Kamis, 12 Maret 2020

Tentang nabi Elia


Tentang nabi Elia

*Rabbi Yahudi Mendapat Penglihatan Nabi Elia: Empat Gerbang Ditutup, Satu Dibuka – Datangnya Masa Kesusahan*


Date: Februari 10, 2017
Author: Iwan Steven

Sabtu malam, 4 Februari 2017, seorang Rabbi Yahudi jatuh ke dalam kondisi tak sadar ("trance"), dan menerima penglihatan ilahi yang memperingatkan bahwa Pintu-pintu Gerbang Surgawi ditutup, yang akan mendatangkan Masa Kesusahan global. Penglihatan itu mengungkapkan bahwa salah satu pintu gerbang tetap dibuka secara paksa sementara oleh nabi Elia, tetapi kunci untuk menjaga pintu gerbang itu supaya tetap terbuka ada di tangan manusia.

Pada Sabtu malam, Rabbi Amram Vaknin, seorang rabbi spiritual terkenal dari Ashdod, tiba di rumah saudarinya di Ashdod untuk melaksanakan ibadah Havdallah mengakhiri hari Shabbat. Di tengah-tengah pengucapan berkat, tiba-tiba dia jatuh ke dalam kondisi tak sadarkan diri. Dia berbaring selama kurang lebih 20 menit, kadang-kadang mengerang dan bergumam. Di tengah-tengah kondisi itu, ia berbicara, memberikan pesan yang jelas bagi seluruh orang-orang Israel.

"Aaah, Yerusalem," rabbi mengerang. "Berdoalah bagi Yerusalem. Mereka harus berdoa karena ketetapan yang menyakitkan. Bagaimana kota ini menderita sekarang ini!"

Rabbi berbaring diam selama beberapa menit, sesekali mengerang dan mengucapkan beberapa kalimat. Setelah sekitar sepuluh menit, ia mulai berbicara …

"Kemenangan itu penting. Mereka akan menang," kata rabbi pada akhirnya. "Mereka tidak mau berdoa, meskipun aku berkali-kali sudah meminta mereka. Apa yang bisa aku katakan kepada mereka yang berpikir bahwa mereka begitu kuat? "

Pada saat ini, rabbi mendapat penglihatan dia sedang berbincang-bincang dengan Nabi Elia. Rabbi Vaknin, yang beberapa kali mendapatkan penglihatan nabi Elia, seringkali berdoa di gua nabi Elia di Haifa. Nabi Elia nampak baginya sebagai pemandu spiritual dalam penglihatannya.

Banyak penglihatannya telah menjadi kenyataan. Pada bulan Oktober 2015, Rabbi Vaknin mendapatkan penglihatan mengerikan bahwa banyak darah orang-orang Yahudi akan tertumpah di Israel. Tragisnya, penglihatannya terbukti akurat. Gelombang kekerasan yang dimulai hanya beberapa minggu sebelum penglihatan itu berlanjut dengan meningkatnya intensitas penyerangan sampai musim panas. Pada waktu itu, ada hampir seribu kali insiden penikaman, penembakan, dan serangan kendaraan bermotor yang melukai lebih dari 650 warga Israel dan menewaskan 47 jiwa.

"Halo, Eliyahu HaNavi (Nabi Elia)," ujar Rabbi Vaknin dalam keadaan setengah sadar. "Mohon, Eliyah, bukalah satu dari lima pintu gerbang bagi mereka di Surga. Sekiranya mereka mau melakukan teshuva (pertobatan) dan berdoa, dan menghentikan kebohongan dan kepalsuan, supaya satu pintu gerbang akan terbuka bagi mereka. Dan jika mereka tidak bertobat, maka pintu gerbang itu juga akan ditutup. "

Setelah jeda panjang, rabbi mendapatkan jawaban.

"Nabi Eliyah membuka satu pintu gerbang yang baik. Tapi apa yang akan terjadi di Yerusalem akan baik dan buruk," katanya. "Mereka tidak mau berdoa! Mereka tidak mau menghentikan kebohongan dan kejahatan. Aku tidak mengerti. Eliyah membuka satu dari lima pintu gerbang, satu pintu gerbang untuk kebaikan, tapi di mana pintu gerbang yang baik itu? "

Belakangan Rabbi Vaknin menjelaskan penglihatannya kepada Gil Nachman, asisten pribadinya.

"Nabi Eliyah datang untuk memberinya pesan ini karena masa yang sulit sedang datang ke Yerusalem," kata Gil Nachman. "Ada lima pintu gerbang yang dapat digunakan untuk mendapatkan belas kasihan Surga, tapi hanya satu yang terbuka. Eliyah membuka pintu gerbang terakhir itu demi Israel. Akan ada waktu yang sulit dengan banyak darah tertumpah, dan dua gedolim (orang besar) akan mati. "

"Pada satu saat dalam penglihatannya, Rabbi Vaknin bertanya kepada Eliyah, 'Jika pintu gerbang yang baik yang engkau buka, lalu kenapa begitu banyak yang akan mati?'" Rabbi menerima pesan yang menjelaskan kontradiksi ini. "Dia diberitahu bahwa dari sudut pandang manusia, itu buruk, tapi dari Surga, itu baik, karena pada akhirnya, akan ada kemenangan besar dan Eliyahu HaNavi (Nabi Elia) akan datang."

"Pintu gerbang itu terbuka, tapi apakah kita akan masuk melaluinya atau tidak, itu tergantung kita. Dia diberitahu bahwa setiap orang harus berdoa dan bertobat sekarang," kata Nachman menyimpulkan. "Eliyah berkata, 'dari yang besar sampai yang kecil' harus berdoa!"

Di dalam Kitab Suci dinubuatkan bahwa Nabi Elia akan datang sebelum datangnya Hari YAHWEH (Yom YHWH) yang besar dan dahsyat itu. Dialah salah satu dari dua saksi Elohim yang harus bernubuat dan berkabung selama 1260 hari (42 bulan; 3,5 tahun) di dalam Masa Kesusahan.

Maleakhi 4:5 (ILT) "Lihatlah Aku mengutus Nabi Elia kepadamu sebelum datangnya hari YAHWEH yang besar dan mengerikan itu. 6. Dan dia akan mengubah hati bapak-bapak berbalik kepada anak-anak, dan hati anak-anak terhadap bapak-bapaknya, sehingga Aku tidak datang memukul bumi sampai musnah."

Wahyu 11:3-4 (ILT) Dan Aku akan menetapkan kepada kedua saksi-Kudan mereka akan bernubuat selama seribu dua ratus enam puluh haridengan mengenakan pakaian kabung. 4. Mereka inilah dua pohon zaitun dan dua kaki pelita yang berdiri di hadapan Elohim seluruh bumi.

=====
English version:

Breaking Israel News (www.breakingisraelnews.com) article
By Adam Eliyahu Berkowitz
Feb 8, 2017
View original article post here.


 

"Behold I will send you Elijah the prophet before the coming of the great and terrible day of Hashem." Malachi 3:23

Last Saturday night, a mystic rabbi fell into a trance and received a divine vision that warned of heavenly gates closing, bringing about a period of global suffering. The vision revealed that one gate has been forced open temporarily by Elijah the prophet, but the key to keeping that gate open is in the hands of people.

On Saturday evening, Rabbi Amram Vaknin, a renowned mystical rabbi from Ashdod, arrived at his sister's house in Ashdod to perform the Havdallah service ending the Sabbath. In the middle of saying the blessings, he fell down in a deep trance. He lay for approximately 20 minutes, occasionally groaning and mumbling. In the middle of his trance, he spoke, giving a clear message for all of Israel.

The rabbi lay in silence for several minutes, groaning occasionally and uttering a few sentences. After about ten minutes, he began to speak.."Aaah, Jerusalem," the rabbi groaned. "Pray for Jerusalem.They need to pray because of the painful decrees. How the city is suffering today!"

"The victory is important.They will win," the rabbi finally said. "They don't want to pray, even though I asked them several times. What can I say to those who think they are so great?"

At this point, the rabbi had a vision he was conversing with Elijah the prophet. Rabbi Vaknin, who has had several powerful visions of Elijah, frequently prays at the prophet's cave in Haifa. The prophet appears to him as a spiritual guide in his visions.

Many of the predictions have come true. In October 2015, Rabbi Vaknin had a chilling vision that much Jewish blood was going to be spilled in Israel. Tragically, the vision proved to be accurate. The wave of violence that began just a few weeks before that vision continued with increasing intensity until the summer. In that time, there were almost one thousand stabbing, shooting, and vehicular attacks that injured over 650 Israelis and killed 47.

"Hello, Eliyahu (Elijah) the Prophet," Rabbi Vaknin continued while in the trance. "Please, Elijah, open one of the five gates for them in Heaven. Just in case they want to do teshuva (atone) and pray, and stop with the lies and the falseness, so that one gate will be open for them. And if they don't repent, then that gate will also close."

After another long pause, the rabbi received an answer.

"Elijah the prophet opened one good gate. But what will be in Jerusalem will be good and bad," he  said. "They don't want to pray! They don't want to stop the lies and evil. I don't understand. Elijah opened one gate of the five, one gate for good, but where is that good gate?"

Rabbi Vaknin later explained his vision to Gil Nachman, his personal assistant.

"Elijah the Prophet came to give him this message because a difficult time is coming to Jerusalem," Nachman told Breaking Israel News. "There are five gates that can be used to access heaven's mercy, but only one is open. Elijah opened that final gate for the sake of Israel. There is about to be a difficult time with much blood being spilled, and two gedolim (great ones) are going to die. "

The rabbi's vision might be connected to the five actual gates that entered the First and Second Temple.

"At one point in his vision, Rabbi Vaknin asked Elijah, 'If it is a good gate that you have opened, then why are so many going to die?'" The rabbi receive a message which explained this seeming contradiction. "He was told that from our perspective it is bad, but from Heaven, it looks good because in the end, there will be a great victory and Eliyahu HaNavi (the prophet) will clearly arrive.

"The gate is open, but whether or not we go through the gate is up to us. He was told that everyone needs to pray and repent right now," Nachman concluded. "Elijah said 'from great to small' needs to pray."

source: https://forerunnertv.com/blog/22260-mystic-rabbi-visited-by-prophet-elijah-with-message-four-gates-are-closed-but-one-is-open-by-breaking-israel-news

=====

posted by Victor Christianto
Founder of The Second Coming Institute, www.sci4God.com

Kamis, 05 Maret 2020

NERAKA dan SURGA

NERAKA dan SURGA (Kesaksian Elizabeth)

Kejadiannya pada bulan September 2001, ketika itu saya dan tim saya sedang berdoa syafaat di gereja.

Saat itu saya sadar masih ada di dalam gereja, tapi saya juga merasakan bahwa roh saya dibawa oleh Tuhan Yesus ke suatu tempat lain.

NERAKA
Saya tiba disana dan tempat itu sangat mengerikan. Berbau busuk, amis, bau darah, bau benda2 terbakar, bahkan lebih busuk dari bau pasar ikan. Saya lihat di sana ada banyak hal-hal yang mengerikan. Dan yang paling membuat saya tidak tahan adalah begitu banyaknya orang-orang yang menjerit ketakutan, minta tolong, minta ampun kepada Tuhan. Mereka berkata ”Lepaskan saya Tuhan, tolong saya Tuhan, ampuni saya Tuhan, saya sudah tidak kuat lagi berada disini” tetapi Tuhan Yesus hanya berkata “Pengampunan itu sudah terlambat, karena waktu di dunia kesempatan itu masih ada tapi kamu sia-siakan dan tidak kamu ambil, sekarang semua sudah terlambat, tidak ada lagi pengampunan di neraka”

Di sana saya juga melihat berbagai macam hal sangat mengerikan, jutaan orang di sisi kanan saya dibakar api hingga tubuh mereka meleleh. Anehnya tubuh yang meleleh tadi kemudian kembali tumbuh normal dan utuh, tapi kemudian dibakar lagi sampai habis, dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga sakitnya itu tidak terkira dan tidak pernah berhenti.

Di sisi kanan itu juga saya melihat ada orang yang digerogoti ulat-ulat kecil, seperti sudah disampaikan dalam Firman Tuhan bahwa di neraka terdapat api yg kekal dan juga jutaan ulat yang menggerogoti tubuh manusia dengan kekal.

Hal yang saya lihat itu terjadi terus menerus dan saya lihat bahwa kebanyakan orang-orang yang digerogoti ulat itu adalah para pemimpin dari agama-agama lain saudara kita, yang dapat saya kenali dari pakaian mereka, seperti juga ada yang menggunakan sorban, dll. Mereka ini menjerit minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan berkata “Semuanya sudah terlambat”.

Keadaan neraka sangat mengerikan, panas, berbau busuk, jalanan dan dindingnya pun lembek, maaf, seperti ingus, lengket dan berwarna busuk.
Waktu itu Tuhan berkata pada saya “Setiap kamu bertemu dengan orang lain, terutama orang-orang yang belum dan tidak percaya Tuhan Yesus, sampaikan kesaksian ini, apabila mereka percaya Puji Tuhan, tetapi apabila mereka tidak percaya ya sudah, biarkan saja, tidak usah bingung, yang penting kamu sudah menyampaikan dan mereka sudah mendengar, keputusan ada di tangan mereka masing-masing”.

Saya dan Tuhan Yesus terus berjalan hingga tiba di sebuah persimpangan, ada jalan yang ke kiri dan ada jalan yang ke kanan. Saya melihat ada banyak sel-sel yang diisi dengan orang yang jumlahnya banyak sekali. 1 sel diisi 1 orang, kemudian juga ada iblis yang sedang tertawa kesenangan diantara banyak orang yang menangis menjerit karena tidak tahan oleh siksaan. Ada yang matanya dicungkil sampai darahnya mengalir deras sekali, ada yang tangannya dikuliti, ada yang lidahnya dipotong-potong, tetapi sama seperti diawal kesaksian saya, mata, tangan, lidah, dll itu bisa kembali normal utuh kembali, namun setelah itu kembali disiksa. Tiada henti-hentinya, siksaan di neraka itu sifatnya kekal. Saya dengar lagi semua orang menangis, minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan tetap tidak bisa menolong, karena semua memang sudah terlambat.

Saya kemudian bertanya pada Tuhan, “Tuhan, orang-orang yang ada disini pasti orang-orang yang tidak percaya Tuhan Yesus kan?”, tetapi Tuhan menjawab “Oh tidak,. Justru yang ada disini adalah orang-orang kristen yang sudah percaya Tuhan Yesus”. Saya kaget sekali, lalu saya bertanya kenapa justru orang-orang kristen juga ada yang di neraka, bukankah mereka sudah percaya dan menerima Yesus. Tuhan pun menjawab, “Mereka memang orang kristen yang percaya dan menerima Yesus, tetapi kehidupan yang mereka jalani bukanlah kehidupan kudus yang diinginkan Tuhan. Mereka diberi anggota tubuh yang lengkap seperti tangan yang seharusnya untuk menyembah Tuhan, tetapi digunakan untuk memukul. Diberi mulut untuk memuji Tuhan tetapi digunakan untuk menggerutu, mengomel dan mencaci maki orang”.

Jadi hal-hal itu tidak berkenan bagi Tuhan. Kita harus dapat mempergunakan tubuh yang diberikan Tuhan dengan benar dan selalu menjaga kekudusannya, karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan setelah kita dipanggil kembali. Kita tidak dapat menyembunyikan apapun dari Tuhan karena Tuhan mengetahui segala apa yang kita lakukan, walaupun ditempat yang tersembunyi sekalipun.

Saya pun diajak jalan semakin ke dalam ke pusat neraka. Di pusat neraka ada ada sebuah sumur yang menyerupai kawah belerang. Didalam sumur itu saya melihat ada orang-orang yang diikat berdua-duaan, jadi perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Tuhan pun menjelaskan kepada saya bahwa mereka yang diikat berduaan itu adalah para lesbian, waria dan homo. Yang walaupun mereka mengaku bahwa mereka menerima dan percaya Yesus, tetapi kehidupan mereka tetap seperti itu , maka mereka akan ditempatkan Tuhan disana.

Tidak jauh dari sana, di pusat neraka juga ada juga orang-orang yang dihukum di kawah belerang ini, yaitu orang-orang yang suka dengan perdukunan, suka cari penglarisan, cari suhu atau paranormal, kemudian ada juga sel-sel, dimana 1 sel diisi 1 org, yang didalamnya terdapat orang-orang yang alat kelaminnya digerogoti ulat-ulat sampai darahnya mengalir deras kemudian bentuknya kembali normal dan utuh lagi, kemudian digerogoti lagi dan hal itu terjadi berulang-ulang, tidak pernah berhenti. Tuhan bilang kepada saya bahwa itu adalah tempat untuk orang-orang yang mengaku sudah Kristen tetapi masih tetap bermain-main dengan kekudusan, masih ke tempat-tempat yang tidak benar, masih punya simpanan, itu akan masuk kesana, karena menganggap masih ada waktu buat bertobat, padahal kita tidak tahu kapan kita akan menghadap Tuhan.

Semakin kedalam lorong neraka, keadaan semakin gelap dan pengap, trus saya melihat ada iblis yang berkata “Ayo pak pendeta, khotbah lagi pak pendeta, kamu kan didunia khotbah, kenapa disini tidak mau khotbah”. Saya jadi bingung kok ada pendeta yang masuk neraka? Pendeta kan hidupnya suci dan percaya Yesus. Tapi Tuhan berkata, pendeta itu memang rajin berkhotbah, mengabarkan Firman Tuhan, tetapi dia sendiri tidak bisa menjalankan firman itu dalam kehidupannya, dia menggelapkan dan menggunakan uang jemaat, hidup tidak kudus, punya istri simpanan, dll. Merekalah yang ditempatkan disana oleh Tuhan. Saya melihat pendeta itu berusaha keluar, tetapi tidak bisa, kemudian mulutnya dirobek dan dicakar oleh iblis sampai tidak berbentuk, darah mengalir, tetapi mulut dan wajahnya kembali normal lagi, trus dicakar disobek lagi, dst, dst. Disana juga para pendeta itu berteriak kepada Tuhan, minta ampun, tapi Tuhan tetap berkata, bahwa semua itu sudah terlambat, ketika orang-orang tiba di neraka kesempatan bertobat itu sudah tidak ada.

Setelah melihat semua ini, saya bilang ke Tuhan, Tuhan saya tidak mau tinggal disini, saya tidak mau masuk kesini lagi, bahkan sampai saya sadar dan roh saya telah kembali ke tubuh saya pun, bau busuk neraka itu masih tercium, padahal didekat saya tidak ada sampah atau kotoran berbau busuk (saking bau busuknya, setelah sadar, elizabeth sampai 40 hari tidak makan, hanya minum saja. Puji Tuhan dia tetap kuat, tidak lemas, menurutnya mungkin karena dia makan buah yang diberikan Tuhan pada saat mereka berada di taman dalam surga).

Saya bilang ke Tuhan, kok begini ya? Kok orang kristen banyak yang masuk ke neraka bahkan para pendeta, saya bilang ke Tuhan kalo saya sudah tidak kuat lagi, kemudian Tuhan memeluk saya dengan hangat, menghibur saya dan akhirnya membawa saya ke suatu tempat lain yang sangat jauh berbeda dengan neraka. Tempat yang sangat indah, teramat sangat indah sekali.

SORGA
Di sana saya melihat ada banyak sekali rumah, ada yang kecil dan ada yang besar, ada sudah jadi dan ada yang belum jadi. Lalu saya bertanya kepada Tuhan, rumah-rumah siapakah itu. Tuhan menjawab kalau itu adalah rumah untuk anak-anak-Ku. Nanti apabila pulang sudah disediakan rumah tinggal. Saudara, apa yang dikatakan Firman Tuhan itu benar bahwa Tuhan Yesus pergi kepada Bapa untuk menyediakan tempat tinggal bagi kita semua.

Yang disediakan untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang percaya dan mau melayani Tuhan dengan kudus, tulus dan murni hatinya.
Saya juga bertanya kok rumahnya ada yang kecil dan ada yang besar, Tuhan menjawab bahwa itu semua tergantung dari ketulusan pelayanan kita...bukan dari banyaknya pelayanan yang dilakukan, tapi dari ketulusan dalam melayani Tuhan, motivasi dalam melayani. Semakin kita tulus dan dekat maka semakin Tuhan memberikan tempat yang terbaik. Terus diantara rumah-rumah itu ada yang separuh jadi dan ada yang sudah jadi, Tuhan bilang bahwa yang sudah jadi artinya orangnya sudah meninggal dan sudah bersama dengan Tuhan, sedangkan yang baru separuh jadi artinya orangnya masih belum meninggal. Surga itu sangat terang sekali, tidak menyilaukan tidak panas di kulit walalupun terang sekali, tapi sejuk di kulit.

Di ujungnya surga saya melihat ada barak, ada suatu tempat besar tapi untuk rombongan banyak orang, yang ternyata itu adalah tempat untuk orang-orang yang tidak percaya Tuhan Yesus tetapi waktu mau meninggal, misalnya dalam keadaan sakit atau koma, terus didoakan dan mau bertobat, menerima Yesus Kristus trus langsung meninggal, maka mereka akan ditempatkan disana.

Jalan yang ada di surga, di rumah-rumah itu indah sekali, seperti butiran kaca. Ada banyak pohon buah-buahan. Saya juga sempat diberi buah oleh Tuhan dan ajaib, begitu buahnya dipetik, langsung numbuh lagi. Jadi kehidupan baik disurga maupun di neraka itu semua adalah kekal. Tidak jauh dari situ saya melihat ada istana yang indah sekali, Tuhan katakan itu adalah Istana-Nya dan akhirnya mengajak saya kesana.

Disana saya melihat banyak orang memuji dan menyembah Tuhan setiap saat tanpa ada rasa capek, ngantuk dan lelah. Mereka memuji Tuhan setiap saat, setiap waktu. Sesuai dengan Firman Tuhan, saya lihat istana itu benar terdiri dari emas permata. Lantainya terbuat dari emas, dindingnya dari batu permata yang indah sekali. Tuhan itu adalah Raja diatas segala raja, Dia adalah Raja yang sangat kaya sekali.
Saya lihat juga ada malaikat. Malaikat itu ada 2 macam, ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.

Malaikat yang bersayap itu adalah untuk peperangan rohani dan yang tidak bersayap untuk puji-pujian. Kemudian karena kasih dan kemurahan hati Bapa, saya juga dipertemukan dengan Yohanes, murid yang paling dikasihi Tuhan. Yohanes berkata pada saya, “kamu ingini hati-Nya aja, ingini dekat ama Tuhan aja, jangan ingini yang lain”.

Setelah itu saya diajak ke pekarangan dan disana saya bertemu dengan Raja Daud masih berpakaian seorang raja lengkap, kemudian dia berkata pada saya kalo dia ada disana hanya karena kasih dan kemurahan hati Tuhan. Saya takjub sekali karena setahu saya Raja daud itu kan intim sekali dengan Tuhan, tetapi kok dia sendiri bisa berkata bahwa dia ada disana hanya karena kasih kemurahan hati Tuhan. Kemudian bagaimana dengan kita yang hidup di dunia ini dan tidak intim dengan Tuhan? Raja daud juga berpesan pada saya untuk menyampaikan kepada anak-anak Tuhan untuk selalu menjaga kekudusan apalagi anak-anak muda jaman sekarang gampang jatuh dalam ketidakkudusan seperti melakukan perzinahan dan kenajisan. Saya juga bertemu dgn Musa yang hanya berkata “Aku menyesal karena tidak dapat masuk ke tanah perjanjian”.

Saya juga ketemu Paulus yang bilang bahwa kalau kamu menghadapi pencobaan yakinlah bahwa itu tidak akan melebihi kekuatanmu. Jadi saudara-saudara, yakinlah kalau kita menghadapi kesulitan yang luar biasa yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menolong dan pencobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita.

Kemudian saya bertanya pada Tuhan, apa kunci untuk bisa masuk istana Tuhan, Tuhan pun menjawab “hal itu gampang sekali, kamu cuma harus intim aja sama Aku, dekat dengan Aku, melekat pada Aku, tidak ada yg lain”.

Saya bersyukur sekali bisa ketemu Tuhan Yesus yang memulihkan kehidupan saya, karena hanya pertemuan pribadi ini yang memulihkan saya.

Tuhan Yesus wajahnya lembut dan penuh kasih, jauh berbeda dengan gambar-gambar yang ada. Wajahnya mulia dan bisa membuat kita terkesima melihat-Nya.

Tokoh-tokoh Alkitab yang kita baca umurnya ratusan tahun juga waktu saya temui di surga, mereka umurnya masih muda, sedang gagah-gagah nya, sekitar umur 30 – 40 tahun. Saya pun waktu dibawa Tuhan, di alam roh, saya seperti anak kecil berumur 10 tahun, padahal dalam kehidupan nyata, umur saya sudah 21 tahun.

Jadi saudara-saudara, bersiap-siaplah, supaya kita selalu layak di hadapan Tuhan, hidup kudus dan dekat melekat dengan Tuhan. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil, jadi harus cepat bertobat dan hidup kudus.

Buat saudara-saudara yang belum percaya, cepat-cepatlah percaya karena hanya Tuhan Yesus Kristus lah yang punya kerajaan surga, hanya Tuhan Yesus lah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan surga.

Kamis, 27 Februari 2020

Percayakah kamu sekarang?

My Utmost (B. Indonesia)

“Karena itu kami percaya ....” Jawab Yesus kepada mereka: “Percayakah kamu sekarang?” — Yohanes 16:30-31

Sungguh renungan hari ini merupakan peringatan bagi pekerja Kristen, yang telah meninggalkan Yesus, tetapi masih berusaha melayani-Nya sebagai kewajiban atau hanya karena merasa perlu menurut penilaian diri sendiri. Yang terjadi adalah kita bukannya mencari pimpinan-Nya, melainkan mengambil keputusan sendiri berdasarkan akal sehat. Setelah itu, kita meminta Tuhan memberkatinya -- keputusan yang justru terlepas dari realita {Tuhan).

Percayakah Kamu Sekarang?

Sekarang kami percaya...” Akan tetapi, Yesus bertanya, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang... ketika kamu meninggalkan Aku seorang diri” (Yohanes l6:31-32).

Banyak pekerja Kristen telah meninggalkan Yesus seorang diri, tetapi berusaha melayani-Nya karena merasa sebagai kewajiban atau karena merasa perlu sebagai akibat dari penilaian mereka sendiri.

Alasan terjadinya hal ini sebenarnya adalah karena tidak adanya hidup kebangkitan dari Yesus. Jiwa kita telah lepas dari keakraban hubungan dengan Allah karena mengandalkan pengertian keagamaan kita sendiri (lihat Amsal 3:5-6).

Hal ini bukan dosa kesengajaan dan tidak ada hukuman yang berkaitan dengannya. Akan tetapi, pada saat seseorang menyadari betapa dia telah merintangi pengertiannya tentang Yesus Kristus, dan menyebabkan kebingungan, dukacita, dan kesulitan bagi dirinya, maka dia harus segera kembali (kepada-Nya) dengan malu dan penyesalan.

Kita perlu bersandar pada hidup kebangkitan Yesus pada taraf yang lebih mendalam ketimbang yang kita lakukan sekarang ini. Kita harus terus-menerus terbiasa mencari pimpinan-Nya dalam setiap hal, bukannya mengambil keputusan kita sendiri berdasarkan akal sehat kita, lalu meminta Dia memberkati keputusan itu. Dia tidak dapat memberkati keputusan itu; itu bukan cara-Nya untuk berbuat demikian, dan keputusan tersebut terlepas dari realita atau kenyataan.

Jika kita berbuat sesuatu semata-mata karena merasa wajib, kita mencoba hidup menurut tolok ukur lain selain yang bersumber dari Yesus Kristus. Kita menjadi orang yang sombong dan arogan, menyangka bahwa kita tahu tindakan yang harus dilakukan dalam setiap situasi. Kita telah mendudukkan kewajiban di atas takhta kehidupan kita, bukannya mengutamakan hidup kebangkitan Yesus.

Kita tidak diperintah untuk “hidup di dalam terang” dari nurani kita atau di dalam terang dari kewajiban kita, melainkan “...hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang...” (1 Yohanes 1:7).

Bila kita berbuat sesuatu berdasarkan kewajiban, mudah untuk memberikan argumen atau alasan dari tindakan kita kepada orang lain. Akan tetapi, bila kita berbuat sesuatu dalam ketaatan kepada Tuhan, tidak akan ada penjelasan atau argumen lain – kecuali ketaatan. Itulah sebabnya, seorang kudus dapat mudah diejek dan disalah mengerti.

Bagaimana mengetahui kehendak Tuhan?

Bagaimana mengetahui kehendak Tuhan?

Shalom para sahabat,

Seorang teman di luar kota bertanya seperti berikut kepada saya:

"...boleh tanya dikit ya..Sesuatu yg kita yakini itu kehendak atau dari Tuhan pada kenyataannya kan sering jauh berbeda dari harapan kita ya. Banyak kendala dan kesulitan yg harus dihadapi. Di situ saya sering menyimpulkan...kayaknya ini bukan dari Tuhan. Jadi masih sering ragu apakah itu dari Tuhan atau bukan. Biasanya setelah 'done' sih baru mengerti. Banyak dapat masukan juga dari buku Cindy Jacobs yang kamu kasih tapi pada prakteknya kan susah juga ya. Mungkin saya belum peka aja ya. "

Dan berikut ini jawaban saya :

"Shalom..selamat siang.. Ya ini pertanyaan yg bagus.

Dari apa yg saya alami sejauh ini, mengetahui kehendak Tuhan itu bisa dari:

1. Firman Tuhan: bacalah  Alkitab secara rutin, dan usahakan melakukan dengan segenap hati.

2. Hati nurani: nurani dibuat Tuhan sebagai panduan.. Kalau kita akan melakukan sesuatu tapi tdk ada damai sejahtera maka itu bukan kehendak Tuhan.

3. Menyelaraskan langkah: kalau kita belajar terus hidup kudus di hadapan Tuhan, mengaku segala dosa kita dan minta pimpinan Roh Kudus, nanti pelan pelan hidup kita akan diarahkan terus selaras dengan Tuhan. Seperti menyetir mobil, awalnya memang perlu belajar namun lama lama sudah otomatis.

4. Berdoa mencari wajah Tuhan: jika memang ada keputusan penting yg harus dibuat, carilah wajah Tuhan terlebih dahulu
Latihlah telinga rohani kita agar dapat mendengar SuaraNya. "

Saya sering mengatakan hal ini jika melayankan firman:

"doa yang baik bukan ketika Tuhan mendengar permohonan kita, karena Tuhan pasti mendengar, namun doa yang baik adalah ketika kita mulai belajar mendengar Tuhan"

Renungkanlah ayat ini:

Yohanes 10:3
Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Semoga berguna juga buat para pembaca. Tuhan memberkati Anda sekalian.

Versi 1.0: 27 februari 2020, pk. 13:00
VC

Jumat, 21 Februari 2020

Apakah yang dikehendaki Tuhan?


Apakah yang dikehendaki Tuhan?

Bacaan: Yesaya 1:15-17

Nats
Yesaya 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Shalom,
Bukankah kerap kita bertanya-tanya, kenapa ada banyak doa kita yang belum dijawab Tuhan?
Apakah kita kurang khusyuk?
Atau mesti berdoa dalam bahasa lidah?
Saya kira bukan itu soal utamanya, namun karena Tuhan menaruh perhatian kepada anak-anakNya yang mengerti isi hatiNya.
Dan apakah yang dikehendaki Tuhan?

Mari kita baca dari Kitab Yesaya:

Yesaya 1:15-17 (TB)  Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
https://alkitab.app/v/50f7811681f7

Mari kita belajar berbuat baik kepada sesama kita dan terutama mengupayakan keadilan bagi mereka yang lemah dan tertindas. 

Itulah cara kita menyenangkan Tuhan.

Berbelaskasihanlah, maka Tuhan pun akan berbelaskasihan kepadamu.

Mari kita ingat pesan dari Bunda Teresa berikut:

"Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, tetaplah berbuat baik.

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.
Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.
Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.
Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. 

Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu."

Mother Theresa.


Pujian: Patut segenap yang ada


Shalom para sahabat,

Ini salah satu lagu favorit saya:

Lirik Lagu Rohani PKJ 29 - Patut Segenap Yang Ada
1.  Patut segenap yang ada diam dan sujud sembah,
mengosongkan pikirannya dari barang dunia,
kar’na Tuhan sungguh hadir, patut dipermuliakan.

2.  Maha raja alam raya, lahir dari Maria,–
Tuhan yang telah menjadi serendah manusia,
bagai Roti yang sorgawi, memberikan diriNya.

4.  Serafim menutup wajah, kerubim sujud sembah,
sungkem dihadapan Dia dan menyanyi tak lelah:
Haleluya, Haleluya, Tuhan Maha mulia!


Sabtu, 08 Februari 2020

Penglihatan Gift, seorang gadis kecil di Afrika

Penglihatan Gift, seorang gadis kecil di Afrika

*PENGLIHATAN GIFT SEORANG GADIS KECIL 12 TAHUN DI SEBUAH GEREJA SCOAN , NIGERIA, AFRIKA*

07 Feb 2020

TUHAN YESUS membuka mata seorang gadis secara supranatural untuk melihat Kebesaran TUHAN di gereja scoan, Nigeria Afrika.

"Bertobatlah..bertobatlah, YESUS datang segera..!"  Keluar dari nulit Gift, Gadis 12 tahun .

Ada seorang lelaki yang sangat tinggi dengan berjubah putih serta memakai Mahkota besar, duduk di sebuah Tahta Emas.
DIA berkata..bertobatlah..bertobatlah, DIA segera datang...!

Bawa orang-orang ke dalam GerejaKu, Dia segera datang, bawa lebih banyak jiwa-jiwa, bawa lebih banyak jiwa-jiwa.."

Lihat, Para malaikat dan 24 tua-tua menyembahNYA serta menyanyikan Kudus..kudus..kuduslah ANAK DOMBA..!"

Lihat, DIA sangat Tinggi, wajahNYA sangat bersinar, aku tidak bisa melihatNYA. Mataku hampir buta.." kata gadis kecil itu.

DIA berkata..
"bertobatlah..bertobatlah, DIA segera datang.!"

Lihat..lihat ada malaikat Michael, Uriel, Raphael, Gabriel. Lihatlah.. sinar yang sangat terang sekali dari DIA. Aku tidak bisa membuka mataku melihatnya  karena sangat begitu terangnya..!

"Repent..repent..bring more soul, HE is coming soon, bring more soul..! ( bertobatlah..bertobatlah, DIA segera datang, bawa lebih banyak jiwa..!)

Matius 4:17,
"...... Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

TUHAN YESUS baik
Maranatha

Hot water is good to contra virus corona

Hot water is good to contra virus corona

Friends passed on-

 My classmate's uncle and nephew, graduated with a master's degree, and work in Shenzhen Hospital.  He is being transferred to study Wuhan pneumonia virus.  He just called me and told me to tell my friends: If you have a runny nose and sputum when you have a cold, you cannot be a new type of coronavirus pneumonia, because coronavirus pneumonia is a dry cough without runny nose. This is the simplest way to identify.  Please tell your friends that if you know more about medical knowledge, you will have more awareness of identification and prevention.  Dean Reference

 Repost
 This time, the Wuhan virus is not heat-resistant and will be killed at a temperature of 26-27 degrees. Therefore, drink more hot water. You can tell your friends and relatives to drink more hot water to prevent it.
 It has been cold recently, and drinking hot water is also very comfortable. It is not a cure and is good for the body. Drinking warm water is effective for all viruses. Try not to drink ice, remember!

Jumat, 07 Februari 2020

Menyikapi teologi akrobatik-sensasional Erastus Sabdono


Menyikapi teologi akrobatik-sensasional Erastus Sabdono

Shalom para sahabat,

Selamat sore...

Kalau dulu waktu kecil Anda suka menonton sirkus, tentu Anda ingat bahwa satu bagian penting dalam pertunjukan sirkus adalah akrobat atau permainan ketangkasan, seperti berjalan di atas tali dan lompat-lompat di atas trampolin dst.

Nah, sekalipun kita semua tahu bahwa berteologi itu tujuan utamanya adalah mencari kebenaran dan lebih mengenal Tuhan Sang Khalik, namun sayangnya ada saja yang memperlakukan proses berteologi mirip pertunjukan akrobat.

Dalam hubungan ini, ijinkan saya berkomentar sedikit seputar makna kenosis atau mengosongkan diri oleh Yesus Sang Firman Yang Hidup.

Saya memang belum membaca naskah khotbah/ceramah Erastus Sabdono yang menyatakan "Yesus mati dua kali." Namun yang jelas ungkapan tersebut telah menjadi polemik di kalangan umat Kristiani.

Sebaiknya memang kita berpikir lebih arif, jangan ikut-ikutan terpancing polemik. Karena saya menduga bahwa Erastus ini motifnya memang sering berakrobat secara teologis dengan menciptakan isyu isyu yang menghasilkan polemik, sehingga bikin situasi umat serba gundah-resah dan tidak lagi percaya ajaran Gereja yang Ortodoks.

Namun apakah itu yang dimaksud Erastus dengan Yesus mati dua kali?
Yang dimaksud dia adalah:
a. Yesus mati pertama karena dibunuh oleh Bapa
b. Mati kedua karena dibunuh oleh manusia.
Dengan kata lain Erastus mengajarkan ada "hirarki dalam Trinitas."* Terus dari mana dia membaca ada Allah Bapa dan Allah Anak saling bunuh bunuhan? Ini kan ajaran yang absurd dan menyesatkan...

Karena itu, marilah kita belajar berteologi dengan sehat dan arif .. Bukan sekadar bikin sensasi seperti Erastus dengan metode TAS-nya (teologi akrobatik-sensasional).

Berikut ini ada artikel komentar terhadap Erastus semoga berguna...
Efesus 4:14
"...sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,"

Salam dalam kasih Kristus.

Jbu,
Victor

Versi 1.0: 5 februari 2020, pk. 10:47

*Postscript:
Ijinkan saya memberikan sedikit komentar atas pandangan hirarki dalam Trinitas. Sekilas memang tidak nampak absurditas dan kontradiksi dalam pandangan hirarkis tersebut.
Misalnya, dalam suatu ceramahnya yang juga menimbulkan polemik yang meluas, Erastus menyebut istilah "Major God & Minor God." (Tuhan mayor dan Tuhan minor).
Argumen beliau adalah dari versi Yunani dari Yohanes 1:1, yang bunyinya sebagai berikut:

ΙΩΑΝΝΗΝ 1:1 (TR1894)  εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
(Versi Textus Receptus)
https://alkitab.app/v/529d04d3b6de

Dari beberapa ceramah dan upaya klarifikasi ES tentang pandangannya yang berpolemik tersebut, untuk ringkasnya adalah sbb:
- ho theos = Allah Bapa
- ho Logos = theos = Yesus sebagai Firman.
Jadi Yesus, Sang Firman yang Hidup, bagi ES memang ho Logos, namun tidak setara dengan ho theos (Sang Bapa).
Itulah yang disebut pandangan hirarkis dalam Trinitas, yang sebenarnya berbeda jauh dari pandangan para bapa Gereja pencetus teologi Trinitas.
Pandangan hirarkis ES, kalau mau jujur, justru mendekati dengan ajaran Saksi Yehowa, yang juga mengajarkan adanya hirarki tersebut. Bagi kalangan yang disebut terakhir ini, Yesus hanyalah sosok yang ilahi saja ("a deity"), padahal bukan demikian maksud bapa bapa Gereja dahulu. **
Padahal dalam teks LAI untuk Yohanes 1:1 bunyinya cukup jelas yakni Yesus sebagai Logos telah ada bersama-sama dan setara dengan Bapa sejak kekal sampai kekal:

Yohanes 1:1-3 (TB)  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
https://alkitab.app/v/c0d5e1a381ee

Bahkan kalau kita menggunakan versi ILT3, bunyinya juga sangat mirip:
Yohanes 1:1-3 (ILT3)  "Pada awalnya ada Firman, dan Firman itu ada bersama Elohim, dan Firman itu adalah Elohim.
Dia pada awalnya ada bersama Elohim.
Segala sesuatu terjadi oleh Dia, dan tanpa Dia, tidak ada satu hal pun yang telah terjadi."
https://alkitab.app/v/fcd218ba3759

(Note: ILT3 dan ILT berasal dari Jay Green, atau disebut  Green Literal Translation/KJV3. Meski penggunaan Elohim dalam ayat ini masih dapat diperdebatkan.)

Pada akhirnya, Yoh. 1:1-3 juga bersesuaian dengan salah satu hymne Yesus dalam Surat Paulus kepada Jemaat Kolose:

Kolose 2:9 (TB)  Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
https://alkitab.app/v/8300131631ea
Semoga  penjelasan ringkas ini berguna bagi para pembaca.


Versi 1.0: 7 februari 2020, pk. 17:10
VC
-------
Lampiran:

*"KENOSIS BUKAN PEMBUNUHAN TERHADAP YESUS OLEH BAPA"*
_Seri: Biblical Theology_
Oleh: Welly Pandensolang

Di awal thn 2020 kita dikejutkan dengan isu Kristologi, yaitu: "YESUS MATI DUA KALI." Pertama, mati dalam peristiwa "Kenosis" (Filipi 2:6-7), di mana Yesus dibunuh oleh Sang Bapa. Kedua mati di atas kayu salib dibunuh oleh manusia.

Bagi banyak teolog dan jemaat tertentu, teologi kenosis sudah tidak asing lagi, namun bagi beberapa orang mungkin istilah tersebut masih perlu penjelasan secara mendalam. 
Sebab itu untuk memahami makna teologi kenosis dalam Filipi 2:6-7 perlu mengerti kebenaran berikut ini:

*A.  YESUS ADALAH ALLAH SEJATI SEJAK KEKEKALAN (ayat 6).*
Fakta ini dapat dipahami melalui 2 frasa dalam ayat ini:

*1. En morfhe Theou huparchon (6a).* Terjemahan Yunani: "Yesus adalah dalam form Allah" - NIV: "Who being in very nature of God" - LAI: "yang dalam rupa Allah". Hanya LAI yang tidak memasukkan kata yang sangat menentukan arti dan makna teologis dari kata Kenosis, yaitu kata kerja "adalah" (huparcho), sedangkan terjemahan Yunani, NIV, NAS mencantumkan kata tersebut.
Oleh karena LAI tidak memasukkan kata "adalah" maka cenderung kita sebagai pembaca Alkitab terjemahan LAI juga kehilangan pengertian tentang ke-Allah-an Yesus yang sesungguhnya dalam konsep kenosis.
Kata "huparcho" artinya "adalah" atau "exist" sesungguhnya menjelaskan tentang kesempurnaan, kesejatian dan kekekalan Yesus sebagai Allah. Maksudnya, kata "adalah" menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah bukan karena hadiah atau pemberian malaikat,  Bapa dan Roh Kudus, tetapi memang sudah merupakan eksistensi/keberadaan Yesus adalah Allah sejati yang setara dengan Bapa dan Roh Kudus sejak dalam kekekalan. Keberadaan Yesus sebagai Allah (yang dijelaskan oleh kata huparchon ini) tidak akan pernah berkurang, berubah, terkontaminasi apalagi mati, tetapi secara kekal Yesus tetap Allah.
Kebenaran di atas dipertegas oleh kata "morfhe" yang secara lexicon sangat berbeda dengn kata "schema" (ayat 7). Schema artinya bentuk luar, bentuk fisik yang terbatas dan dapat mati, sehingga sebagai manusia Yesus dapat mati.  Sedangkan "morfhe" adalah form ilahi supranatural yang menjelaskan esensi ke-Allah-an Yesus yang sudah ada dengan sendirinya (bukan dicipta) dalam kekekalan bersama dengan Bapa dan Roh Kudus (Pros ton Theon -Yoh.1:1).
Dengan demikian kata "morfhe" sesungguhnya mengajarkan bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Allah bukan bersifat atau form sementara saja. Kata itu juga mengajarkan bahwa ke-Allah-an Yesus tidak berubah atau karena diangkat dan ditetapkan oleh Bapa sebagai Tuhan setelah dibaptis seperti pandangan ebionitisme. Kebenaran tersebut diperkuat oleh makna frasa berikut, yaitu lebih menegaskan lagi bahwa Yesus adalah Allah yang setara dengan Bapa. 

*2. Einai isa Theo (6b).*
Terjemahan Alktab Yunani: "(Yesus) setara dengan Allah" - NIV: "Equality with God" - LAI: "Kesetaraan dengan Allah".
Kata kerja einai (dari eimi) dalam tensis "Kini Gnomik" yaitu menjelaskan keadaan yang "selalu" terjadi, ada dan berlaku dahulu, sekarang dan kekal akan datang, bukan menerangkan keadaan yang memiliki batas waktu. Karena itu tensis kini gnomik tersebut menegaskan bahwa Yesus sebagai Tuhan selalu berlaku sejak sebelum dunia dicipta, sekarang dan kekal akan datang. Keberadaan-Nya sebagai Allah tidak akan berubah, berkurang atau mati.
Sebab itu kata "isa" artinya "setara" dalam frasa tersebut hendak menjelaskan bahwa ke-Allah-an Yesus tidak lebih rendah dari Bapa dan Roh Kudus, tapi "ketiga Pribadi itu setara." Makna teologisnya, jika Bapa dan Roh Kudus tidak berubah, tidak kehilangan kesadaran dan kemahatahuan-Nya, demikian juga Yesus sebagai Allah.

*B.  YESUS MENGOSONGKAN DIRI - KENOSIS (ayat 7).*

Pengertian "Kenosis" (pengosongan) sebenarnya jangan diartikan seperti arti pengosongan menurut kamus bahasa Indoneaia, yaitu pengosongan atau penghilangan substansi isi dalam sebuah wadah. Misalnya, air segelas tumpah semuanya maka gelas itu menjadi kosong. Jika menurut arti demikian, maka ketika Yesus mengosongkan diri-Nya maka semua ke-Allah-an Yesus tumpah keluar dari dalam diri-Nya. Dengan demikian pada saat kenosis maka Yesus sudah bukan Allah lagi, karena ke-Allah-an Yesus telah meninggalkan Dia atau mati terbunuh. Ini pandangan yang sangat sesat.
Sebab itu kata Kenosis sebanarnya tidak tepat diterjemahkan "pengosongan" dengan arti dalam kamus bahasa Indonesia tapi lebih relevan diterjemahkan "nothing" seperti terjemahan NIV dan KJV. Sebab secara teologis arti dan makna kata Kenosis adalah:

1. Menyatakan fakta pra-existensi Yesus sebagai Allah dalam kekekalan sebelum dunia dicipta.
2. Menyatakan kerendahan hati Sang Anak yang walaupun adalah Allah, tetapi rela menjadi hamba dan manusia bahkan mati di atas kayu salib.
3. Menyatakan diri-Nya adalah Allah yang setara dengan Bapa dan Roh Kudus.
Pada saat kenosis, ketiga aspek ilahi tersebut di atas bukan dikeluarkan, dihilangkan atau dibunuh dalam diri Yesus. Tetapi semua itu dianggap oleh Yesus "nothing" di dalam diri-Nya, namun ketiga elemen ilahi tersebut tetap ada dalam diri Kristus, yaitu bahwa Dia tetap sebagai Allah dan Manusia sejati.

Dengan demikian terjadi beberapa hal dalam kenosis yaitu:
1. Keputusan Yesus sendiri untuk tidak memperhitungkan reputasi-Nya sebagai Allah (kenosis), tak dipaksa oleh Bapa, Roh Kudus, malaikat dan oknum tertentu.
2. Terjadi penambahan sifat kemanusiaan sejati tanpa dosa dalam diri Yesus, di mana sifat kemanusiaan tersebut tidak Yesus miliki sejak kekekalan lampau hingga inkarnasi (bedakan dgn konsep anthropomorfhe).
3. Yang mati bukan ke-Allah-an Yesus tapi kemanusiaan-Nya.

*KESIMPULAN:*

1. Kenosis bukan pembunuhan nyawa atau keilahian Yesus, tapi sebuah keputusan yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun kecuali hanya oleh Yesus,  yaitu walaupun sebagai Allah tetapi Ia rela menjadi manusia hina untuk menebus dan menyelamatkan saudara dam saya.

2. Saat kenosis, Yesus tetap Tuhan dan Manusia sejati.
3. Yesus tidak pernah mati dua kali, hanya mati sekali untuk selama-lamanya.

Untuk itu layanilah Tuhan Yesus Kristus dengan sekuat tenaga, potensi dan hati. Yesus yang sudah menyelamatkan kita akan terus memberkati keluarga dan pelayanan kita sekalian!

Rabu, 05 Februari 2020

Why do all 220 countries roll out 5G simultaneously at the exact same time?

5G is a weapon. Why implement it in every country…simultanously?

Mads Palsvig – chairman of a Danish political party ( https://www.jfk21.dk/ ) has some serious questions and statements to make:

Why do all 220 countries roll out 5G simultaneously at the exact same time?

Why is 5G in most countries handled by the ministry of defense and not the ministry of interior? … because 5G is a weapon!

Why is a technology (directed energy weapon) that has been invented by the US military for crowd control being rolled out globally simultaneously in 220 countries?

Why is a technology that can change your DNA being implemented every 75 meters across the planet?

Who has the power to do something like this to the entire planet?

The Danish people are leading the way in holding accountable those in political power that allow this kill grid to be implemented by suing the Danish state for having planned the implementation of the new 5G mobile network throughout Denmark by the year 2020, without conducting any kind of health test in relation to the exposure of long term radiation to people, especially for the harmful effects of unborn and children as well as to our nature.

The Danish state has ignored at least 244 internationally recognized doctors and researchers from more than 40 different countries, who all have documented that the 5G mobile network is proven to be harmful and in some cases deadly, especially for unborn and children. The Danish state has chosen to employ only specially selected and incompetent experts to misinform the Danish population about 5G. These experts are all tied to the telecom industry. The Danish state has not relied on impartial tests on either humans, wildlife or plants.

Rachel Santini, head of the scientist network the Danish Institute for Public Health, together with the Council for Health-Safe Telecommunications, the EHS-association, and the Danish Health Association May Day, have asked Christian F. Jensen attorney-at-law to prepare a legal opinion on the above mentioned issue. The LEGAL OPINION on whether it would be in contravention of human rights and environmental law to establish the 5G-system in Denmark final Danish version has being translated into English by Christian F. Jensen attorney-at-law (L): 5G – legal opinion in english

The Danish state is being sued for having planned the implementation of the new 5G mobile network throughout Denmark by the year 2020, without conducting any kind of health test in relation to the exposure of long term radiation to people, especially for the harmful effects of unborn and children as well as to our nature.

You are just a pawn in THEIR game – that’s why they call this report
“State of PLAY in Europe, USA and Asia”

34 page report at: http://5G-EMF.com/5GDeployment


===
** (the report in the above link has gone)

Tentang nabi Elia

Tentang nabi Elia *Rabbi Yahudi Mendapat Penglihatan Nabi Elia: Empat Gerbang Ditutup, Satu Dibuka – Datangnya Masa Kesusahan*...