Sabtu, 30 Desember 2017

Menyikapi berkat dan kegagalan dengan ucapan syukur

Menyikapi berkat dan kegagalan dengan ucapan syukur

Acara: khotbah minggu pagi tgl 31 desember 2017
Jam: 07:00 - 08:30
Teks: Lukas 2:22-40

Shalom, bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus. Saat ini kita berada di ujung tahun 2017. Esok kita akan memasuki Tahun Baru 2018. Bolehkah saya mengajak kita semua merenungkan sejenak tentang perjalanan hidup kita di tahun ini, dengan menjawab dua pertanyaan ini dengan jujur:
a. manakah yang lebih banyak Anda alami, berkat atau musibah?
b. Manakah yang lebih banyak Anda alami tahun ini, keberhasilan atau kegagalan?
Mari kita luangkan waktu 5 menit untuk merenungkan pertanyaan di atas.
Bapak ibu, khotbah ini jika diringkas terdiri dari 3 poin:

Poin khotbah:
1. Menyikapi semua kegagalan dengan ucapan syukur
2. Hidup dengan hati yang suci
3. Hidup dalam perjumpaan dan persahabatan yang karib dengan Tuhan

Penjelasan poin:

1. Menyikapi semua kegagalan dengan ucapan syukur

Hal pertama yang dapat kita renungkan dari kisah Simeon yang kita baca tadi adalah, dia senantiasa bersyukur dan takut akan Tuhan.
Memang dengan kian bertambahnya usia, mari kita belajar untuk makin dewasa dan matang dan bukannya terjebak oleh luka-luka batin yang disebut "trauma."
Berbicara tentang trauma ini, apakah ada di antara Bpk ibu yang sudah menyaksikan film "Susah sinyal"?
Film ini bagus untuk ditonton sekeluarga. Salah satu adegan yang menarik di awal film ini adalah tentang seorang pemuda yang mengalami banyak trauma....misalnya: "wah saya tidak mau makan ikan, karena pernah tercebur ke dalam akuarium. Atau aduh, saya trauma dengan tongkat karena pernah jatuh dari tongkat..."
Kalau kita belajar hidup bersama Tuhan, maka tentunya kita akan tetap bersyukur karena merasakan lebih banyak berkat Tuhan bahkan sekalipun itu dalam bentuk kegagalan atau musibah.
Lho kenapa begitu? Ya, justru seringkali Tuhan bekerja justru ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.
Misalnya saja kisah saya. Tahun ini saya berencana menulis 3 buku untuk menyongsong peringatan 500 tahun gerakan Reformasi Martin Luther, ternyata target itu selesai sekitar bulan juli. Lalu pertengahan desember Tuhan memampukan saya menulis 1 buku lagi dan satu jurnal STT Satyabhakti. Tapi juga beberapa kegagalan, seperti yang bisa diduga....
Namun, puji Tuhan dalam semua suka dan duka itu, ternyata Tuhan berkenan melawat dan mengingatkan saya akan panggilan tugas saya di akhir oktober lalu melalui suatu penyakit.
Mari kita menyimak kisah tentang mimpi tiga pohon berikut:

Ilustrasi
*Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.*
*Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan & impian mereka.*

*Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak & berbagai batu permata & semua orang mengagumi keindahannya".*

*Kemudian pohon ke-2 berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yg besar. Aku akan mengangkut raja2 dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yg kuat & setiap orang merasa aman berada dekat dgnku".*

*Lalu giliran pohon ke-3 menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit.* *Orang2 akan memandangku & berpikir betapa aku begitu dekat utk menggapai surga & TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang2 akan mengingatku" .*

*Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang & menebang ketiga pohon itu.*

*Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan dikandang & setiap hari diisi dgn jerami.*

*Pohon ke2 dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yg sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar utk mengangkut raja-raja telah berakhir.*

*Pohon ke3 dipotong menjadi potongan2 kayu besar & dibiarkan teronggok dlm gelap.*

*Tahun demi tahun berganti ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing2.*

*Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yg dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang & menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.*

*Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yg dibuat dr pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang & pohon ke-2 berfikir bahwa ia tidak cukup kuat utk melindungi orang2 di dalamnya.*

*Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri & berkata kpd badai: "Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun berhenti.*

*Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.*

*Akhirnya seseorang datang dan mengambil pohon ke-3. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yg memikulnya. Laki-laki itu dipakukan di kayu ini & mati dipuncak bukit.*

*Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUS-lah yang disalibkan padanya.*

Pesan moral dari cerita ini tidak sulit:
*KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YG MEREKA INGINKAN, TETAPI TDK DGN CARA YG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.*
*BEGITU JUGA DGN KITA, KITA TDK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA.*
*KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA.*

Itulah sebabnya Paulus menasihatkan:
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Fil. 4:6)


2. Hidup dengan hati yang suci

Hal kedua yang dapat kita simak dari kisah Simeon adalah dia hidup dengan hati yang suci. Hal ini tepat dengan sabda Yesus: hanya orang yang suci hatinya yang diperkenankan melihat Allah (Mat. 5:8).
Simeon bersukacita karena harapan imannya terpenuhi. Dia diperkenankan Allah untuk melihat bahkan menatang bayi Sang Mesias. Dalam Lukas 2:25, harapan dan penantian Simeon sebenarnya sangat ditentukan oleh sikap hidupnya yang benar dan saleh di hadapan Allah. Kata saleh dalam bahasa aslinya digunakan "eulabes," yang artinya saleh, sangat berhati-hati dan takut akan Tuhan. Arah hidupnya hanya ditujukan kepada penantian akan datangnya Mesias yang diutus Allah. Tidaklah mengherankan jika kehidupannya senantiasa dipenuhi Roh Kudus. Itu sebabnya Tuhan mengizinkan Simeon untuk melihat Sang Mesias sebelum meninggal.
Demikian juga dengan kita saat ini, kita semua sedang menanti-nantikan kedatangan Yesus Kristus kembali sebagai Raja atas seluruh ciptaan. Karena itu kita mesti hidup dengan kekudusan dan hati yang suci agar kita diperkenankan melihat dan menyongsong kedatangan Yesus kali kedua yang tidak akan lama lagi, karena tanda-tanda kedatangan-Nya telah semakin jelas.
Dalam berbagai kesempatan, saya telah menceritakan bagaimana Tuhan memanggil saya sejak 2009 untuk mempersiapkan gereja-gereja menyongsong kedatangan Kristus. Tentu itu semua hanyalah atas kasih karunia Tuhan, sebab jika tidak ada yang memperingatkan orang-orang durhaka, maka bumi akan habis disambar murka Allah yang bernyala-nyala.
Karena itu kita mesti hidup kudus dan tidak bermain-main lagi karena waktunya telah sangat singkat. Kita mesti mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, mari kita baca Filipi 2:12

"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir..."


3. Hidup dalam persahabatan yang karib dengan Tuhan

Hal ketiga yang bisa kita pelajari dari Simeon, adalah bahwa hidup dalam persahabatan yang karib dengan Tuhan. Hal ini terlihat dari kesaksian Alkitab: "Roh Kudus ada atasnya."
Dalam konteks kita saat ini, Tuhan rindu agar anak-anak-Nya hidup bergaul karib dengan Dia.
Tahukah Anda siapakah tokoh Alkitab yang paling lama hidup bergaul dengan Tuhan? Ya betul, Henokh. Mari kita baca:

22 "Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." (Kej. 5:22-24)

Henokh merupakan suatu teladan bagi semua orang kudus sepanjang zaman, bagaimana hidup kudus dan bergaul dengan Tuhan selama lebih dari 300 tahun, sampai ia diangkat oleh Tuhan.
Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali, namun yang jelas waktunya telah semakin dekat. Karena itu kita mesti belajar hidup lebih dekat bergaul dengan Tuhan. Bagaimana caranya? Tidak sulit kok, ya kita mesti lebih serius baik dalam mezbah pribadi maupun mezbah keluarga.
Usahakan untuk melakukan 5 hal ini:
a. Berdoa syafaat untuk orang-orang kudus setidaknya 30 menit setiap hari
b. Membaca Alkitab secara teratur, misalnya 1-2 pasal setiap hari
c. Belajarlah hidup memohon pimpinan Roh Kudus setiap pagi
d. Berbuatlah baik setidaknya kepada satu orang setiap hari
e. bersaksilah tentang Tuhan Yesus yang dahsyat kepada 2-3 orang baru setiap hari.
Itulah cara yang benar untuk mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan Yesus kali kedua, jadi bukan sekedar otak-atik tentang kapan tanggal kiamat dll.
Pada akhirnya, sebagian dari kita mungkin agak cemas akan berbagai isyu bahwa tahun 2018 bakal lebih berat daripada tahun ini. Memang bisa jadi kita sebagai orang percaya akan mengalami banyak kesulitan karena iman kita kepada Yesus Kristus, namun janganlah kita khawatir. Pertolongan Tuhan senantiasa tepat pada waktu-Nya.
Mari kita belajar bersyukur seperti nabi Habakkuk di tengah pelbagai kesulitan:

17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Hab. 3:17-19).


4. Penutup
Dalam khotbah kali ini, kita belajar dari Simeon setidaknya 3 hal ini:
1. Kita mesti belajar menyikapi semua kegagalan dengan ucapan syukur
2. Kita mesti belajar hidup dengan hati yang suci
3. Kita mesti mengalami perjumpaan dan persahabatan yang karib dengan Tuhan setiap hari
Sebagai pesan penutup, mari kita banyak makan buah-buahan di akhir tahun ini. Buah apa saja itu yang baik untuk dimakan?

10 Buah Yang Harus Kita Makan di akhir tahun 2017 agar kita sehat Jasmani dan Rohani di tahun 2018 :
1. MARKISA (Mari Kita Sabar )
2. STROBERI (Selalu Introspeks Belajar Rendah Hati)
3. SALAK (Selalu Baik Dalam Bertindak)
4. JERUK (Jangan Berbuat Buruk)
5. PISANG (Pantang Iri,Sombong dan Angkuh )
6. ANGGUR (Anda Gemar Bersyukur )
7. MELON (Menolong Orang Lain )
8. TOMAT (Tobat Sebelum Kiamat )
9. TALAS (Tak Ada Kata Malas )
10. MENTIMUN (Menuntut Ilmu Tidak Banyak Melamun )

Tuhan memberkati bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Amin.

Saat teduh akan diiringi oleh lagu penutup berikut:


5. Lagu penutup
KJ. 405 KAULAH, YA TUHAN, SURYA HIDUPKU

1. Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku;
asal Kau ada, yang lain tak perlu.
Siang dan malam Engkau kukenang;
di hadiratMu jiwaku tenang!

2. Kaulah Hikmatku, Firman hidupku;
Kau besertaku dan 'ku besertaMu.
Engkau Bapaku , aku anakMu;
denganMu, Tuhan, 'ku satu penuh.

3. Kaulah bagiku tempat berteduh;
Kaulah perisai dan benteng teguh.
Sukacitaku kekal dalamMu;
Kuasa sorgawi, Engkau kuasaku!

4. Tak kuhiraukan pujian fana;
hanya Engkaulah pusaka baka!
Raja di sorga, Engkau bagiku
harta abadi, bahagia penuh!

5. Bila saatnya nanti 'ku menang,
t'rimalah daku di sorga cerlang!
Apa pun kini hendak kutemu,
Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku!

Sumber: http://www.kidungonline.com/data/KJ/lirik/KJ-405-KAULAH,%20YA%20TUHAN,%20SURYA%20HIDUPKU.php



Versi 1.0: 28 desember 2017, pk. 21:45
versi 1.1: 30 desember 2017, pk. 17:24
VC







Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Jumat, 29 Desember 2017

Beberapa ide visi dan misi gereja lokal

Shalom saudaraku. Menjelang penghujung th 2017, banyak gereja sibuk dengan banyak hal, di antaranya merumuskan visi dan misi untuk bbrp tahun ke depan.
Ini ada bbrp ide yg mungkin berguna.

Jbu,

Victor Christianto
www.sci4God.com

---
Usulan visi dan misi th. 2018-2021


1. Visi: gereja yang kecil, namun indah, guyub dan ramah

Pertimbangan: yang menjadi ciri khas kami sebagai gereja di pinggiran kota .... adalah gereja yang rukun, guyub dan ramah. Ciri ini yang perlu terus dipupuk dan dikembangkan.

Misi I: Saling mendoakan dan mendukung dalam keakraban dan keramahan
Misi II: Belajar lebih peduli dan berbagi
Misi III: Memperluas lingkaran kepedulian ke luar dinding gereja

Ayat inspirasi:

Mazmur 133:1-3 (TB) 
(Nyanyian ziarah Daud.) Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

http://www.bibleforandroid.com/v/ba21866bc3eb

-----
2. Visi: gereja yang dewasa dalam iman dan karya

Pertimbangan: Tuhan ingin agar semua umat percaya kian dewasa baik dalam iman maupun karya.

Motto:

Misi I: dewasa dalam kekudusan
Misi II: dewasa dalam berrelasi dan mengasihi
Misi III: dewasa dalam berkarya

Ayat inspirasi:
Efesus 4:13-14 (TB) "... sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,..."

------
3. Visi: gereja yang sehati, sejiwa dan berakar dalam Kristus

Misi I: sehati dan sejiwa dalam Kristus
Misi II: berakar dalam kepenuhan Kristus
Misi III: dewasa dalam berbagi dan saling peduli

Ayat inspirasi:
Kisah Para Rasul 4:32
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.


-----
4. Visi: gereja yang ramah, hangat, cair dan dewasa dalam berbagi seperti gereja mula-mula (Makedonia)

Ayat inspirasi:
Roma 15:26
Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.

Kisah Para Rasul 4:32
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

Misi I: belajar mengalami perjumpaan dengan Tuhan
Misi II: cair, ramah dan hangat seperti gereja mula-mula
Misi III: dewasa dalam berbagi dan peduli seperti Gereja Makedonia

------
5. Visi: bangkitlah dan menjadi teranglah

Pertimbangan:
Jemaat perlu bangkit dalam iman dan bertumbuh dalam kepenuhan Kristus, khususnya dalam rangka menyongsong kedatangan Yesus Kristus kali kedua.

Ayat inspirasi:
Yesaya 60:1-2 (TB)  Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

http://www.bibleforandroid.com/v/c045a90d2552

Misi I: belajar mengalami perjumpaan dengan Tuhan
Misi II: Apa yang ada padamu? - mulai melayani
Misi III: dewasa dalam berbagi dan saling peduli


Versi 1.1: 28 nov 2017
Versi 1.2: 1 desember 2017
Versi 1.3: 7 desember 2017
VC


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Be the miracle !

Saya ingin berbagi dua cerita lama dan melihat bagaimana Anda akan memilih

"Cerita Pertama"
Sebuah Perusahaan memiliki tradisi mengadakan pesta setiap malam pergantian Tahun (Old & New) dan mengadakan Undian berhadiah ...

Aturan Undian, setiap Karyawan menyetor 10 Dolar sebagai dana, hingga dari 300 Karyawan terkumpulah Tiga Ribu Dolar. Yg beruntung akan mendapat semua uang yg terkumpul ...

Pada hari Undian, kantor dipenuhi suasana yg semarak; semua orang menuliskan namany dikertas dan memasukkannya ke dalam Kotak Undian ...

Seorang pemuda ragu² utk menuliskan nsmanya ; menurutnya, orang yg paling pantas mendapatkan Hadiah Undian tsb adalah seorang ibu pembersih di perusahaan tersebut, yg anaknya baru² ini didiagnosa mengalami bocor Jantung,  tapi dia tdk punya uang utk membayar biaya operasinya ...

Meski mengetahui bahwa hanya ada 1/300 kemungkinan nama yg ditulisnya terpilih, pria itu menulis nama ibu pembersih itu pada  kertasnya ...

Ketika saat yg menegangkan akan tiba, kertas² di Kotak Undian di-aduk² dan kotaknya di-kocok². Pria ini terus berdo'a dalam hatinya : 'Saya berharap nama ibu ini yg terpilih'
Boss perusahaan dg per-lahan² mengambil sebuah gulungan, membukanya dan dg suara yg lantang mengumumkan nama yg tertulis di kertas itu ...
Nama si ibu pembersih !
Kontan seisi ruangan Kantor itupun meledak dngn sorak sorai, ibu tersebut dg cepat maju utk menerima Hadiah Undian tersebut sambil menangis : " Saya sangat  beruntung ! Saya sangat  beruntung ! Dg uang ini, anakku punya harapan! ''

Pesta dimulai, pria itu memikirkan *"Keajaiban ini"*, sambil berjalan ke Kotak Undian di depan . Diambil dan dibukanya sebuah gulungan kertas; dia lihat tulisan di atas kertas itu adalah nama si ibu pembersih Kantor! Pria ini sangat terkejut, lalu dia ambil dan buka lagi beberapa gulungan, ternyata meskipun tulisan tangannya ber-beda², namun nama yg tertulis semuanya sama , yaitu nama ibu pembersih Kantor tsb!  Mata pria inipun berlinang air mata , disadarinya *bahwa di Dunia ini memang benar memiliki KEAJAIBAN, namun keajaiban itu bukan jatuh dari Langit, melainkan KITA JUGALAH  YG HARUS MENCIPTAKANNYA...*

"Cerita kedua"
Suatu Siang, ketika sedang ber-jalan² dg seorang teman di pinggiran Kota, kami melihat seorang pria tua dg pakaian yg kumal berusaha menawarkan sayuran, namun sayuran² itu tampaknya seperti daun² yg mulai mengering, warnanya ke-kuning²an dan ber-lubang² bekas gigitan serangga. Teman saya,  tanpa mengatakan apapun , membeli tiga ikat sayuran sekaligus . Orang tua itu dg sangat menyesal  menjelaskan : "Sayuran ini adalah tanaman saya sendiri, hujan tdk turun beberapa waktu yg lalu hingga sayurannya mulai menguning, saya sangat menyesal"

Setelah kami berlalu, saya tanya teman saya : ''Apa kamu akan memakan sayuran ini dirumah ?

Teman saya berkata : Tidak, sayuran ini tdk bisa di makan lagi ...

Lantas kenapa kamu beli ???

Karena sayuran itu tdk akan dibeli oleh siapa pun juga.  Jika saya tdk membelinya,  orang tua itu mungkin tdk akan mendapat penghasilan apapun hari ini.

Sangat terkesan dg kebaikan hati teman ini, sayapun kembali ketempat orang tua itu dan membeli sisa sayurannya yg masih ada. Orang tua itu berkata dg  gembira,  "Saya menjual semua sayuran saya sampai tak bersisa hari ini ... ' Terima kasih atas pembelian Anda ... "

Walaupun sayur yg dibeli tdk bisa utk dimakan, saya memetik satu pelajaran yg berharga .
. . . . . . . . . . . . . . . . .
*Ketika sedang berada di titik terendah dalam hidup ini, kita menginginkan sebuah KARUNIA, sebuah Keajaiban atas diri kita.*
Namun ketika kita *MAMPU,  apakah kita bersedia menjadi siPEMBUAT KARUNIA KEAJAIBAN ITU?*

Anda telah selesai membaca artikel ini. Anda memiliki dua pilihan :

1 ) Abaikan sama sekali , anggap Anda tdk pernah membaca artikel ini ...

2 ) Teruskan ke Group dan teman Anda, dg demikian kita telah bantu menyalurkan berkat bagi orang yg sedang sangat membutuhkannya...

Saya pilih utk meneruskan,  Anda juga bukan ?

---

*terimakasih kpd seorang teman SD yg berbagi kisah ini



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Senin, 25 Desember 2017

Pidato Natal oleh bung Karno

Pidato Natal oleh bung Karno, 1963

*Copas dari lapak sebelah*


Bung Karno diminta untuk memberikan kata sambutan di perayaan Natal di Jakarta pada tahun 1963, lalu Bung Karno memulai pidatonya demikian:

"Spanduk didepan saya tertulis *YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK....*, 
Itu salah, itu keliru", kata Ir. Soekarno dengan tegas dan berwibawa

Segenap yg hadir diam terperangah....tanpa mampu mengeluarkan suara dan sepatah kata
Setelah beberapa detik sunyi, maka Bung Karno melanjutkan pidatonya:
" yang benar begini,

*SESUNGGUHNYA YESUS ADALAH GEMBALA YANG TERBAIK!!!"...*

Lalu hiruk-pikuk dan tepuk tangan menggelegar diseluruh ruangan.....

setelah gemuruh hiruk pikuk mereda, Bung Karno lalu melanjutkan pidatonya,
"Kita semua yang hadir disini ditantang.. SUDAHKAH KALIAN MENJADI DOMBA-DOMBA TERBAIK-NYA?"

Selamat Natal ...


--

Trimakasi untuk pak Yunus



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Menyambut keramahan Tuhan

Menyambut keramahan Tuhan

(sebuah renungan Natal)

Teks: Lukas 2:14
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Shalom, selamat malam saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus. Sebagian besar dari Anda tentu lumayan sibuk hari ini, mungkin sejak pagi Anda mengikuti ibadah Natal dilanjutkan dengan saling berkunjung ke rumah saudara-saudara sekota. Kini mungkin Anda baru pulang dari keliling dan bermacet-macet di jalanan, sebagaimana yang juga saya alami sejak tadi siang.
Di tengah segala aktivitas dan kemacetan, mungkin ada di antara Anda yang menanyakan: apa sebenarnya makna Natal? Apakah sekadar serangkaian aktivitas rutin dari tahun ke tahun?
Berikut ini izinkan saya menawarkan sebuah perenungan. Secara ringkas, peristiwa Natal dapat dipahami dalam beberapa aspek berikut ini:


a. Menyambut keramahan Tuhan
Jika kita membaca Alkitab dari Kejadian dengan teliti, kita akan menemukan di mana-mana tentang keramahan Tuhan yang begitu luar biasa. Ia menempatkan manusia pertama di sebuah taman yang indah. Ia memberikan semua buah untuk dimakan (Kej. 2). Dan bahkan ketika manusia pertama dan istrinya memberontak kepada Tuhan, Ia berjanji bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular (Iblis). Inilah yang disebut dengan proto-evangelion (Kabar baik mula-mula). Kej. 3.
Dan sekalipun sepanjang sejarah manusia senantiasa mengecewakan Dia, terutama Israel sebagai bangsa pilihan, namun Ia, Sang Pemilik Kebun Anggur, tetap setia menggenapi rencana penyelamatan manusia.
Caranya bagaimana? Tidak lain yaitu dengan cara Yesus, yang adalah Sang Firman yang kekal, berkenan nuzul mengambil rupa seorang bayi yang lemah.
Tuhan yang adalah "Sang Tuan Rumah," pemilik alam semesta dengan segala isinya, berkenan menjadi "tamu" kepada sebuah keluarga muda yaitu Yusuf dan Maria. Dan sepanjang hidup-Nya, Yesus senantiasa konsisten dalam menawarkan keramahan Sang Bapa, yang memulihkan hidup dari dosa dan penyakit. Namun tidak hanya itu, Ia juga bersedia menjadi penerima keramahan sesama-Nya.
Ia bersedia menerima uluran keramahan dari murid-murid-Nya, termasuk juga dari para perempuan yang melayani Dia dan rombongan-Nya (Luk. 8:1-3).
Dan memang Injil Lukas mengisahkan bahwa sepanjang kehidupan Yesus, ternyata justru banyak orang-orang terpandang pada zaman Yesus yang gagal menangkap pesan keramahan Tuhan yang sedang ber-incognito tersebut.
Justru orang-orang yang dianggap sebagai kaum tidak terpelajar, orang-orang yang tersisih, dan para perempuan yang kerap diremehkan masyarakat, merekalah yang justru membuka diri dan menerima keramahan Sang Firman tersebut.
Jadi Natal pertama-tama adalah kisah tentang keramahan Tuhan, dan bagaimana kita diundang untuk menyambut keramahan Tuhan tersebut.


b. Merayakan kehidupan yang biasa-biasa
Tidak jauh beda dengan kehidupan sosial saat ini, pada zaman Yesus hidup, masyarakat juga diwarnai dengan legalisme serta hidup agamawi yang semu (baca: tidak otentik). Merekalah yang haus akan penghormatan serta status sosial dan berusaha mencapai status sosial dengan berbagai cara.
Namun ternyata, Tuhan mengutus para malaikat untuk memberitakan Kabar Baik bagi sekelompok gembala di padang:

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Siapa yang dimaksud dengan manusia yang berkenan kepada-Nya?
Saya kira Injil Matius menyampaikan pesan yang sama dengan Lukas: yang disebut berkenan kepada-Nya adalah orang-orang yang merendahkan diri di hadapan-Nya dan lapar dan haus akan Dia.

6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat. 5)

Rupanya, Lukas ingin menyampaikan pesan tersembunyi bahwa Tuhan berkenan akan orang-orang sederhana, tepatnya orang-orang biasa dengan kehidupan yang sangat biasa, seperti para gembala, Yusuf si pengrajin kayu, dan istrinya. Meski ada juga kisah tentang orang-orang bijak dari Timur (Majusi), namun mereka juga bersedia merendahkan diri di hadapan Sang Firman yang nuzul tadi.
Dengan kata lain, datang dan menyembah di kaki bayi Yesus yang lemah dan tampak tidak berdaya itu berarti kita bersedia melepaskan ambisi-ambisi kita akan sosok sang penyelamat yang serba wah dan gagah, seperti para superhero di serial Marvels. Sebaliknya, kita diundang untuk menerima dan menyambut suatu kehidupan yang serba biasa, dengan orang-orang biasa, bahkan di sebuah kandang yang jauh dari layak sebagai tempat menyambut kehadiran Sang Firman itu sendiri ke dalam dunia.
Mungkin hal ini juga bisa dibaca sebagai suatu kritik terhadap kehidupan banyak orang duniawi, termasuk orang-orang yang menyebut diri mereka Kristen saat ini. Banyak di antara kita yang mencari Tuhan dalam hal-hal yang spektakuler, dalam api yang menyala-nyala, dalam pelbagai tanda kebesaran Tuhan. Namun seringkali, Tuhan justru muncul dalam hal-hal biasa, seperti angin sepoi.
Hal ini juga terjadi pada nabi Elia:

1 Raja-raja 19:12
"Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa."

Ternyata Tuhan justru berbicara bunyi angin sepoi-sepoi basa. Dengan demikian Injil juga merupakan suatu sindiran dan sandungan kepada orang-orang yang menganggap diri mereka terpelajar dan berkedudukan terhormat: jika mereka tidak mau merendahkan diri di hadapan bayi Yesus yang lahir di palungan, maka mereka tidak layak bagi-Nya.
Akhirnya, Injil memang kebodohan bagi dunia ini, namun merupakan puncak hikmat Allah bagi mereka yang menerima Dia. Pdt. Joas Adiprasetya telah menulis artikel yang sangat bagus, bahwa kerapkali mengikut Yesus memanggil kita untuk menjadi bodoh dan bahan tertawaan bagi dunia.(1)

1 Korintus 1:27
"Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat."

Namun berbahagialah Anda yang tidak kecewa dan menolak Dia.


c. Berbagi keramahan Tuhan
Setelah kita menyambut keramahan Tuhan, Sang Pemilik Dunia ini, serta menerima kehidupan yang biasa-biasa, kini saatnya kita belajar makna Natal yang terakhir, yakni kita seharusnya juga tergerak untuk berbelaskasihan dan belajar berbagi keramahan Tuhan itu dengan sesama.(2)
Mari kita bertanya kepada diri sendiri: Kapan terakhir kali kita menyatakan belaskasihan dan keramahan kepada sesama yang membutuhkan? Kemarin? Bulan lalu? Atau tahun lalu?
Tentu berbagi keramahan itu memerlukan sikap penyangkalan diri, terutama karena dunia modern ini terus menuntut kita untuk menjadi lebih cepat, lebih kuat, lebih tangkas dibandingkan orang lain. Akhirnya hidup kita berisi perlombaan demi perlombaan, adu cepat demi adu cepat, sampai kita mati kehabisan tenaga. Itulah tujuan sebenarnya dari "darwinisme sosial," yang membuat manusia kehilangan empati kepada sesamanya, dan akhirnya manusia menjadi "serigala bagi sesamanya," Hobbes. (3) Dengan kata lain, belajar berbagi keramahan Tuhan berarti kita mesti belajar mengembangkan masyarakat yang berkarakter "social un-darwinism."(4) Lihat misalnya ebook saya di Amazon kindle.(5)

Penutup
Sukacita Natal yang sejati akan kita rasakan jika kita telah belajar merendahkan diri dan menyambut hadirnya Sang Firman, Yesus Kristus, ke dalam hidup kita, lalu kita belajar berbagi keramahan Tuhan dengan sesama yang memerlukan. Pada akhirnya kita akan lebih berbahagia bukan ketika menerima hadiah ini itu dari seseorang, namun ketika kita memberi.

"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kis. 20:35)

Lalu, Natal akan merupakan saat yang tepat untuk bangkit dan mulai menjadi terang:

Ayat penutup: "Bangkitlah, menjadi teranglah sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu." (Yes. 60:1)

Versi 1.0: 25 Desember 2017, pk. 22:25
VC

Referensi:
(1) Joas Adiprasetya. Following Jesus the clown. Theology today, 69/4 (2013). Url: https://www.researchgate.net/publication/258197984_Following_Jesus_the_Clown
(2) http://www.suarakristen.com/2017/12/25/berbagi-kasih-natal/
(3) http://www.minerva.mic.ul.ie/vol6/hobbes.html
(4) Douglas Allchin. Social un-darwinism. American Biology Teacher. Url: http://douglasallchin.net/papers/undarwin.pdf
(5) V. Christianto. How social darwinism ruin America and the world. Amazon Kindle edition. Url: https://www.amazon.com/Jesus-Christ-social-darwinism-America-ebook/dp/B00AZDJJQI






Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Jumat, 22 Desember 2017

Kisah tiga pohon *renungan Natal*


*KISAH 3 POHON*

*Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.*

*Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan & impian mereka.*

*Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak & berbagai batu permata & semua orang  mengagumi keindahannya".*

*Kemudian pohon ke2 berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yg besar.*
*Aku akan mengangkut raja2 dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yg kuat & setiap orang merasa aman berada dekat dgnku".*

*Lalu giliran pohon ke3 yg menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit.* *Orang2 akan memandangku & berpikir betapa aku begitu dekat utk menggapai surga & TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang2 akan mengingatku" .*

*Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok. penebang pohon datang & menebang ketiga pohon itu.*

*Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun.*
*Tetapi doanya tdk menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan dikandang & setiap hari diisi dgn jerami.*

*Pohon ke2 dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan.*
*Tetapi ia dipotong2 dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yg sangat kecil.*
*Impiannya menjadi kapal besar utk mengangkut raja-raja telah berakhir.*

*Pohon ke3 dipotong menjadi potongan2 kayu besar & dibiarkan teronggok dlm gelap.*

*Tahun demi tahun berganti  ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing2.*

*Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yg dibuat dari pohon pertama.*
*Orang2 datang & menyembah bayi itu.*

*Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.*

*Bertahun2 kemudian, sekelompok laki2 naik ke atas perahu nelayan yg dibuat dr pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang & pohon ke2 berfikir bahwa ia tdk cukup kuat utk melindungi orang2 di dalamnya.*

*Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri & berkata kpd badai: "Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun berhenti.*

*Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.*

*Akhirnya seseorang datang dan mengambil pohon ke3. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang2 mengejek lelaki yg memikulnya. Laki2 itu dipakukan di kayu ini & mati dipuncak bukit.*

*Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dgn TUHAN, karena YESUS-lah yg disalibkan padanya.*

*KETIKA KEADAAN TDK SEPERTI YG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.*

*JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT2 BESAR.*

*KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YG MEREKA INGINKAN, TETAPI TDK DGN CARA YG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.*

*BEGITU JUGA DGN KITA, KITA TDK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA.*

*KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA.*

*Semoga renungan ini menjadi berkat MENJELANG NATAL bagi kita semua.*
*Tuhan  memberkati*
--

Trims buat pak Supriyono

Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Rabu, 20 Desember 2017

Menuju Pengobatan Integral

Menuju Pengobatan Integral

(An introduction to "spirit-filled medicine.")

Teks: Kejadian 2:7
"ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup."


Shalom, saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Kira-kira dua minggu lalu, seorang profesor senior yang saya hormati, yakni Prof. Dr. Bambang Hidayat, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengirim sebuah artikel kepada sekelompok akademia.*
Pada intinya beliau menanyakan bagaimana respon kita sebaiknya terhadap kebijakan China baru-baru ini yang ingin memberikan kemudahan terhadap praktek pengobatan berbasis TCM (traditional Chinese Medicine). Lihat bagian lampiran.
Keprihatinan beliau tentu bisa dipahami, mengingat persepsi masyarakat saat ini adalah bahwa pengobatan tradisional, yang juga kerap disebut pengobatan alternatif, biasanya dihubungkan dengan praktek perdukunan atau metode aneh-aneh seperti kura-kura, bisa ular, bekam dll., yang banyak di antaranya tidak pernah melewati uji klinis apapun.
Namun ada dua hal penting yang kita mesti perhatikan dari kebijakan pemerintahan Xi Jinping ini:
a. Kebijakan ini bertolak dari biaya pengobatan Barat yang sangat mahal terutama akibat uji klinis terhadap manusia, sehingga wajar jika pemerintah China ingin memberikan perhatian yang lebih seimbang terhadap tradisi pengobatan China.
b. pengobatan tradisional China telah berkembang selama tidak kurang dari 4000 tahun.
Memang ada beberapa laporan bahwa di Asia, kanker liver bisa dihubungkan dengan penggunaan (berlebihan) obat-obatan herbal. Tentu ini perlu kajian lebih dalam.(5)
Mengenai kecemasan sebagian orang terhadap dihapusnya uji klinis, tampaknya pemerintah China cukup berhati-hati, lihat kutipan berikut:

"Lixing Lao, director of Hong Kong University's School of Chinese Medicine, says that although traditional medicines will no longer need to go through clinical trials, the CFDA will still require remedies to undergo preclinical pharmacological testing and drug-toxicity studies in animals or cells to gain approval."(2)

Tentu bisa diharapkan bahwa kebijakan baru tersebut akan makin memperkuat minat orang untuk mengembangkan dan memproduksi obat-obatan berdasarkan tumbuh-tumbuhan yang sudah dikenal khasiatnya sejak ribuan tahun, ketimbang substansi sintetik (buatan) yang justru berpotensi tidak dapat diolah tubuh dan menjadi racun.(3)(4)
Di Indonesia, juga dikenal berbagai tanaman obat, dan ada beberapa apps yang menyediakan katalog apotik hidup tersebut.
Salah satu yang bisa disebut misalnya adalah gendola, yang kabarnya berkhasiat untuk penyakit diabetes, kanker, stroke, jantung koroner, lever dll. Tentu juga diperlukan uji klinis untuk gendola ini.(6)


Masalah mendasar dari pengobatan modern (Barat)
Ada beberapa penulis ilmiah yang mengungkapkan dengan gamblang betapa mendasarnya masalah dengan pengobatan modern (Barat). Masalah mendasar itu biasa diungkapkan dengan pandangan dunia mekanistik dan juga filsafat dualisme Cartesian. (1)(11).
Sheldrake telah mengungkapkan bahwa pandangan mekanistik sebenarnya berasal dari filsafat Neo-Platonik, jadi bukan bersumber dari pengajaran yang Alkitabiah.
Argumen yang mirip juga dikembangkan oleh Fritjof Capra dalam bukunya yang terkenal, Titik Balik Peradaban (the turning point).(8)
Demikian pula filsuf Kristen Alvin Plantinga telah menulis paper yang mengkritik materialisme. (12)
Namun, sayangnya pemikiran-pemikiran para ilmuwan dari berbagai disiplin tersebut seringkali kandas di tengah masifnya disinformasi (dan iklan) bahwa pengobatan modern (Barat) telah berhasil menjawab hampir semua masalah kesehatan manusia. Benarkah demikian?
Mari kita lihat dulu pembacaan pos-kolonial terhadap Kej. 2:7 dan beberapa teks lainnya.


Pembacaan pos-kolonial terhadap Kej. 2:7
Jika kita membaca sekilas Kej. 2:7, maka sekilas kita melihat bahwa manusia terdiri dari debu tanah (adamah) yang dihembusi Nafas hidup oleh Tuhan (nephesh). Di sini kita dapat bertanya, benarkah teks ini mendukung pandangan dualisme Cartesian? Saya kira tidak juga, karena konsep Ibrani tentang manusia dan kehidupan bersifat integral. Intinya: bukan roh yang terperangkap dalam tubuh (Platonik), namun tubuhlah yang berada dalam roh. (9)
Ini berarti kita mesti memikirkan sebagai kemungkinan yang terbuka untuk mengembangkan pendekatan pengobatan yang integral (Ken Wilber), atau mungkin lebih tepat disebut "spirit-filled medicine."(10).
Mari kita lihat tiga teks lagi:

a. Kej. 1:2, "Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air."
Pola seperti penciptaan Adam juga bisa kita jumpai dalam kisah penciptaan semesta. Bumi dan samudera sudah ada (mirip dengan adamah), namun masih kosong dan tidak berbentuk. Lalu Roh Allah melayang-layang di atasnya, dalam teks asli "ruach" bisa diartikan sebagai angin keras.. Jadi bisa kita bayangkan ada angin tofan (hurricane), lalu dalam badai itulah Tuhan berfirman, dan terjadilah penciptaan alam semesta. Dari sudut pandang sains, telah diketahui dalam ilmu aerodinamika bahwa turbulensi dapat menyebabkan timbulnya suara (turbulence-generated sound). Dan gelombang suara primordial memang diamati oleh para astronom.

b. Mzm. 107:25, "Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya."
Relasi antara sabda (sound) dan badai (turbulence) itu bersifat interaktif. Yang satu dapat menyebabkan lainnya. Artinya, Tuhan dapat berfirman lalu timbul badai, atau Roh Tuhan menyebabkan badai. Lalu timbullah suara.

c. Yeh. 37:7, "Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain."
Dalam Yehezkiel ini tampak kisah penciptaan Adam terulang kembali, yakni Roh Tuhan bertiup (badai), maka timbul suara yang menghidupkan tulang-tulang yang mati.

Simpulan dari ketiga ayat di atas tampaknya adalah bahwa manusia terdiri dari adamah yang dihidupkan oleh nafas atau Roh Tuhan. Dia bukan materi, lebih tepat disebut sebagai roh dalam materi. Seperti sebuah lagu populer dahulu: "We are spirits in the material world." Lihat juga Amos Yong, (7).
Karena itu, tidaklah tepat jika hanya mengembangkan pengobatan berbasis materialisme atau dualisme Cartesian. Kita dapat mengembangkan pendekatan baru yang lebih integral.(1)
Di antara penelitian yang mendukung pendekatan integral itu misalnya adalah pandangan bahwa sel bersifat gelombang, lihat paper dari Prof. Luc Montagnier.(13)(14)(15).
Dan juga paper kami tentang sifat gelombang dari materi, serta kemungkinan mengembangkan pengobatan (kanker) berbasis frekuensi gelombang.(16)(17).**


Penutup
Artikel singkat ini menyoroti problem mendasar dengan pengobatan modern (Barat). China telah mengambil langkah maju dengan mengakui warisan budaya mereka yang disebut dengan TCM.
Bagaimana dengan kita di Indonesia?

Versi 1.0: 21 desember 2017, pk. 11:30
VC

catatan:
* terimakasih kepada bp. Prof. Dr. Bambang Hidayat, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
** paper kami tentang pandangan non-partikel dari DNA pernah dipresentasikan di konferensi ICTAP tahun 2016 di Makasar oleh rekan penulis.


Referensi:
(1) Rupert Sheldrake. The science delusion. Ebook version. Url: http://www.alice.id.tue.nl/references/Interview%20with%20Rupert%20Sheldrake.pdf
(2) David Gray. Reuters. Url: https://industrialsafetynews.com/index.php/2017/11/29/china-to-roll-back-regulations-for-traditional-medicine-despite-safety-concerns-nature-news-comment-2/
(3) David Gray. Reuters. Url: https://sg.finance.yahoo.com/news/drug-makers-interested-ancient-chinese-081800251.html
(4) https://www.reuters.com/article/uk-drugs-china-tcm/china-seeks-to-unlock-secrets-of-herbs-roots-idUSLNE80C01A20120113
(5) David Gray. Reuters. Url: https://www.pri.org/stories/2017-10-18/new-study-shows-liver-cancer-asia-linked-herbal-remedies
(6) mas Dewo. Gendola: obat dewa penakluk aneka penyakit. FMedia (Imprint agromedia pustaka)
(7) Amos Yong. The Spirit of Creation. Cambridge: Wm. B. Eerdmans Publ. co, 2011
(8) Fritjof Capra. The Turning Point. Url: https://en.wikipedia.org/wiki/The_Turning_Point_(book)
(9) in the vale of soul-making. Url: http://themathesontrust.org/papers/modernity/sheldrake-vale.pdf
(10) Ken Wilber. Integral medicine. Url: http://www.kenwilber.com/Writings/PDF/ForewordIntegralMedicine_OTHERS_2003.pdf
(11) Rupert Sheldrake. Setting science free from materialism. Url: http://www.wakingtimes.com/2013/10/25/setting-science-free-materialism/
(12) Alvin Plantinga. Against materialism. Url: http://www.andrewmbailey.com/ap/Against_Materialism.pdf
(13) Luc Montagnier et al. http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/306/1/012007/meta
(14) Luc Montagnier. DNA between physics and biology. url: http://omeopatia.org/upload/Image/convegno/VALERI-24-10-2011Relazione3.pdf
(15) http://21sci-tech.com/Articles_2011/Winter-2010/Montagnier.pdf
(16) Victor Christianto & Yunita Umniyati. A non-particle view of DNA and implications to cancer therapy. Url: http://www.academia.edu/29253942/A_Non-Particle_View_of_DNA_and_Its_Implication_to_Cancer_Therapy
(17) Victor Christianto & Yunita Umniyati. A few comments of Montagnier and Gariaev's works. DNA Decipher Journal. Url: http://dnadecipher.com/index.php/ddj/article/download/102/112


----

Lampiran: Nature News, 30 november 2017

China to roll back regulations for traditional medicine despite safety concerns

Article by David Gray from Reuters

Scientists fear plans to abandon clinical trials of centuries-old remedies will put people at risk.

---
The Chinese government is promoting traditional Chinese medicines as an alternative to expensive Western drugs.

Support for traditional medicine in China goes right to the top. President Xi Jinping has called this type of medicine a "gem" of the country's scientific heritage and promised to give alternative therapies and Western drugs equal government support. Now the country is taking dramatic steps to promote these cures even as researchers raise concerns about such treatments.

From early next year, traditional Chinese medicines may no longer be required to pass safety and efficacy trials in humans in China. Draft regulations announced in October by the China Food and Drug Administration (CFDA) mean traditional medicines can skip such costly and time-consuming trials as long as manufacturers prepare ingredients using essentially the same method as in classic Chinese formulations. The State Administration of Traditional Chinese Medicine and the CFDA will compose a list of the approved methods.

The Chinese government has been forcefully promoting traditional Chinese medicines (TCMs) as an alternative to expensive Western drugs. Doctors of Chinese medicine have welcomed the new policy, saying that it will make it easier for companies who produce such medicines to get drugs approved and make them available to patients. Lixing Lao, director of Hong Kong University's School of Chinese Medicine, says that although traditional medicines will no longer need to go through clinical trials, the CFDA will still require remedies to undergo preclinical pharmacological testing and drug-toxicity studies in animals or cells to gain approval.

Safety concerns

But scientists say that safety concerns continue to plague the industry, and that minimizing clinical-trial requirements could put more patients at risk. On 23 September, the CFDA recalled batches of two injectable TCMs after about ten people fell ill with fevers and chills.

Less than a month later, on 18 October, researchers in Singapore and Taiwan published a study in Science Translational Medicine linking liver cancer to aristolochic acid, an ingredient widely used in traditional remedies1. Lead author Steven Rozen, a cancer-genomics researcher at Duke-NUS Medical School in Singapore, is convinced that aristolochic acid contributed to the mutations, but says it's harder to determine to what extent it caused the tumours.

Aristolochic acid has also been linked to cancers of the urinary tract and can cause fatal kidney damage2, 3. Rozen says it is still in common use, despite warnings from the US Food and Drug Administration that it is associated with kidney disease. "It would be a good time to reassess regulations" of aristolochic acid, he says.

Lao sees people take remedies containing aristolochic acid every day, and says it should not cause problems if taken "moderately and to treat diseases" rather than as a regular supplement. He says more research is needed into how to ensure the safe use of the potentially toxic substance. Overall, Lao is not concerned about safety issues with traditional medicines because, "unlike Western drug development, these herbal formulas have been used for hundreds and thousands of years," he says.

But Li Qingchen, a paediatric surgeon at the Harbin Children's Hospital and a well-known critic of TCMs, says the recent recalls of remedies show that current safety measures aren't adequate. He says doctors need to inform the public about some of the dangers associated with traditional medicines, but that most are unwilling to speak out against them. "Few doctors would dare to publicly criticize TCMs," he says. Li thinks that the government's promotion of TCMs will make it harder for scientists to criticize the drugs "because the matter gets escalated to a political level and open discussions become restricted".

Criticism muted

With strong government support for the alternative medicines industry, Chinese censors have been quick to remove posts from the Internet that question its efficacy. On 23 October, an article on a medical news site that called for closer attention to the risks of aristolochic acid was removed from social media site WeChat. The story had been viewed more than 700,000 times in three days.

Debate over TCMs has been silenced before in China. Last year, a Beijing think tank — the Development Research Center of the State Council — proposed banning the practice of extracting Asiatic black bear bile, another common ingredient in TCMs. The think tank's report questioned the remedy's efficacy and suggested using synthetic alternatives. It was removed from the think tank's website after the Chinese Association of Traditional Chinese Medicine, which supports the development of TCM, called it biased and demanded an apology.

As well as reducing regulations for TCMs, the Chinese government has made it easier to become a doctor of traditional medicine and to open hospitals that use the approach. Since July 2017, students studying traditional medicine no longer need to pass the national medical exams based on Western medicine. Instead, traditional medicine students can attend apprenticeship training and pass a skills test. And practitioners who want to open a clinic no longer need approval from the CFDA. They need only register with the authority.

The government's ultimate goal is to have all Chinese health-care institutions provide a basic level of TCMs by 2020. A roadmap released in February 2016 by the State Council, China's highest administrative body, plans to increase the number of TCM-licensed doctors to 4 per 10,000 people, an increase from less than 3 practitioners per 10,000 people. The government also wants to push TCMs' share of pharmaceutical sales from 26% to 30% by the end of the decade.

Nature 551, 552–553 (30 November 2017)
doi:10.1038/nature.2017.23038

References
Ng, A. W. T. et al. Sci. Transl. Med. 9, eaan6446 (2017).
Vanherweghem, J. L., et al. Lancet 341, 387–391 (1993).
Lord, G. M. et al. Lancet 358, 1515–1516 (2001).


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Senin, 18 Desember 2017

Yerusalem menurut pandangan ulama muslim Indonesia


*YERUSALEM MENURUT PANDANGAN SEORANG ILMUAN ISLAM DARI INDONESIA*


Sbnrnya selama ini kita muslim Indonesia salah kaprah tentang konflik Palestine - Israel , yang selama ini sebagian Ummat Islam Indonesia melihat sebagai Perang Agama..

Dilihat dari arti kata Filistin saja kita semua sudah tau..

Dalam bahasa Ibrani arti kata "Filistine" adalah Bangsa dari seberang laut.
Org Filistin berasal dari sekitar kepulauan Kreta, Yunani.
Agama asli Filistin menyembah Dewa2.

Filistin pertama kali mendarat di pantai Gaza lalu makin lama makin banyak dan akhirnya konfrontasi dg nabi Daud , dan akhirnya Nabi Daud yg menang dan mendirikan kerajaan Israel dg luas kira2 sperti skrg. Krn itu sampai skrg bendera Israel bersimbol Bintang Daud.
Filistin dulu berbeda dg Palestine masa skrg yg mayoritas suku Arab muslim & Arab Nashrani , Bukan asli org2 Filistin lagi.
Bahkan pemimpin Palestina yg terkenal, Yasser Arafat  berasal dari Arab Mesir, bukan kelahiran Palestina yang istrinya jg Wanita Arab Nashrani.

Sebaiknya kita belajar sejarah yg benar & jujur supaya paham akar masalahnya utk jdi lebih bijak dan tdk mudah terprovokasi oleh kepentingan Kekuasaan primordial Arabisme.

Pelajari ttg Daud adalah Nabi besar ummat Syalom Israel Yahudi dan ummat Syalom Nashrani juga ummat Islam Arab yang membunuh Goliath Filistin lalu mendirikan kerajaan Israel.

Pelajari ttg apa dan dimana letak Bait Suci umat Israel Yahudi.
Pelajari ttg dimana Nabi besar umat Syalom Nashrani lahir, hidup dan mati. Tentang kapan Nabi Muhammad lahir & wafat , Tentang kapan pasukan khalifah Umar pertama kali masuk dan mengambil alih Yerusalem lalu mendirikan masjid Omar , kemudian mendirikan masjid Aqsa di atas puing2 Bait Suci (Temple).

Kalau kita sudah paham sejarah dgn benar , nanti kita akan sadar kenapa Ummat Nashrani & Bangsa yahudi Eropa/Amerika tetap mempertahankan Israel yg berdiri di sana. Kita pikir wilayah kerajaan Israel Yahudi Nabi Daud dan tanah kelahiran Nabi Isa / Yesus dan situs2 bersejarah Israel Yahudi dan Syalom Nashrani bisa dipindah ?
j
Dulu pusat ke Nashranian terpaksa pindah ke Byzantium krn tanah Israel dikuasai Bangsa Arab.

Lalu ke Nashranian Byzantium pun dihancurkan oleh Al Fatih , Krn itu orang2 Syalom Nashrani pindah ke Vatican supaya dekat dan dilindungi Roma , dan kemudian seluruh kerajaan Syalom Nashrani bersatu dibawah kepemimpinan Inggris utk mengambil alih tanah suci Yerusalem kembali dan dinamakan Perang Salib , dan sepertinya mereka berhasil merebut kembali.

Masing2 agama sudah punya ritual tanah suci nya sendiri2 , jadi jangan saling ganggu..
Bukankah tujuan beragama itu utk menciptakan kedamaian ? Bukan utk saling menguasai tanah suci org lain dan memusnahkan agama lain, demi obsesi Pemahaman menjadi agama satu2nya di muka bumi yang paling benar ? ☺

Pd saat nabi Muhammad Isra Miraj sebenarnya di Yerusalem belum ada masjid  adanya Bait Sucinya org Yahudi.

Nabi Muhamad menganggap Bait Suci adalah masjid / Bait Aqsa (terjauh) sbg kiblat pertama krn Bait Suci pd saat itu adalah pusat ibadah , kemudian Nabi memindahkan kiblat Arab muslim ke Mekkah supaya Arab muslim tidak bertikai berebut kiblat dg ummat BangsaYahudi & gol Syalom Nashrani .
Nabi Muhammad tak pernah berusaha mengambil alih Yerusalem sampai wafat th 632 Masehi.

Khalifah Umar pd saat pertama kedatangannya di Yerusalem melakukan shalat di tanah kosong di seberang gereja dgn izin dan ketulusan Ummat Nashrani , lalu di tempat Umar shalat dibangun masjid "Omar".

Itu bukti bahwa masjid Al Aqsa belum ada saat pertama kali Umar datang ke Yerusalem. Kalau sudah ada masjid pasti Umar shalat di Al Aqsa, bukan di lapangan. Setelah mendirikan masjid Omar lalu berapa thn kemudian masjid Al Aqhsa dibangun di atas puing2 reruntuhan Bait0 Suci.

Alqsha selesai dibangun th 705 M , Jadi masjid Al Aqsha didirikan kira2 72 tahun setelah nabi Muhamad wafat.

Jadi inilah yg menjadi sebab Perang Salib dan kisruh sampai sekarang , karena Bangsa Arab muslim ingin menguasai Yerusslem dan menghapus Israel.
Bangsa Israel Yahudi dan ummat Syalom Nashrani tidak rela kehilangan tanah sucinya utk dikuasai Bangsa Arab islam.

Mereka maunya ya tanah suci Syalom Yahudi & Syalom Nashrani dipegang oleh Bangsa Yahudi & ummat Syalom Nashrani juga. Lucu dan Aneh kan kalau Tanah suci umat A tapi yg berkuasa disitu umat B.
Bangsa Arab Islam juga pasti tdk mau juga kalau Mekkah & Kabah dikuasai Bangsa Yahudi ?
Begitu kira2...

Org Amerika/Eropa Nashrani percaya kpd kitab mereka yg menyebut bahwa Israel adalah tanah suci pemberian Tuhan dan Tuhan akan melindungi sampai kiamat.

Sedangkan Bangsa Arab Islam seolah memaksakan kehendak bahwa Yerusalem itu milik Bangsa Arab Islam. Padahal kan jelas yg duluan hidup dan ibadah disitu bangsa Israel Yahudi dan Nashrani.

Bangsa Arab Islam yg datang 700 th setelah wafatnya Nabi Isa /Jesus tiba2 ingin menguasai Yerusalem 😁, Padahal semasa nabi Muhammad hidup pun, tidak pernah bawa pasukan perang utk menyerang Israel.

Nabi Muhammad juga tdk pernah memerintahkan merampas Yerusalem krn beliau sdh punya 2 tanah suci & kiblat sendiri (Mekah & Madinah). Di dalam Quran pun tak ada satupun ayat yg menyebut harus menguasai Yerusalem. Jadi yg ngaco itu adlh masa pemimpin Arab islam setelah nabi Muhammad wafat, yg ingin menguasai tanah suci Agama lain.

Usaha Arabisasi di Israel tidak berhasil & akhirnya Bangsa Arab islam radikal yang menempatkan KEBANGSAAN nya diatas dari Nilai2 dan Sendi2 Agama itu sendiri Menjadi dongkol sampai skrg , lalu bikin teror tak berkesudahan.
Kalau Arab islam yg mengikuti nabi Muhammad pasti tak kan bernafsu merampas Israel/Yerusalem krn nabi mengajarkan "Bagiku agamaku, bagimu agamamu"...

Jangan saling ganggu , dan dalam internal Islam dapat dimaknai jg sbg "Islam ku adlh Kepercayaan / Agama ku , Islam mu adlh Kepercayaan / Agama mu". Kesimpulan nya 1001 Jalan menuju ke Keselamatan.

Intinya tiap agama udah punya tanah suci dan kiblat sendiri. Yerusalem itu udah jdi kiblat org Yahudi & Nashrani sebelum nabi Muhamad lahir, jdi sungguh tidak jujur kalau Bangsa Arab ( Islam & Nashrani ) ingin menguasai dan merebutnya. Arab islam kan sudah punya Mekkah , dan Bangsa Yahudi pun tidak pernah melarang Ummat Islam Arab dan Syalom Nashrani Arab utk hidup dan beribadah bersama dgn Ummat Yahudi di Yerusalem.

Selama nabi Muhamad hidup pun tdk pernah ganggu Yerusalem. Di Al Quran pun tak ada 1 surat pun yg memerintahkan mengambil alih Yerusalem.

Sedangkan di kitab Yahudi & Nashrani berkali2 disebut bahwa Yerusalem & tanah Israel adalah tanah yg diberikan Allah utk mereka , jadi jangan ganggu kiblat agama lain supaya kehidupan damai , hanya karena ingin berkuasa atas dasar Kebangsaan yang memakai issue2 Agama..

Sementara 90% property ajaran yg ada dlm Al Quran itu juga bersumber dari Bangsa Israel Yahudi / Ibrani dgn Nabi2 nya.

Kalau Muslim sejati yg ikuti nabi Muhamad tidak ingin mengambil alih Hak Yerusalem , ya kita ikuti.

Jangan Kolonialisme atas teritory yang didasari Semangat pride Kebangsaan , dibungkus seolah olah Perjuangan Agama ..
Yg terjadi umat Kristen sedunia melawan dan terjadilah Perang Salib.

Banyak org mati gara2 nafsu ingin menguasai tanah suci org lain. Akhirnya tanpa sadar kita jdi jauh dari Substansi tujuan agama itu sendiri yg ingin menciptakan kedamaian.

Utk membuktikan Islam itu damai maka hentikanlah usaha ingin merebut tanah suci dan kiblat agama Yahudi & Nashrani, seperti dulu nabi Muhamad tak pernah melakukannya.
Bagimu agamamu, bagiku agamaku ,Tak sepantasnya saling ganggu.

Yg serakah itu khalifah setelah Nabi wafat yg ingin memaksa menguasai tanah suci Nashrani & Yahudi di Jerusalem , karena sudah tidak ada lagi yang mengawasi Kelakuan dan Nafsu dari Bangsa yg asal nya Jahiliyah tsb.

Selama ribuan tahun kita semua ummat Islam sudah salah kaprah ttg urusan Jerusalem , kita Bangsa Indonesia di Cekoki Doktrin bhw Palestina adlh Perjuangan Ummat Islam , padahal sesungguhnya adlh Perjuangan Bangsa Arab utk menguasai Palestina .
Kita Ummat Islam Indonesia juga malu jika tujuan perangnya utk merampas tanah suci org lain.

Nabi pun selama hidupnya tak pernah mengajarkan & memerintahkan merebut Jerusalem dan Israel. Tak ada 1 surat pun di Quran yg menyebut ummat Muhammad / Islam harus mengambil alih Israel & Jerusalem. Itulah kenapa selama ribuan tahun kita tdk benar2 kekal berhasil menguasai Jerusalem krn memang tdk ada perintah dari Allah dan nabi Muhamad waktu itu dan Nabi muhammad pun tidak melakukan.

Jadi banyak dari kita yg tdk sadar bahwa selama ribuan tahun kita di Cekokin oleh Bangsa Arab yg berhaluan extreem Kebangsaan menuntut sesuatu yg bukan hak nya dgn issue Agama..
Apakah Palestina akan menjadi Iraq atau Suriah atau Yaman , jika di pimpin oleh Bangsa arab ? dimana situs2 sejarah islam pun Hancur beserta Situs2 dunia yg ada di Iraq Suriah dan Yaman..dan bisa juga akan terjadi di Bumi Leluhur NKRI..

Arifin Yahya on Fb



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Pidato Trump


PIDATO PRESIDEN DONALD TRUMP DAN DIBALIK ANGKA 7-12-17 (7 Desember 2017)

Pidato Presiden Donald Trump
Berikut pernyataan lengkap Trump soal pengakuan Yerusalem seperti dikutip dari situs resmi Gedung Putih:

Terima kasih. Ketika saya mulai menjabat, saya berjanji untuk melihat tantangan dunia dengan mata terbuka dan pemikiran sangat segar.Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan kita dengan membuat asumsi gagal yang sama dan mengulang strategi masa lalu yang sama yang telah gagal. Semua tantangan memerlukan pendekatan-pendekatan baru.

Pengumuman saya hari ini menandai awal pendekatan baru untuk konflik antara Israel dan Palestina.

Tahun 1995, Kongres mengadopsi Undang-undang Kedutaan Yerusalem yang mendorong pemerintah federal untuk merelokasi Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem untuk mengakui bahwa kota itu, dengan sangat penting, merupakan ibu kota Israel. Undang-undang ini diloloskan Kongres dengan suara bipartisan mayoritas sangat besar. Dan ditegaskan oleh suara bulat Senat hanya enam bulan lalu.

Namun, selama lebih dari 20 tahun, setiap Presiden Amerika sebelumnya telah memberlakukan hukum waiver, menolak untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem atau untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden-presiden menerbitkan waiver ini dengan keyakinan bahwa menunda pengakuan Yerusalem akan memajukan isu perdamaian. Beberapa pihak menyebut mereka kurang berani tapi mereka memberikan penilaian terbaik mereka berdasarkan fakta-fakta yang mereka pahami saat itu. Namun demikian, semuanya tercatat. Setelah lebih dari dua dekade menerbitkan waiver, kita tidak juga lebih dekat pada kesepakatan perdamaian abadi antara Israel dan Palestina. Akan menjadi kebodohan untuk beranggapan bahwa mengulang formula yang sama persis sekarang akan menghasilkan hasil yang berbeda atau lebih baik.

Oleh karena itu, saya telah menentukan bahwa ini saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Sementara presiden-presiden sebelumnya telah menjadikan hal ini sebagai janji kampanye besar, mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkannya.

Saya telah menilai rangkaian tindakan ini berada di dalam kepentingan terbaik Amerika Serikat dan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina. Ini merupakan langkah yang diharapkan sejak lama untuk memajukan proses perdamaian. Dan untuk mengupayakan kesepakatan abadi.

Israel adalah negara berdaulat dengan hak, sama seperti setiap negara berdaulat lainnya, untuk menentukan ibu kota sendiri. Mengakui hal ini sebagai sebuah fakta adalah syarat yang diperlukan untuk mencapai perdamaian.
Sekitar 70 tahun lalu, Amerika Serikat di bawah Presiden Truman mengakui negara Israel. Sejak saat itu, Israel telah menetapkan ibu kotanya di kota Yerusalem -- ibu kota yang didirikan rakyat Yahudi pada masa kuno. Hari ini, Yerusalem menjadi lokasi pemerintahan Israel modern. Kota ini menjadi rumah Parlemen Israel, Knesset, juga Mahkamah Agung Israel. Kota ini menjadi lokasi kediaman resmi perdana menteri dan presiden. Kota ini menjadi markas banyak kementerian pemerintah.

Selama beberapa dekade, Presiden-presiden Amerika, Menteri Luar Negeri dan para pemimpin militer yang berkunjung bertemu mitra-mitra Israel mereka di Yerusalem, sama seperti yang saya lakukan saat kunjungan saya ke Israel awal tahun ini.

Yerusalem bukan hanya pusat tiga agama besar, tapi sekarang juga menjadi pusat salah satu demokrasi paling sukses di dunia. Selama tujuh dekade terakhir, rakyat Israel telah membangun sebuah negara di mana umat Yahudi, Muslim dan Kristen dan orang-orang dari semua keyakinan bebas untuk menjalankan kehidupan dan beribadah menurut nurani mereka dan menurut kepercayaan mereka.

Yerusalem saat ini, dan harus tetap, menjadi tempat di mana umat Yahudi berdoa di Tembok Ratapan, di mana umat Kristen menapaki jalan salib, dan di mana umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Namun, selama bertahun-tahun, presiden-presiden yang mewakili Amerika Serikat menolak untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Faktanya, kita menolak untuk mengakui ibu kota Israel sama sekali.

Tapi hari ini, kita akhirnya mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dan tidak kurang, adalah sebuah pengakuan realitas. Ini juga menjadi hal yang benar untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan.

Itulah mengapa, konsisten dengan Undang-undang Kedutaan Yerusalem, saya juga mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk memulai persiapan memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. Ini berarti segera memulai proses mempekerjakan arsitek, teknisi dan perencana agar kedutaan yang baru, ketika selesai dibangun, akan menjadi persembahan luar biasa untuk perdamaian.

Dalam pengumuman ini, saya juga ingin memperjelas satu poin: Keputusan ini tidak dimaksudkan, dalam cara apapun, untuk menunjukkan penarikan diri dari komitmen kuat kami untuk memfasilitasi kesepakatan perdamaian abadi. Kami menginginkan sebuah kesepakatan yang menjadi kesepakatan baik bagi Israel dan kesepakatan baik bagi Palestina. Kami tidak mengambil posisi untuk status akhir pada isu-isu termasuk perbatasan spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem atau resolusi perbatasan yang diperdebatkan. Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi urusan pihak-pihak yang terlibat.
Amerika Serikat tetap berkomitmen secara mendalam untuk membantu memfasilitasi kesepakatan damai yang diterima oleh kedua pihak. Saya berniat melakukan apapun dalam kemampuan saya untuk membantu menempa kesepakatan semacam itu. Tanpa perlu dipertanyakan, Yerusalem adalah salah satu isu paling sensitif dalam perundingan itu. Amerika Serikat akan mendukung solusi dua negara jika disepakati oleh kedua pihak.
Untuk saat ini, saya menyerukan kepada semua pihak untuk mempertahankan status quo di tempat-tempat suci Yerusalem, termasuk Temple Mount, yang juga dikenal sebagai Haram al-Sharif.

Di atas semua itu, harapan terbesar kami adalah perdamaian, keinginan universal dalam jiwa setiap manusia. Dengan keputusan hari ini, saya menegaskan kembali komitmen lama pemerintahan saya untuk perdamaian dan keamanan kawasan di masa depan.
Akan ada, tentu, ketidaksepakatan dan perbedaan pendapat terkait pengumuman ini. Tapi kami percaya bahwa pada utamanya, dengan kami menghadapi ketidaksepakatan ini, kami akan tiba pada perdamaian dan tempat yang jauh lebih baik dalam pemahaman dan kerja sama.
Kota sakral ini seharusnya mampu menunjukkan yang terbaik dalam kemanusiaan. Angkat pandangan kita pada apa yang mungkin, bukan menarik diri ke belakang dan ke bawah pada pertengkaran lama yang telah menjadi sungguh mudah ditebak. Perdamaian tidak pernah berada di luar genggaman orang-orang yang ingin mencapainya.

Jadi hari ini, kami menyerukan agar ketenangan, sikap menahan diri, suara-suara toleransi bisa menang atas penebar kebencian. Anak-anak kita seharusnya mewarisi cinta kita, bukan konflik kita.
Saya menegaskan pesan yang saya sampaikan saat pertemuan luar biasa dan bersejarah di Arab Saudi awal tahun ini: Timur Tengah adalah kawasan yang kaya akan budaya, semangat dan sejarah. Orang-orangnya cemerlang, penuh kebanggaan dan beragam, bersemangat dan kuat. Tapi masa depan luar biasa yang menunggu kawasan ini, tertahan oleh pertumpahan darah, ketidaktahuan dan teror.

Wakil Presiden Pence akan mengunjungi kawasan dalam beberapa hari ke depan untuk menegaskan kembali komitmen kami bekerja sana dengan mitra-mitra di seluruh Timur Tengah untuk mengalahkan radikalisme yang mengancam harapan dan mimpi generasi masa depan.

Inilah saatnya bagi banyak orang yang menginginkan perdamaian untuk mengusir ekstremis dari tengah-tengah mereka. Inilah saatnya bagi seluruh bangsa beradab, dan rakyatnya, untuk menanggapi ketidaksepakatan dengan perdebatan yang beralasan -- bukan kekerasan.
Dan inilah saatnya bagi kaum muda dan moderat untuk bersuara di seluruh Timur Tengah untuk mewujudkan sendiri masa depan cerah dan indah.

Jadi hari ini, mari kita mendedikasikan kembali diri kita menuju jalur saling memahami dan menghormati. Mari memikirkan ulang anggapan-anggapan lama dan membuka hati dan pikiran kita untuk hal yang mungkin dan setiap kemungkinan. Dan akhirnya, saya meminta para pemimpin kawasan -- politik dan keagamaan; rakyat Israel dan Palestina; umat Yahudi dan Kristen dan Muslim -- untuk bergabung bersama kami dalam pencarian mulia untuk perdamaian abadi.

Terima kasih. Tuhan memberkati Anda. Tuhan memberkati Israel. Tuhan memberkati Palestina. Dan Tuhan memberkati Amerika Serikat. Terima kasih banyak. Terima kasih.

------
Dibalik Angka 7-12-17
Di tanggal 7-12-17, presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Angka 7
Angka 7 adalah angkanya Tuhan yg memiliki makna sempurna atau lengkap.

- Ada 7 hari dalam seminggu
Tuhan menyelesaikan pekerjaan penciptaan selama 7 hari.
Kejadian 2:2-3 (TB)  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

- Ada 7 pernyataan Tuhan Yesus yg berkata : "Akulah"
1. Akulah roti hidup (Yohanes 6:35)
2. Akulah terang dunia (Yohanes 8:12)
3. Akulah pintu (Yohanes 10:7)
4. Akulah gembala yg baik (Yohanes 10:11)
5. Akulah kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:25)
6. Akulah jalan dan kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6)
7. Akulah pokok anggur (Yohanes 15:5)

- Ada 7 pernyataan kebahagiaan kitab Wahyu
1. Wahyu 1:3
2. Wahyu 14:13
3. Wahyu 16:15
4. Wahyu 19:9
5. Wahyu 20:6
6. Wahyu 22:7
7. Wahyu 22:14

- Ada 7 meterai di kitab Wahyu (Wahyu 6:1-17; 8:1-5)

- Ada 7 sangkakala di kitab Wahyu (Wahyu 8:6-9:21; 11:15-19)

- Ada 7 cawan murka Allah di kitab Wahyu (Wahyu 15:5-16:21)

Angka 12
Angka 12 adalah angka pemerintahan Ilahi
- 12 takhta (Matius 19:28)
- 12 bintang (Wahyu 12:1)
- 12 pintu gerbang (Wahyu 21:12)
- 12 mutiara (Wahyu 21:21)
- 12 kali pohon kehidupan berbuah (Wahyu 22:2)
- 12 suku Israel yg dimeteraikan (Wahyu 7:4-8)
- 12 rasul Kristus

Angka 17
Angka 17 adalah pesan kerohanian dari Allah.
- 1 Tawarikh 25:5
Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.
(Ada 17 anak)

- Kisah Para Rasul 2:9-11
kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
(17 suku bangsa menyaksikan Pentakosta)

- Kejadian 7:11
Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.
(Hari ke-17 terbelah segala mata air samudera raya dan terbukanya tingkap-tingkap langit)

- Kejadian 8:4
Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
(Hari ke-17 bahtera kandas di pegunungan Ararat).

Maksud dari 7-12-17 :
Tuhan telah menyampaikan pesanNya bagi kita bahwa Yerusalem adalah ibukotanya Israel. Tahun anugerah akan segera berakhir.  Dan israel akan memasuki tahun dimulainya pembicaraan perjanjian damai antara Israel dan Palestina. Mari menginjil selagi masih ada waktu.

Dan tidak akan lama lagi pemerintahan Ilahi akan berdiri di bumi yg dipimpin oleh Sang Raja Damai (Yesus Kristus) dan pusat ibukotanya berada di Yerusalem baru.

Angka 7 => Tahun anugerah segera berakhir dan akan memasuki masa perjanjian damai 7 tahun antara Israel dan Palestina.

Angka 12 => Pemerintahan Ilahi akan didirikan di bumi dan ibukotanya berada di Yerusalem.

Angka 17 => Tuhan telah menyampaikan pesanNya bahwa Yerusalem itu ibukotanya Israel melalui ucapan mulut Presiden Donald Trump.

Dan itu artinya :
KEDATANGAN TUHAN YESUS SUDAH BEGITU DEKAT BAHKAN SANGAT-SANGAT DEKAT!!!

BERJAGA-JAGA DAN BERDOALAH!!!

IMANUEL



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Sabtu, 16 Desember 2017

Italian church is dissolving its link with the mob (Economist.com)


from the Economist.com


TO ALL appearances, this was a final disentangling of the disreputable connections between the church in southern Italy and organised crime. When a Sicilian mobster known as the "boss of bosses" died in prison last month, a spokesman for the Italian conference of bishops said it would be "unthinkable" to give him a public funeral. 

Ultimately, said the spokesman, Salvatore "Totò" Riina would be judged by God, but the church had a clear duty to set a proper public example, and colluding with lavish obsequies for this multiple killer would have amounted to the very opposite. In the end Riina was given a private funeral in his home village of Corleone, which gave its name to the central family of "The Godfather", a classic novel and film.  A local priest gave a blessing.

So is this a final rupture? It is true that the hierarchs of the church, including Pope Francis, have made a serious effort to disengage their institution from Italy's notorious organised crime syndicates: Cosa Nostra in Sicily, the 'Ndrangheta  in the Calabria region and the Camorra in Naples.

In 2014 the pope went to a town in Calabria where a three-year-old boy had been killed along with his grandfather, in a case apparently linked with drugs, and declared that he was excommunicating the Mafia. He also attended a service in Rome where the names of over 800 people killed by Mafia groups were read out. The pontiff declared that the mobsters would end up in hell unless they repented.

All this seems a long way from the world of 1970s or 1980s, when Mafia power was almost uncontrolled and there was a strange pact of mutual tolerance that was regarded, in certain quarters, as a necessary price for keeping Italy in the Western, anti-Soviet camp during the cold war. Italy's Catholic-inspired Christian Democratic party, the Catholic church and organised crime had the common purpose of keeping communism at bay—and they seemed to avoid picking fights with one another.

During this period, says Isaia Sales, a historian from Naples, the church was much too quick to offer Christian "forgiveness" to perpetrators of violence who showed no sign of contrition. "In certain cases in Sicily the clergy were either silent on violence or openly praised the bosses...they offered spiritual services to people on the run, by marrying them and baptising their children..."

Even today, to anyone visiting Sicily, it feels as though the disentangling of the church and the mob, while impressive enough, is a recent, precarious and perhaps not entirely complete process. 

In March, the bishop of Monreale in Palermo province decreed that members of the Mafia could not act as "godfathers" in the literal sense. In other words they could not be spiritual protectors of children at their baptism. Such decrees would not be issued if they were unnecessary. A couple of months later there was an outcry after a religious procession in Corleone seemed to make a gesture of homage to the Riina family, though organisers denied this.

Gianni Di Gennaro, a Jesuit priest from Naples who moved to Sicily, says things have changed a lot for the better over the past 30 years. "When I arrived, I wasn't even allowed to say the word Mafia out loud," he recalls. Now he offers welfare services to vulnerable locals and migrants, including victims of Mafia abuses, on land that was confiscated from the mob.

In his view, the shift in the church's stance owes a lot to the self-sacrifice of a number of brave individual priests who spoke out against the mob when it was still highly dangerous to do so, and were killed as a result. One such cleric was Pino Puglisi, slain in Palermo on his 56th birthday in 1993 after challenging the Mafia's hold over his rough neighbourhood (his tomb is pictured). He fought hard to weaken the mob's control over children. 

Some of those pioneering clerical foes of the Mafia survived to tell the tale, and are pleased that the church as a whole has changed its position. An example is  Giacomo Ribaudo, who wrote an open letter of denunciation to Riina, long before bishops were active in that cause. He now says:

"The church woke up late to this fight but what's important is that it eventually took a side. With Riina's death, the peak of the Cosa Nostra is past but this doesn't mean the Mafia has been eradicated. Acts of fierce, public violence have decreased [but] we should not let down our guard."

As for the feelings of ordinary, faithful Catholics in Sicily, a statue in the town hall of Zafferana, a small, conservative village on the slopes of Mount Etna, may provide a clue. As locals explain, it is a likeness of Archbishop Salvatore Pappalordo, who as archbishop of Palermo in the 1970s was one of the few senior clerics to admit the existence of the Mafia and denounce it. Villagers are proud of the fact that this brave prelate spent his summers and retirement years enjoying the cool weather and winding streets of their little hamlet. This is a part of the world where gestures, symbols and images speak louder than words.






source: https://www.economist.com/blogs/erasmus/2017/12/church-and-mafia

Kamis, 14 Desember 2017

Doktrin salah tentang keselamatan


*DOKTRIN SALAH TENTANG KESELAMATAN DALAM ISA ALMASIH*

Saudara-saudaraku yang terkasih,
Dalam beberapa hari sejak isu Jerusalem sebagai Ibukota Israel, banyak pertanyaan mengenai benar tidaknya orang beragama Kristen itu otomatis diajak Isa Almasih / Yesus Kristus untuk naik ke Surga pada saat kedatangan-NYA yang tidak lama lagi ini, gara-gara Donald Trump menabuh Lonceng Akhir Zaman ?

Pertanyaan ini disampaikan terutama oleh saudara-saudaraku  yang berkecimpung di tugas negara (Intelkam) sejak puluhan tahun. Karena beliau-beliau ini bertanggungjawab terhadap nusa bangsa & keluarganya.

Sejatinya Isa Almasih / Yesus Kristus datang ke dunia 2.000 tahun silam itu tidak untuk mendirikan agama (Kristen). Beliau datang sebagai Kalimatullah / Firman ALLAH yang turun ke Bumi dalam rupa manusia ( yang suci, sehingga dipilihnya seorang gadis bernama Maria / Maryam yang belum tersentuh laki-laki, karena di dalam rahimnya akan dibuahi oleh Rohulkudus ).

Didalam tugasnya di Bumi yang dimulai saat usianya 30 tahun (usia 33 tahun  kembali naik ke Surga dengan disaksikan lebih dari 500 orang), Isa Almasih / Yesus Kristus mengembankan tugas mulia dari ALLAH SWT untuk mendeklarasikan  *Undang-Undang / Hukum / Peraturan / Etika / Ajaran dari Kerajaan ALLAH* kepada seluruh dunia dan tentu saja juga buat bangsa Israel.

Namun itu semua direspon negatif oleh para pemimpin agama / kaum rohaniawan Israel pada saat itu. Sebab mereka tidak mampu untuk melaksanakan *ketentuan Kerajaan ALLAH* yang diajarkan oleh Isa / Yesus. Mereka lebih *senang mengajarkan / mengkotbahkan / menyuruh orang lain untuk melakukannya*, tapi tidak untuk dirinya sendiri.
Makanya Yesus / Isa itu sering menegur mereka agar segera bertobat dari kemunafikan hidup dan segeralah *lahir baru* ( hidup suci tidak lagi berbuat dosa ).
Sehingga karena itulah, para rohaniawan Yahudi itu sangat memusuhi Jesus / Isa. Bahkan di minggu-minggu terakhir menjelang kematian-NYA, para imam-imam, kaum Farisi & ahli Kitab Taurat itu getol ingin merajam & membunuh-NYA. Hingga terjadilah kelak pada suatu malam saat Yesus / Isa sedang sembahyang dikepung & ditangkap oleh mereka dengan dibantu serdadu-serdadu dari Romawi.

Bumi ini memang benar-benar antiklimaks. Isa / Yesus itu mengajarkan cinta kasih baik kepada ALLAH maupun kepada sesama manusia. Serta bagaimana caranya agar bisa masuk ke dalam Surga. Namun justru karena itu malah dimusuhi. Dan sebaliknya, pimpinan Romawi, sang penjajah yang bengis & kejam malah dihormati & ditakuti oleh para rohaniwan itu.

Para pemuka agama itu sangat tersinggung dengan kehadiran Yesus / Isa. Sebab apa yang mereka ajarkan banyak dimentahkan oleh Yesus / Isa, karena mereka *mengajarkan hidup nyaman tanpa harus mematikan MESIN PEMBUAT DOSA*.
Mereka juga iri hati karena Yesus / Isa bisa menyembuhkan orang sakit, orang gila & membangkitkan orang mati.

Sedangkan kaum agamis pada waktu itu sedang getol-getolnya cari popularitas & kekayaan ( Mamon ) agar bisa duduk terhormat dengan Sang Penjajah (Romawi).

Kebalikannya, *Yesus / Isa menitik-beratkan : bagaimana caranya hidup bergaul dengan ALLAH*. Yaitu dengan cara hidup kudus tanpa cacat cela. Dan itu dimungkinkan bila mereka mau mengikuti petunjuk yang DIA ajarkan. Dan Yesus / Isa pun berjanji bila DIA harus kembali ke Surga, maka DIA akan *mengutus Rohulkudus sebagai pengganti-NYA di Bumi, untuk mengajar, membimbing & menolong mereka yang berkomitmen mau meninggalkan kehidupan duniawi* menjadi hidup yang dipimpin oleh Kerajaan ALLAH seperti contoh di bawah ini :

Markus 8:34 (BSD)  Setelah itu, Yesus memanggil orang banyak yang ada di situ dan juga pengikut-pengikut-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka, *"Siapa saja yang mau mengikut Aku, Ia harus berhenti memikirkan diri sendiri, Ia harus mau menderita seperti Aku* dan mengikut Aku.

*Menderita* di sini artinya, harus siap *menyangkal diri terhadap*  keinginan-keinginan duniawinya.  *Goal* hidupnya haruslah tentang *kekekalan/keabadian*. Sehingga *misi* hidupnya adalah *bagaimana caranya agar tidak berbuat dosa*. Dan Yesus / Isa sudah *memberi kuasa* untuk mengusir / *melawan* kekuatan Iblis & setan-setan pengikutnya yang turun ke dalam hidup kita dengan menyamar melalui *perasaan Iblis*  seperti sombong, iri, tamak, serakah, jengkel, marah, geram, cabul, dendam, minder, cemas, kuatir, takut, dengki, putus asa, curiga, dsb.

*Jadi tidaklah benar bila menjadi pengikut Isa Almasih / Yesus Kristus itu boleh seenaknya melakukan kejahatan, berzinah* (masih membayangkan di pikiran saja sudah disebut berdosa oleh Yesus / Isa), *hidup hedonis, mengumbar nafsu duniawi, berlaku munafik & berpolitik kepada sesamanya*. Sama sekali itu tidak dibenarkan.

Lalu apa artinya ayat di bawah ini ?

2 Korintus 5:21 (TB)  Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya *dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah*.

Artinya, bila kita mengasihi Yesus / Isa, yaitu *dengan melakukan kehendak ALLAH yang diajarkan-NYA maka hal itu dikatakan kita bersatu dengan Yesus / Isa di dalam kebenaran hidup*, yang tentu saja kita otomatis berubah menjadi orang-orang Kudus-NYA.

Dalam versi terjemahan dikatakan :

2 Korintus 5:21 (BSD)  Kristus tidak berbuat dosa, tetapi demi kepentingan kita, Allah membuat Dia menanggung dosa kita. Allah melakukan itu supaya kalau kita  *'bersatu dengan Kristus'*,  kita dapat  *'dijadikan sahabat Allah'*  lagi.

Semoga pembaca yang budiman bisa mengambil inti sari ajaran Isa Almasih / Yesus Kristus di atas. 

GOD Bless You.


* trimakasih buat Pdt. Yacob


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Minggu, 10 Desember 2017

KEMENANGAN TRUMP DIKIRIMKAN DARI SURGA


*KEMENANGAN TRUMP DIKIRIMKAN DARI SURGA UNTUK MEMULAI PROSES MESSIANIK, KATA RABBI YAHUDI*

https://harituhan.wordpress.com/2016/11/18/kemenangan-trump-dikirimkan-dari-surga-untuk-memulai-proses-messianik-kata-rabbi-yahudi/


_November 18, 2016_ - Kemenangan Donald Trump yang tidak diduga-duga terhadap Hillary Clinton dalam pemilihan presiden AS, yang sangat diunggulkan dalam seluruh polling sebelum pemilu, kelihatannya tidak masuk akal dan berlawanan dengan hukum alam dan pola pikir logis. Namun beberapa rabbi Yahudi mempunyai penjelasan yang sangat sederhana: Itu kehendak Elohim.

Rabbi Yosef Berger, rabbi pengawas tempat peristirahatan terakhir Raja Daud di Gunung Zion, sangat mengenal faktor spiritual kepemimpinan. Baginya sangat jelas apa yang membalikkan keadaan sehingga situasi berubah menjadi menguntungkan bagi calon Partai Republik yang tidak diunggulkan ini.

"Aku sudah tahu berbulan-bulan lamanya bahwa Donald Trump akan memenangkan pemilu," kata Rabbi Berger. "Gematria (numerologi) nama Donald Trump adalah "Moshiach" (Messias). Dia berhubungan dengan proses Messianis yang sekarang ini sedang terjadi. Pada waktu dia berjanji untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem, dia menghubungkan dirinya dengan "kuasa" Moshiach, yang memberikan kepadanya dorongan yang dia butuhkan. Jika Anda berpisah dari Yerusalem, malapetaka akan mengikuti."

Ketika membicarakan gematria (numerologi) Ibrani, nampak jelas bahwa Trump memiliki sisi spiritual. Rabbi Berger menunjukkan gematria untuk Donald Trump dalam Ibrani (דונלד טראמפ) adalah 424, yang sama dengan gematria "Messias untuk Keluarga Daud" (משיח בן דוד). Ben Ish Chai, seorang ahli hukum Yahudi yang menguasai kabbalistik yang hidup di Baghdad 150 tahun lalu, menafsirkan angka 212 sebagai waktu kesusahan bagi Israel sebelum Pembebasan Terakhir. Gematria Trump dua kali lipatnya, menunjukkan proses Messianis yang sedang berlangsung.

Rabbi Berger sangat jelas bagaimana pemilu AS ini sesuai dalam proses Messias, "Sebagai keturunan spiritual bangsa Edom yang ada di Alkitab, Amerika punya peranan sangat penting dalam proses Messias. Tapi supaya "sesuai untuk peranan" tersebut, Amerika harus rendah hati," kata Rabbi Berger.

"Dalam rangka mendirikan Kerajaan-Nya, Elohim harus menciptakan kebingungan, situasi dimana rencana-rencana terbaik yang dijalankan orang-orang paling berkuasa di bumi, menjadi sia-sia."

Rabbi mengutip amsal yang sangat terkenal,

*Amsal 16:9 (ILT) Hati manusia merancangkan jalannya, tetapi YAHWEH menetapkan langkahnya.*

"Orang luar ini, yang bahkan ditolak partainya sendiri, dicemooh media, bisa menang meskipun bertentangan dengan prediksi-prediksi para ahli," kata Rabbi Berger.

Rabbi Hillel Weiss, juru bicara Sanhedrin, juga melihat kepentingan Elohim atas Israel sebagai bagian dari pemilu. Dia mengatakan bahwa bagian kemenangan Trump, adalah sebagai reaksi terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Barack Obama terhadap Israel.

"Presiden Obama menjadikan dirinya sangat jelas berpihak kepada Hillary. Jelas bahwa Hashem (Elohim) ambil bagian dalam proses politik ini, memakainya untuk mengganjar Presiden Obama dan mereka-mereka yang berusaha mencelakai Israel," kata Rabbi Weiss.

"Dengan mengijinkan Iran menjalankan program nuklir yang jelas-jelas bukan untuk tujuan damai, dengan berdiri berseberangan dengan Israel dan mengijinkan PBB membuat resolusi-resolusi untuk mencelakai Israel, Obama menjadikan dirinya  musuh Israel."

"Seluruh pakar dan media, yang menciptakan dunia mereka sendiri dengan kata-kata yang busuk, mereka berusaha menentang Trump," tambah Rabbi Weiss. "Mereka berusaha menciptakan situasi dan kondisi yang membuat Trump tidak bisa menang. Pada akhirnya, itu gagal. Hashem membawa kita kepada Yerusalem yang lebih besar, dan siapa pun yang menentangnya, ditakdirkan untuk gagal."

Kemenangan tipis Donald Trump ditambah fakta bahwa di sepanjang kampanye yang berlangsung panas, Hillary Clinton secara konsisten selalu unggul dalam polling-polling sebelum pemilu, menjadikan kemenangan Trump semakin mencengangkan.

Pada satu titik, Hillary Clinton unggul memimpin dengan dua digit mencapai 17 poin. Polling CNN bulan Juni memprediksi Hillary akan menang banyak mencapai 24 persen. Bahkan, hingga sehari sebelum pemilu, polling-polling utama memberikan kandidat Demokrat ini selisih 5 persen. Meskipun Trump menang dalam badan pemilu presiden dengan margin lebar (279 dibanding Hillary 218), voting populer menunjukkan cerita berbeda, dimana Hillary sebenarnya menang satu persen.

Dalam pemilu sepenting ini, marginnya sangat tipis. Dengan masa depan dunia superpower dalam keseimbangan, sangat jelas bahwa kemenangan yang sudah di depan mata itu melayang di hadapan para elite politik konvensional, prediksi-perdiksi media, dan harapan dari para pemimpin dunia internasional, tidak termasuk banyak orang Amerika sendiri, dan ini sepenuhnya karena faktor "luar."

Kekalahan Hillary Clinton yang sangat menyakitkan ini tergambar dari apa yang dilaporkan wartawan R. Emmet Tyrrell Jr. untuk kantor berita The American Spectator:

_*Sumber-sumber mengatakan kepada The American Spectator bahwa pada Selasa malam, sesudah Hillary menyadari bahwa dia telah kalah, dia mengamuk. Perwira-perwira Secret Service mengatakan kepada setidaknya satu sumber bahwa dia mulai berteriak-teriak, mengumpat kata-kata kotor dan menghancurkan perabot. Dia mengambil barang-barang dan melemparkannya kepada para pelayan dan staff. Dia mengamuk tanpa terkendali. Para pembantunya tidak mengijinkan dia muncul ke hadapan publik. Perlu waktu berjam-jam untuk menenangkan dia.*_

Menurut pembawa acara talkshow radio Todd Kincannon, seorang reporter CNN menyaksikan insiden ini, tapi dilarang untuk melaporkannya. Dia membagikan sebagian detail-detailnya ke media sosial:

_*Reporter CNN mengatakan kepadaku bahwa Hillary menjadi bengis secara fisik kepada Robby Mook dan John Podesta kira-kira tengah malam; dan perlu segera dikendalikan…*_

_*Dia berada dalam kondisi "mengamuk seperti orang psikotik (gila)" menurut rekan reporterku. Dokter menambahkan obat penenang kepadanya…*_

Ini menjawab kebingungan publik tentang mengapa mantan Sekretaris Negara Hillary Clinton meninggalkan seluruh pendukungnya menyusul kekalahannya pada pemilu presiden minggu lalu.

*Gematria Presiden Barack Hussein Obama*

Gematria adalah suatu metode untuk menempatkan suatu nilai numerik terhadap setiap huruf-huruf Ibrani. Para rabbi mengajarkan bahwa menghitung Gematria dari nama-nama Ibrani dan kata-kata Ibrani, dapat mengungkap lapisan-lapisan arti yang tersembunyi dengan cara menghubungkan kata-kata dan frase-frase kata yang punya jumlah angka yang sama.

Sekilas tentang apa yang dikatakan para numerolog Yahudi mengenai Presiden Barack Obama mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang tidak menyenangkan, yang mengkonfirmasi apa yang sudah diperbuatnya selama ini.

Ahli Torah Joel Gallis dan Dr. Robert Wolf, yang mengajar Alkitab selama hampir dua dekade, adalah dua orang ahli dalam membuat hubungan-hubungan melalui numerologi Gematria.

Gallis dan Wolf menyatakan bahwa Obama ditakdirkan untuk memimpin, karena Gematria dari nama lengkapnya, Barack Hussein Obama (בּרק חוסיין אובּאמה), adalah 501, sama dengan Gematria dari kata ראש (kepala, atau pemimpin). Menjadi seperti apa sifat kepemimpinannya terungkap melalui perhitungan lainnya: periode jabatan pertama Obama adalah sebagai presiden ke-44 dari Amerika Serikat, dan kata ke-44 di dalam Torah adalah ולחשׁך (dan kepada kegelapan).

_*Kejadian 1:5 Dan kepada terang Elohim menyebutnya siang, dan kepada kegelapan Dia menyebutnya malam… (ILT)*_

Meskipun Obama menyebut dirinya sebagai orang Kristen, seperti agama ibunya, numerologi nama Obama justru menunjukkan hubungan Obama dengan Islam, agama yang dipeluk oleh ayah adopsinya, Soetoro, waktu hidup di Jakarta Indonesia dan agama ayah biologisnya, orang Kenya. Gematria dari nama lengkap Barack Hussein Obama sama dengan Gematria dari kata  יִּשְׁמְ×¢ֵאלִּים (orang Ishmael), yang dianggap oleh kebanyakan ahli Alkitab sebagai mewakili bangsa-bangsa Arab dan dunia Islam. Gematria dari Barack Obama, tanpa nama tengahnya (בּרק אובּאמה), adalah 357, sama nilainya dengan קוראן (Quran), kitab suci orang Ishmael.

Gallis dan Wolf juga menemukan petunjuk mengenai posisi Obama di dalam proses Messianik. Di Gunung Sinai, Musa menubuatkan tentang apa yang akan terjadi kepada bangsa Israel pada Hari-hari Terakhir.

_*Ulangan 31:29 (ILT) Sebab aku tahu bahwa sesudah aku mati, kamu akan benar-benar merusak dirimu dan menyimpang dari jalan yang telah aku perintahkan kepadamu. Dan malapetaka akan menimpa kamu di kemudian hari karena kamu telah berbuat jahat di mata YAHWEH, sehingga membuat Dia murka dengan perbuatan tanganmu."*_

Musa menubuatkan bahwa malapetaka akan menimpa Israel sebagai akibat perbuatan-perbuatan mereka sendiri (במעֲשֵה יְַדֵיכֶם). Gematria dari במעֲשֵה יְַדֵיכֶם adalah 501, sama dengan Barack Hussein Obama, yang terpilih selama dua periode oleh lebih dari 70% orang Yahudi di Amerika, meskipun keputusan-keputusan politiknya yang anti-Israel dan anti-Kristus.

Dalam ayat tersebut Musa menggunakan kata וְקָרָאת (dan itu akan terjadi). Satu-satunya tempat lain dimana bentuk kata ini digunakan di seluruh Torah adalah ketika seorang malaikat memberitahu Hagar bahwa dia sedang mengandung, dan bahwa dia harus menyebut nama anaknya Ishmael (Kejadian 16:11). Malaikat itu menubuatkan masa depan Ishmael:

_*Kejadian 16:12 Dan dia akan menjadi manusia keledai liar, tangannya melawan setiap orang dan tangan setiap orang melawan dia; dan dia akan tinggal berhadap-hadapan dengan semua saudaranya." (ILT)*_

Meskipun Obama selalu menyerukan perdamaian, dan dia memenangkan hadiah Nobel Perdamaian tahun 2009, Obama menggenapi nubuatan mengenai pengaruh Ishmael di dunia ini melalui peranan penghancurannya, seperti yang dikatakan oleh Musa mengenai Akhir Zaman. Bulan April 2016 kemarin, Obama mengklaim dalam sebuah pidato di Jerman bahwa kita sekarang ini hidup dalam "era yang paling damai" di dalam sejarah. Namun, sebuah studi terakhir oleh Mida, majalah online Israel liberal mengenai politik dan opini, menunjukkan bahwa jumlah orang yang mati terbunuh dalam perang di seluruh dunia di bawah pemerintahan Obama ini 80% lebih banyak dibandingkan pada masa George W. Bush. Termasuk bangkitnya kekuatan fundamental Negara Islam, ISIS, yang melakukan genosida terhadap kaum minoritas dan orang-orang Kristen di Timur Tengah dalam masa pemerintahan Obama. Dalam setiap pernyataannya, Obama selalu menolak penggunakan kata ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), dan selalu menggunakan kata ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant), yang menunjukkan intensi tersembunyinya untuk menguasai wilayah Tanah Israel. Levant adalah wilayah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, Palestina, Syria.

Gematria nama lengkap Obama juga sama dengan Gematria dari frase kata מי  במים ומי באשׁ (siapa dengan air dan siapa dengan api). Ini merupakan metode pertama dari pembalasan Ilahi yang tercantum dalam liturgi doa yang diucapkan orang Yahudi pada hari raya Rosh Hashanah dan Yom Kippur.

"Gematria dari Barack Obama בּרק אובּאמה adalah 357, hanya kurang SATU dari 358 dari Mashiach (Messias Ibrani). Tetapi SATU yang kurang itu adalah Hashem, Penguasa Alam Semesta yang adalah SATU. Tanpa Elohim di sisinya, dia tidak lain dari seorang messias palsu."

Sepanjang sejarah Yahudi ada dua sumber penindasan, yaitu keturunan Ishmael dan keturunan Esau. Keturunan Esau termasuk Amalek, Haman dan Hitler. Jejak berdarah tangan Esau ada pada mereka semuanya. Esau selalu menjadi pemrakarsa kekerasan terhadap orang Yahudi dan itu dimulai sejak 3600 tahun lalu menurut Midrash HaGadol, Bereishis 28:9. Esau mendekati pamannya Yishmael dan mengatakan kepadanya bahwa ada kebiasaan untuk membunuh saudara, seperti Kain membunuh Habel. Dia menyarankan Yishmael untuk membunuh saudaranya Ishak, dan dia sendiri akan membunuh saudaranya Yakub, supaya mereka dapat mewarisi dunia.

Sesudah itu, Esau sendiri berencana akan membunuh Yishmael dan menguasai dunia bagi dirinya sendiri. Esau mengetahui bahwa satu-satunya cara Yakub dan orang Yahudi dapat dikalahkan adalah menggabungkan kekuatan dengan Ishmael. Esau dan Ishmael bergabung menjadi satu pada saat Esau mengawini Mahalath, anak perempuan Ishmael (Kejadian 28:9). Mahalath kemudian menjadi penghubung kekuatan antara Esau dengan Ishmael. Dan ancaman yang timbul dari penyatuan ini akan mencapai klimaksnya di dalam perang Gog dan Magog di Akhir Zaman.

*Apakah Trump Pemimpin yang Diramalkan Akan Menyatukan Kekristenan Menghadapi Radikalisme Islam?*

Rabbi Zamir Cohen, sarjana ternama pemimpin Yeshiva Beitar Illit, mengatakan dalam salah satu ceramahnya bahwa Donald Trump mungkin adalah pemimpin yang diramalkan literatur Yahudi, yang akan mengumpulkan orang-orang Kristen menghadapi anak-anak Ishmael pada masa sebelum Messias. Dalam ramalan yang sama, dia menunjukkan hal-hal lain yang sudah terjadi dalam dunia Arab.

"Malbim menulis bahwa sebelum kedatangan Messias, dunia akan terbagi menjadi dua kelompok: Bnei Yishmael (Muslim) dan Bnei Edom (Kristen)," kata Rabbi Zamir Cohen, "Menurut ramalan, Bnei Yishmael akan bergabung menjadi satu, namun orang-orang Kristen akan tetap tenang, bahkan apatis, meskipun menghadapi ancaman bahaya."

Rabbi Cohen berbicara tentang Rabbi Meir Leibush ben Yehiel Michel Wisser, yang dikenal dengan nama Malbim, seorang pengajar Alkitab terkenal abad ke-19. Ramalannya menggambarkan dunia Barat yang apatis menghadapi ancaman mengerikan dari dunia Muslim, menyerupai peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi sekarang ini. Dalam tahun-tahun terakhir, Islam radikal dibiarkan bertumbuh subur di Timur Tengah dan yang sekarang ini sedang menyebar ke seluruh dunia.

Rabbi menambahkan, "Ramalan ini berlanjut dengan mengatakan bahwa akan datang seorang pemimpin yang akan mengumpulkan orang-orang Kristen dan berkata, 'Cukup! Kami muak dengan Islam!'," jelas Rabbi Cohen, "Ini tidak ada bandingannya, sesuatu yang akan kita lihat terjadi di dunia, seorang pemimpin yang berdiri dan berkata bahwa dia akan menyudahi aksi-aksi Islam, dan bahwa dia tidak takut, dan adalah waktunya untuk menghukum orang-orang fanatik ini atas apa yang mereka perbuat."

Namun Rabbi Cohen memperingatkan, "Adalah mustahil untuk memastikan bahwa Trump adalah pemimpin yang diramalkan tersebut. Tapi gaya bicaranya, bahwa dia tidak perduli dengan apa yang dia katakan atau bagaimana reaksi orang-orang, mungkin memang dialah orang yang dimaksud."

Rabbi menunjukkan Kitab Amsal sebagai petunjuk apakah "perkembangan yang belum pernah terjadi" ini baik atau tidak bagi Israel.

_*Amsal 21:1 (AYT)  Hati raja seperti aliran air sungai dalam tangan TUHAN, Ia mengalirkannya ke mana saja Ia inginkan.*_

"Ayat ini menunjukkan dengan jelas bahwa tindakan-tindakan para pemimpin diarahkan oleh Hashem (Elohim) sendiri," jelas Rabbi Cohen.

"Trump punya pilihan bebas sebelum dia terpilih. Sekarang [bahwa dia sudah menjadi pemimpin] dia tidak punya lagi pilihan bebas, khususnya mengenai memerintah negara, atau bagaimana berhubungan dengan Israel," kata Rabbi Cohen. "Seluruh janji-janji yang diucapkan Trump sampai sekarang, aku percaya dia bersungguh-sungguh. Tapi apakah dia benar-benar akan melakukannya atau tidak, bukan dalam kekuasaannya."

"Sebagai pemimpin Amerika, apa yang dia putuskan pada akhirnya ada dalam tangan Hashem, dan itu diputuskan sesuai perbuatan-perbuatan kita," kata Rabbi Cohen, mengutip ayat dari Kitab Mazmur.

_*Mazmur 68:35 (ILT) Akuilah kekuatan Elohim, keagungan-Nya ada atas Israel, dan kekuatan-Nya di awan-awan.*_

Rabbi Cohen menggambarkan bagaimana pada saat bersamaan, peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia Arab dan Muslim sesuai dengan ramalan Malbim.

"Hari ini, kita melihat dunia Islam bergerak semakin hari semakin ekstrim," kata Rabbi Cohen, "Mereka mengembalikan hari-hari zaman Nabi mereka, memenggal kepala orang-orang, hal-hal yang benar-benar tidak masuk akal. Tidak dapat dipercayai bahwa mereka mengembalikan hal-hal seperti ini dalam generasi kita. Mereka mendirikan negara yang bercita-cita menaklukkan seluruh dunia Muslim, yang disebut Negara Islam."

"Namun Hashem, dalam belas kasihan-Nya, telah membuat mereka saling berperang di antara mereka sendiri sekarang ini. Ini jelas-jelas merupakan penggenapan nubuat Yesaya," tambah Rabbi Cohen.

_*Yesaya 19:2 (ILT)  Dan Aku akan menggerakkan orang Mesir melawan orang Mesir lainnya, dan mereka akan berperang, masing-masing melawan saudaranya sendiri, dan masing-masing akan melawan tetangganya; kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan.*_

Kondisi-kondisi yang digambarkan rabbi ini benar-benar sedang digenapi di depan mata. Walaupun terjadi beberapa serangan mengerikan terhadap Barat, peperangan paling sengit oleh para ekstrimis Islam terjadi dalam konflik-konflik internal mereka sendiri. Serangan teroris Islam di Eropa dan Amerika sangat "kecil" dibandingkan perang sipil di Syria dimana lebih dari 300.000 orang telah tewas di negara itu. Sekarang ini, dalam pertempuran sengit yang sedang berlangsung, pasukan Iraq berjuang merebut Mosul dari Negara Islam.

Rabbi Yosef Berger, rabbi dari Makam Raja Daud di Gunung Zion Yerusalem, mengatakan bahwa "Perkembangan-perkembangan politik yang tidak logis merupakan komponen yang diperlukan Messias."

"Ketika perkembangan-perkembangan politik menggambarkan apa yang tertulis dalam Torah, itu adalah indikasi jelas bahwa kita sedang mendekat kepada geulah (Pembebasan)," jelas Rabbi Berger. "Perkembangan-perkembangan ini tidak mengikuti pola pikir logis. Bangsa-bangsa Arab berkata mereka ingin menghancurkan Israel, tapi apa yang sesungguhnya mereka perbuat adalah saling menghancurkan satu sama lain."

*"Ini karena Hashem mengambil alih, mengarahkan peristiwa-peristiwa."*

Rabbi Cohen menyimpulkan dengan kata-kata nasihat bagaimana seseorang dapat berdampak terhadap jalannya peristiwa-peristiwa dan bahkan mempengaruhi keputusan-keputusan para raja.

"Hashem mengarahkan tindakan-tindakan para pemimpin seturut tindakan-tindakan kita. Jika kita melakukan mitzvot (perintah-perintah Elohim) dan menuruti kehendak Hashem, Dia akan mengarahkan para pemimpin untuk bertindak demi kepentingan-kepentingan terbaik bagi kita."

Yehuda Glick, anggota parlemen Knesset dan pemimpin pergerakan Bukit Bait Suci, mengatakan tentang terpilihnya Trump sebagai presiden AS, "Aku berharap [Trump] akan naik ke Bukit Bait Suci dan, dari sumber terang dan energi di dunia, memimpin kita dalam dialog perdamaian dan rekonsiliasi."

Pergerakan Bukit Bait Suci berusaha mendirikan kembali Bait Suci Kedua, yang dibangun pada zaman Raja Herodes. Tembok Barat, salah satu situs paling suci Yahudi, adalah bagian dari pelataran besar Bait Suci Kedua. Tepat di atas Tembok Barat adalah area yang disebut Bukit Bait Suci oleh orang-orang Yahudi, yang di situ juga terletak Dome of The Rock (Kubah Batu Karang), salah satu situ paling suci Islam.

Yehuda Glick mengatakan dia mengirimkan kepada Trump "berkat Hashem (Elohim) dari Yerusalem."

Trump memberikan signal bahwa dia mengakui Yerusalem, bukan Tel Aviv, sebagai ibukota Israel, dan mengecam voting UNESCO yang menyangkal ikatan historis Yahudi terhadap Bukit Bait Suci. Trump juga menunjukkan dirinya sebagai "anti-globalis", yang oleh para aktivis Bukit Bait Suci dipandang, kebijakan-kebijakannya sebagai presiden tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Israel, dan bahwa pergerakan mereka dapat berjalan tanpa takut akan tekanan kekuatan global.

Para aktivis Bukit Bait Suci melihat makna "mistis" naiknya Trump ke kursi kepresidenan sebagai campur tangan surga.
*HalleluYAH YAHWEH Elohim beshem Adon YESHUA HAMASIACH*!!!.
* * * * *



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

breaking news: China’s church leaders take a brave stand for freedom of religion

More than two hundred Chinese church leaders have issued a brave declaration calling for religious freedom, in an echo of the stands t...