Jumat, 29 April 2016

Eksorsisme

Shalom saudaraku, selamat pagi. Kali ini izinkan saya menulis sedikit tentang eksorsisme. Bagi sebagian besar umat Kristen termasuk saya, eksorsisme atau pengusiran setan merupakan suatu hal yang asing dan misterius. Padahal itu merupakan salah satu amanat Tuhan Yesus kepada para murid, lihat ayat berikut ini:

Matius 10:8 >>
"Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."

Dalam hubungan ini, beberapa bulan lalu saya dan beberapa teman pemuda di gereja kami menyempatkan diri menonton film The Vatican Tapes.(1) Bagi kami film ini sangat menarik dan inspiratif, meskipun menurut beberapa situs review, film ini agak membosankan sebagai film horor.  Setelah menonton film tersebut, saya lalu jadi tergugah untuk mencari tahu tentang praktek eksorsisme yang sebenarnya. Lalu saya menemukan nama Bapa Gabriele Amorth yang merupakan pengusir setan profesional yang ditunjuk oleh Vatikan. Ia juga merupakan pendiri International Association of Exorcists hingga pensiun sebagai ketua pada tahun 2000. Pada tanggal 1 mei mendatang ia akan memasuki usia 91.

Harry Potter
Selain sebagai pengusir setan profesional, ia juga menulis beberapa buku. Kadang-kadang ia juga melontarkan beberapa pernyataan yang menghebohkan pers, seperti misalnya ia pernah mengatakan bahwa Hitler dan Joseph Stalin kerasukan setan. Ia juga menentang buku-buku dan film Harry Potter yang populer di seluruh dunia.(2)(3) Pernyataan Bapa Amorth tentang Harry Potter tersebut ternyata klop dengan artikel Pastor David Meyer yang mengaku sebagai mantan penyihir Wiccan. (4) Menurut Meyer, buku-buku J.K. Rowling mengajarkan trik-trik sihir yang riil, sehingga lebih tepat disebut sebagai manual penyihir. Rowling juga menyisipkan nama-nama iblis misalnya Azkaban dan Slytherin.(4) Dan dampaknya bagi generasi muda yang menelan mentah-mentah buku-buku dan film-film tersebut sungguh meresahkan.
Salah satu trik yang kerap digunakan oleh penulis fiksi tentang sihir adalah menampilkan penyihir sisi baik melawan penyihir sisi jahat. Namun menurut Meyer, kedua sisi sihir itu sama-sama milik Satan, jadi tidak benar orang yang mengatakan bahwa penyihir yang baik dekat dengan Tuhan.(4) Yang memprihatinkan di sini adalah bahwa dalam satu dekade terakhir ini banyak film-film bertema sihir yang ditujukan untuk semua umur, artinya anak-anak kecil dan remaja yang masih polos akan mudah terpengaruh. Sebut saja misalnya The Lords of the Ring, The Seventh Son, The Sorcerer's Apprentice, Malevicent, Snow White, Frozen dst.

Jedi
Salah satu film populer dengan tema besar magic adalah Star Wars. Dulu saya juga menyukai film-film Star Wars karena mengisahkan kepahlawanan para ksatria Jedi, selain itu saya juga pernah membaca komentar orang bahwa Jedi adalah singkatan dari "Jesus's disciples"(murid-murid Yesus). Namun pendapat tersebut keliru, karena jelas-jelas bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan magic atau sihir!
Dalam Alkitab jelas disebut bahwa sihir dan penyihir dilarang:

"Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir," (Bil. 18:10)

Nama Jedi sebenarnya berasal dari kaum Djedi yang adalah para penyihir kuno Mesir dan merupakan semacam penasihat bagi Firaun. (5) Dalam Alkitab tercatat bahwa kelompok penyihir (Djedi) tersebut pernah adu unjuk kekuatan dengan Musa dan Harun :

"Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka." (Kel. 7:11)

Banyak nama yang digunakan dalam serial Star Wars mengindikasikan kedekatan dengan dunia sihir dan magi, misalnya nama Qui Gong Jinn yang dekat dengan mahluk jin. Atau Yoda mirip dengan karakter Yota dari sekte Freemasonry. Digambarkan bahwa Yoda berwarna hijau dan bertelinga lancip, mirip dengan karakter Yota yang adalah penghubung Satan.  Selain itu, menurut Meyer ucapan yang terkenal dalam Star Wars yaitu :"may the force be with you," sebenarnya merupakan ucapan salam perpisahan yang lazim di kalangan penyihir. Para penyihir sengaja mengganti kata Tuhan dalam ucapan salam kristen: "May the Lord be with you."(4)
Efek serial film Star Wars yang sangat populer di kalangan generasi muda hingga dewasa ini bahkan sampai menimbulkan sekte baru yang menyebut diri: Jediism.(5)

Penutup
Lalu apa yang dapat kita lakukan? Menurut hemat saya, setidaknya ada dua hal yang bisa kita lakukan:
(a) Perlu membentuk tim eksorsis di gereja-gereja mainstream. Meskipun hasilnya mungkin tidak akan sebaik yang dikerjakan pastor Amorth, namun setidaknya dapat menangani kasus-kasus kerasukan yang ringan atau sedang. Dalam hal ini tampaknya gereja-gereja mainstream perlu belajar dari gereja-gereja pentakosta.
(b) kepada para orangtua yang memiliki anak-anak kecil hingga remaja, sebaiknya hindarkan anak-anak Anda dari menonton film-film yang mengajarkan sihir, apalagi jika sampai kecanduan. Memang Anda mungkin akan terdengar kolot dan konservatif, namun jika dilakukan dengan bijaksana anak-anak Anda akan dapat mengerti.

May God be with you.

Versi 1.2: 11 april 2016, pk. 0.19
VC

Referensi:
(1) https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Vatican_Tapes
(2) http://www.tldm.org/News9/HarryPotterSatanic.htm
(3) http://www.mgr.org/hpotter-amorth.html
(4) Pastor David Meyer. Former witch exposes harry potter. http://www.jesus-is-savior.com/False%20Religions/Wicca%20&%20Witchcraft/former_witch_exposes_harry_potter.htm
(5) http://www.vigilantchristian.org/starwars.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar