Minggu, 23 Oktober 2016

Huparcho

Shalom, good morning brothers and sisters. This morning I was blessed to attend a seminar by Pastor Steward Moulds. The topic is how to become missionary church.
Before attending this seminar, I thought our small church will not be able to apply what he is going to teach because we are so small.
But I learned a new word here: huparcho. This word is from Luke 8:1-3.
There were women surrounding Jesus ministry who served Him with all they have, be it richness, time, energy etc. That is huparcho: whatever in our possession.
Jesus does not ask a small church to do evangelism like the big churches, but He asks us to do it with our huparcho: whatever in our hands.
That is also the lesson from Jesus's miracle to feed 5000 people. His disciples believed that they cannot do anything for the hungry flocking people. But Jesus said: you must give them food.
So, are we ready to give our 5 breads and fishes?
Let us start to do evangelism with our weaknesses, with our huparcho.

God bless you

Version 1.0: 24 oct. 2016, pk. 11:24
VC

Note: thanks for Pastor Steward Moulds from Garam Budaya

Jumat, 07 Oktober 2016

Kilat (barack)

Teks: Lukas 10:18
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit."

Shalom, selamat pagi saudaraku. Tahukah Anda bahwa ada salah satu rumor di internet tentang sepotong adegan yang terpaksa dihapus dari film "the Son of God" yang beredar sekitar 3-4 tahun lalu? Adegan itu menampilkan wajah Satan yang sangat mirip dengan salah seorang presiden di negara adikuasa. Mungkin karena banyaknya kritik maka akhirnya sutradara film tersebut mengalah lalu mengedit adegan tersebut. Namun sudah terlanjur banyak orang yang menontonnya, termasuk saya.
Kemudian, entah kebetulan atau bukan, hanya Tuhan yang tahu, beberapa malam yang lalu (23/9/2016) ketika sedang berselancar di bing.com, saya menemukan sebuah artikel yang ditulis sekitar Juni 2008 oleh seorang Rabbi dari Israel bernama Dr. Immanuel Sollog Adonai-Adoni (1). Yang menarik dari artikel itu adalah bahwa ia menghubungkan kata kilat dalam Lukas 10:18 dengan ungkapan Ibraninya.
Awalnya saya meragukan artikel tersebut, karena terkesan agak seperti otak-atik mathuk. Jadi saya memutuskan untuk cek sendiri menggunakan apps Leksikon Ibrani dan Leksikon Yunani.*

Lightning
Kata kilat disebutkan sebanyak 37 kali dalam Alkitab TB LAI 1974, dalam bahasa Inggris kilat disebut: "lightning." Yang menarik adalah bahwa Yesus melukiskan kejatuhan Iblis bagaikan kilat. 
Lalu saya cek dengan mesin pencari di apps Alkitab, ternyata salah satu ayat berbunyi sbb:

"Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan." Kel. 19:16

Dalam Interlinier Ibrani, kilat dalam ayat ini dalam bahasa aslinya dituliskan sebagai: ubaraqim. Menurut Sollog, kata dasar kilat dalam bahasa Ibrani adalah "baraq". Dan kata baraq ini merupakan transliterasi dari kata "barack" dalam bahasa Inggris. Dengan kata lain, kata barack jika dimaknai dalam bahasa Ibrani berarti kilat. Jika kita sisipkan kata ini ke dalam Lukas 10:18, maka bunyinya akan menjadi: "Aku melihat Iblis jatuh seperti barack dari langit."(1)
Lebih menarik lagi, kata kilat disebutkan hanya 2 kali dalam Injil Lukas, salah satunya untuk menunjukkan saat kedatangan Anak Manusia:

"Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya." Luk. 17:24

Lalu ada ayat yang mirip dengan ini di Matius 24:27

"Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia."

Kata "sebab" di sini berasal dari bahasa Yunani "gar" (Strong number 1063), dan kata ini juga dapat diartikan sebagai "Saat" atau "Ketika." Jika kata ini disisipkan ke teks di atas maka bunyinya akan menjadi:

"Ketika barack memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia."

Rabbi Sollog menafsirkan ayat ini sebagai nubuat bahwa kedatangan kilat (barack) adalah dari timur lalu ia menjadi orang yang berpengaruh di barat. Memang barack dibesarkan di Indonesia (timur) lalu karirnya bersinar cemerlang di barat (USA). Dan itu dapat dimaknai sebagai salah satu tanda bahwa kedatangan Yesus yang kedua kali telah sangat dekat.**
Namun, ada beberapa hal yang masih belum saya pahami:
a. Mengapa terjemahan Ibrani dari kata lightning dalam ayat-ayat selain Kel. 19:16 tidak semuanya menunjuk pada kata baraq?
b. Menurut Sollog, kata baraq dalam bahasa Yunani juga berarti kilat. Tapi saya coba bandingkan dengan Interlinier Yunani untuk Lukas 10:18, kata yang digunakan untuk kilat di situ adalah: astrapen (Strong number: 796). 
Mungkin ada penjelasan khusus untuk hal-hal yang saya sebut di atas.

Bama
Menurut Sollog, kata "bama" dalam bahasa Ibrani menunjukkan ketinggian (heights), seperti misalnya dalam Yes. 14:14, yang merupakan rujukan klasik terhadap dosa Satan:

"Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!"

Kata heights atau ketinggian dalam ayat ini ditulis dalam Leksikon Ibrani sebagai: "bamote" (Strong number: 1116), dari akar kata "bama."
Lalu huruf "O" biasanya digunakan untuk menghubungkan dua kata, jadi dapat bermakna "dan."
Kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis kata sederhana ini adalah bahwa nama Barack O Bama jika dimaknai dalam bahasa Ibrani berarti: "kilat dan ketinggian" (lightning and heights). Dan kembali ke ayat Luk. 17:24 Yesus tampaknya menubuatkan bahwa kedatangan kilat itu merupakan salah satu tanda akan kedatangan Yesus yang kedua kali. Jika kata barack dan bama disisipkan ke dalam Lukas 10:18, maka bunyi teks ini dalam bahasa Inggris akan menjadi:

"Satan is like Lightning (Barack) and the Highest (Bama) heavenly rebellion/ sin/transgression!!"

Mungkin itulah salah satu sebabnya mengapa Barack membenci orang-orang Israel termasuk Netanyahu, karena hanya orang-orang Yahudi yang memahami makna namanya dan maksudnya dalam bahasa Ibrani. 

Aleksander?
Sebagai perbandingan, baiklah saya paparkan di sini sebuah hipotesis alternatif. Sekitar beberapa bulan lalu saya menghadiri seminar dengan topik akhir zaman dan pembicara Dr. Paul G. Caram. Ulasan yang dipaparkan lumayan menarik dan mencerahkan, sampai di titik di mana beliau mengemukakan gagasan bahwa kemungkinan yang dimaksud dengan anti-Kristus dalam I Yohanes itu bukanlah tokoh yang hidup pada masa kini, namun tokoh besar yang pernah hidup di masa lampau.
Beliau mengutip ayat Wahyu 17:11 untuk menguatkan hipotesisnya:

"Dan binatang yang 'pernah ada' dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan."

Beliau lalu berargumen bahwa ada kemungkinan tokoh penguasa masa lalu yang disebut raja kedelapan itu adalah Aleksander Agung yang mati pada usia 33. Konon sisa jenazah Aleksander terkubur di dasar laut dekat kota Aleksandria di Yunani. Jika jenazah itu bisa ditemukan, maka diperkirakan efeknya akan membuat banyak orang terpesona.  Namun teori ini hanya angan-angan belaka karena jasad Aleksander tidak pernah ditemukan. Kemungkinan yang saya duga adalah bahwa motivasi Dr. Paul Caram mengajukan hipotesis Aleksander sebagai antiKristus adalah karena ia orang Amerika dan ia menolak mengakui fakta-fakta yang jelas bahwa anti-Kristus itu sudah muncul menjadi tokoh pemimpin di USA.

Apa yang bisa dilakukan?
Tampaknya situasi di kota-kota di Amerika akan terus memanas menjelang pilpres November 2016, dan sepertinya ada indikasi yang menunjukkan bahwa penembakan-penembakan yang sekilas tampak bersifat sporadis dan individual tersebut mungkin sebenarnya merupakan bagian dari operasi "black-ops" yang dirancang secara sistematis. Dan tidak ada yang akan menghentikan barack untuk mendeklarasikan situasi darurat militer (Martial Law) jika situasi terus memburuk sehingga dia dapat terus berkuasa, tidak Hillary dan tidak juga Senat. Dan memang sejak 2014, barack telah menandatangani apa yang disebut: "National Defense Resources Preparedness," yang memungkinkan dia untuk memberlakukan darurat militer kapan pun termasuk dalam situasi damai.(5)
Warga Amerika pada tahun-tahun terakhir ini boleh diumpamakan seperti kodok yang direbus perlahan-lahan. Kodok yang direbus dalam panci tidak akan merasakan perubahan suhu dari 5 derajat Celcius hingga 100 derajat, dan akhirnya mati. Menurut hemat saya, satu-satunya harapan terakhir untuk menghentikan prospek timbulnya chaos nasional di Amerika adalah jika para tokoh pemimpin Kristen melihat persoalan barack ini sebagai pertaruhan apakah dunia akan menuju masa Tribulasi atau tidak. Mereka mesti bersatu dan menyerukan semua warga Amerika baik yang Kristen maupun bukan agar bertobat dan berkabung secara nasional serta melakukan doa puasa terus-menerus hingga januari 2017. Karena hanya dengan doa dan puasa oleh orang-orang kudus maka awan kuasa gelap yang menggelayuti Amerika dapat disingkirkan:

Matius 17:21: (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)" 

"Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." Wahyu 12:11

"Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya." Yoel 2:15

Penutup
Dari rekam jejak "kilat dan ketinggian" ini, selama dia berkuasa ternyata banyak membawa kerusakan dan kehancuran di banyak tempat terutama di Timur Tengah, sekalipun ironisnya dia pernah menerima Nobel Perdamaian. Dunia seperti tersihir dengan pesona kefasihannya berpidato, sehingga hampir semua orang seperti terhipnotis secara massal untuk mengelu-elukan dia.*** Bahkan tidak sedikit di antara para pemujanya yang menyebutnya sebagai tokoh Mesias.  Selain itu, dia juga didukung penuh oleh military industrial complex di Amerika termasuk keluarga Bush dan para kroninya. Menurut Dick Morris, mereka ini telah melakukan berbagai "scam" secara sistematis kepada warga Amerika dan juga negara-negara lain.(2) 
Namun, yang aneh adalah nampaknya pamornya kian meningkat sebagai tokoh yang berpengaruh secara global. Hampir semua orang tampaknya mendengarkan dia:

Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?" Wahyu 13:4

Sekalipun demikian, bagi semua umat percaya di seluruh dunia, hendaklah waspada akan tanda yang dibawa oleh nama tersebut: "Kilat dan ketinggian" menunjukkan bahwa nubuat Yesus dalam Lukas 10:18 sedang digenapi. Kita akan melihat apakah "kilat dan ketinggian" ini akan bersedia menyerahkan tampuk kekuasaan pada penerusnya, ataukah dia akan memberlakukan darurat militer nasional (Martial Law), dan dengan demikian menunjukkan watak diktator yang sebenarnya.(3)
Sebagai catatan akhir, dalam beberapa hari mendatang bangsa Israel akan merayakan Rosh Hashanah atau tahun baru Yahudi. Yang menarik adalah bahwa tahun ini tercatat sebagai tahun ke-6001 menurut kalender Torah, lihat www.torahcalendar.com. Apakah hari tersebut merupakan permulaan datangnya zaman baru? Mungkin kita mesti menunggu sampai semua nubuat dalam kitab Wahyu dan Daniel digenapi. Satu hal yang jelas, sangkakala sudah ditiup.(4)

Hendaklah mereka yang bertelinga mendengar.

Versi 1.0: 24 september 2016, pk. 22:28
Versi 1.1: 25 september 2016, pk. 16:35
Versi 1.2: 26 september 2016, pk. 7:26
VC

Catatan:
* para hamba Tuhan dan mahasiswa biblika dipersilakan untuk cek ayat-ayat yang diberikan di sini dengan Hebrew Interlinear apps dan Greek Interlinear apps yang dapat diunduh secara gratis di Playstore.
**izinkan saya menguatkan interpretasi ini dengan kesaksian pribadi. Di luar rencana saya, Tuhan memanggil saya pada bulan Oktober 2009 untuk melayani dan untuk membantu gereja-gereja mempersiapkan diri guna menyongsong kedatangan-Nya yang kedua kali. Dan itu adalah tahun yang sama ketika barack mulai disahkan menjadi Potus.
***keahlian menghipnotis massa juga dikuasai oleh para pemimpin diktator seperti Hitler. Ilmu memanipulasi perilaku massa (crowd behaviour) dirintis dan dikembangkan antara lain oleh Tavistock Institute yang berbasis di London.

Referensi
(1) http://www.sollog.com/news/satanbarack.html
(2) Dick Morris and Eileen McGann. Fleeced. HarperCollins ebook
(3) https://www.mrconservative.com/2015/06/60262-obama-launches-plan-to-suspend-2016-election/
(4) http://sabdaspace.org/sangkakala
(5) http://www.mrconservative.com/2014/02/34029-obama-signs-executive-order-permanently-implementing-martial-law/

Selasa, 04 Oktober 2016

Norilsk

Shalom, selamat pagi saudaraku. Kira-kira tiga hari yang lalu saya membaca sebuah berita baris di televisi nasional yang menyebutkan bahwa sungai Daldykan di Dekat kota Norilsk di salah satu wilayah Rusia berubah warnanya menjadi merah seperti darah. (2) Sungai itu termasuk wilayah yang sangat tercemar, karena dekat dengan tambang Nikel Norilsk, karena itu pejabat setempat menghubungkan perubahan warna sungai itu dengan polusi dari tambang tersebut.
Berita ini cukup menggelitik saya, sehingga saya mencoba cari informasi apakah ada berita serupa. Ternyata sejak 2012 telah dilaporkan beberapa peristiwa yang mirip: (1)
a. 2012: pantai di Sydney berubah menjadi merah darah, padahal tidak ada serangan hiu
b. 2014: sungai di Wenzhou, China juga berubah menjadi merah seperti darah. Pejabat setempat menyatakan bahwa kemungkinan ada polusi zat berwarna oleh industri setempat
c. 2015: laut di sekitar di Pulau Tonga di Pasifik juga dilaporkan berubah menjadi merah, diduga karena efek algae merah.
Tidak hanya itu, kalau kita mau melacak peristiwa serupa, masih ada beberapa peristiwa mirip:
d. Sungai Nil juga berubah menjadi merah, hal ini mengingatkan orang pada kisah kuno dalam kitab Keluaran (3)
e. sungai yang melintasi salah satu desa di Slovakia juga dilaporkan berubah menjadi merah darah dalam waktu semalam (4).

Makna
Mungkin sebagian di antara peristiwa berubahnya warna sungai dan laut menjadi merah darah dapat dicarikan penjelasan ilmiahnya. Namun sebagian lagi tetap tinggal misteri.
Tentu bagi pembaca yang akrab dengan nubuat-nubuat dalam Alkitab akan teringat bahwa ada ayat yang menyebut tentang berubahnya sungai-sungai menjadi merah darah:

Wahyu 16:4
Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

Mungkin ini adalah suatu peringatan dari Tuhan bahwa hari kedatangan Tuhan yang kedua kali telah kian dekat. Khususnya itu peringatan bagi negara-negara yang sering menganiaya orang-orang kudus secara sistematis (Wahyu 16:6).
Tidak perlu panik, namun kita mesti waspada akan tanda-tanda zaman. Marilah kita memohon agar diberikan hikmat sedemikian untuk mempergunakan waktu yang ada untuk bertobat dan memperbaiki kelakuan kita, meskipun memang saat dan harinya tidak ada seorangpun yang tahu.

Tuhan Yesus mengasihi Anda.

Versi 1.0: 11 september 2016, pk. 11:52
VC

Referensi:
(1) http://www.inquisitr.com/2222783/why-are-waters-around-the-world-turning-blood-red-people-fear-it-is-a-sign-of-the-end-times/
(2) http://abcnews.go.com/International/russian-river-mysteriously-turns-blood-red/story?id=41914260
(3) http://www.breakingisraelnews.com/64877/nile-river-turns-blood-red-in-biblical-nature-phenomenon-middle-east/
(4) http://www.dailymail.co.uk/news/article-2517516/The-river-blood-Villagers-shock-Slovakian-waterway-turns-red-overnight-like-horror-film.html
(5) https://www.rt.com/viral/358561-red-river-siberia-norilsk/

Minggu, 28 Agustus 2016

Elia (Elijah)

Introductory note: in this article I explain the reasons why I chose the nickname: "ThirdElijah."

Shalom saudaraku,
Pagi ini saya ingin berbagi perenungan sedikit tentang Elia. Artikel ini saya tulis untuk memenuhi permintaan seorang pendeta senior yang saya hormati, yaitu Pdt. Dr. Joas Adiprasetya, yang juga menjabat sebagai Ketua STT Jakarta sampai sekarang (catatan: kini beliau sudah tidak lagi menjabat ketua STTJ - 29 agustus 2016). Beliau menanyakan bagaimana saya dapat memverifikasi posting saya sebelumnya bahwa sangkakala yang terdengar di beberapa negara itu adalah semacam peringatan terakhir (http://sabdaspace.org/warning) dari Tuhan. Jawaban saya kepada beliau adalah sbb: "Tentang verifikasi, memang agak sulit karena teman saya mendapat sms tersebut dari grup bbmnya, lagipula mungkin saksi tersebut ada di Belanda. Tapi saya bisa ceritakan pengalaman saya yang mendukung kesaksian tersebut, bahwa kedatangan Yesus sudah sangat dekat, meskipun tanggalnya tidak ada seorangpun yang tahu. Kalau bapak berminat saya bisa tuliskan kesaksian saya. Jbu." 
Jadi dalam kesempatan ini, perkenankan saya menuliskan kesaksian dan panggilan saya, untuk menegaskan mengapa saya yakin bahwa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali memang sudah amat sangat dekat. Untuk itu, izinkan saya memulai dari perenungan tentang Elia.

Elia akan datang?
Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel yang menulis bahwa Elia akan datang dan ia merupakan salah satu tanda bahwa kedatangan Yesus sudah dekat, lihat Mal. 4:5 : 
"Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya Hari Tuhan yang besar dan dahsyat tersebut."

Sewaktu saya membaca artikel tersebut, saya agak bingung karena pemahaman saya  sejauh ini, Elia yang disebut itu sudah datang yaitu Yohanes Pembaptis. Bukankah demikian juga pemahaman sebagian besar dari kita? Lihat Mat. 11:14, 17:11-13.

Karena saya masih bingung tentang hal tersebut, saya memutuskan untuk berdoa dan langsung menanyakan hal itu kepada Tuhan: "Tuhan, benarkah bahwa harus datang nabi Elia yang akan mempersiapkan kedatangan-Mu yang kedua?" Tidak berapa lama kemudian, Tuhan menjawab doa tersebut, dan jawaban Tuhan itu sungguh membuat saya kaget. Ia menjawab demikian: "kamulah Elia itu." Saya langsung mencatat jawaban itu di hp saya, dan catatan itu menunjukkan jawaban itu adalah pada 30 mei 2015, pk. 8:43. Dan jawaban tersebut mengingatkan saya pada dialog dan pengutusan yang saya terima dari Tuhan sejak 2009. 
Tentunya banyak pembaca tidak akan mudah memahami kenapa Tuhan menjawab doa saya seperti itu, karena itu ijinkan saya menceritakan latar belakang religius saya dan juga panggilan yang saya terima dari Tuhan sejak 2009.

Latar belakang
Mungkin sebagian pembaca mengira bahwa latar belakang saya adalah sejenis aliran karismatik atau pentakosta. Tapi dugaan itu tidak benar, saya dibesarkan di salah satu gereja reformed Calvinis kulturalis (saya kira lebih baik tidak saya sebutkan nama gereja kami). Meskipun selama beberapa saat dalam kurun waktu 2007-2009 saya akui bahwa saya agak sering keluyuran ke gereja-gereja karismatik tapi sejak november 2009 saya membulatkan hati untuk kembali ke gereja asal saya, dan sampai kini saya masih melayani sebagai seorang penatua sejak 2013.
Karena latar belakang gereja reformed yang cenderung rasional tersebut, maka saya sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam karunia-karunia yang wajar bagi seorang karismatik seperti bahasa lidah, nubuat atau menyembuhkan orang. Justru saya lebih suka hal-hal saintifik seperti gravitasi dan kosmologi, dan bahkan pernah memperoleh beasiswa dari pemerintah Rusia untuk belajar gravitasi di Moskow dari tahun 2008-2009, meskipun tidak selesai.  Dari latar belakang tersebut, mungkin pembaca dapat memahami bahwa saya sendiri juga terkaget-kaget waktu Tuhan berkenan memanggil saya menjadi hamba-Nya, karena dari sudut pandang spiritualitas, tampaknya saya minus karunia-karunia seperti itu.
Meskipun beberapa tahun ini saya mendalami teologia di salah satu seminari karismatik di jawa timur, tapi itu justru karena saya ingin memahami bagaimana orang bisa memperoleh karunia karunia tersebut, jadi bukan karena ingin pindah gereja.

Pulang ke jakarta
Cerita saya dimulai di Moskow sekitar bulan mei 2009, waktu itu saya sudah sekitar lima bulan menempuh studi gravitasi dan kesan saya studi ini agak membosankan karena melulu teoretis. Tidak pernah dibahas di kelas hal-hal yang menantang seperti lubang cacing (wormhole) atau antigravity, dan juga tidak pernah dibahas kaitan antara kosmologi dan penciptaan. Saya sampai di satu titik buntu (cul de sac), karena beasiswa tidak kunjung turun, sementara dana dari sumber-sumber lain sulit diharapkan. 
Jadi suatu sore, saat itu hujan gerimis, saya duduk di pojok salah satu kapel gereja di Moskow dan berdoa,"Tuhan, tunjukkanlah jalan yang Kaukehendaki. Sepertinya jalan yang saya tempuh untuk studi tingkat doktoral ini bukan jalan yang tepat. Dan jika Engkau melepaskan saya dari berbagai persoalan yang saya hadapi, maka saya akan mengabdikan diri saya untuk melayani Engkau." Waktu itu saya belum dapat mendengar jawaban doa secara langsung dari Tuhan, jadi tidak ada jawaban apa-apa.
Akhirnya, setelah menyelesaikan ujian-ujian satu semester itu, saya memutuskan untuk pulang. Waktu pulang ada kisah yang cukup unik. Waktu itu saya mencari tiket Moskow-Jkt tidak ada, yang ada hanya Moskow-Abu Dhabi-Singapore dan disambung Sing-Jkt. Ada saudara yang mau membantu membeli tiket pulang, tapi uang yang dikirim pas untuk beli tiket Moskow-Sing. Untungnya saya masih ada sisa kiriman dari kenalan saya Prof. Florentin Smarandache sebesar $100. Ketika di agen, saya tanya berapa harga tiket Sing-Jkt, jawabnya sekitar $85, jadi saya memberanikan diri untuk pulang dengan uang $100 di saku.
Besoknya saya berangkat dari Moskow dan esoknya sampai di Singapore, lalu saya pergi ke loket AirAsia, ternyata harga tiket ke jkt $105. Oh sial, pikir saya, uang saya kurang $5. Padahal di tabungan BCA saya tidak ada lagi uang. Saya terus berjalan mondar-mandir sambil menyeret koper saya mirip orang kesasar. Sambil berjalan saya berdoa: "Tuhan tolonglah, saya tidak mau terdampar di bandara Changgi." Terus saya berjalan ke mesin atm cirrus, dan memasukkan kartu atm bca saya, tapi tidak ada uang keluar. (ya memang tabungan sudah saya pakai semua di moskow) Terus saya berjalan keliling bandara Changgi sambil berdoa lagi dalam hati, dan untuk kedua kali saya masukkan kartu atm saya. Tidak ada apa apa.
Kemudian saya berjalan keliling sekali lagi, sambil berdoa sungguh-sungguh: "Tuhan tolonglah, saya tidak mau tersangkut di Changgi sini." Lalu saya memberanikan diri untuk mencoba sekali lagi memasukkan kartu atm bca saya ke mesin cirrus, dan puji Tuhan, dari mesin itu keluar uang pas $5. Jadi saya bisa beli tiket pulang ke jkt. Memang peristiwa uang $5 yang aneh itu tidak sebesar mukjizat air menjadi anggur yang dibuat Yesus, tapi bagi saya itu merupakan suatu tanda bahwa kepulangan saya ke Indonesia memperoleh perkenan dari Tuhan.

Panggilan untuk melayani
Setelah saya kembali ke jakarta, saya bekerja di perusahaan kakak saya. Saya bekerja dengan tenang dari juni sampai oktober. Tapi suatu malam di bulan oktober, sekita pukul 23 saya merasakan nyeri yang hebat di dada kiri. Karena ayah saya meninggal karena serangan jantung, saya jadi terpikir bahwa kali itu saya juga akan meninggal. Karena itu saya berdoa: "Tuhan jika Engkau berkenan, tolong angkat rasa nyeri dari dada kiri saya." Tapi kemudian saya mendengar jawaban samar-samar dalam doa saya: "Dosamu terlalu banyak. Besok pagi kamu mesti temui pendeta untuk didoakan." Jadi keesokan harinya, saya memutuskan untuk ijin dari bekerja dan minta diantarkan ke seorang pendeta di daerah tangerang. Setelah bertemu pak pendeta saya menyatakan maksud saya, dan pendeta itu menyarankan saya untuk ikut doa pelepasan. Lalu saya setuju. Tapi pak pendeta mengatakan bahwa saya mesti berpuasa dulu semalam, dan besok baru dilayani. Jadi saya pulang dan puasa dari jam 22.00 sampai besok siangnya. 
Besok paginya, saya diminta mengisi cek list sebanyak 4-5 lembar, yang intinya saya mesti mengakui semua dosa saya. Setelah saya isi semua cek list tersebut, pak pendeta lalu mendoakan saya dengan tumpang tangan. Setelah itu saya diminta berdoa sendiri. Saya berdoa sendiri kira-kira 15 menit, lalu ada semacam suara yang menegur saya: "Victor Christianto, apakah engkau mengasihi Aku?" Lalu saya menjawab: "Ya Tuhan, Engkau tahu bahwa saya mengasihi-Mu." Lalu Tuhan menjawab: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." 
Pertanyaan sama diulangi tiga kali, lalu saya membatin, apakah saya sudah berkhianat seperti Petrus, sampai Tuhan menanyakan pertanyaan tersebut tiga kali. 
Kemudian saya ceritakan tentang dialog tersebut kepada pendeta yang melayani saya doa pelepasan, dan beliau menjawab bahwa kemungkinan saya memang dipanggil secara khusus untuk melayani Tuhan sebagai hamba-Nya. Selama beberapa hari berikutnya saya menggumuli apakah makna panggilan Tuhan Yesus tersebut, dan memang Tuhan sering memberitahukan kehendak-Nya dalam doa khususnya waktu malam. Di antara beberapa tugas pelayanan yang diberikan Tuhan Yesus kepada saya antara lain:
(1) kedatangan Yesus sudah semakin dekat, dan Tuhan ingin saya membantu gereja-gereja di seluruh dunia mempersiapkan diri dalam menyongsong kedatangan-Nya yang kedua kali.
(2) karena waktu-Nya semakin dekat, Tuhan ingin saya memberikan waktu saya secara penuh untuk melayani Dia. (karena itu lalu saya memutuskan untuk mundur dari pekerjaan)
(3) Tuhan Yesus ingin saya mulai melayani di gereja asal saya tempat saya dibesarkan. (karena itu mulai november 2009 saya memutuskan untuk pulang ke kota asal saya)
(4) Tuhan Yesus juga ingin saya membantu gereja-gereja dalam menghadapi anti-Kristus yang kian besar pengaruhnya.

Waktu saya dipanggil itu, sejujurnya saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali. Tapi berangsur-angsur Tuhan memimpin saya untuk menulis berbagai artikel blog dan juga panduan untuk membantu orang bertobat (http://www.twelvegates.tk). Artikel-artikel blog yang saya tulis tersebut kini sudah dibendel menjadi 3 buku dan diterbitkan oleh sebuah penerbit kristen di jerman pada tahun 2013 dan 2014 yang lalu (Blessed Hope Publishing). Buku-buku tersebut dapat dipesan di www.morebooks.de
Selain itu, atas dorongan seorang pendeta emeritus yang saya temui awal tahun 2011, saya kemudian memutuskan untuk mengikuti pendidikan formal teologi, dan saya memilih program pasca sarjana di sebuah seminari teologi. Dan puji Tuhan, saya telah menyelesaikan pendidikan tersebut pada tahun 2014. Namun, apa langkah selanjutnya yang Tuhan ingin saya kerjakan masih banyak yang misteri bagi saya, dan saya hanya berusaha menjalani hidup saya hari demi hari. Meskipun demikian, saya berusaha tetap menulis baik paper, buku maupun artikel blog untuk membantu gereja-gereja mempersiapkan diri dan menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali.
Singkat kata, saya memang tidak dapat memverifikasi kisah pendeta yang kabarnya menjumpai seorang malaikat yang diutus ke Nigeria (yang saya posting di artikel berjudul "warning", lihat http://sabdaspace.org/warning). Tapi satu hal yang bisa saya pastikan, yaitu kedatangan Yesus sudah amat dekat, dan hari kemurkaan Bapa itu sudah di ambang pintu. Berbahagialah Anda yang tidak terlalu santai seperti hamba yang malas, karena jika demikian maka Anda akan dihukum berat. 
Usahakan untuk berbicara tentang Yesus setidaknya kepada 3 orang dalam sehari, mulailah dari keluarga dan sahabat-sahabat Anda.

Yoh. 9:4
"Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja."

Kesimpulan
Untuk menutup artikel ini, ada tiga kesimpulan yang kiranya bisa ditarik, sbb:
(1) untuk menjawab orang-orang yang berpendapat bahwa hari Tuhan sudah dekat jika Elia sudah datang, jawabannya adalah: "hari ini nats Maleakhi 4:5 itu sudah digenapi." Elia itu memang sudah datang, dan dialah yang menulis artikel ini.
(2) hari kedatangan Yesus yang kedua kali itu sudah sangat dekat, meskipun tidak seorangpun yang tahu kapan tanggalnya. Memang ada yang mengatakan bahwa anti-Kristus itu belum muncul, juga si pembinasa keji belum menguasai Bait Suci, tapi tanda-tanda lainnya sudah berlimpah. Jadi pesan utama yang perlu disampaikan adalah bahwa: semua orang baik Kristen maupun bukan Kristen mesti bersiap-siap menghadapi hari Penghakiman Terakhir, ketika orang-orang benar akan mendapat bagiannya dalam hidup yang kekal, dan orang-orang jahat akan mendapat hukuman kekal. (Mat. 25)
(3) kalau ada yang menanyakan perasaan saya, sesungguhnya jika waktu masih memungkinkan dan saya boleh memilih, saya lebih suka menjadi pendeta jemaat biasa saja, daripada harus memikul tanggung jawab yang berat untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali. Saya sendiri bukan siapa-siapa dan sama sekali tidak layak untuk tugas sebesar ini, dan sampai sekarang saya masih terus mencari cara yang lebih baik untuk menunaikan tugas tersebut. Namun saya sudah menulis panduan untuk membantu orang bertobat dalam lebih dari 30 bahasa di dunia, dan dapat dilihat di http://www.twelvegates.tk). Dari apa yang Tuhan ajarkan, itulah yang dimaksud dengan dua belas pintu gerbang dalam kitab Yesaya 45:1 karena itu situs tersebut saya beri nama "Twelve Gate."

"Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, ... supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup" (Yes. 45:1)

Demikianlah penjelasan sederhana yang bisa saya tuliskan, kiranya dapat membantu siapa saja yang memang ingin menyongsong hari Tuhan yang dahsyat dan besar tersebut. (Mal. 4:5) Dan saya akan sangat gembira jika ada hal-hal lain yang perlu dijelaskan sehubungan dengan tugas pelayanan untuk menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali tersebut. 

Akhir kata, mohon maaf apabila saya tidak dapat menulis secara lebih meyakinkan lagi tentang peringatan kedatangan Tuhan yang kedua kali. Tuhan menyertai Anda semua. Soli Deo gloria. Amin.

Note: jika ada komentar dan saran, silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

Versi 1.0: 1 juni 2015 pk. 14:29, versi 1.1: 27 agustus 2016 pk. 17:45
VC

Note: perkenankan saya menyampaikan banyak terimakasih kepada beberapa hamba Tuhan yang telah saya ajak bertukar pikiran dan sharing wawasan mengenai panggilan pelayanan saya, di antaranya: Pdt. Purbaya W. Susilaradeya (2009), Pdt. Emeritus Andi Soedjono (2009, 2014), Pdt. Budisatyo Tanuharjo (2009-2010), Pdt. Emanuel Kuswanto (2009-2015) dll. Meskipun memang tidak semua menyetujui penafsiran saya terhadap panggilan Tuhan tersebut, namun secara umum mereka semua cukup demokratis. Juga banyak terimakasih kepada Prof. Florentin Smarandache , David Kermite dan Yunita Umniyati yang telah banyak membantu saya semasa studi di Moskow. Tuhan sendiri kiranya yang akan membalas kebaikan mereka. Terimakasih juga kepada saudara-saudari saya yang telah banyak membantu selama saya studi teologi di malang. 

Publikasi:
(1) blog: http://sabdaspace.org/warning
(2) blog: http://sabdaspace.org/tanda
(3) blog: http://www.sabdaspace.org/sangkakala

Rabu, 17 Agustus 2016

Al-Salafi

Teks: Yohanes 8:32
"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 

Caution: the following article may be disturbing. Reader's discretion is advised.

Shalom, selamat pagi saudaraku. Sejauh yang saya amati, sebagian besar umat muslim tidak mau diasosiasikan dengan sepak terjang ISIS di Timur Tengah. Sebagian lagi masih ragu-ragu, dan hanya sebagian kecil yang bersimpati kepada mereka atau mau mengakui bahwa ISIS adalah bagian dari umat muslim. Setidaknya demikianlah hasil survei yang dilakukan oleh Pew Research Centre bulan november lalu di 11 negara.(15)
Dalam konteks ini, sore kemarin (11/8/2016) saya melihat berita baris di salah satu televisi nasional yang mengutip pernyataan Donald Trump bahwa Hillary dan Obamalah yang menciptakan ISIS. Lihat (13).
Meskipun saya tidak terlalu mendalami soal-soal politik, berita baris itu sungguh mengusik pikiran saya. Seberapa jauh elemen kebenaran dalam pernyataan demikian? 
Sebelum saya melanjutkan artikel ini, perlu diberikan catatan awal:
a. Artikel ini masih bersifat hipotetis, dan bukan kajian mendalam tentang geopolitik atau geostrategi atau politik luarnegeri AS. Lihat misalnya (10)(11).
b. saya bukan ahli politik dan artikel ini tidak dimaksudkan sebagai dukungan terhadap pencalonan Trump sebagai kandidat presiden Amerika. 
c. Dalam artikel ini tidak akan dibahas kelebihan dan kekurangan masing-masing kandidat tersebut. Jika Anda ingin membaca suatu ringkasan tentang dua kandidat presiden Amerika, lihat artikel menarik yang ditulis oleh Ekaputra Tupamahu, kandidat doktor yang sedang menempuh studi di AS (18).
Maksud tulisan ini hanya ingin menyingkap sepercik kebenaran di antara tumpukan dusta, sebagaimana salah satu pepatah jurnalisme mengatakan: jangan hanya membaca apa yang tersirat ("read between the lines"), namun belajarlah membaca di antara kebohongan ("read between the lies").

3 pernyataan 
Sejauh yang saya ikuti dalam beberapa bulan terakhir ini, ada 3 pernyataan dari sumber-sumber yang berbeda yang tampaknya berada satu garis dengan pernyataan Trump tersebut:
a. Pernyataan Yousaf Al-Salafi: dalam suatu rangkaian interogasi, salah satu pimpinan ISIS di Pakistan baru-baru ini menyatakan bahwa mereka menerima dana secara teratur dari pemerintahan AS, dan mereka dibayar sekitar $600 untuk setiap orang yang mereka rekrut untuk ISIS.(2)
b. Pernyataan John Brennan, Direktur CIA: bahwa ISIS adalah hasil rekayasa CIA yang kemudian lepas kontrol. Sayangnya link ke berita tentang ini semuanya sudah dihapus atau menjadi broken link. Yang masih belum terhapus adalah pernyataan Brennan membantah Obama yang menyatakan bahwa kekuatan ISIS melemah. (6)
c. Laporan rahasia Pentagon: menyatakan bahwa ISIS diciptakan oleh AS dengan tujuan menggoyang pemerintahan resmi Suriah. (3) Di sisi lain, ada laporan investigatif yang menyatakan bahwa Joint Chief of Staff dari Pentagon memberikan laporan intelijen secara berkala kepada Presiden Suriah, berlawanan dengan rencana Obama. (7)
Meskipun laporan resmi dari Obama administration selalu membantah adanya hubungan atau dukungan langsung terhadap aktivitas ISIS, namun ketiga poin di atas tampaknya menguatkan sinyalemen Prof. Tim Anderson bahwa memang Washington mendukung ISIS (17). Dalam artikelnya, Prof. Tim Anderson antara lain menulis: "In 2006, as al-Baghdadi and others were released, the Bush administration announced its plan for a ‘New Middle East’, a plan which would employ sectarian violence as part of a process of ‘creative destruction’ in the region." (17)

Catatan
a. Jika ketiga pernyataan di atas dilakukan cek silang, maka ada cukup alasan untuk mengatakan bahwa meskipun retorika Donald Trump sering agak sembrono, namun dalam konteks pernyataan tentang ISIS (13), tampaknya ada elemen kebenaran dalam pernyataan tersebut. Namun demikian, memang ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, misalnya: 1. Benarkah Hillary ikut berperan dalam merancang ISIS sebagai bagian dari kebijakan Luar Negeri AS di Timur Tengah, khususnya waktu ia menjabat sebagai Menlu AS?, 2. Apakah memang ISIS merupakan produk CIA yang lalu lepas kendali, atau apakah sampai sekarang mereka terus bekerja di bawah instruksi dari Obama Administration?, 3. Apa saja rencana ISIS ke depan dalam konteks Asia Tenggara? Kiranya pertanyaan-pertanyaan ini merupakan bagian dari analisis politik dan intelijen Kemenlu.
b. Kepada saudara-saudara sesama Kristen, sebaiknya jangan menyamaratakan bahwa semua umat muslim berpandangan radikal seperti ISIS. Sebaliknya, rekan-rekan muslim juga jangan "menggebyah-uyah" bahwa semua orang Kristen sepaham dengan kebijakan luar negeri Obama administration. Ada indikasi yang menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Obama administration banyak dipengaruhi oleh Dr. Zbigniew Brzezinski, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pandangan kristiani (12). Dalam pidatonya sekitar tahun 2007, sebelum terpilih menjadi presiden, Obama memuji Brzezinski dengan kalimat berikut: “he is one of our most outstanding scholars, one of our most outstanding thinkers”... "has proven to be an outstanding friend and somebody who I have learned an immense amount from” (12). Lihat juga (14).
c. Sekali lagi, saya bukan ahli intelijen atau ahli politik, jadi saya sama-sekali tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Namun mengingat bahwa ISIS telah menyatakan perang di websitenya terhadap Malaysia dan Indonesia (9), maka sudah selayaknya badan penanggulangan terorisme (BNPT) melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap ancaman ISIS tersebut, juga terhadap organisasi-organisasi yang berafiliasi dengannya, seperti misalnya Katibah Nusantara. Lihat (8). (Catatan: Katibah Nusantara jelas berbeda dengan gerakan "Islam Nusantara" yang diprakarsai NU.)
d. Kalau melihat sepak terjangnya akhir-akhir ini, setelah berhasil mengacaukan seluruh Timur Tengah tampaknya ISIS akan berusaha menciptakan khaos di Eropa dan juga Asia Tenggara. Itulah yang tampaknya terjadi dengan berbagai serangan di Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Dan bisa jadi mereka akan berusaha melakukan eskalasi serangan di Eropa dalam bulan-bulan ke depan.
e. Ada kemungkinan bahwa ISIS akan meningkatkan serangan ke Barat, seperti disinyalir oleh John Brennan, Direktur CIA (4)(5). Jika hal ini terus terjadi dan tidak dihentikan, maka mungkin itulah yang dimaksud dengan masa Tribulasi (The Great Tribulation).

Penutup
1. Tampaknya ada alasan yang cukup untuk menduga bahwa Obama administration sedang menjalankan kebijakan destruksi kreatif di Timur Tengah sebagaimana yang mereka telah lakukan di Balkan, mungkin atas nasehat Brzezinski (10). Dan kini tampaknya kebijakan destruksi kreatif itu mulai diarahkan ke Eropa Barat dan Asia Tenggara.
2. Secara teologis dan filosofis, kebijakan destruksi kreatif (atau dalam motto: "Creating order out of chaos") dapat dipertanyakan kebenarannya. Lihat (19). Istilah tersebut menjadi populer dalam dunia ilmiah melalui buku Ilya Prigogine & Isabelle Stengers (20). Mungkin saja fenomena termodinamika non-ekuilibrium membenarkan konsep "order out of chaos" namun hal ini tidak dapat begitu saja diterapkan ke wilayah sosial dan politik. Apalagi menjadi kebijakan luar negeri suatu negara untuk merusak wilayah lain.
3. Sekali lagi, memang artikel ini hipotetikal dan mungkin kurang mempertimbangkan dimensi geopolitik secara komprehensif, namun pesan utama di sini adalah supaya BNPT lebih antisipatif terhadap  kiprah ISIS di Indonesia khususnya, dan Asia Tenggara umumnya.

Versi 1.0: 11 Agustus 2016, pk. 21:45, versi 1.1: 14 agustus 2016, pk. 16:08
VC

note: terimakasih kepada Daniel atas saran-sarannya.

Referensi:
(1) Pamela Geller & Robert Spencer. The post-American presidency: The Obama Administration's war on America. New York: Threshold Editions, 2010
(2) http://nesaranews.blogspot.co.id/2016/07/isis-we-are-being-funded-by-obama.htm
(3) http://www.zerohedge.com/news/2015-05-23/secret-pentagon-report-reveals-us-created-isis-tool-overthrow-syrias-president-assad
(4) http://econlog.econlib.org/archives/2016/06/brennan_admits.html
(5) https://theconservativetreehouse.com/2016/06/16/cia-director-brennan-says-trump-is-right-isis-attempting-u-s-infiltration-via-refugees/
(6) http://www.rushlimbaugh.com/daily/2016/06/16/cia_director_contradicts_obama
(7) http://thefreethoughtproject.com/white-house-cia-supply-terrorists-weapons-topple-assad-u-s-military-feeds-syrian-govt-intel-isis/
(8) https://www.intelijen.co.id/katibah-nusantara-sayap-melayu-isis-dan-ancaman-bagi-asia/
(9) http://news.asiaone.com/news/malaysia/declares-war-malaysia-and-indonesia
(10) Vassilis Fouskas. Zones of conflict: US foreign policy in the Balkans and the greater Middle East. Sterling: Pluto Press, 2003.
(11) Yakub Halabi. US foreign policy in the Middle East. Surrey: Ashgate Publishing Limited, 2009.
(12) Bruno Adrie. In the Foreign Policy Shadow of Dr. Brzezinski: Obama, Islamic Fundamentalism, and Russia. Part I. Global Research, Oct. 2015. Url: http://www.globalresearch.ca/in-the-foreign-policy-shadow-of-dr-brzezinski-obama-islamic-fundamentalism-and-russia/5485727
(13) Binoy Kampmark. Donald Trump and the ISIS factor. Global Research, August 13th, 2016. Url: http://www.globalresearch.ca/donald-trump-and-the-isis-factor/5540902
(14) http://www.hoefgeest.nl/temp/ObamaMSNBC.pdf
(16) Jacob Poushter. Nov. 15, 2015. Url: http://www.pewresearch.org/fact-tank/2015/11/17/in-nations-with-significant-muslim-populations-much-disdain-for-isis/
(17) Prof. Tim Anderson. The Dirty War on Syria: Washington supports the Islamic State (ISIS) - the evidence. Global Reseearch, December 29th 2015, url: http://www.globalresearch.ca/the-dirty-war-on-syria-washington-supports-the-islamic-state-isis/5494957
(18) Ekaputra Tupamahu. Quo Vadis Amerika? Url: http://www.satuharapan.com/read-detail/read/quo-vadis-amerika
(19) http://www.zerohedge.com/news/2014-08-15/order-out-chaos-doctrine-runs-world
(20) Ilya Prigogine & Isabelle Stengers. Order out of chaos. New York: Bantam books, 1984.

-------
Komentar dari Dr. David Widihandojo, Pascasarjana UKDW

Menghadapi Kebenaran Membutuhkan Keberanian dan Kejujuran Namun Menyuarakan Kebenaran Membutuhkan Keberanian dan Kejujuran Yang Jauh Lebih Besar Lagi” Confucius

Dear Victor,
Apa yang yang anda kemukakan dalam Speak the Truth to Power bukan sesuatu yang baru. Jika anda ikuti issues politik global masalah ini sudah cukup lama bahkan juga sudah ada hasil penelitian serta buku yang diterbitkan. Namun kita di Indonesia memang cenderung tertinggal jauh – saya tidak tahu mengapa bukankah information just on the finger tip? – bahkan surat kabar dan majalahpun tidak ada yang memberitakannya.

Pengakuan gamblang Hillary dalam 2 wawancara yang terpisah dan penjelasan Putin tentang lahirnya Al Qaeda dan ISIS di Valda Discussian Group, 2014 (www.youtube.com/ watch?v=OQuceU3x2; www.youtube.com/watch?v=PJLR1LhxiN0; www. youtube.com/ watch?v=0zGbhffOxhM) menunjuk keterlibatan US dalam melahirkan Taliban, Al Qaeda dan ISIS. Menurut Putin dan berdasarkan berbagai sumber, ISIS terdiri dari serdadu bayaran (mercenaries) Amerika yang bertujuan menggoyang kekuasan rejim-rejim Islam Timur Tengah karena itu Hillary marah besar sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas sebagai seorang pejabat se-level US State Secretary karena koalisi militer Suriah, Rusia dan China menghancurkan basis-basis ISIS di Suriah dan Irak yang mengakibatkan ratusan tentara bayaran dan pelatih militer US menjadi korban.

Sumber lain yang lebih meyakinkan karena berdasarkan penelitian/studi yang mendalam adalah buku Anand Gopal, No Good Among the Living - video Anand Gopal di Henry Wallace National Security Forum dengan judul How US Created Taliban and Al Qaeda dapat anda saksikan di www.youtube.com/watch? v=xYEBX6UlBLU. Dalam bukunya Gopal mengemukakan berbagai data temuannya yang menunjukkan adanya aliran dana, senjata dan keterlibatan pelatih militer US di Taliban dan Al Qaeda.  Studi yang lebih serius  dilaku - kan oleh Garikai Chengu, peneliti universitas Harvard, dalam America Created Al Qaeda and ISIS Terror Group, yang pada akhir tulisannya menyimpulkan bahwa:  

 “The so-called “War on Terror” should be seen for what it really is: a pretext for maintaining a dangerously oversized U.S. military. The two most powerful groups in the U.S. foreign policy establishment are the Israel lobby, which directs U.S. Middle East policy, and the Military-Industrial-Complex, which profits from the former group’s actions. Since George W. Bush declared the “War on Terror” in October 2001, it has cost the American taxpayer approximately 6.6 trillion dollars and thousands of fallen sons and daughters; but, the wars have also raked in billions of dollars for Washington’s military elite.
In fact, more than seventy American companies and individuals have won up to $27 billion in contracts for work in postwar Iraq and Afghanistan over the last three years, according to a recent study by the Center for Public Integrity. According to the study, nearly 75 per cent of these private companies had employees or board members, who either served in, or had close ties to, the executive branch of the Republican and Democratic administrations, members of Congress, or the highest levels of the military.
In 1997, a U.S. Department of Defense report stated, “the data show a strong correlation between U.S. involvement abroad and an increase in terrorist attacks against the U.S.” Truth is, the only way America can win the “War On Terror” is if it stops giving terrorists the motivation and the resources to attack America. Terrorism is only the symptom, while American imperialism  is the cancer...............” (www.globalresearch.ca/america-created-al-qaeda-and-the-isis-terror-group/ 5402881).

Chengu menunjuk permainan politik (political game) elit politik US yang melahirkan War on Terror dimana terorisme sengaja diciptakan oleh Military—Industrial-Complex US demi kepentingan komersial, dan George Bush berperan sebagai “executive” industri militer US yang mendatangkan duit. Ini menunjukkan betapa tidak sehatnya politik US yang sepenuhnya merupakan arena bermain pemilik modal. Mereka demi kepentingan komersial -nya tidak peduli ribuan nyawa putra-putra US serta kebangkrutan negaranya. Ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Joseph Stiglitz, Nobel Laureates dan guru besar universitas Columbia, dalam The Price of Inequality yang menunjuk bahwa demokrasi US hanya meng -untungkan segelintir elit dan menciptakan kepincangan sosial yang parah yang berakibat dengan kebangrutan negara. Juga oleh Daniel A Bell, guru besar universitas Princeton, dalam China Democracy & Meritocracy, yang melihat bahwa demokrasi liberal US hanya bekerja demi kepentingan elit bisnis sehingga tidak mampu melahirkan pemimpin negara yang sepenuhnya bekerja bagi kepentingan rakyat dan negaranya. Bagi Bell sistem politik China adalah sebuah demokrasi yang jauh lebih baik karena seleksi pemimpin dilakukan sepenuhnya berdasarkan prinsip meritokrasi bukannya kampanye politik. Kesimpulan Bell ini menggarisbawahi kesimpulan Loretta Napoleoni, guru besar universitas Cambridge, dalam Maonomics: Why China Create Better Capitalism than Us: ”Here we arrive at the heart of the problem if we estimate of the Chinese population’s lack of political freedom, once again it is the fruit of conceptual misunderstanding.”    

Jadi selain terorisme juga perlu dikritisi apa yang dikemukan Prof Joseph Nye aebagai upaya US untuk me-liberalisasi politik dan ekonomi semua negara di dunia ini. Prof. Joseph Nye dalam the American Century is Over mengemukakan adalah kebijakan US untuk memper -lemah negara-negara lain demi mempertahankan dominasi globalnya. Nye mengungkapkan keberhasilan US melemahkan Russia melalui Glasnost dan Perestroika dan Jepang dengan memaksakan kebijakan moneter yang melumpuhkan kemampuan ekonominya. Akibatnya Russia berhenti pertumbuhan ekonominya dan Jepang terjebak kedalam stagnasi ekonomi yang akut. Namun US gagal memperlemah China karena sistem politik China begitu kokoh dan tidak mudah disusupi. Para petinggi politik China tegas menolak tekanan US untuk menerapkan demokrasi liberal model Barat serta liberalisasi moneter model IMF/World Bank serta konsisten berjalan dengan sistem dan model pembangunan yang diciptakan sendiri. 

Liberalisasi politik atau dikenal sebagai demokratisasi di negara sedang berkembang selalu berakhir dengan macetnya pembangunan, makin lebarnya jurang kaya dan miskin, stagnasi ekonomi, terbelahnya masyarakat, negara terjebak kedalam pertarungan politik yang akut. Sedangkan liberalisasi ekonomi menjebak negara kedalam lumpur hutang dan dibawah tekanan kapitalisme global. Dalam situasi semacam ini maka yang sukses adalah dominasi kapitalisme global dan langgengnya hegemoni imperialisme US. Inilah nasib negara-negara di Timur Tengah dan seluruh  negara-negara sedang berkembang yang pro Barat di Asia.  Seandainya – jika saja kita boleh berandai-andai – ditahun 1997 China melangkah ke demokrasi politik karena memenuhi tuntutan para mahasiswa naif di Tiananmen dapat dipasikan saat ini China adalah eksportir tenaga kerja murah yang terbesar di dunia bersaing dengan India, Bangladesh, Filipina dan Indonesia. Para demokrat fundamentalis tidak mampu melihat secara jernih bahwa kebebasan dari kemiskinan adalah hak yang sangat mendasar bagi eksistensi seorang manusia, seorang warga negara, dan kehadiran strong state  sangat essensial bagi sebuah bangsa untuk melewati transisi keluar dari jebakan kemiskinan dan middle income trap, dua bottle neck yang sangat serius, berbahaya dan mengancam negara yang sedang bertumbuh. Jika negara gagal melewati transisi ini maka akan terjebak kedalam stagnasi ekonomi dan lumpur kemiskinan yang akut. 

US adalah adikuasa di abad 19 dan 20 dengan mindset sama yang dimiliki Gaius Julius Caesar 2000 tahun yang lalu yaitu untuk mempertahankan hegemoninya bertumpu sepenuhnya pada kekuatan militer, tekanan politik dan membentuk sekutu (allies). Namun dalam konteks kapitalisme global akhir abad 20 dan diabad 21, strategi ini sudah tidak tepat lagi sehingga dengan cepat dominasi US melemah secara signifikan, kemampuan militernya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri karena menggerogoti kemampuan finansialnya sehingga kebijakan politik destruktifnya tidak berjalan sukses. Ini nampak jelas dari kasus AIIB dan One Road & One Belt. Dimana para sekutu US membangkang dan berbalik mendukung China, dimulai dengan Inggris kemudian diikuti Jerman, Perancis, Australia, Canada dan Israel berbondong-bondong mendukung China mendirikan AIIB, padahal AIIB didirikan dengan tujuan untuk mengimbangi IMF/World Bank, dimana US memegang peran dominan. Kemudian, mereka juga berbondong-bondong mendukung pembentukan Silk Road Fund untuk membiayai proyek raksasa China One Road & One Belt yang mempersatukan Eropa, Asia dan Afrika melalui jaringan infrastruktur yang kompleks. Dengan demikian terbentuk sebuah pasar bersama raksasa yang menyatukan 3 benua. Ini berarti posisi ekonomi US tidak dominan lagi,  pasar utama dunia beralih ke Erasia. Selain itu strategi containment US kepada China di Pasifik melalui kebijakan Obama dan Hilary yaitu Pivot Asia dan Trans Pacific Partnership tumpul karena posisi negara-negara Pacific menjadi minor.     

Bagi Indonesia saat ini penting untuk mandiri demi memanfaatkan perubahan percaturan politik global yang multi polar namun hal ini membutuhkan kehadiran sebuah strong state yang dapat mengarahkan seluruh enerji untuk bangkit, untuk melindungi kekayaan negara dari berbagai kebocoran, untuk memanfaatkan kehadiran pasar raksasa Erasia, mematah -kan communism phobia dan mengajak seluruh anak bangsa ini ke wawasan berpikir dan bertindak yang pragmatist-realist. Khusus, bagi mereka kaum Kristiani, sungguh saya amat merindukan mereka memiliki kedewasaan iman, kematangan pribadi dan kebijaksanaan intelektual Dr. J. Verkuyl, theolog, yang secara jernih dapat melihat dan menulis:”…..dikubu Komunisme terletak dosa-dosa gereja…….” 

Salam,

David Widihandojo
22/08/2016

Sabtu, 06 Agustus 2016

A new book: Christology Reloaded

Yes, you are right: I am a fan of The Matrix Trilogy movies. And I just completed a new book, inspired in part by that movie. But not only that, I am also inspired by a book written by Chris Seay, with title: The Gospel Reloaded. It is full of new thought provoking ideas based on The Matrix. The basic idea of this book is that it is possible to develop a new cosmology model inspired by Cosmic Christology. In other words, Christology is not a separate matter from science.
From Christology as starting point, I began to develop various approaches based on wave physics, which I call: “fractal vibrating string.” Through this new cosmology model, I wish to offer a new path for dialogue between science and theology. Moreover, it offers a new and fresh approach to understand the bible in this modern age. I sincerely hope that you will like this new path, as I like it very much.

Grab the book now at: https://www.researchgate.net/publication/305603620_Christology_Reloaded_Selected_Papers_2010-2016

Sabtu, 02 Juli 2016

DNA Decipher Journal

Dear all readers,
Our new paper has been published by DNA Decipher Journal last week.
This paper discusses non-particle view of DNA, based on the research by Prof. Luc Montagnier, a Nobel laureate for his discovery of HIV virus.
See below.
VC
-------

DNA Decipher Journal has just published Volume 6 Issue 2 entitled "On Genetic Code, Origin of Life & Wave View of DNA" at

http://dnadecipher.com/index.php/ddj/issue/view/18

We invite you to review the Table of Contents here and then visit our journal website to review articles and items of interest. Thank you.

Sincerely,

Huping Hu & Maoxin Wu
DNADJ Editors
QuantumDream, Inc.

DNA Decipher Journal
Vol 6, No 2 (2016): On Genetic Code, Origin of Life & Wave View of DNA
Table of Contents
http://dnadecipher.com/index.php/ddj/issue/view/18

Articles
--------

On the Representations of Genetic Code by Dark Nuclear Strings in TGD Framework
   Matti Pitkanen

Report
--------

One Step Closer to Understanding the Origins of Life
   Matti Pitkanen

Exploration
--------

On the Plausible Implications of Gariaev & Montagnier’s Work: Omne Vivum ex Vivo via Crebritudo?
   Victor Christianto,    Yunita Umniyati
On the Replication of Mirror DNA & Chiral Selection
   Matti Pitkanen
Progress on the Notion of Magnetic Body & Metabolism in TGD Framework
   Matti Pitkanen

Scientific God Journal

Dear all readers,
Our two papers have just been published by SGJ, july edition.
See below.
VC
---

Scientific GOD Journal has just published Volume 7 Issue 6 entitled "Religious Pluralism, Proof of God’s Existence & Imagination of World Peace" at http://scigod.com/index.php/sgj/issue/view/66

We invite you to review the Table of Contents here and then visit our journal website to review articles and items of interest. Thank you.

Happy July 4th!

Sincerely,

Huping Hu & Maoxin Wu

SGJ editors
Scientific GOD Inc.

Scientific GOD Journal
Vol 7, No 6 (2016): Religious Pluralism, Proof of God’s Existence & Imagination of World Peace
Table of Contents
http://scigod.com/index.php/sgj/issue/view/66

Essays
--------

A Comparative Study of Cosmology Revealed from Christology and Trinitarian Approaches
   Victor Christianto
Science Proves the Existence of God
   Himangsu S. Pal
Imagining Paradise & World Peace
   Alex Vary

Letter to the Editor
--------

On Hermeneutics & Its Relation to Science
   Victor Christianto

Senin, 23 Mei 2016

Kenosis4mission.tk: e-learning for mission

Today we create www.Kenosis4mission.tk: e-learning for mission.
Our goal is to equip and send more than 10000 laymen missionaries to as many countries as possible, within 3-5 years. The inspiration came from reading Philippians 2:6-11, where Jesus Christ went to this world with weaknesses (kenosis), so we as Christians are called to imitate His kenosis to become Kenotic missionaries in our society, wherever we are.
Thanks to Dr. Wonsuk Ma from Oxford Centre for Mission Studies, Oxford University, for his insightful story on his kenotic mission work in Philippines.
More reflections are to come in the near future. Let us glorify the name of Jesus Christ as Kenotic missionaries in this last hour.

Visit and join for free at: www.Kenosis4mission.tk

24 May 2016
VC

Kamis, 19 Mei 2016

Guide to repent

Dear all people,

If you wish to read a simple guide to help you repent, see the following sites:
http://www.twelvegates.tk
http://guidetorepent.uphero.com
Please copy and distribute these guides to all your friends and relatives. Time is very short.
Return to God, all corners of the world.
Remain blessed in the name of Jesus Christ.

May God be with you,

VC
www.sciprint.org
www.sci4God.com
http://independent.academia.edu/VChristianto
Email: victorchristianto@gmail.com

Jumat, 29 April 2016

Calling all stations

Calling all stations
Introduction to The Johannine Cosmology

Text: John 1:1-18

Prologue
Science has become a religion of its own. Universities and colleges all around the world are its temples where people come to worship the "gods" of science. For example, the "gods" in physics include Planck, Einstein, Bohr, Schrodinger, Dirac, Heisenberg etc. There were many people who refused to worship these gods, and they were expelled or dismissed as "rebels" or "dissidents". The worst kind of those rebels are called "heretics." Here allow me to tell you a story of a dissident.

Early days
I should admit here: that for some time in the past I have fallen to become such an idol worshipper, especially in the period between 1997-2014. In 1996 I bought a book edited by Wojciech Zurek with title "Complexity, Entropy and the Physics of Information", published by Santa Fe Institute (Addison-Wesley, 1991). Since then, practically I was very enthusiastic on various interpretations of Quantum Mechanics. I then read several books on QM, including Alistair Rae's book. (15)
After around six years of independent study in wave mechanics, I decided that time has come to put my ideas in writing. In 2002 I submitted my first paper to Apeiron editor, but it was rejected soon. I forgot about the title. Then I put more effort to write a quite speculative paper, based on hypothesis that the solar system can be modelled as quantized vortices of superfluid helium. Using this new model which is essentially a Bohr model of atom applied to solar system, I made a desperate effort in the form of two things: (a) predicting a brown dwarf companion of the Sun with negative mass about equal with the Sun, (b) predicting three undiscovered planets in the outer orbits of the Solar system, beyond Pluto orbit (at the time of writing, no such planet was discovered by astronomers). 
The reviewer of this paper was Prof. Robert Kiehn, and he was so kind to read my often confusing English expressions. I am indebted to him, because he was the first person who gave encouragement to my endeavor. After editing and rewriting this 43-pages paper for about one year and a half, finally the editor of Apeiron received my paper for publication. It was published in January 2004 (12).
To my surprise, around four months later I read an online news telling that a new planetoid beyond pluto was found, dubbed as Sedna. It was discovered by Michael Brown and his team of astronomers from Caltech. I then rushed to my old desktop pc to calculate its orbit and to compare it with my prediction back in 2002, and I found that Sedna's orbit is very close to my prediction. Then I quickly wrote a paper discussing Sedna finding. This paper was received and published in Apeiron's July 2004 edition (13). See also an updated paper (14).
After what may be called a beginner's luck, I felt so motivated to continue my investigation on quantum mechanics, especially in deterministic QM with quantum vortice interpretation of wavefunction. These early period investigations have been documented in several books and papers***, including in Annales de la Fondation Louis de Broglie, 2006 (11).
Over those early years, I have learned from many interesting persons, including but not limited to Prof. Brian Josephson, Prof. Carlos Castro, Prof. Mat Pitkanen, Dr. Jack Sarfatti, Prof. Florentin Smarandache, Dmitri Rabounski etc. Almost all those people whom I knew via email conversations have one similarity, i.e. they were dissidents and were completely or partially blacklisted by www.arxiv.org,**** the online "temple" of mainstream physics, especially it is a place to worship high energy physics.**
In 2005, through email discussion, Prof. Brian Josephson (Noble laureate) suggested a name for our new alternative preprint server, that is www.sciprint.org. Since may 2005, then I became administrator of www.sciprint.org. I administered sciprint.org beside my daily profession until 2009 when for some reasons, my admin password was compromised, so I cannot continue administering that preprint server. 
Fortunately, a colleague told me that a new preprint service has just come to appear, i.e. www.vixra.org, administered by Dr. Phil Gibbs ("vixra" is "arxiv" read backward). Then I asked him whether he would like to host our files in sciprint.org. After he accepted, then I tried my best to recover and send these files of almost 300MB to a friend in Germany, who then downloaded the files and burned those files into a disc. Thereafter he mailed the disc to Phil Gibbs in England. That is why until now you will find some papers in vixra.org with small notes that they were recovered from www.sciprint.org.

(Note: If you want to verify this story of sciprint.org, you can contact Prof. Carlos Castro Perelman at perelmanc@hotmail.com, or Prof. Florentin Smarandache at fsmarandache@gmail.com)

Moment of enlightenment
Around October 2009, in a prayer Jesus Christ called me to become His servant, and one of His instruction was I must return to my hometown. Then I went to my hometown in East Java, and began to serve in a local church where I grew up with. In 2011, I decided to equip myself with a formal education in theology. In those years I was quite busy with other things, so practically I left behind science stuff. I guess I should leave science behind me, that at a point I did not answer back when Prof. Florentin Smarandache called me in phone.
But gradually I found a balance in my life, so I tried to write some papers again since. I also compiled a few books on astrophysics with Prof. Florentin Smarandache. 
Then I came to a point that my theology education was almost completed, so I can return to former fields of interest: cosmology and astrophysics.
Around May 2014, when I was travelling in a bus, then a thought came to me: what is the power behind a worship song? It came to me that it was frequency which has power to turn even the walls of Jericho to ruining. This was my first moment of enlightenment.
The second moment came around that time (may-june), when I found some papers by Dr. George Shpenkov (http://shpenkov.janmax.com), who was able to show convincingly that there are many errors with Schrodinger equation. So I concluded that it was not only the mistake of Max Born who introduced probability interpretation of quantum mechanics, but Schrodinger himself made serious errors too in deriving his then famous equation. 
Then I wrote a paper reviewing Schrodinger equation and classical wave equation, that paper was published in Prespacetime Journal, july 2014 (16). Although I agree with Dr. Shpenkov that classical wave equation is better than the Schrodinger equation, it does not mean that I agree with his dialectic philosophy.
Gradually, I came to think that frequency and wave were also important at the time of creation, therefore I began my study into an interpretation of Cosmic Christology through the Johannine prologue (John 1:1-18).

Cosmic Christology
Cosmic Christology is a basic Christian doctrine that was often debated during the past 40 years. Cosmic Christology is deeply related with the Cosmic Christ who is the universal but inclusive Savior. (1)
The biblical teaching on Cosmic Christology was a legacy of the faith of the Early Church, and this teaching was told in Jesus hymn in the Johannine prologue and the prologue of St. Paul's letter to Colossians (John 1:1-18; Col. 1:15-20), see also Christ hymn in letter to Philippians  2:6-11.
Besides, there are also some texts which were often referred in the Old Testament; these texts indicate the personified Wisdom of God, who acts as the agent of creation. And this character was then used for Jesus Christ. (Proverbs 8:22-31; Wisdom of Solomon 8:4-6; Sirakh 1:4-9).
There are also extra-biblical sources which can be referred, such as the Son of God text of Qumran (Bereh di El, 4Q246). Such a text indicates messianic hope of Essene people, and that hope was very close to the faith of Early Church toward Jesus Christ. 

Several implications
That is why, one of my focus of research in the past 3 years until now was to find implications of Cosmic Christology in the context of physics and cosmology. That idea was motivated by the fact that there has been a serious tension between science and theology, after they were separated especially since Galileo Galilei was put into isolation by the Church. One of the books which has inspired me was by Tollefsen which discusses Christocentric Cosmology.(3) My investigation has led to several hypotheses, five of them will be discussed shortly below:

(a) Jesus Christ is the Word of God, and He is the agent of God during the creation of the Universe. Because word means voice, and voice means sound, and sound means wave and frequency, then this thought led us to a hypothese of the existence of primordial sound in the early time of creation (6). Perhaps such a primordial sound will be verified later by Cosmic microwave background radiation observation (CMBR). See for example (8).
(b) another thought is that (electromagnetic) wave and frequency are very influential to begin each life of creatures. It appears that such a hypothese was supported by experiments carried out by Prof. Luc Montagnier et al on the wave nature of DNA; (4)(9)
(c) that tought on the wave nature of the Universe also led to a wave model of superconductor electrodynamics. In physics, conductor is matter which can transmit electric current, while superconductor is matter which can transmit electric current at zero resistance. My hypothese on superconductor electrodynamics has been presented in a paper published last year in IJET (5);
(d) frequency may also be used to develop a novel approach of cancer therapy  (7);
(e) the light particle which was dubbed as photon has also the wave character. The photon wave can be loaded with information (bits), and according to some experiments on lab, such a method is potentially capable to improve the wireless internet capacity significantly, possibly at the order of 100-160 Gigabits per second.  But this method needs to develop further before it can be used as practical technology (10).

(Note: if the readers are interested to carry out further investigations on one or more of the above directions, you can contact me at email: victorchristianto@gmail.com.*)

Concluding remarks
I hope that I have told my story with clarity. It should be clear that I began as a dissident in the same temple of Quantum Mechanics, but gradually I turned out to refuse to worship those "gods" of mainstream physics. Instead, I decided to develop a new path where science and theology can meet.
Hopefully the above story will inspire many more young students and graduate students alike to return to God, instead of wandering around from one temple to another, only to find many kinds of deception over and over again.
I also wish that I already presented my interpretation on Cosmic Christology based on the Johannine prologue, albeit not a complete one. 
As a last remark, allow me to cite Psalm 19:1-3

    1  "The heavens declare the glory of God; and the firmament sheweth his handywork. 
    2  Day unto day uttereth speech, and night unto night sheweth knowledge. 
    3  There is no speech nor language, where their voice is not heard. "(KJV)
May God be with you.

versi 1.0: 26 maret 2016, pk. 8:53; version 1.1: April 14, 2016 (21:55).
VC

Postscript:
*url: http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto
**I sincerely do hope that someday arxiv.org administrators will change their draconian policy and cumbersome submitting procedures. Fortunately there is news that they are now conducting an online survey (dated 6th april 2016), so I hope that many dissidents like me can submit papers without being rejected by arxiv.org.
***Check our books in pdf version at the homepage of Prof. Florentin Smarandache, http://fs.gallup.unm.edu/FlorentinSmarandache.htm
****Check http://www.archivefreedom.org, see also Against the Tide book at http://vixra.org/abs/0909.0002

References:
(1) Robbyanto Notomihardjo. Kristologi Kosmik: tinjauan ulang dari sudut biblikal, teologikal dan historikal. Veritas 1/1, April 2000, 29-38
(2) Larry L. Helyer. Cosmic Christology and Col. 1:15-20. JETS 37/2, June 1994.
(3) Thorstein Theodor Tollefsen. The Christocentric Cosmology of St. Maximus the Confessor. New York: Oxford University Press, 2008.
(4) Luc Montagnier et al. DNA waves and water. Journal of Physics: Conf. Series 306, 2011. Url: http://montagnier.org/IMG/pdf/DNA_waves_and_water.pdf
(5) Victor Christianto. Evolving Trends in Engineering and Technology vol. 4, 2015. Url: https://www.scipress.com/ETET.4.1
(6) Victor Christianto. An outline of cosmology based on interpretation of The Johannine Prologue. BSMaSS Vol. 11, 2014. Url: https://www.scipress.com/BSMaSS.11.4.pdf
(7) Victor Christianto. https://www.scipress.com/IFSL.4.7
(8) Amedeo Balbi. The music of the Big Bang. Berlin: Springer-Verlag, 2008.
(9) Victor Christianto. Url: http://vixra.org/pdf/1603.0230v1.pdf
(10) Victor Christianto. Url: http://rxiv.org/abs/1603.0229
(11) Victor Christianto. On the origin of macroquantization in astrophysics and celestial motion. Annales de la Fondation Louis de Broglie Vol. 31 No. 1, 2006. url: https://www.researchgate.net/publication/240305621_On_the_origin_of_macroquantization_in_astrophysics_and_celestial_motion
(12) Victor Christianto. A Cantorian Superfluid Vortex and the Quantization of Planetary motion. Apeiron Vol. 11, No. 1, January 2004. Url: http://redshift.vif.com/JournalFiles/V11NO1PDF/V11N1CHR.pdf
(13) Victor Christianto. Comparison of Predictions of Planetary Quantization and Implications of the Sedna Finding. Apeiron Vol. 11 No. 3, July 2004. Url: https://www.researchgate.net/publication/228393806_Comparison_of_Predictions_of_Planetary_Quantization_and_Implications_of_the_Sedna_Finding
(14) Victor Christianto & Florentin Smarandache. 2005. On recent discovery of new planetoids in the solar system and quantization of celestial system. Url: http://www.gallup.unm.edu/~smarandache/ScArt6/RecentDiscoveryPlanetoids.pdf
(15) Alistair I.M. Rae. Quantum Mechanics. 3rd ed. See for example: http://avxhome.se/ebooks/Quantum_Mechanics_4th.html
(16) Victor Christianto. A review of Schrodinger equation and classical wave equation. Prespacetime Journal, july 2014. Url: http://prespacetime.com/index.php/pst/article/view/625

Rapture

Shalom, some days ago I got an email from an unknown person, he asked several questions concerning Jesus and rapture. Here were my answers:

1. According to John chapter one, who is Jesus Christ? 
- He is Logos, the Word of God who came to this world and became human being. He is also the Lamb of God who gave His life for the salvation of the world.

2. How does a person become a born again Christian?
- A person becomes born again if he/she repents from his/her sins and confess them to God in a prayer, then he/she should pray to receive Jesus Christ and Holy Spirit in his/her heart.
- without repentance, receiving Jesus will not do much changes.

3. Do you believe in the rapture of the church?
- Yes, i believe that some Christians will be lifted up, although they may or may not be the whole members of churches in the world. 
- The reason that only some will be lifted up is because there are unholy members in the churches too.

4. If you do believe in the rapture, then when will it come in relation to the tribulation?
- In my opinion, rapture will take place before the seven years of the Great Tribulation.
- since the Great Tribulation may take place soon, then rapture will take place soon too, but when will it happen i cannot tell for sure.

Hopefully the above answers will satisfy you.

Version 1.0: 10 april 2016, 7:38
VC

NASA

Shalom, selamat siang saudaraku. Saya yakin Anda pernah mendengar tentang NASA, lembaga antariksa di negeri Paman Sam. Beberapa hari lalu ada berita tentang temuan terbaru NASA yang memberi secercah terang akan apa yang dikatakan Alkitab, dengan demikian mendukung bahwa kisah-kisah yang ditulis dalam Alkitab memang benar adanya.*

23 jam 20 menit
Kisahnya berasal dari para ilmuwan antariksa di Green Belt, Maryland. Mereka sering melakukan perhitungan komputasi yang rumit untuk menentukan orbit benda-benda langit termasuk matahari dan bulan, dengan tujuan untuk menghindarkan tabrakan (collision) antara satelit-satelit buatan dengan obyek-obyek luar angkasa lainnya.(1)
Salah satu yang mereka temukan dari hasil perhitungan tersebut adalah bahwa suatu saat dalam ruang, ada 1 hari yang hilang di masa lampau. Dan mereka nyaris putus asa untuk mencari di mana satu hari yang hilang tersebut. Sampai akhirnya ada seorang Kristen yang berbicara dan menyatakan bahwa dalam salah satu cerita Sekolah Minggu memang ada disebut bahwa dahulu kala Tuhan pernah menghentikan matahari selama satu hari. Tentu saja para ilmuwan tersebut tidak mudah diyakinkan.
Orang Kristen ini lalu membuka Alkitab lalu menunjukkan ayat berikut:

Yosua 10:13
"Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, ... Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh."

Kemudian para ilmuwan menghitung ulang dengan memasukkan fakta tersebut, alhasil ditemukan selisih waktu 23 jam 20 menit. Artinya masih kurang 40 menit dari waktu 24 jam. Dan memang ayat di atas hanya menyebutkan "kira-kira sehari penuh," artinya kurang dari 24 jam.

40 menit
Lalu bagaimana dengan selisih waktu 40 menit yang hilang?
Orang Kristen tadi kembali membuka Alkitab, menunjukkan kisah tentang doa nabi Yesaya yang dikabulkan Tuhan dengan cara menggeser bayang-bayang pada jarum jam matahari sebanyak 10 derajat. Lihat ayat berikut:

2 Raj. 20:11
"Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas."

Dari perhitungan, 10 derajat berarti 40 menit, jadi jumlah waktu yang hilang adalah  23 jam 20 menit ditambah 40 menit, menjadi persis 24 jam. Jumlah ini persis sama dengan jumlah waktu yang hilang dari hasil kalkulasi mereka. (1) Dengan kata lain, kisah-kisah Alkitab tersebut sungguh benar adanya.

Puji Tuhan, sungguh ajaib kuasa-Nya!

Versi 1.0: 28 April 2016, pk. 10:49
VC

* terimakasih kepada Prof. Jose Carlos Tiago Oliveira yang menginformasikan berita ini.

Referensi:
(1) http://zonnews.com/space/5756-nasa-found-that-everything-the-bible-says-is-true.html

Eksorsisme

Shalom saudaraku, selamat pagi. Kali ini izinkan saya menulis sedikit tentang eksorsisme. Bagi sebagian besar umat Kristen termasuk saya, eksorsisme atau pengusiran setan merupakan suatu hal yang asing dan misterius. Padahal itu merupakan salah satu amanat Tuhan Yesus kepada para murid, lihat ayat berikut ini:

Matius 10:8 >>
"Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."

Dalam hubungan ini, beberapa bulan lalu saya dan beberapa teman pemuda di gereja kami menyempatkan diri menonton film The Vatican Tapes.(1) Bagi kami film ini sangat menarik dan inspiratif, meskipun menurut beberapa situs review, film ini agak membosankan sebagai film horor.  Setelah menonton film tersebut, saya lalu jadi tergugah untuk mencari tahu tentang praktek eksorsisme yang sebenarnya. Lalu saya menemukan nama Bapa Gabriele Amorth yang merupakan pengusir setan profesional yang ditunjuk oleh Vatikan. Ia juga merupakan pendiri International Association of Exorcists hingga pensiun sebagai ketua pada tahun 2000. Pada tanggal 1 mei mendatang ia akan memasuki usia 91.

Harry Potter
Selain sebagai pengusir setan profesional, ia juga menulis beberapa buku. Kadang-kadang ia juga melontarkan beberapa pernyataan yang menghebohkan pers, seperti misalnya ia pernah mengatakan bahwa Hitler dan Joseph Stalin kerasukan setan. Ia juga menentang buku-buku dan film Harry Potter yang populer di seluruh dunia.(2)(3) Pernyataan Bapa Amorth tentang Harry Potter tersebut ternyata klop dengan artikel Pastor David Meyer yang mengaku sebagai mantan penyihir Wiccan. (4) Menurut Meyer, buku-buku J.K. Rowling mengajarkan trik-trik sihir yang riil, sehingga lebih tepat disebut sebagai manual penyihir. Rowling juga menyisipkan nama-nama iblis misalnya Azkaban dan Slytherin.(4) Dan dampaknya bagi generasi muda yang menelan mentah-mentah buku-buku dan film-film tersebut sungguh meresahkan.
Salah satu trik yang kerap digunakan oleh penulis fiksi tentang sihir adalah menampilkan penyihir sisi baik melawan penyihir sisi jahat. Namun menurut Meyer, kedua sisi sihir itu sama-sama milik Satan, jadi tidak benar orang yang mengatakan bahwa penyihir yang baik dekat dengan Tuhan.(4) Yang memprihatinkan di sini adalah bahwa dalam satu dekade terakhir ini banyak film-film bertema sihir yang ditujukan untuk semua umur, artinya anak-anak kecil dan remaja yang masih polos akan mudah terpengaruh. Sebut saja misalnya The Lords of the Ring, The Seventh Son, The Sorcerer's Apprentice, Malevicent, Snow White, Frozen dst.

Jedi
Salah satu film populer dengan tema besar magic adalah Star Wars. Dulu saya juga menyukai film-film Star Wars karena mengisahkan kepahlawanan para ksatria Jedi, selain itu saya juga pernah membaca komentar orang bahwa Jedi adalah singkatan dari "Jesus's disciples"(murid-murid Yesus). Namun pendapat tersebut keliru, karena jelas-jelas bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan magic atau sihir!
Dalam Alkitab jelas disebut bahwa sihir dan penyihir dilarang:

"Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir," (Bil. 18:10)

Nama Jedi sebenarnya berasal dari kaum Djedi yang adalah para penyihir kuno Mesir dan merupakan semacam penasihat bagi Firaun. (5) Dalam Alkitab tercatat bahwa kelompok penyihir (Djedi) tersebut pernah adu unjuk kekuatan dengan Musa dan Harun :

"Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka." (Kel. 7:11)

Banyak nama yang digunakan dalam serial Star Wars mengindikasikan kedekatan dengan dunia sihir dan magi, misalnya nama Qui Gong Jinn yang dekat dengan mahluk jin. Atau Yoda mirip dengan karakter Yota dari sekte Freemasonry. Digambarkan bahwa Yoda berwarna hijau dan bertelinga lancip, mirip dengan karakter Yota yang adalah penghubung Satan.  Selain itu, menurut Meyer ucapan yang terkenal dalam Star Wars yaitu :"may the force be with you," sebenarnya merupakan ucapan salam perpisahan yang lazim di kalangan penyihir. Para penyihir sengaja mengganti kata Tuhan dalam ucapan salam kristen: "May the Lord be with you."(4)
Efek serial film Star Wars yang sangat populer di kalangan generasi muda hingga dewasa ini bahkan sampai menimbulkan sekte baru yang menyebut diri: Jediism.(5)

Penutup
Lalu apa yang dapat kita lakukan? Menurut hemat saya, setidaknya ada dua hal yang bisa kita lakukan:
(a) Perlu membentuk tim eksorsis di gereja-gereja mainstream. Meskipun hasilnya mungkin tidak akan sebaik yang dikerjakan pastor Amorth, namun setidaknya dapat menangani kasus-kasus kerasukan yang ringan atau sedang. Dalam hal ini tampaknya gereja-gereja mainstream perlu belajar dari gereja-gereja pentakosta.
(b) kepada para orangtua yang memiliki anak-anak kecil hingga remaja, sebaiknya hindarkan anak-anak Anda dari menonton film-film yang mengajarkan sihir, apalagi jika sampai kecanduan. Memang Anda mungkin akan terdengar kolot dan konservatif, namun jika dilakukan dengan bijaksana anak-anak Anda akan dapat mengerti.

May God be with you.

Versi 1.2: 11 april 2016, pk. 0.19
VC

Referensi:
(1) https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Vatican_Tapes
(2) http://www.tldm.org/News9/HarryPotterSatanic.htm
(3) http://www.mgr.org/hpotter-amorth.html
(4) Pastor David Meyer. Former witch exposes harry potter. http://www.jesus-is-savior.com/False%20Religions/Wicca%20&%20Witchcraft/former_witch_exposes_harry_potter.htm
(5) http://www.vigilantchristian.org/starwars.html

Kristus Kosmik

Beberapa hari yang lalu kita memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kubur. Setidaknya ada dua makna kebangkitan yang patut kita renungkan, yaitu: makna historis dan makna kosmik. Yang penulis maksudkan dengan makna historis adalah fakta bahwa Yesus Kristus benar-benar pernah disalibkan, mati dan bangkit pada hari ketiga. Sementara itu makna kosmik kebangkitan Yesus Kristus menunjukkan bahwa Ia adalah raja di atas segala raja yang tidak dapat dibelenggu oleh maut. 

Kristologi Kosmik
Makna kosmik tersebut erat kaitannya dengan pemahaman Kristologi Kosmik yang merupakan salah satu doktrin Kristen dasar yang paling banyak diperdebatkan dalam 40 tahun terakhir. Kristologi Kosmik amat berkaitan dengan pemahaman tentang pribadi Kristus Kosmik yang bertindak sebagai figur juruselamat yang universal sekaligus inklusif. (1) Ajaran Kristologi Kosmik merupakan warisan iman dari gereja perdana, yang antara lain ditunjukkan oleh prolog Injil Yohanes (hymne Yesus) dan prolog surat Paulus kepada umat di Kolose (Yoh. 1:1-18; Kol. 1:15-20), lihat juga hymne Kristus dalam Flp. 2:6-11.
Selain itu, beberapa teks juga kerap dirujuk dari Perjanjian Lama yang mengindikasikan personifikasi Hikmat Allah, yang menyatakan keberadaan Allah dan bertindak sebagai agen Allah dalam penciptaan, dan karakter tersebut digunakan untuk Yesus. (Ams. 8:22-31; Keb. Salomo 8:4-6; Sirakh 1:4-9).
Ada juga sumber-sumber ekstra-biblikal yang bisa dirujuk, misalnya naskah Putra Allah dalam teks Qumran (Bereh di El, 4Q246). Naskah tersebut mencerminkan pengharapan mesianik mazhab Eseni yang sangat dekat dengan iman gereja perdana akan Yesus Kristus.

Beberapa implikasi
Salah satu pumpun penelitian penulis sejak 3 tahun yang lalu adalah untuk menemukan implikasi Kristologi Kosmik dalam konteks fisika dan kosmologi. Gagasan ini dipicu oleh keprihatinan penulis akan ketegangan antara sains dan teologi, setelah keduanya terpisah sejak Galileo Galilei dikucilkan oleh Gereja. Salah satu buku yang menjadi inspirasi penulis adalah karya Tollefsen yang membahas Kosmologi Kristosentris.(3)
Penelitian penulis tersebut membawa pada beberapa hipotesis, lima di antaranya akan diuraikan secara ringkas di sini:
  (a) Yesus Kristus adalah Sabda Allah yang merupakan mitra dan agen Allah dalam penciptaan. Karena sabda berarti suara, dan suara berarti gelombang dan frekuensi, maka pemikiran ini membawa pada hipotesis akan adanya jejak suara primordial pada era awal penciptaan (6). Mungkin hal ini akan dapat diverifikasi kelak oleh pengamatan radiasi latarbelakang kosmik gelombang mikro (CMBR). Lihat misalnya (8).
(b) pemikiran lain adalah bahwa gelombang dan frekuensi (elektromagnetik) sangat berpengaruh sebagai asal mula setiap kehidupan. Hipotesis ini tampaknya didukung oleh penelitian Prof. Luc Montagnier dkk tentang sifat gelombang DNA; (4)(9)
(c) pemikiran tentang sifat gelombang alam semesta juga memimpin pada model gelombang dari elektrodinamika adipenghantar (superkonduktor). Dalam ilmu fisika, yang dimaksud dengan konduktor adalah materi yang dapat menghantarkan arus listrik, sementara itu adipenghantar adalah materi yang dapat menghantarkan arus listrik dengan hambatan nol. Penelitian penulis tentang adipenghantar telah dipublikasikan di jurnal ETET tahun 2015 lalu (5);
(d) frekuensi juga dapat digunakan untuk mengembangkan terapi kanker alternatif  (7);
(e) partikel cahaya yang disebut foton juga memiliki karakter gelombang. Gelombang foton tersebut dapat dimuati informasi, dan menurut penelitian metode ini berpotensi akan dapat membawa perbaikan signifikan dalam kapasitas internet nirkabel hingga lebih dari 100Gbps (10).
Jika di antara pembaca ada yang berminat untuk mengembangkan lebih lanjut penelitian di atas, silakan menghubungi penulis melalui email: victorchristianto@gmail.com.*
Demikianlah, kiranya uraian singkat di atas berguna dalam rangka merenungkan makna kosmik kebangkitan Yesus Kristus. 

versi 1.0: 26 maret 2016, pk. 8:53
VC

*url: http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto

Referensi:
(1) Robbyanto Notomihardjo. Kristologi Kosmik: tinjauan ulang dari sudut biblikal, teologikal dan historikal. Veritas 1/1, April 2000, 29-38
(2) Larry L. Helyer. Cosmic Christology and Col. 1:15-20. JETS 37/2, June 1994.
(3) Thorstein Theodor Tollefsen. The Christocentric Cosmology of St. Maximus the Confessor. New York: Oxford University Press, 2008.
(4) Luc Montagnier et al. DNA waves and water. Journal of Physics: Conf. Series 306, 2011. Url: http://montagnier.org/IMG/pdf/DNA_waves_and_water.pdf
(5) Victor Christianto. Evolving Trends in Engineering and Technology vol. 4, 2015. Url: https://www.scipress.com/ETET.4.1
(6) Victor Christianto. An outline of cosmology based on interpretation of The Johannine Prologue. BSMaSS Vol. 11, 2014. Url: https://www.scipress.com/BSMaSS.11.4.pdf
(7) Victor Christianto. https://www.scipress.com/IFSL.4.7
(8) Amedeo Balbi. The music of the Big Bang. Berlin: Springer-Verlag, 2008.
(9) Victor Christianto. Url: http://vixra.org/pdf/1603.0230v1.pdf
(10) Victor Christianto. Url: http://rxiv.org/abs/1603.0229

CRISPR

Baru-baru ini, dalam suatu laporan James Clapper(1), yang adalah Direktur National Intelligence (DNI) menyatakan bahwa Genome Editing berpotensi menjadi suatu WMD (Weapon of Mass Destruction : senjata pemusnah massal). Sementara itu para ilmuwan sedang berdebat tentang topik ini, sebagian mengusulkan untuk melakukan riset tentang aplikasi genome editing untuk melawan wabah virus Zika. (2)(3)

Virus Spartan
Dalam episode terakhir dari rilis terbaru film X-Files yang baru ditayangkan Pebruari lalu di Fox Tv, dilukiskan betapa dahsyatnya jika teknologi genome editing digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Dalam film tersebut, dikisahkan bahwa sekelompok elit yang korup melepaskan virus Spartan yang melumpuhkan kekebalan orang-orang terhadap berbagai penyakit. 
Misalnya Anda seorang militer yang pernah mendapat vaksin anthrax, jika sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik maka virus anthrax tidak akan menyerang Anda. Tapi jika kekebalan Anda lemah maka vaksin tadi berubah menjadi virus bagi tubuh Anda, mirip seperti kuda Troya dalam mitologi Yunani kuno. 
Nah, bayangkan jika ada suatu virus yang bertujuan melumpuhkan sistem kekebalan Anda, maka berbagai virus akan menyerang Anda, bisa flu, rubella, anthrax, hiv dll. Dan mekanisme pelumpuhan sistem kekebalan itu melalui metode yang dikenal oleh kalangan ilmuwan sebagai CRISPR-Cas9.
Dalam film X-Files tersebut dikisahkan bahwa virus Spartan disebarkan antara lain melalui pesawat terbang, radiasi elektromagnetik dll.

Virus
Berita di televisi beberapa hari lalu mengutip komentar salah satu pejabat WHO yang menyatakan bahwa kemungkinan penyebaran virus Zika akan terus memburuk. Padahal data ilmiah menunjukkan bahwa dampak virus tsb tidak seburuk dampak yang dibawa oleh Ebola misalnya. (3)
Mungkinkah di balik virus Zika ada suatu agenda untuk membawanya menjadi ancaman global, sehingga banyak protokol keamanan akan diberlakukan?
Dengan munculnya rilis berita dari DNI di atas, maka mungkin saja tahun ini bisa menjadi tahun terburuk dalam hubungannya dengan risiko bencana akibat wabah biologi. Dan teknologi genome editing seperti CRISPR-Cas9 berpotensi untuk disalahgunakan untuk mengembangkan virus yang canggih seperti virus Spartan dalam kisah film tersebut.

Penutup 
Melihat film tersebut, saya jadi teringat salah satu ayat dalam kitab Wahyu yang menubuatkan bahwa ada wabah yang akan menelan banyak korban manusia:

"Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi." (Wahyu 6:8)

Kita patut berdoa agar para ilmuwan dan pemerintah negara maju memiliki kesadaran etis agar tidak menyalahgunakan teknologi genome editing untuk mengembangkan senjata pemusnah massal biologi.

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 28 pebruari 2016 pk. 21:53
VC

Referensi: 
(1) James R. Clapper. DNI, feb. 2016, http://www.dni.gov/files/documents/SASC_Unclassified_2016_ATA_SFR_FINAL.pdf
(2)  https://www.technologyreview.com/s/600774/top-us-intelligence-official-calls-gene-editing-a-wmd-threat/
(3) https://www.trunews.com/dni-chief-calls-gene-editing-a-wmd-mit-suggests-use-for-zika/

Kesaksian

Waktu : 17:30
Topik: akhir zaman

Shalom saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan,
Sore ini saya ingin memberikan kesaksian sedikit tentang apa yang saya alami. Kisahnya dimulai saat kami melakukan pemahaman alkitab kelompok kira-kira  akhir mei yang lalu. Saat pa sudah selesai, seorang teman menunjukkan video di ponselnya, waktu saya tanya apa itu, jawabnya: suara-suara misterius seperti sangkakala dilaporkan di Kanada, Jerman dll.
Saya yakin kita semua sudah membaca atau melihat tayangan tentang sangkakala itu di media. Pertanyaan yang menggangu saya: apakah makna dari peristiwa-peristiwa itu? Apakah itu sekadar rekaan manusia? Memang banyak situs seperti www.enigmablogger.com yang berusaha meyakinkan para pembacanya bahwa itu hanyalah cuplikan suara dari film War of the Worlds yang kemudian dicangkokkan di video rekaman daerah perbukitan di jerman, sehingga memberi kesan suara sangkakala.

Tapi sebelum saya membaca artikel-artikel yang simpang siur tersebut, saya memutuskan untuk berdoa kepada Tuhan dan menanyakan langsung kepada-Nya. Jawab Tuhan adalah: "memang suara itu merupakan tanda akhir zaman." Jadi saya memberanikan diri menulis blog tentang topik itu. 
Selang beberapa hari kemudian, saat saya sedang di kereta malam menuju ke Jakarta, saya berdiskusi dengan seorang teman tentang makna suara sangkakala tersebut. Eh teman saya malah buka ponselnya terus menunjukkan ada pesan masuk di bbmnya tentang topik itu. Untuk lebih jelasnya saya akan posting lengkap pesan bbm tersebut:

Dari seorang pendeta di Belanda. Berjaga-jagalah
WAKTUNYA BENAR-BENAR DEKAT...
Seorang Pendeta sedang dalam perjalanan minggu lalu, kemudian beliau melihat orang tua dan membantunya berdiri. Ketika mereka sedang bersama-sama, orang tua tersebut berkata: "Nak, apakah engkau mengetahui apa yang telah terjadi kemarin malam di Sorga?" Pendeta tersebut sangat ketakutan dan dengan segera berhenti serta bertanya; "Pak, apakah anda mengigau? Darimanakah bapak mendapat informasi tentang Sorga?
Orang tua tersebut berkata: kemarin malam Tuhan sangat marah dengan manusia dan memerintahkan para malaikat-Nya untuk meniup sangkakala. Para malaikat mengambil sangkakala dan ketika mereka hendak meniupkannya, Yesus bersimpuh dan mulai memohon dengan tangisan dan darah segar keluar dari tangan serta tubuh-NYA. Yesus memberitahu Tuhan Allah Bapa agar kematianNYA janganlah menjadi sia-sia. Allah Bapa sudah tidak bisa melihat penderitaan orang-orang Kudus dan perbuatan-perbuatan jahat. Maka, DIA berkata "AKU MEMBERIKAN MEREKA KESEMPATAN TERAKHIR."
Kemudian Yesus menghadap ke arah para malaikat yang begitu banyak itu dan memerintahkan mereka untuk turun serta memberitahu dunia bahwa "AKHIRANNYA SUDAH DEKAT, YESUS DATANG SANGAT SEGERA" Pendeta: (dengan berkeringat dan menangis), pak, bagaimana anda bisa mengetahui hal ini? Orang tua tersebut menjawab: "Saya adalah satu dari para malaikat yang dikirim ke Nigeria. Tolong gunakan setiap media komunikasi untuk mengirimkan pesan ini.Jangan membuang-buang waktu, Tolonglah!" Dan kemudian orang tua tersebut menghilang. Saudara-saudara, ini adalah KISAH NYATA, Kristus akan datang sangat segera. Tolong BERTOBAT. Saya mohon kepada anda...Mohon sebarkan pesan ini. sebarkan melalui media komunikasi apapun. TOLONG SELAMATKAN JIWA HARI INI. 
TUHAN YESUS MEMBERKATI. :)

Demikianlah sms tersebut, yang langsung saya posting di blog saya. Terus saya sms link dari blog tersebut ke semua teman dan kenalan yang ada di ponsel saya. 

Memang ada reaksi beberapa orang yang menanyakan bagaimana saya akan memverifikasi sms yang tidak ada namanya. Jawab saya memang agak sulit, tapi pesan itu cocok dengan apa yang saya dengar dari Tuhan sekitar 2009. Mungkin saya akan cerita tersendiri dslam kesempatan lain.
Yang mau saya katakan di sini adalah: lepas dari kebenaran suara sangkakala itu, tampaknya itu merupakan sosialisasi akhir zaman. Jadi kita mesti melakukan:
A. mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali.
B. mulai berani memberitakan kabar baik, mulai dari keluarga dan sahabat.
c. Usahakan berbicara tentang Yesus setidaknya kepada 3 orang setiap hari.
D. Tidak usah panik, tidak perlu menjual harta. Bekerjalah seperti biasa.
E. persiapkan diri dan hati Anda untuk pengangkatan (rapture) dalam waktu dekat, bila Anda merasa perlu berpuasalah dan berdoa secara rutin.
Sekian kesaksian saya. Kiranya berguna untuk kita semua.

28 juni 2015, pk. 18:12
VC

Note: terimakasih kepada Pdt. John Hotman (Gurning).

Metamorfosis

Shalom saudaraku,
Pagi ini saya ingin berbagi perenungan saya tentang hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Seperti kita ketahui, metamorfosis adalah suatu proses perubahan bentuk yang terjadi secara dramatis pada suatu organisme. Misalnya dari ulat menjadi kepompong lalu menjadi kupu-kupu. Sebagai catatan awal, saya bukan seorang ahli eskatologi Kitab Wahyu (3)(4), tetapi setidaknya ada beberapa hal yang layak untuk kita simak bersama.

Kalau kita membaca Kitab Suci, di antaranya ada kalimat Paulus yang menyatakan bahwa seluruh makhluk sedang menunggu saat anak-anak Allah dinyatakan (Rom. 8:19). Atau dalam konteks kitab Wahyu, alam semesta sedang menunggu terwujudnya langit baru dan bumi baru (Why. 21:1-7). Saya memahami proses datangnya langit baru dan bumi baru tersebut sebagai proses metamorfosis, seperti ulat yang buruk menjadi kupu-kupu yang indah. 
Dalam hubungan ini kiranya kita dapat belajar memahami makna teologis dari peristiwa Yom Teruah atau Rosh Hashanah yang diperingati kemarin (13 september) oleh umat Yahudi dan Kristen di seluruh dunia (7). Hari tersebut juga dikenal sebagai hari The Feast of Trumpets (Perayaan Terompet), dan untuk tahun ini juga bertepatan dengan Tahun Yobel (tahun ke-50 yang diperingati sebagai tahun pembebasan).

Kemarin saya mencoba mencocokkan peristiwa ini dengan Kalender Torah yang dikenal sebagai Creation Calendar (Kalender Penciptaan). Menarik untuk dicatat bahwa banyak siklus yang bertepatan dengan Yom Teruah kali ini, yaitu siklus Tahun Yobel yang ke-120, artinya usia bumi menurut kalender tersebut tepat 6000 tahun (1). Jadi Yom Teruah kemarin merupakan hari pertama di tahun 6000 dari kalender Yahudi, atau 1 Tishri 6000. 
Memang Yom Teruah tidak termasuk dalam 6 perayaan suci yang diperintahkan oleh Tuhan dalam Imamat 23, tetapi hari tersebut tetap penting karena mempersiapkan umat akan hari Yom Kippur pada tanggal 10 bulan Tishri, dan Perayaan Tabernakel pada tanggal 15 bulan Tishri. Perayaan Tabernakel (Sukkot) inilah yang ditetapkan dalam Im. 23:34 (disebut bulan ketujuh dalam ayat ini, tapi itu sama dengan bulan Tishri dalam kalender Yahudi sekarang). Menurut kajian beberapa peneliti, perayaan Tabernakel ini memiliki kaitan yang kuat dengan eskatologi Kitab Wahyu (8). Berdasarkan tradisi Ibrani, masa 10 hari antara Yom Teruah dan Yom Kippur adalah masa untuk bertobat.

Seperti kita ketahui, umat Yahudi kuno percaya bahwa usia bumi adalah 7000 tahun atau 7 milenium. Dan jika Yom Teruah kemarin memulai tahun ke 6000,  maka itu berarti usia bumi tinggal 1000 tahun lagi. Angka 1000 tahun ini mengingatkan kita pada kerajaan 1000 tahun yang disebut dalam Wahyu 20:4. Oleh karena itu, menarik untuk mengamati apa yang akan terjadi di hari-hari mendatang: apakah akan terjadi berbagai perubahan besar? Ataukah biasa-biasa saja?
Memang boleh saja orang berpendapat bahwa pandangan Ibrani kuno tentang usia bumi yang 7 milenium itu dapat diperdebatkan, tetapi jangan lupa banyak juga yang diam-diam masih memercayainya. Bagi Anda yang berminat mempelajari lebih jauh tentang Kitab Wahyu dan interpretasinya, ada banyak literatur yang bermanfaat misalnya (5) & (6).
Sebagian orang lagi mungkin menunggu permulaan masa tribulasi. Menurut salah satu artikel, Yom Teruah kali ini juga menandai dimulainya masa tribulasi selama 6 tahun (2). Yang disebut dengan masa tribulasi adalah saat kuasa kegelapan dilepaskan dari kekangnya, sehingga umat manusia mengalami berbagai penganiayaan yang berat, khususnya umat percaya. Maka dari itu, mari kita lebih banyak bertekun dalam doa agar Tuhan meringankan penderitaan manusia selama masa tribulasi tersebut.
Seperti yang ditulis oleh Paulus, seluruh ciptaan sedang mengalami "birth pangs" (sakit bersalin), lihat Rom. 8:22. Mungkin itu juga yang dialami oleh seekor ulat yang sedang bermetamorfosis untuk menjadi kupu-kupu. Namun, di balik segala penderitaan itu kita akan melihat tangan Tuhan sedang bekerja merajut langit baru dan bumi baru.

Bagaimana dengan Anda? Kalau Anda mengalami banyak penderitaan selama ini, bersabarlah, tidak lama lagi akan datang saatnya anak-anak Allah dinyatakan.

Jika ada komentar dan saran, silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com
14 september 2015, pk. 07:10
VC

Note: artikel ini kiranya menjadi tanda bahwa PL bukannya tidak bermanfaat untuk dipelajari, khususnya jika PL dipahami sebagai tipologi bagi PB.

Referensi:
(1) http://torahcalendar.com/Calendar.asp?YM=Y2015M6
(2) www.september2015.com
(3) David Wilkinson. Christian Eschatology and the Physical Universe. T&T Clark International, 2010
(4) Adela Yarbro Collins. Cosmology and Eschatology in Jewish and Christian Apocalypticism. Leiden: E.J. Brill, 1996.
(5) Richard Bauckham. The Theology of the book of Revelation. Cambridge: Cambridge University Press, 1993.
(6) Larry R. Helyer & Richard Wagner. The book of Revelation for Dummies. Indianapolis: Wiley Publisher Inc., 2008.
(7) https://en.m.wikipedia.org/wiki/Rosh_Hashanah
(8)http://www.birthpangs.org/articles/media/Tabernacles_Revelation_Adventist.pdf