλον παντὶ πλἡν ή τᾧ θεῷ.
"Allá gar idi hora apienai, emoi men apothanoumeno, humin de biosomenois, opoteroi de himon erchontai epí ameinon prágma, adilon panti plin hí tó Theó".
Artinya: "Namun sekarang telah tiba waktunya kita pergi. Aku akan pergi untuk mati, kamu akan pergi untuk hidup, tetapi siapa di antara kita yang memberikan yang lebih baik, tidak seorangpun mengetahui selain oleh Allah" (Harold North Fowler, 1990:144-145). Akhirnya, racun itu telah mengantarkan Socrates ke gerbang kematian, tinggal tubuh yang membiru membujur kaku.

Jalan hidup St. Paulus agak berbeda. meskipun akhirnya menjadi "martyr" juga di Roma, namun dengan pendekatannya yang merangkul dan membimbing, menegur tanpa menyakiti, banyak orang telah dibimbingnya ke jalan pertobatan, salah satunya Dionisius, Damaris dan banyak lagi lainnya. Logos, Sang Kristus pra-eksisten itu, secara anonim pernah menyelamatkan rakyat Athena dari wabah sampar, enam ratus tahun sebelum Inkarnasi-Nya ke dunia. Dan di Areopagus, bukit yang ditahbiskan demi nama dewa perang Mars, St. Paulus membawa kabar damai, dengan menuturkan kembali kisah lama Epimenides dari Kreta, yang pernah membimbing rakyat Athena menyeru-Nya di sebuah altar tanpa nama, di kota para filsuf ternama di dunia.

4.2. ANTARA "TUHAN"-NYA SOCRATES DAN TUHANNYA ST. PAULUS: SAMA ATAU BERBEDA?

Seperti St. Paulus yang menyadarkan kaum Athena "… bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu ciptaan kesenian dan keahlian manusia" (Kis. 17:29), Socrates juga mengkritik dengan gaya yang lebih lugas:
οταν εἰκάζῃ τις κακῶς (οὐσίαν) τῷ λόγῳ, περὶ θεῶν τε καὶ ἡρώων οἷοί εἰσιν, ὥσπερ γραφεὺς μηδὲν ἐοικότα γράφων οἷς ἂν ὅμοια βουληθῇ γράψαι.
Otan eikaze tis kakós (ousian) tó logó, peri Theón te kai heróón oioi eisin, hósper grapheus meden eoikota graphón ois an omoia boulethe graphai.
Artinya: "Ketika seseorang menggambarkan dengan buruk dalam ucapan mereka tentang para ilah dan para pahlawan, ia laksana seperti seorang pelukis yang melukis sesuatu dengan kemiripan yang mereka inginkan namun sama sekali tidak mirip" (Plato, 377e1-3).

Jadi, apakah "Tuhan"-nya Socrates dengan "Tuhan"-nya St. Paulus sama atau berbeda? Apakah Socrates seorang monotheis yang percaya kepada keesaan Allah? Kalau "Ya", mengapa Socrates masih menyebut dewa-dewa dalam sejumlah pidatonya? Beberapa kutipan di bawah ini menjelaskan mengapa orang percaya bahwa Socrates adalah monotheis, atau mungkin henotheis. "Maka Allah itu sama sekali sederhana, benar dalam perbuatan dan perkataan" (κομιδῇ ἄρα ὁ θεὸς ἁπλοῦν καὶ ἀληθὲς ἔν τε ἔργῳ καὶ λόγῳ, "Komide ára ho theós aploun kai alithés én te érgó kai lógo"), kata Socrates menurut "Republic"-nya Plato, "dan tidak mengubah dirinya maupun menipu orang lain dengan penglihatan atau kata-kata atau pemberian tanda-tanda saat bangun atau dalam mimpi" (Republic, 382). Kata ὁ Θεὸς "ho theós" (the God) di sini dalam bentuk tunggal nominatif.

Namun dalam bagian lain Socrates menyebut ilah-ilah dalam bentuk jamak, yang bisa ditafsirkan bahwa ia juga mengakui keberadaan ilah-ilah lain selain Allah, atau minimal AIlah yang dipahaminya. "Kalian setuju kemudian, kataku," ujar Socrates, "Inilah norma atau kanon kedua kami mengenai pidato dan puisi tentang para dewa (τοῦτον δεύτερον τύπον εἶναι ἐν ᾧ δεῖ περὶ θεῶν, "toúton deuteron tuton einai en hó dei peri theón"), mereka bukan penyihir yang berubah bentuk atau menyesatkan kita dengan kepalsuan dalam kata-kata atau perbuatan". Sifat-sifat Tuhan seperti ini mencirikan keesaan-Nya, tetapi Socrates masih mengakui dewa-dewa lainnya (Kata θεῶν "theón" di sini dalam bentuk plural genetif).

"Mereka, kaum Athena, yang telah menyebarkan laporan ini ke luar negeri, adalah musuhku yang berbahaya", ucap Socrates lagi, "mereka yang mendengarnya akan berpikir bahwa orang yang menyelidiki masalah ini bahkan tidak percaya pada dewa-dewa" (οἱ γὰρ ἀκούοντες ἡγοῦνται τοὺς ταῦτα ζητοῦντας οὐδὲ θεοὺς νομίζειν "oi gár akoúontes igoúntai toús tauta zitoúntas oudé theoús nomízein"). Kata θεοὺς, "theoús" adalah bentuk plural akusatif, mengesankan Socrates mengakui adanya ilah-ilah lain. Namun, pada bagian lain, Republic 19a, Socrates memakai kata θεῷ "theó" (Allah) dalam bentuk singular datif. Di sini, Socrates seperti menegaskan keesaan-Nya: ὅμως τοῦτο μὲν ἴτω ὅπῃ τῷ θεῷφίλον, τῷ δὲ νόμῳ πειστέον καὶ ἀπολογητέον. "Homós toúto mén íto ópi tó theóphilon, tó dé nómo peistéon kaí apologitéon" Artinya: "Namun biarlah hal ini menyenangkan Tuhan, hukum harus dipatuhi dan saya harus membela diri" (Republic 19α).

Jadi, benarkah Socrates adalah seorang monotheis? Kalau monotheis mengapa Socrates masih nenyebut "ilah-ilah" dalam bentuk plural, entah itu berhubungan atau tidak dengan θεῷφίλον "theóphílon", yaitu Allah yang disenangkannya, atau minimal sesuai dengan konsep yang dipilihnya. Namun St. Paulus juga menggunakannya dalam ungkapan yang serupa: "Sebab sungguhpun ada apa yang disebut 'ilah', baik di sorga maupun di bumi", tulis Sang Rasul, "dan memang benar ada banyak 'ilah' dan banyak 'tuhan' yang demikian (ὥσπερ εἰσὶν θεοὶ πολλοὶ καὶ κύριοι πολλοί, "hosper eisin theoi polloi kai kurioi polloi), namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Sang Bapa (εἷς Θεὸς ὁ Πατήρ, "eis theos ho Pater"), yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus (καὶ εἷς Κύριος Ἰησοῦς Χριστός, "kaí eis Kurios, Iesous Khristos), yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup" (1 Kor. 8:5-6). St. Paulus merumuskan dengan jelas orthodoksinya, sedangkan Socrates lebih menekankan pilihan etisnya sendiri.

Socrates juga menyebut "theos"-nya dalam bentuk tunggal, tetapi mengakui keberadaan "ilah-ilah lain" baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Relasi antara keduanya tidak dirumuskan dengan jelas, apakah Socrates hanya mengakui hak orang-orang Athena untuk menyembah ilah-ilah mereka, katakanlah semacam henotheisme, yaitu pengakuan bahwa ada banyak ilah-ilah, tetapi Socrates memilih "theos"-nya sendiri, yang betapapun lebih unggul dari ilah-ilah yang dikritiknya? Sebaliknya, St. Paulus mengawali sikap teologisnya dengan menegasikan ilah-ilah lain: "... dan tidak ada Ilah lain selain Allah yang Esa" (1 Kor. 8:4, καὶ ὅτι οὐδεὶς θεὸς ἕτερος εἰ μὴ εἷς. "Kaí hoti oudeis theos utheros ei mi eis"), meskipun secara sosiologis ia mengakui beragam konsep "ilah" dan "tuhan" (1 Kor. 8:5), yang menjadi ruang bagi kebebasan berkeyakinan.

4.3. DEMOKRASI: ANTARA ORTHOPRAKSI DAN ORTHODOKSI

Bukankah gagasan kedua pemikir besar ini, terlepas dari perbedaannya, seharusnya melandasi sikap demokratis kita dalam beragama dan berkeyakinan, bahwa sefanatik-fanatiknya pilihan iman dan orthodoksi kita masing-masing, tetapi harus tetap menyediakan ruang dalam medan "orthopraxi" kita bagi pihak lain yang berbeda untuk bebas memilih sendiri iman dan keyakinannya? Kristus bersabda: "Biarkanlah keduanya (ilalang dan gandum) itu tumbuh bersama sampai waktu menuai" (Mat. 13:30).

Kisah Socrates telah memberikan contoh bagaimana sistem demokrasi buruk "one man one vote", yang telah menjadikannya "martyr" karena kalah suara tipis, bukan oleh kekuatan argumentasi hukum, melainkan praktek pengadilan yang dibajak oleh ketiga kelompok pendakwanya: Anytus, sang politisi demokratik kota Athena, Miletus, sang penyair yang rajin mengungkap tragedi dan Lykon, orator ulung, yang mendominasi ruang εκκλεσια "Ekklesia" (pengadilan) yang tidak adil itu.

Namun, Athena juga telah mencontohkan bagi kita bagaimana di tengah-tengah "agama minoritas" yang didominasi oleh altar Zeus yang berdiri di setiap tempat, ternyata masih memberi ruang bagi yang "agama minoritas", yaitu mereka yang menyembah kepada ilah-ilah yang tidak dikenal. Lucian dalam Philopatris 9,14 mencatat, bahwa di Athena pada zamannya ada suatu kuil yang secara khusus dipersembahkan bagi selain dewa-dewa utama mereka, yang juga bebas disembah dengan sumpah para pemujanya: Νὴ τὸν Ἄγνωστον "Ne ton Agnoston" (Kepada yang tidak dikenal).

Lalu bagaimanakah implementasi dari sumpah Νὴ τὸν Ἄγνωστον "Ne ton Agnoston" pada zaman kuno? Sebuah altar yang ditemukan di Bukit Palatine, di wilayah Roma, yang dibangun kembali sekitar tahun 100 SM, di atasnya tertulis sebuah insksripsi dalam bahasa Latin kuno, menjelaskan fenomena ini:
SEI DEO SEI DEIVAE SAC CAIUS SEXTIUS CAI FILIUS CALVINUS PRAETOR DE SENATI SENTENIA RESTITUIT. 
Artinya: "Apakah demi dewa atau dewi yang suci, Sextius Calvinus, putra Gaius Praetor atas perintah Senat, telah mengembalikan ini" (John Edwin Sandys, 1927:89).

Ungkapan "Sei Deo Sei Deivae" (Apakah demi Dewa atau Dewi), membuktikan bahwa setiap orang bebas menyembah ilah atau ilah-ilah mereka masing-masing, bahkan juga bagi yang konsep teologisnya tidak jelas. Tidak diperlukan syarat harus ada definisi resmi agama yang dipaksakan oleh negara. Ini menjadi contoh bahwa dalam demokrasi Athena yang kita anggap "kafir" ternyata memberi ruang kepada keyakinan minoritas. Sebaliknya, kita yang menganggap diri benar secara ortodoksi, sering bermental imperialisme doktriner, menindas dan melibas hak-hak orang yang berbeda dengan kita.

Setiap orang bebas memaknai Θεὸς "theos" (Ilah) atau θεοὺς "theous" (ilah-ilah) dalam beragam batasan, entah itu monotheis (satu Allah), politheis (banyak ilah), henotheis (hierarki ilah-ilah, mulai yang tertinggi hingga yang terendah), atau pantheis (segala sesuatu adalah Allah), dan isme-isme keagamaan yang masih dilabeli "theos" dalam makna "personal God". Yang lain bisa memakainya secara non-theistik, yang memahami "yang tak terbatas" secara monistik (segalanya adalah satu) tanpa label Θεὸς "theos" (ilah). Semua paham ini dinaungi dengan rumusan: Νὴ τὸν Ἄγνωστον "Ne ton Agnosto" (Kepada yang tidak dikenal). Nah, dalam keragaman pemahaman yang seperti itu, apakah itu Yudaisme yang bercorak monotheistik, Stoa yang cenderung pantheistik, atau malah Epikuros yang agnostis, St. Paulus memberitakan Injil Yesus Kristus: "Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu" (Kis. 17:23).

Jadi, samakah Allah yang disembah St. Paulus dengan ilah-ilah bangsa Athena atau agama-agama pada umumnya? Jawabannya tentu tidak sesederhana "Ya" atau "Tidak" saja. Kalau jawabnya "Ya, sama!", bagaimana mungkin dewa Zeus sama dengan Bapa Surgawi kita dalam Yesus? Mungkinkah "Allah" Islam yang menyerang keilahian Kristus dan posisi khas-Nya sebagai μονογενὴς Θεὸς "monogenes theos" (Anak tunggal Allah) sama dengan Allah Bapa Surgawi yang memberikan putra tunggal-Nya? (Yoh. 1:18; 3:16). Sebaliknya, kalau jawabnya "Tidak, tidak sama!", maka itu berarti setiap agama mempunyai ilah masing-masing, dan kalau kita mengakui eksistensi ilah-ilah lain, berarti ada lebih dari satu Allah. Apakah kita bukan "politheis terselubung"? Mengapa? Karena secara tidak sadar kita mengakui adanya ilah-ilah lain sebanyak jumlahnya agama, meskipun kita berbangga bahwa Allah yang kita sembah lebih besar.

Bukankah narasi-narasi Perjanjian Lama juga mengabadikan sejarah perkembangan pemikiran perjumpaan Israel dengan Allah? Bukankah ayat-ayat: "Siapakah yang seperti Engkau, diantara para ilah, Ya TUHAN..." (Kel. 15:11), atau "Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat daripada segala ilah" (Maz. 96:4), adalah sisa-sisa Henotheisme, yang seakan-akan masih mengakui eksistensi ilah-ilah selain TUHAN, sebelum akhirnya berkembang penuh ke arah Monotheisme, dengan penegasian terhadap ilah-ilah selain-Nya: "... tidak ada ilah kecuali Allah Yang Esa" (1 Kor. 8:4).

Bukankah formula takbir الله اكبر "Allahu Akbar" secara literal mula-mula berarti "Allah lebih besar", yang asalnya juga bisa ditelusuri dari "hierarki" para ilah a-la Henotheisme, dimana Allah "lebih besar" (اكبر "akbara") dibandingkan al-Latta dan Uzza, dewi-dewi Arab pra-Islam? Qus bin Hajjar, salah seorang penyair Arab pra-Islam, mengabadikan paham Henotheis ini dalam syairnya: وبالات والعزى ومن دان بينهما. وبالله أن الله منهن اكبر "Wa bi al-Latta wa al-'Uzza wa man dana dinahuma, wa billahi annallaha minhuna akbar" (Demi al-Latta dan al-Uzza dan orang-orang yang percaya kepada keduanya, dan Demi Allah, sesungguhnya Allah lebih besar dari keduanya).

5. CATATAN PENUTUP

Melalui wahyu umum, yaitu alam ciptaan ini, manusia berusaha mencari Allah "dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia" (Kis. 17:27). Dalam praxis "Sangkan Paraning Dumadi" ini, dapat dikatakan bahwa semua agama adalah benar, karena melaluinya manusia hendak menjawab panggilan fitrahnya untuk mencari Allah. "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya", tulis Rom. 1:20, "yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih". Namun karena semua orang telah jatuh ke dalam dosa, perjalanan spiritual itu laksana "dibegal Buto Ijo" atau digagalkan oleh kekuatan anti Kristus, yang tidak mampu dilawannya, kecuali karena pertolongan surgawi. Inilah misi wahyu khusus nuzulnya Firman Allah yang menjadi manusia (Yoh. 1:14).

Misi Kristus ke dunia untuk menghancurkan semua perbuatan Iblis, yang hendak menggagalkan manusia dalam perjalanan "mulih marang mulanira" (pulang ke alam keabadian). Karena itu, semua agama adalah benar, laksana temaramnya bulan sabit menunggu sinar bulan purnama, laksana fajar-fajar kebenaran yang menantikan matahari bercahaya penuh. "Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar", dhawuh Nabi Sulaiman, "yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari" (Ams. 4:18). Dan matahari hikmat yang bersinar penuh itu tidak lain Sang Kristus sendiri, yang adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup (Yoh. 14:6).

Maka pesan St. Paulus di Areopagus adalah "derap ganda" Evangelisasi: Pertama, Kristus sebagai puncak pendakian spiritualitas manusia, yang dibuka dari pintu masuk "Agnosto Theo" adalah wahyu umum, seperti yang dilakukan Nomensen di tanah Batak yang juga memulainya dari "Debata Mula Jadi Nabolon". Ini wilayah kognisi, atau teritorialnya teologi kontekstual. Kedua, catatan kritis St. Paulus bahwa Allah, Tuhan langit dan bumi tidak tinggal di kuil-kuil buatan tangan manusia, dan berita gembira tentang Kristus yang bangkit adalah wahyu khusus, seperti yang juga dialami St. Hilarion ketika mengunjungi tanah Arab dan di sepanjang jalan banyak dari mereka yang kerasukan al-Lata dan berseru memohon pembebasan dari setan-setan: بركنا "Barikna!", "Berkatilah kami!" (J. Spencer Trimingham, 1979:106).

Dalam "derap ganda" itu pula, raga dan jiwaku yang kini di Athena, masih terus berdialog dengan Epimenides, sementara rohku tak pernah meninggalkan Yerusalem. Sebab hanya dalam "derap ganda" ini, seperti tulis St. Paulus dalam 1 Kor. 1:22, aku bisa bersaksi kepada para pendaku agama-agama wahyu, seperti "orang-orang Yahudi menghendaki tanda" (Arabic Bible: يَسْأَلُونَ آيَةً, "yas'aluna ayatan", menanyakan ayat-ayat) dan bertukar pikiran dengan kaum cerdik cendekia, seperti "orang-orang Yunani yang mencari hikmat" (Teks asli: σοφίαν ζητοῦσιν, "sophian zitoúsin", mencari kebijaksanaan, filsafat).¶

KEPUSTAKAAN

1. Pieter Willem van der Horst, Hellenism, Judaism, Christianity (Leuven, Belgium: Peeters. 1998).
2. Sir John Edwin Sandys, Latin Epigraphy: an introduction to the study of Latin inscriptions (Cambridge: Cambridge University Press, 1927).
3. Diogenes Laertius, Lives and Opinions of Eminent Philosophers. Greek Text and English Translation. Vol. I-II (Harvard: Loeb Classical Library, 2012).
4. Pausanias, Elladós Periegesis (Athena: Cactus, 1992).
5. W.H.S. Jones, Pausanias: Description of Greece ( Harvard: Loeb Classical Library, 2018).
6. Christoper P. Jones, Philostratus: The Life of Apollonius of Tyana. Books. I-IV ( Harvard: Loeb Classical Library, 2012).
7. R.G. Burry, Plato: The Laws. Vol. I-II (Harvard: Loeb Classical Library, 1984).
8. Chris Emlyn Jones and William Fraeddy, Plato: Republic. Vol. I (Harvard: Loeb Classical Library, 1994).
9. J. Spencer Trimingham, Christianity Among The Arabs in Pre-Islamic Times (New York: Librairie du Liban, 1979).
10. Harold North Fowler, Plato Vol. 1: Euthyphro, Apology, Crito, Phaedo, Phaedrus (Harvard: Loeb Classical Library, 1990).
11. Anna Strataridaki, Epimenides of Crete: Some Notes on his Life, Works and the Verse Κρητες δεί φευσται, dimuat dalam https://dialnet.unirioja.es diakses 21 April 2019.

2019 ¶ ISCS©All Rights Reserved

Artikel sebelumnya bisa diakses di sini: 
1. Tulisan pertama, http://bit.ly/2UUfeap
2. Tulisan kedua, http://bit.ly/2LPbgRa

Tulisan ini juga bisa di akses di www.bambangnoorsena.com


--
Victor Christianto
Founder of The Second Coming Institute, www.sci4God.com
Promoting Javanese "batik" as an Indonesia cultural heritage, www.mybatique.com
Promoting cultural and music events in Jakarta and other cities, www.acaraindo.com
Founder of www.DigiMBA.com, to deliver business education for digital generation
1 New book: From Hilbert to Dilbert at UNM site, url: http://fs.unm.edu/FromHilbertToDilbert.pdf
Our books and papers can be found at:
You can also check the Neutrosophic Journal: 

http://fs.unm.edu/NSS/NSSArticles.htm  

==
We love you all nations, but time is very very limited. Be hurry to repent and receive Jesus Christ. Find a guide to help you repent and receive Jesus Christ, in this link http://www.esnips.com/web/Guidetorepent,
http://www.esnips.com/web/RepentanceGuide.
Print this guide, copy as many as you can, and distribute this to as many countries as you can, including Asian countries such as China, Burma, Thailand, Campuchea, Laos, Srilanka, and Vietnam. Pray and ask to God first before you select a language for your country. That is the message: be hurry be very very very very very hurry to repent and receive Jesus Christ, all corners of the world.
Don't you know that Jesus Christ will come again soon? That is why you should be hurry and quickly to repent and do your repentance. Tweet this message quickly and distribute this message to as many countries as you can including to all your friends quickly, quickly, quickly today. Follow Jesus only at http://www.twitter.com/Christianto2013.
Send this message quickly to all your colleagues and to all your friends. Thank you, Jesus Christ already help you. 

blog: http://guidetorepent.blogspot.com, http://findtheTruthnow.blogspot.com,
http://evangelismwithsocialmedia.blogspot.com
guide: http://GoodNews.getfreehosting.co.uk/digfile/cms/index.php (login with 'visitor')
video: http://youtube.com/guidetorepent,
facebook: http://www.facebook.com/VChristianto,
and follow Jesus only at www.twitter.com/Christianto2013

**KINDLE BOOKS:
authorpage: http://www.amazon.com/-/e/B00AZEDP4E
Articles dictated by Jesus Christ. Book Two. http://www.amazon.com/dp/B00AYR3F9C
Articles dictated by Jesus Christ. Book One. http://www.amazon.com/dp/B00AYR6TJU
by Jesus Christ: How social darwinism ruin America and the World. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJJQI
by Jesus Christ: Evangelism for Difficult People. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJCLA
by Jesus Christ: How you can do Evangelism with Social Media. http://www.amazon.com/dp/B00AZDXZLI
by Jesus Christ: The Nicene Creed. http://www.amazon.com/dp/B00AZDYMJ2
by Jesus Christ: Logos, Memra, and other letter for Economists. http://www.amazon.com/dp/B00AZDY7JW
by Jesus Christ: our Father in Heaven prayer. http://www.amazon.com/dp/B00AZKZUNM
Some problems of Nuclear Energy development in Asia: A literature survey. http://www.amazon.com/dp/B00B4LW5ZW

Some papers at www.vixra.org:
www.vixra.org/abs/0912.0036
www.vixra.org/abs/0912.0037
www.vixra.org/abs/1001.0005
www.vixra.org/abs/1001.0003
www.vixra.org/abs/0912.0053


Kamis, 06 Juni 2019

The proof is in the pudding: an outline of "new proof" of existence of God

The proof is in the pudding:
Nature's order, Pascal's void and Arrow of Time as Neutrosophic triadic to prove the existence of God

Victor Christianto & Robert N. Boyd

Abstract
Starting with a review of few known arguments to prove the existence of God, we discuss our argument i.e. Nature's order, Pascal's void and Arrow of Time as Neutrosophic triadic to prove the existence of God. The most convincing one is what we call : the proof is in the pudding, i.e. how direct experience with God is the only way to fill everyone's inner void (Pascal).
To write shortly, Nature's order, Time and inner void can be filled by direct experience with God. This is what we suggest: the proof is in the pudding.


Introduction: From St. Anselm to Godel and Florensky
Contrary to Orthodox philosophers which were not particularly interested in proving the existence of God, Western philosophers and theologians alike have embraced and invented numerous efforts to prove His existence, notably St. Anselm from Canterbury (1063-1110) and Descartes with their ontological proof of the existence of God. However, Immanuel Kant and Leibniz have shown that such an ontological proof of Descartes inherently believes in God as its premise, therefore it seems to subject to somekind of "circular logic."
Later on in 20th century, Godel - a renown mathematician at his time- secretly wrote down his attempt to refine the ontological proof of St. Anselm using symbolic logic notations. He showed his version of ontological proof to a few younger mathematicians which then put it down in paper and circulate it. That is now known as "Godel's ontological proof of the existence of God."
Nonetheless, the use of advanced symbolic logic in Godel's proof makes is only accessible to logicians. Moreover, recent study shows inconsistency of Godel's proof. (5)
Apart from ontological proofs, another proof has been proposed by Pavel Florensky, a Russian physicist which then turned to Orthodox philosopher. His argument can be called "Iconostatic-beauty argument of existence of God." In essence, his argument goes as follows: an icon in Orthodox tradition was drawn with specific guidelines by Catholic Church. Therefore, the beauty of painting or art works such as in Andrei Rublev's The Holy Trinity can lead us to sense the supernatural, i.e God Himself.
However, there are others who criticizes on Florensky's beauty argument, because it has inherent premise that such an iconic painting, like Rublev's, was really designed o capture the supernatural. (3)(4)
Therefore, again it seems we come to a kind of circular logic here: to arrive at a proof of existence of God, one should assume He is there.
In the next section, we will argue in favor of Neutrosophic triadic's view to prove the existence of God.


Nature's order, Pascal's void and Arrow of Time as Neutrosophic triadic to prove the existence of God
Neutrosophic Logic is a branch of mathematics which studies the dynamics of opposites and neutralities, and it is discovered and developed by one of us (FS). See for instance (1). In contrast to Aristotelian logic, where there is no middle way between A and B entities (The principle of excluded middle), in Neutrosophic Logic there is room for numerous possible middle values (or "neutralities").
In this paper, what we mean with Neutrosophic Triadic is dynamics of opposites and neutralities among three entities, A, B, C. And we apply this Neutrosophic Triadic to refer to 3 possible ways to prove the existence of God: Nature's order, Pascal's void and Arrow of Time.
Now let us discuss one by one these Triadic arguments:

a. Nature's order:
New fincdings in modern astronomy as well as other branches of science like biology, have shown that the Universe has great order. Isn't it directly pointing to the Supreme God? As Bohm called it: the Implicate Order and Wholeness. For instance, biological clock, seasons, structure of DNA, up to hierarchies of Cosmos such as planets, stars, galaxies, cluster and supercluster show great harmony, order and beauty. These orders in Universe baffle even the most atheistic philosophers, and if we can be humble enough, we should admit that all order and harmony prove God, the Supreme Creator.
As a side note, we can mention the late Antony Flew, a former atheist professor who changed his mind after studying how complex and beauty our DNA structure is.(6)
Some physicists have argued in terms of Anthropic Principle and Copernican Principle, but actually, instead of saying that all order our earth were tuned in order to humanity to exist, we should call it : reverse-anthropic principle, i.e. the exact orbit of Earth itself shows great order and precision which points to God Himself.

b. Pascal's void:
Blaise Pascal once wrote something like this: there is deep void inside everyone, which he/she always try to fill with crafted materials to surround him/her. But that void is actually an infinite abyss, which can only be filled by the Infinite, God Himself.
If we accept such Pascal's void, then the deep void itself clearly suggests that everyone of us was created and designed to keep longing to be filled with the Infinite.
That is our second argument.

c. Arrow of Time:
Another fact which is very problematic both from physical and and philosophical views is the arrow of time. What is time made of, and why time flows in one direction only? All phenomena and our experiences are governed by the Time itself, which is beyond human comprehension.
It seems we will not go too far to say that the Time (chronos and kairos, in Greek), points to the Supreme Controller of Time, i.e. God. See also Laura Mersini-Houghton & Rudy Vaas, The arrows of time. (7)
Now, having discusses the Neutrosophic Triadic as proofs of the existence of God, then we will touch a deeper issue, how we can experience God, which most religions call it : mystical experience.


Logic and mystical experience
Logic and mystical experiences are exclusive domains that cross over into one another, on occasion, just as everything else does as participants in Experiences of the Wholeness, Harmony, Balance, Caring, and Oneness of the Alive Aware Intelligent Conscious Universe. All of this partly constitutes the Mind of God, which is vaster and more complex than most human beings are able to even vaguely comprehend. (RNB: "I have been in the Mind of God, so I speak from personal experience.")
The reader may gather, from the basis of Bhutatmas, the tiny Consciousness-experiencing creatures that have vast experiential memories, that Everything, all fields, all forces, all matter, all life, and the entire of the Infinite Cosmos, results from the activities and agglomerations of Bhutatmas, in an Infinite Universe constructed and operated by Intelligent Design.
According to the Vedic literature on this topic, Divinity resides in the Actually Infinitely Small, which is everywhere and nowhere, at the same time. Thus it can and does act on everything that is and everything that happens. But Divinity has set things up so that Everything has Free Will and individual volition. A factor that has been left out of the Vedic literature on the topic of Bhutatmas, is that every Bhutatma is Unique, with a unique set of memories of experiences, regarding multiple Realities (not just this one). So Uniqueness is an absolute in all the realms, and all the Realities.
To write shortly, Nature's order, Time and inner void can be filled by direct experience with God. This is what we suggest: the proof is in the pudding.

Concluding remarks
Neutrosophic Logic is a branch of mathematics which studies the dynamics of opposites and neutralities, and it is discovered and developed by one of us (FS). See for instance (1). In contrast to Aristotelian logic, where there is no middle way between A and B entities (The principle of excluded middle), in Neutrosophic Logic there is room for numerous possible middle values (or "neutralities").
In this paper, what we mean with Neutrosophic Triadic is dynamics of opposites and neutralities among three entities, A, B, C. And we apply this Neutrosophic Triadic to refer to 3 possible ways to prove the existence of God: Nature's order, Pascal's void and Arrow of Time.
To write shortly, Nature's order, Time and inner void can be filled by direct experience with God. This is what we suggest: the proof is in the pudding.


Version 1.0: 5 june 2019, pk. 19:03
Version 1.1: 5 june 2019, pk. 19:26
Version 1.2: 6 june 2019, pk. 13:18
VC, RNB, FS


References:
(1) ) see many papers and books on Neutrosophic Logic at http://fs.unm.edu, for instance: Florentin Smarandache, A unified field in logic.6th edition. InfoLearnQuest, 2007. Url: http://fs.unm.edu/eBook-Neutrosophics6.pdf
(2) Robert N. Boyd. Penetrating insight, soft vision, and merging vision. Url: http://worlds-within-worlds.org/penetrating-insight.php
(3) Adam Drozdek. Florensky's proof of the existence of God. Studia Philosophiae Christianae 45(2009) 2
(4) Peter S. Williams. From beauty to the existence of God. Autumn 2008.
(5) Christoph Benzmuller & Bruno Wotzenlogel Paleo. The inconsistency of Godel's ontological proof. Proc. 25th IJCAI-16.
(6) Antony Flew. There is a God: how the world's notorious atheist changed his mind. Url: www.amazon.com/There-God-Notorious-Atheist-Changed/dp/0061335304
(7) Laura Mersini-Houghton & Rudy Vaas. The arrows of Time: a debate of Cosmology. Url: https://www.bookdepository.com/Arrows-Time-Rudy-Vaas/9783642232589


-------

Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Logic, Abstraction, Direct experience and Divinity

Shalom, my brothers and sisters in Jesus Christ.
The following is a letter by a close friend from USA, Dr. Neil Boyd, on logic, abstractions and the significance of direct experience of Divinity.
Hopefully you will find this note useful.
In the next article post, I will present an outline of "new proof" of the existence of God. The title of the article is : the proof is in the pudding, which has the same message with the post as follows.

May you all be gifted with direct experience of God.

Yours sincerely,

Victor

-------
Message from Neil:


For most people, God is an imaginary belief, similar to cartoon fantasies. People have been trained to think that way and to behave on the basis of various fictions, externally imposed narratives, and lies, rather than taking the time to gather reproducibly experiencable facts and empirical evidence. 

Then when they realize they can't rely on the fictional abstractions they have been indoctrinated to believe in, some join the religion of atheism, which is just another set of beliefs having nothing to do with Real Reality. Others abandon, or feel abandoned by, their faith. An therein lies the root of the problem: belief in intellectual abstractions and lies, rather than direct personal experiences.

The root of these kinds of problems is the thousands of years of enforced indoctrinations inculcated into the people by the various religious beliefs, and political persuasions, designed to control the actions and reactions of the masses of the populace, so the people give the ruling classes of the various religions and other imaginary political bodies, all their money and power and devotion. 

This has been done through psychological manipulations which all have the basis of progressively removing people from the actual facts, removing them from having direct experiences and removing them from their senses and sensitivities, using intellectual abstractions, imaginary concepts, fictions, and lies, as the primary behavioral leverage.

And as you say, people are trained and "bound by blind conviction of logic and analysis". Logic does cause blindness to Real Reality and weakens the very senses and sensitivities which can bring each person to have personal experiences of Divinity. 

When you are doing a math calculation, what happens to your senses? They are gone! (except for a tiny left-over bit of sensory awareness). When you are imagining things, what happens to the senses? They take leave of your awareness.

So to be "out of your mind" is a good thing, indicating sanity, rather than the insanity of the intellectual narrative that is always controlled by external interests, rather than your interests.

The old saying, "He's taken leave of his senses!", is exactly correct definition of insanity.

The correct definition of insanity is the loss of contact with the senses and sensitivities, resulting in the loss of contact with Real Reality which is Divinity. 

Thousands of years of ever more sophisticated brainwashing techniques have led to a servile and insane population, caught in a pressing vice made of lies and beliefs and opinions and fantasies and "Boathouse Beans are the only beans for you.".

So the ruler/dominator self-centered types are always setting up systems of control, made of laws and rules and regulations, so they can stay in charge and take all the money and power away from everyone and everything, who is not them. But it is all based on delusional concepts and lies.

(Government "of the people, by the people, for the people" -Which people??? Certainly not sane, normal, and caring people like us.)

The best government is no government. Nature doesn't have any laws. Nature is Divine Anarchy.

Everything in All the Worlds operates based on the Experiential Intellect, which is based in the Now and in the Senses and Sensitivities. (Except for some of the people on this planet, nicht va?)

Logic certainly has its place and accurate logic is exceedingly valuable, resulting in all manner of conveniences and technological innovations. 

But logic doesn't run the Universe. 

Divinity does.

The Divine constantly intends for all the Beings in all the Universes to live in the greatest possible Harmony, in the greatest possible comfort, with the greatest possible fulfillment, in all things, with complete free will to experience all the experiences they choose to experience.

But indoctrinated human beings on this particular planet have these analytical minds, which want to control everything and everyone around them, to what they think is their "advantage". 

Ego-based behavior is mutually exclusive with activities based in Divinity. Where there is ego, there is not Divinity. Again, ego is a product of analytical thought. So, right use of the analytical intellect is the name of the game here. (When circumstances do not require my analytical mind, I let go of it and enjoy all that is available to my senses.)

Nothing in Nature has any ego. This partly because natural Beings live in their Experiential Intellects, and rarely in their analytical intellect.

Natural Beings of all kinds take pride in experiencing their God-given abilities and in their personal accomplishments and in improving their abilities, but those are part of the Natural Instinct Towards Divine Harmony.

Thanks for reading and comprehending all of the above superficial expressions. (It goes a lot deeper and wider than the above.)

Best Wishes,

Neil


-------

Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5 http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5

Integer

Integer

Seorang matematikawan terkemuka awal abad ke-20 pernah menulis: "Tuhan menciptakan bilangan bulat (integer), selebihnya adalah karya manusia."

Dalam bahasa Jerman: Die ganzen Zahlen hat der liebe Gott gemacht, alles andere ist Menschenwerk. - God made the integers, all else are man made - Leopold Kronecker

Saya kira ungkapan tersebut agak berlebihan setidaknya karena dua hal: Tuhan tidak hanya menciptakan bilangan integer, Ia juga membentuk jagad raya dan menciptakan waktu, dan semua orang yang jujur akan mengaku hal ini dalam hatinya.
Alasan yang kedua adalah bahwa ada cukup bukti bahwa jagad raya ini kemungkinan berdimensi non-integer, artinya bukan berdimensi 3 atau 4, namun studi-studi terkini menunjukkan adanya kemungkinan keserupaan dalam diri (self-similarity) dari struktur-struktur jagad raya mulai yang terkecil hingga skala superkluster, dan kemungkinan dimensinya adalah sekitar 2 koma sekian. Dimensi non-integer tersebut kerap disebut dimensi Haussdorf.
Mungkin lebih tepat kita memparafrase kalimat di atas menjadi: "Tuhan menciptakan jagad raya, waktu dan dimensi non-integer, selebihnya adalah karya manusia."

Bagaimana pendapat Anda?

Version 1.0: 6 juni 2019, pk. 17:16
Version 1.1: 7 juni 2019, pk. 7:41
VC


Bacaan lanjutan:
(1) The Hausdorff dimension of the Penrose universe. Url: https://www.hindawi.com/journals/physri/2011/874302/


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Pointlessness?

Pointlessness?

Shalom para sahabat dalam Kristus, selamat pagi.
Dengan kian berkembangnya trio cabang ilmu fisika modern: astronomi, astrofisika dan kosmologi, secara lambat dan bertahap ada lebih banyak aspek di jagad raya ini yang kian dapat dipahami.
Namun bersamaan itu pula, kita kian menyadari bahwa bumi yang kita tinggali ini hanya sebuah noktah kecil di jagad raya yang teramat sangat luas (superlative), bahkan para astronomi telah menemukan struktur bersifat hierarkis, dari tata surya, galaksi, kluster bahkan superkluster dan entah apalagi nanti.
Begitu besarnya jagad raya ini, sehingga mudah sekali terkesan bahwa hidup seorang anak manusia yang hanya 70-80 tahun itu begitu singkat dan bahkan para ahli ilmu alam cenderung memberikan kesan bahwa keberadaan kita sebagai mahluk hidup ini muncul sekadar secara kebetulan, dari proses kimiawi acak pada sekumpulan sup primordial.
Bahkan fisikawan terkemuka, Steven Weinberg, pernah menyatakan :

"The effort to understand the universe is one of the very few things that lifts human life a little above the level of farce and gives it some of the grace of tragedy. The more the universe seems comprehensible, the more it also seems pointless.--Steven Weinberg

Namun, sekalipun benar bahwa kita ini hanyalah noktah kecil di jagad raya, ternyata berharga dalam pandangan Tuhan.

Kutipan Alkitab berikut kiranya menyapa semua kita yang merasakan ketidakberdayaan dan kehampaan di tengah luasnya jagad ini:

Yesaya 43:4
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Sungguh melegakan, bukan?
Ternyata kita semua berharga di mata Tuhan. Bahkan Yesus mengatakan bahwa semua rambut di kepala Anda terhitung semuanya.

Lukas 12:7
bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Jadi, jangan khawatir akan apapun juga. Sebab Bapa di surga sungguh mengashi Anda semua.

Tuhan memberkati kita sekalian.

Versi 1.0: 4 juni 2019, pk. 17:19
VC

Bacaan:
(1) Steven Weinberg. Understanding a pointless Universe. Url: mobile/view/10.1093/acprof:oso/9780195310726.001.0001/acprof-9780195310726-chapter-5


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Senin, 03 Juni 2019

PANCASILA: DARI PUNCAK KEJAYAAN MAJAPAHIT HINGGA PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945

*PANCASILA: DARI PUNCAK KEJAYAAN MAJAPAHIT HINGGA PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945*

Oleh Dr Bambang Noorsena

Secara etimologis, kata "Pancasila" berasal dari bahasa Jawa kuno, yang sebelumnya diserap dari bahasa Sanskerta dan Pali, yang artinya "sendi dasar yang lima" atau "lima dasar yang kokoh". Mula-mula kata "sila" dipakai sebagai dasar kesusilaan atau landasan moral Buddhisme, yang memuat lima larangan.

Sebagaimana disebutkan dalam Tipitaka, kelima sila itu dalam bahasa Pali adalah sebagai berikut:

1. _Pānātipātā veramani sikkhapadamsamādiyāmi_ (Aku melatih diri untuk menghindari pembunuhan);
2. _Adinnādānā veramani sikhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad melatih diri untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan);
3. _Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila);
4. _Musāvāda veramani sikhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar, berdusta, atau memfitnah).
5. _Surāmeraya majjapamādatthān veramani sikkhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad untuk melatih diri menghindari segala minuman dan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan).

Dalam makna "lima dasar moral" yang harus dijatuhi tersebut, maka istilah Pancasila di negara kita sudah kita kenal sejak zaman Majapahit. Istilah ini dijumpai baik dalam karya Mpu Tantular dalam bukunya *"Kekawin Sutasoma"* (ditulis tahun 1384 M), maupun karya Mpu Prapanca yang ditulis sebelumnya dalam sastra pujanya yang berjudul *"Kekawin Negara Krtagama"* (ditulis tahun 1367 M). 
Jadi, kedua pujangga itu hidup pada masa puncak kejayaan Majapahit, yang dikenal sebagai negara nasional ( _Nasionale Staat_ ) yang kedua, yaitu setelah kedatuan Sriwijaya dan sebelum Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam *Kekawin Sutasoma*, istilah Pancasila disebutkan 2 kali, yaitu dalam _seloka-seloka_ suci yang dalam bahasa Jawa kuno bunyinya:

*Bwat Bajrayana Pancasila ya gegen den teki hawya lupa!*
Artinya: "Bagi yang mengikuti vajrayana, Pancasila harus dipegang teguh, jangan sampai dilupakan" (Sutasoma 145:2).

Dalam _pupuh_ lain dari _Kekawin_ yang sama, Mpu Tantular mencatat pula:

*Astam sang catursrameka tarinen ring Pancasila Krama!*
Artinya: "Wajibkanlah kepada semua anggota catur asrama supaya Pancasila dijalankan secara teratur" *(Sutasoma 4:4).*

Selanjutnya, dalam *Kekawin Negara Krtagama*, kata Pancasila dijumpai dalam _seloka_ yang berbunyi:

*"Yatnagegwani Pancasila krtasangskara bhisekakrama".*
Artinya: "Sang Raja selalu waspada dan teguh memegang Pancasila, berlaku mulia, dan menjalankan upacara agama" *(Negara Krtagama 43:2).*

*PANCASILA DIGAUNGKAN KEMBALI DALAM PIDATO BUNG KARNO, 1 JUNI 1945.*

Dalam pidatonya tanpa teks di depan sidang _Dokuritsu Zunbi Tyusakai_ (Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan), Bung Karno menggaungkan kembali Pancasila sebagai nama dasar negara kita, untuk memenuhi pertanyaan Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, yaitu apa dasarnya Indonesia merdeka yang akan didirikan.

Menurut Bung Karno, yang diminta dr. Radjiman tidak lain adalah *_Welthanchauung_* atau *_Philosofische Gronslag_* (Dasar Filsafat) yang di atasnya Negara Indonesia merdeka akan didirikan. Dalam pidato yang akhirnya dikenal sebagai "Lahirnya Pantja-Sila" itu, Bung Karno mengusulkan dasar-dasar sebagai berikut:

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Istilah Pancasila diusulkan oleh Bung Karno dalam pidatonya yang bersejarah itu, pada tanggal 1 Juni 1945.

"Sekarang", kata Bung Karno, "banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi", yang disambut dengan tepuk tangan riuh.

Setelah melalui proses perumusan ulang, pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945 tersebut, kemudian dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945, Alinea 4, yang lengkapnya berbunyi:

1. Ketuhanan yang Maha Esa. 
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia. 
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

*MENGAPA MAJAPAHIT MENJADI SUMBER INSPIRASI, BUKAN BUGIS, BANTEN ATAU MATARAM?*

Dalam pidato "Lahirnja Pantja-Sila", Bung Karno menekankan bahwa kita adanya dua kali mengalami _Nationale Staat_, yaitu di zaman Sriwijaya dan Majapahit. Selain kedua negara itu, kita tidak mengalami negara nasional. Bung Karno memberi contoh, Mataram, Pejajaran, Banten, dan Bugis adalah negara-negara berdaulat, negara-negara merdeka, tetapi bukan negara nasional.
Itulah sebabnya para pendiri bangsa, banyak terinspirasi oleh Majapahit. Dari Majapahit kita mengambilalih istilah Pancasila sebagai nama Dasar Negara, salam nasional kita "Merdeka", dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai "sesanti" dalam lambang negara kita.

Demak, Mataram, Bugis, Banten tidak pernah berhasil mempersatukan Nusantara, karena landasan dalam bina negara bukan sebuah "welthansauung" dari semua, oleh semua dan buat semua, melainkan berasas primordialitas agama tertentu. Terbukti bahwa sistem teokrasi atau negara agama, tidak pernah bisa mempersatukan Nusantara yang sangat majemuk.

Selanjutnya, sama-sama negara nasional yang wilayahnya bahkan lebih besar dari NKRI sekarang, mengapa para pendiri bangsa lebih terinspirasi oleh Majapahit, bukan Sriwijaya? Dasar negara kita, misalnya, namanya tidak diambil dari Sriwijaya? Saya pernah menyampaikan hal ini kepada Pak Taufiek Kiemas (almarhum), ketika empat pilar MPR pertama digagas, dan pada waktu itu saya sebagai salah satu narasumber. Faktanya, dokumentasi tertulis Sriwijaya tidak selengkap Majapahit, yang telah mengabadikan prinsip-prinsip kehidupan bina negara dalam sejumlah prasasti, lontar-lontar perundang-undangan, dan sejumlah besar karya sastra yang sampai sekarang masih dibaca dan terus dilestarikan di pulau Bali.

"Mungkin karena itu Ibu Mega sangat mencintai Bali, Pak", kata saya dalam obrolan singkat, sebelum saya mempresentasikan makalah "Bhinneka Tunggal Ika: Sejarah, Filosofi dan Relevansinya". Semua peninggalan sejarah itu tidak ada lagi di Jawa, tetapi justru diwariskan utuh-utuh kepada kita dari Pulau Dewata. Orang Jawa tidak lagi berbicara dalam bahasa Jawa kuno, tetapi di Bali bahasanya Mpu Tantular dan Mpu Prapanca ini masih dilestarikan dalam bentuk sastra kekawin.

Ada yang mengatakan bahwa "teman ahli bahasa" yang dimaksud Bung Karno dalam pidatonya itu Pak Yamin. Tetapi yang lain bilang Ida Bagus Sugriwa, salah seorang putra Bali yang turut dalam sidang-sidang menjelang kemerdekaan RI. Baik Profesor Yamin maupun Ida Bagus Sugriwa adalah dua orang yang agaknya berdiskusi dengan Bung Karno, yang disebut ya "seorang teman ahli bahasa".

Meskipun Yamin adalah seorang putra Minang, namun sebagai ahli kebudayaan dan bahasa, dikenal sudah lama bersentuhan dengan segala hal yang berkenaan dengan kebesaran Majapahit. Konon, di sela-sela Sidang BPUPKI antara Mei-Juni 1945, Yamin yang mula-mula menyebut ungkapan "Bhinneka Tunggal Ika", I Gusti Bagus Sugriwa yang duduk di sampingnya spontan melengkapi sambungan ungkapan itu "Tan hana dharma mangrwa" (Tidak ada kebenaran yang mendua).
Keakraban keduanya seperti tampak dalam penggalan catatan sejarah di atas, membuktikan bahwa kedua sahabat Bung Karno ini memang sangat mendalami karya-karya Jawa kuno. Lebih-lebih Ida Bagus Sugriwa, sebagai putra Bali dari Buleleng, menjadi saksi hidup bahwa di Bali istilah-istilah seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Mahardhika, dan sebagainya, adalah ungkapan-ungkapan yang masih hidup, dihayati, dan dilestarikan selama berabad-abad melalui sastra Kekawin. Bali adalah museum hidup Majapahit yang masih tegak berdiri sampai hari ini.

Selain naskah Leiden, sumber rujukan lontar Sutasoma yang banyak menginspirasi para bapa bangsa di awal kemerdekaan, yang mungkin dibaca saat itu. Jadi, sangat mungkin sebelum mengucapkan pidatonya, Bung Karno mendiskusikannya dengan Yasin dan Ida Bagus Sugriwa.

Majapahit menjadi inspirasi para bapa bangsa, bukan hal yang kebetulan. Negara nasional Kedua ini tidak hanya memberikan kebanggaan sebagai inspirasi untuk menghadirkan keagungan sejarah yang pernah ada, tetapi juga telah memberikan model dalam mengelola warisan pluralisme bangsa. Jadi, bukan hanya istilahnya yang kita warisi, tetapi pemikiran filsafat kenegaraan yang dibangun di atas jiwa merdeka yang terbuka, toleran, bahkan secara aktif berbagi dalam kebersamaan untuk merenda masa depan bangsa dan umat manusia.

Selamat memperingati Hari Lahirnya Pancasila! *

MERDEKAAAA !!
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩


--
Victor Christianto
Founder of The Second Coming Institute, www.sci4God.com
Promoting Javanese "batik" as an Indonesia cultural heritage, www.mybatique.com
Promoting cultural and music events in Jakarta and other cities, www.acaraindo.com
Founder of www.DigiMBA.com, to deliver business education for digital generation
1 New book: From Hilbert to Dilbert at UNM site, url: http://fs.unm.edu/FromHilbertToDilbert.pdf
Our books and papers can be found at:
You can also check the Neutrosophic Journal: 

http://fs.unm.edu/NSS/NSSArticles.htm  

==
We love you all nations, but time is very very limited. Be hurry to repent and receive Jesus Christ. Find a guide to help you repent and receive Jesus Christ, in this link http://www.esnips.com/web/Guidetorepent,
http://www.esnips.com/web/RepentanceGuide.
Print this guide, copy as many as you can, and distribute this to as many countries as you can, including Asian countries such as China, Burma, Thailand, Campuchea, Laos, Srilanka, and Vietnam. Pray and ask to God first before you select a language for your country. That is the message: be hurry be very very very very very hurry to repent and receive Jesus Christ, all corners of the world.
Don't you know that Jesus Christ will come again soon? That is why you should be hurry and quickly to repent and do your repentance. Tweet this message quickly and distribute this message to as many countries as you can including to all your friends quickly, quickly, quickly today. Follow Jesus only at http://www.twitter.com/Christianto2013.
Send this message quickly to all your colleagues and to all your friends. Thank you, Jesus Christ already help you. 

blog: http://guidetorepent.blogspot.com, http://findtheTruthnow.blogspot.com,
http://evangelismwithsocialmedia.blogspot.com
guide: http://GoodNews.getfreehosting.co.uk/digfile/cms/index.php (login with 'visitor')
video: http://youtube.com/guidetorepent,
facebook: http://www.facebook.com/VChristianto,
and follow Jesus only at www.twitter.com/Christianto2013

**KINDLE BOOKS:
authorpage: http://www.amazon.com/-/e/B00AZEDP4E
Articles dictated by Jesus Christ. Book Two. http://www.amazon.com/dp/B00AYR3F9C
Articles dictated by Jesus Christ. Book One. http://www.amazon.com/dp/B00AYR6TJU
by Jesus Christ: How social darwinism ruin America and the World. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJJQI
by Jesus Christ: Evangelism for Difficult People. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJCLA
by Jesus Christ: How you can do Evangelism with Social Media. http://www.amazon.com/dp/B00AZDXZLI
by Jesus Christ: The Nicene Creed. http://www.amazon.com/dp/B00AZDYMJ2
by Jesus Christ: Logos, Memra, and other letter for Economists. http://www.amazon.com/dp/B00AZDY7JW
by Jesus Christ: our Father in Heaven prayer. http://www.amazon.com/dp/B00AZKZUNM
Some problems of Nuclear Energy development in Asia: A literature survey. http://www.amazon.com/dp/B00B4LW5ZW

Some papers at www.vixra.org:
www.vixra.org/abs/0912.0036
www.vixra.org/abs/0912.0037
www.vixra.org/abs/1001.0005
www.vixra.org/abs/1001.0003
www.vixra.org/abs/0912.0053


Wasabi

Wasabi Shalom para sahabat dalam Kristus, minggu lalu saya berkesempatan mencicipi sushi dan sashimi, makanan khas Jepang. Sebelumnya say...