Kamis, 14 Desember 2017

Doktrin salah tentang keselamatan


*DOKTRIN SALAH TENTANG KESELAMATAN DALAM ISA ALMASIH*

Saudara-saudaraku yang terkasih,
Dalam beberapa hari sejak isu Jerusalem sebagai Ibukota Israel, banyak pertanyaan mengenai benar tidaknya orang beragama Kristen itu otomatis diajak Isa Almasih / Yesus Kristus untuk naik ke Surga pada saat kedatangan-NYA yang tidak lama lagi ini, gara-gara Donald Trump menabuh Lonceng Akhir Zaman ?

Pertanyaan ini disampaikan terutama oleh saudara-saudaraku  yang berkecimpung di tugas negara (Intelkam) sejak puluhan tahun. Karena beliau-beliau ini bertanggungjawab terhadap nusa bangsa & keluarganya.

Sejatinya Isa Almasih / Yesus Kristus datang ke dunia 2.000 tahun silam itu tidak untuk mendirikan agama (Kristen). Beliau datang sebagai Kalimatullah / Firman ALLAH yang turun ke Bumi dalam rupa manusia ( yang suci, sehingga dipilihnya seorang gadis bernama Maria / Maryam yang belum tersentuh laki-laki, karena di dalam rahimnya akan dibuahi oleh Rohulkudus ).

Didalam tugasnya di Bumi yang dimulai saat usianya 30 tahun (usia 33 tahun  kembali naik ke Surga dengan disaksikan lebih dari 500 orang), Isa Almasih / Yesus Kristus mengembankan tugas mulia dari ALLAH SWT untuk mendeklarasikan  *Undang-Undang / Hukum / Peraturan / Etika / Ajaran dari Kerajaan ALLAH* kepada seluruh dunia dan tentu saja juga buat bangsa Israel.

Namun itu semua direspon negatif oleh para pemimpin agama / kaum rohaniawan Israel pada saat itu. Sebab mereka tidak mampu untuk melaksanakan *ketentuan Kerajaan ALLAH* yang diajarkan oleh Isa / Yesus. Mereka lebih *senang mengajarkan / mengkotbahkan / menyuruh orang lain untuk melakukannya*, tapi tidak untuk dirinya sendiri.
Makanya Yesus / Isa itu sering menegur mereka agar segera bertobat dari kemunafikan hidup dan segeralah *lahir baru* ( hidup suci tidak lagi berbuat dosa ).
Sehingga karena itulah, para rohaniawan Yahudi itu sangat memusuhi Jesus / Isa. Bahkan di minggu-minggu terakhir menjelang kematian-NYA, para imam-imam, kaum Farisi & ahli Kitab Taurat itu getol ingin merajam & membunuh-NYA. Hingga terjadilah kelak pada suatu malam saat Yesus / Isa sedang sembahyang dikepung & ditangkap oleh mereka dengan dibantu serdadu-serdadu dari Romawi.

Bumi ini memang benar-benar antiklimaks. Isa / Yesus itu mengajarkan cinta kasih baik kepada ALLAH maupun kepada sesama manusia. Serta bagaimana caranya agar bisa masuk ke dalam Surga. Namun justru karena itu malah dimusuhi. Dan sebaliknya, pimpinan Romawi, sang penjajah yang bengis & kejam malah dihormati & ditakuti oleh para rohaniwan itu.

Para pemuka agama itu sangat tersinggung dengan kehadiran Yesus / Isa. Sebab apa yang mereka ajarkan banyak dimentahkan oleh Yesus / Isa, karena mereka *mengajarkan hidup nyaman tanpa harus mematikan MESIN PEMBUAT DOSA*.
Mereka juga iri hati karena Yesus / Isa bisa menyembuhkan orang sakit, orang gila & membangkitkan orang mati.

Sedangkan kaum agamis pada waktu itu sedang getol-getolnya cari popularitas & kekayaan ( Mamon ) agar bisa duduk terhormat dengan Sang Penjajah (Romawi).

Kebalikannya, *Yesus / Isa menitik-beratkan : bagaimana caranya hidup bergaul dengan ALLAH*. Yaitu dengan cara hidup kudus tanpa cacat cela. Dan itu dimungkinkan bila mereka mau mengikuti petunjuk yang DIA ajarkan. Dan Yesus / Isa pun berjanji bila DIA harus kembali ke Surga, maka DIA akan *mengutus Rohulkudus sebagai pengganti-NYA di Bumi, untuk mengajar, membimbing & menolong mereka yang berkomitmen mau meninggalkan kehidupan duniawi* menjadi hidup yang dipimpin oleh Kerajaan ALLAH seperti contoh di bawah ini :

Markus 8:34 (BSD)  Setelah itu, Yesus memanggil orang banyak yang ada di situ dan juga pengikut-pengikut-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka, *"Siapa saja yang mau mengikut Aku, Ia harus berhenti memikirkan diri sendiri, Ia harus mau menderita seperti Aku* dan mengikut Aku.

*Menderita* di sini artinya, harus siap *menyangkal diri terhadap*  keinginan-keinginan duniawinya.  *Goal* hidupnya haruslah tentang *kekekalan/keabadian*. Sehingga *misi* hidupnya adalah *bagaimana caranya agar tidak berbuat dosa*. Dan Yesus / Isa sudah *memberi kuasa* untuk mengusir / *melawan* kekuatan Iblis & setan-setan pengikutnya yang turun ke dalam hidup kita dengan menyamar melalui *perasaan Iblis*  seperti sombong, iri, tamak, serakah, jengkel, marah, geram, cabul, dendam, minder, cemas, kuatir, takut, dengki, putus asa, curiga, dsb.

*Jadi tidaklah benar bila menjadi pengikut Isa Almasih / Yesus Kristus itu boleh seenaknya melakukan kejahatan, berzinah* (masih membayangkan di pikiran saja sudah disebut berdosa oleh Yesus / Isa), *hidup hedonis, mengumbar nafsu duniawi, berlaku munafik & berpolitik kepada sesamanya*. Sama sekali itu tidak dibenarkan.

Lalu apa artinya ayat di bawah ini ?

2 Korintus 5:21 (TB)  Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya *dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah*.

Artinya, bila kita mengasihi Yesus / Isa, yaitu *dengan melakukan kehendak ALLAH yang diajarkan-NYA maka hal itu dikatakan kita bersatu dengan Yesus / Isa di dalam kebenaran hidup*, yang tentu saja kita otomatis berubah menjadi orang-orang Kudus-NYA.

Dalam versi terjemahan dikatakan :

2 Korintus 5:21 (BSD)  Kristus tidak berbuat dosa, tetapi demi kepentingan kita, Allah membuat Dia menanggung dosa kita. Allah melakukan itu supaya kalau kita  *'bersatu dengan Kristus'*,  kita dapat  *'dijadikan sahabat Allah'*  lagi.

Semoga pembaca yang budiman bisa mengambil inti sari ajaran Isa Almasih / Yesus Kristus di atas. 

GOD Bless You.


* trimakasih buat Pdt. Yacob


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Orang-orang Majus dan Bintang Betlehem

Orang-orang Majus dan Bintang Betlehem Teks: Matius 2:1 "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, d...