Selasa, 26 Maret 2019

An introduction to Biblical Cosmology (10' lecture in hermeneutics of science)

An introduction to Biblical Cosmology

ini adalah sebuah kuliah singkat (sekitar 10menit) sebagai perkenalan akan topik kosmologi biblika yang penulis tekuni sejak tahun 2014-2018. Kuliah singkat ini diberikan tgl 01/3/2019 di Jakarta.




March 26th, 2019. 23:16 WIB
The Second Coming Institute ministry, url: http://www.sci4God.com

Kamis, 21 Maret 2019

Etika mil ekstra

Etika mil ekstra

Shalom para sahabat dalam Kristus, selamat pagi. Apakah Anda pernah terpikir bagaimana sebaiknya "Etika Kerajaan Surga" bisa diterapkan di abad ke-21 ini? 
Sepintas ini persoalan mudah tapi jika direnungkan ternyata tidak terlalu sederhana. 
Sejauh yang saya pahami, Etika Kerajaan Surga sebagaimana yang kita baca dalam Keempat Injil, dapat disarikan menjadi 3 hal:  a. Etika cintakasih, b. Etika transformatif, dan c. Etika mil ekstra. 

Etika Cintakasih
Kiranya yang dimaksud dengan etika cintakasih cukup jelas. Jadi tidak perlu banyak penjelasan tambahan. 
Dan yang saya maksud dengan etika transformatif, adalah bagaimana setiap respons kita dimaksudkan untuk mengusik hati nurani sesama agar mereka mau bertranformasi, misalnya: mengasihi musuh dan memberi pipi kanan jika yang ditampar pipi kiri. Ini pun sudah cukup jelas meski bukan berarti mudah dilakukan. 

Etika Mil Ekstra
Lalu bagaimana dengan etika mil ekstra? 
Ini merupakan ajakan Yesus untuk memberikan lebih dari yang diminta dari kita. 
Ijinkan saya memberi 5 contoh ringkas, yang saya amati dalam beberapa hari terakhir: 

a. Beberapa hari ini saya bepergian menggunakan kereta, ternyata kondisi secara umum bersih dan layanan baik, baik di dalam stasiun maupun kereta.
Jam berangkat dan kedatangan juga tepat waktu. Tidak heran bahwa kereta api kembali menjadi moda yang digemari karena bersih, aman dan nyaman; dan kabarnya setahun dapat melayani lebih dari 470 juta penumpang. 

b. Ketika di Bandung, saya mencari laundry yang cepat, karena sore itu saya mesti pulang ke jawa tengah. Puji Tuhan, ada laundry ekspress yang bisa mengerjakan cucian dalam hitungan 3-4 jam. Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan layanan ambil ke tempat saya menginap; ini contoh lain dari layanan mil ekstra. Ternyata siang hari, cucian saya betul sudah selesai. 

c. Sebelum pulang, saya juga menyempatkan untuk melihat-lihat koleksi Museum Geologi Nasional di Jl. Diponegoro, Bandung. Kondisi sangat terawat meski museum ini sudah dikenal sejak jaman kolonial. Koleksi batuannya lumayan lengkap dan yang hebat tiket masuknya sangat terjangkau. Tidak heran museum ini banyak dikunjungi anak-anak sekolah. 

d. Sehari sebelumnya, ketika saya naik kereta menuju Bandung, baru tersadar bahwa kabel charger saya tertinggal di salah satu hotel di jawa tengah. Lalu saya cari no HP hotel tersebut, dan minta tolong kabel tersebut agar disimpan. Ternyata staf hotel tidak hanya menyimpan kabel tersebut, namun ketika saya kembali, staf hotel dengan ramah menawarkan untuk mengantarkan kabel tersebut ke tempat saya. Ini contoh yang lain akan layanan mil ekstra. 

e. Dan kemarin lusa, saya membaca bagaimana pak Presiden dan juga Ibu negara menyempatkan diri untuk mencoba sendiri kereta MRT yang baru beroperasi di Jakarta. Contoh yang lain lagi tentang etika mil ekstra.

Mungkin ini hal yang tidak luar biasa namun bagi banyak orang yang masih memimpikan transportasi pribadi, tentunya merupakan teladan yang sangat baik dari seorang pemimpin bahwa transportasi publik seperti MRT dan TransJakarta adalah pilihan yang aman, murah, bersih dan nyaman, meski kadang mesti rela berdesakan. 
Tentu kita berharap bahwa secara berangsur masyarakat akan lebih menghargai dan menyukai transportasi umum seperti budaya di negara-negara maju. Misalnya di Jepang, banyak orang yang tiap pagi pulang-pergi kerja menggunakan kereta Shinkansen. 

Penutup
Semoga artikel singkat ini berguna sebagai ilustrasi bahwa "etika mil ekstra" masih sangat relevan di abad 21 ini. 
Jika dihubungkan dengan konsep pemasaran, mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa layanan pelanggan yang menerapkan "etika mil ekstra" akan membuat merk (brand) suatu perusahaan dapat menjadi "top of mind" - atau senantiasa melekat di benak pelanggan. Catatan: Ada beberapa buku pemasaran yang menekankan pendekatan non-konvensional yang bukan sekadar menggelontor dana besar untuk advertensi masif, di antaranya: Mike Schultz & John E. Doerr. Lihat (1). 

Bagaimana dengan Anda? 

Tuhan memberkati Anda sekalian. 

Versi 1.0: 21 maret 2019, pk. 8.56
Versi 1.1:  21 maret 2019, pk. 15:51
VC

Bacaan: 
(1)  Mike Schultz & John E. Doerr. Professional Services Marketing. New Jersey, Wiley & Sons Inc, 2009. EBook version

Senin, 18 Maret 2019

Tuhan atas bejana-bejana yang retak

Tuhan atas bejana-bejana yang retak

Teks: 2 Korintus 4:6-7
"6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."

Shalom, saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Beberapa hari terakhir ini, saya melakukan beberapa perjalanan keluar kota menggunakan moda kereta. Karena ada cukup banyak waktu di perjalanan, saya jadi sempat membaca buku Steven Furtick, (Un)qualified, edisi terjemahan. Judul versi terjemahannya adalah (Tidak) memenuhi syarat.

Retakan, dan retakan di mana-mana
Awalnya saya tidak begitu paham dengan desain sampulnya yang menampilkan gambar tidak beraturan, meski bab pembukanya cukup menarik. Ternyata di bagian akhir baru dijelaskan, bahwa desain sampulnya diambil dari sebuah ornamen gereja yang terdiri dari pecahan-pecahan kaca.
Hal ini terinspirasi dari kalimat bijak dari Leonard Cohen:

"Ada retakan dalam segala sesuatu. Melaluinya cahaya dapat masuk."

Buku ini sangat bagus dan mengena, terutama karena bab pertama dibuka dengan pengalaman hidup Furtick sendiri yang pernah dikomentari sebagai "tidak memenuhi syarat."
Furtick menunjukkan bahwa di hampir seluruh Alkitab, Tuhan menunjukkan bagaimana Ia dapat memakai dan bekerja bersama orang-orang yang tidak layak menurut ukuran dunia pada umumnya. Tuhan menyatakan diriNya paling baik bukan "walaupun" mereka lemah, namun "justru" dalam kelemahan mereka.
Bahkan seringkali Ia sendiri yang menunjuk dan memberi semangat, baik kepada Abram yang kemudian menjadi Abraham, kepada Musa, kepada Gideon ketika ia bersembunyi di pengirikan terpencil, kepada Yakub si pemegang tumit, kepada Kefas si nelayan yang "hopeless" menurut ukuran duniawi, dan bahkan kepada perempuan Samaria yang telah menikah beberapa kali.

Penerimaan
Memang salah satu kebutuhan dasar manusia adalah aktualisasi diri, yang mewujud antara lain dalam kebutuhan akan rasa aman dan penerimaan. Namun Alkitab menegaskan, bahwa pada akhirnya penerimaan dari Tuhan adalah cukup, bahkan sekalipun Tuhan tidak menyembuhkan semua kelemahan itu.
Kepada Paulus yang memohon berulangkali agar duri dalam dagingnya segera disembuhkan, Tuhan hanya menjawab singkat:

9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Kor. 12:9-10)

Furtick mengajukan argumen sepanjang buku ini, bahwa frase "dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna," berlaku tidak saja untuk Paulus. Namun lebih merupakan pola yang sering digunakan Tuhan sepanjang sejarah. It's a rule rather than exception.
Dalam kalimat lain, Tuhan tidak pernah ragu untuk menggunakan bejana tanah liat yang paling berantakan sekalipun, bukan walaupun bejana itu rapuh dan hancur lebur, namun justru dalam kelemahan itulah. Bukankah saat-saat kita menyadari betapa rapuhnya kita, maka seringkali itu justru saat kita mau mendekat kepada Tuhan?
Yesus sendiri melukiskan betapa Tuhan senantiasa dekat dan dengan sabar menanti anak-anakNya kembali, seperti pada perumpamaan anak yang hilang. Namun bukankah sering terjadi bahwa Tuhan terpaksa mesti "menekuk" seseorang pada kegagalan atau mungkin sakit penyakit, agar orang tersebut tidak lagi terlalu angkuh?*

Penutup
Lalu apa maksud semuanya itu? Tidak lain hanyalah agar pada akhirnya hanya Tuhanlah yang berhak atas segala puji dan sembah. Soli Deo Gloria!

Semoga renungan singkat ini ada gunanya bagi Anda sekalian.

Tuhan memberkati Anda sekalian. Amin

Versi 1.0: 18 maret 2019, pk. 22:41

Catatan:
* istilah "ditekuk Tuhan" ini saya dengar dari seorang teman SMA yang suatu kali menceritakan betapa ia mesti mengalami proses yang panjang sebelum dapat menerima kehidupan yang lebih berwarna bersama anaknya yang mengalami disleksia.

Referensi:
(1) Steven Furtick. (Un)qualified. Light Publisher. Url: https://mikeforchrist.com/2016/07/18/book-review-unqualified-by-steven-furtick/





Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Catatan kecil buat para penggiat OJS

Catatan kecil buat para penggiat OJS*

Shalom para sahabat, khususnya para penggiat jurnal teologi di STT di seluruh nusantara.
Akhir-akhir ini saya mengikuti perkenmbangan di beberapa STT yang sibuk mempersiapkan jurnal dalam format OJS. Tentu adalah hal yang baik jika Anda bergiat dalam penulisan makalah-makalah teologi yang berbobot untuk memajukan khazanah pemikiran teologi di nusantara, demikian juga jika artikel Anda diterima oleh jurnal-jurnal teologi top yang terindeks Scopus.
Namun, mari kita renungkan sedikit mendalam.
Jika artikel yang Anda tulis dengan susah payah lalu ditolak Editor, apalagi tanpa review apapun, bukankah Anda bisa jadi frustasi? Di dasar hati Anda, mungkin Anda bertanya-tanya apakah Anda tidak cukup bagus menulisnya.
Lebih buruk lagi, saya mendengar dan melihat sendiri bahwa jurnal-jurnal top mensyaratkan artikel yang diterima mesti dibuat terbuka : Open Access, yang artinya biaya menerbitkan bisa mencapai $500 - $2000 per artikel bahkan lebih. Dan ini jelas merupakan rintangan sendiri bagi penulis atau teolog dari negara berkembang.

Hwa Yung
Masih ada problem yang lebih besar, setidaknya menurut Hwa Yung, seorang teolog Malaysia. Dalam bukunya, Mangga atau Pisang (sudah diterjemahkan), ia antara lain menyatakan adanya kecenderungan berteologi kontekstual yang di luarnya saja Asia, namun inti pemikiran masih banyak diwarnai oleh filsafat dan metode berteologi yang kebarat-baratan.
Tanpa maksud membuat dikhotomi usang Barat-Timur, tampaknya kritik Hwa Yung tersebut ada baiknya diperhatikan oleh para teolog nusantara juga. Bagaimana mau disebut berteologi yang lokal dan membumi, kalau persoalan yang digeluti tetap bercorak teologi atau filsafat kontinental.
Lebih buruk lagi, kita sibuk agar artikel-artikel kita berterima di jurnal-jurnal bergengsi yang justru berpotensi menjadikan kita teolog-teolog yang tercerabut dari akarnya (semoga tidak sampai sefatal itu).
Ada baiknya kita memilah tulisan teologi yang hanya menyenangkan manusia (baca: editor), dan mana yang berkenan pada Tuhan. Pada hemat saya, teolog yang baik seyogyanya berpikir bukan agar tulisannya berdampak pada indeks Scopus atau Google scholar, namun bagaimana agar berdampak pada kekekalan.

Sekian catatan singkat mengenai OJS, ijinkan saya memparafrasakan salah satu ayat terkenal dari 1 Korintus 13:

"1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku telah menerbitkan lebih dari 50 artikel di jurnal-jurnal terindeks Scopus, dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna."

Tuhan memberkati Anda semua, Amin.

Versi 1.0: 18 maret 2019, pk. 23:22


Note:
* OJS: open journal system

Bacaan lanjutan:
(1) Hwa Yung. Mangga atau Pisang. Literatur Perkantas. Url: https://literaturperkantas.net/produk/mangga-atau-pisang/




Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Sabtu, 02 Maret 2019

What Biblical Discipling Is Not

What Biblical Discipling Is Not

Discipling is a much talked about topic, but often people have a wrong idea of what discipling entails. Let me describe a few things that biblical discipling is not.

1. It is not a case of one person controlling another person's life. Sometimes insecure disciplers have so much control over those they disciple that they attempt to conform the disciplee's will to their own like what happened with the popular discipleship (or shepherding) movement in the United States in the 1970s and 1980s. Leaders started having an unhealthy influence over their people, and the groups became like cults. This is why I prefer to use the terms discipler and disciplee rather than master and disciple.

The discipler's task is to help people to become disciples of Jesus, not of the discipler. While our example plays a key role in this (1 Cor. 11:1), the key factor in discipling is for them but God's will for them, especially as taught in the Scriptures. We feed them the Word to the point that they can feed on the Word themselves and gradually become less dependent on us. Indeed, those we disciple will end up as our lifelong friends. After some time, they are our friends, not our disciplees. Sometimes another may take on the role of discipling this person. Mark was first discipled by Barnabas. But later Peter took him under his wing, so that Peter referred to him as his son (1 Pet. 5:13).

2. It is not a relationship that separates the discipler and disciplee from the rest of the body. Though Jesus dealt personally with issues in the lives of individual disciples, like Peter and Judas, he discipled them as a group. Christians are made in the image of God who has eternally lived in the community of the Trinity. Consequently, God's people do not think of life outside of community. Relating to one's family and the body of Christ are vital aspects of being a Christian. This is why discipling must always be viewed as an activity of the body of Christ.

A small group can provide a good context for discipling because it is sufficiently small enough to practically facilitate individual attention to the growth of each disciplee. But the small group is a part of the body of Christ. It cannot become an exclusive clique within the church. While I spend unhurried times alone with those I disciple, I try not to be with them in larger gatherings. I encourage those in the discipleship group to chat with others rather than sticking with their group.

If disciplees are to relate well to the body of Christ, their disciplers need to relate healthily to the rest of the church. They need to willingly submit to being accountable to the church. Their attitude helps those they lead to think positively of the wider Christian community of which they are a part. Such involvement with this wider community may at times be messy and inconvenient. But the result is that disciplees are active long term in the church even after the discipleship group has disbanded.

3. It is not as simple as what happens in many fellowship groups today. There has been a welcome revival of small group activity in the church today. However, what happens in many groups falls short of giving a good opportunity for the members to be discipled. They usually have a vibrant time of worship, and time is given for testimony, for sharing and praying for needs. Someone shares a short devotion. People leave feeling that they have been spiritually blessed.

However, these groups miss two important aspects of biblical discipling. They miss providing adequate teaching of the Word, which is a major means of sanctifying believers (John 17:17; 2 Tim. 3:16–17). The thoughts from the Word that come through the short devotion may be emotionally inspiring and give some good biblical points, but they fall short of covering what Paul called "the whole counsel of God" (Acts 20:27).

This kind of group also fails to provide an opportunity for spiritual accountability, which is a key aspect of discipling. God intends for other Christians to help us in our pursuit of holiness (Ecc. 4:9–12; 2 Tim. 2:22; Heb. 10:24–25). A group meeting where people have come for spiritual refreshment may not lend itself to serious discussion about the challenging issues faced by an individual. It is not easy to be open about sensitive and difficult issues in a person's life in such a setting. That is best done one-on-one or in the context of a group that has developed an openness and trust that gives people the freedom to share without fear of embarrassment or betrayal.

Today many Christians come to church to receive blessings, but they are not close enough to anyone to share about key issues in their personal lives. Many are struggling to put their Christianity into practice at home, neighborhood, work or school. But no one knows about their struggles until something serious surfaces. An opportunity to grow healthily has been missed by missing out on spiritual accountability.

4. It is not a highly structured Bible study program devoid of interpersonal impact. There are some excellent Bible study group resources that can effectively impart knowledge to members of a church. But that is not enough. Jesus' method of nurturing his disciples included times of long conversations and of ministering and experiencing life together. In fact, some of his most important teaching emerged out of conversations he had with his disciples, many of which were triggered by ministry situations or by challenges the group faced. They were able listen to his teaching, observe his life and were impacted by both these. Paul told Timothy, "You, however, have followed my teaching, my conduct, my aim in life, my faith, my patience, my love, my steadfastness, my persecutions and sufferings …" (2 Tim. 3:10–11). Paul teaches about all these points in his epistles to Timothy. But these values were also communicated to Timothy through his observing Paul's life.

Disciplers must "hang around" with their disciplees, in personal conversations and group activities. Jesus did that with his disciples, often hiding away from the crowd and teaching them. One of his reasons for choosing the 12 was "that they might be with him" (Mark 3:14), and at the end of his ministry he described them as his "friends" (John 15:15).

This, of course, takes a lot of time. In our busy world people are unable or unwilling to devote so much time to personally spend with disciplees. I believe this is the primary reason many people do not disciple, even though they know there is a great need for it. However, people give time for the things that they have accepted as important priorities. If we believe that the call to disciple comes from God and meets a vital need in the church, we could persuade ourselves to give the time it demands of us.




===
Victor Christianto
Founder of The Second Coming Institute, www.sci4God.com
Promoting Javanese "batik" as an Indonesia cultural heritage, www.mybatique.com
Promoting cultural and music events in Jakarta and other cities, www.acaraindo.com
Founder of www.ketindo.com, A renewable energy consultant 
1 New book: From Hilbert to Dilbert at UNM site, url: http://fs.unm.edu/FromHilbertToDilbert.pdf
My books and papers can be found at:
 You can also check the Neutrosophic Journal: 

http://fs.unm.edu/NSS/NSSArticles.htm  

==
We love you all nations, but time is very very limited. Be hurry to repent and receive Jesus Christ. Find a guide to help you repent and receive Jesus Christ, in this link http://www.esnips.com/web/Guidetorepent,
http://www.esnips.com/web/RepentanceGuide.
Print this guide, copy as many as you can, and distribute this to as many countries as you can, including Asian countries such as China, Burma, Thailand, Campuchea, Laos, Srilanka, and Vietnam. Pray and ask to God first before you select a language for your country. That is the message: be hurry be very very very very very hurry to repent and receive Jesus Christ, all corners of the world.
Don't you know that Jesus Christ will come again soon? That is why you should be hurry and quickly to repent and do your repentance. Tweet this message quickly and distribute this message to as many countries as you can including to all your friends quickly, quickly, quickly today. Follow Jesus only at http://www.twitter.com/Christianto2013.
Send this message quickly to all your colleagues and to all your friends. Thank you, Jesus Christ already help you. 

blog: http://guidetorepent.blogspot.com, http://findtheTruthnow.blogspot.com,
http://evangelismwithsocialmedia.blogspot.com
guide: http://GoodNews.getfreehosting.co.uk/digfile/cms/index.php (login with 'visitor')
video: http://youtube.com/guidetorepent,
facebook: http://www.facebook.com/VChristianto,
and follow Jesus only at www.twitter.com/Christianto2013

**KINDLE BOOKS:
authorpage: http://www.amazon.com/-/e/B00AZEDP4E
Articles dictated by Jesus Christ. Book Two. http://www.amazon.com/dp/B00AYR3F9C
Articles dictated by Jesus Christ. Book One. http://www.amazon.com/dp/B00AYR6TJU
by Jesus Christ: How social darwinism ruin America and the World. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJJQI
by Jesus Christ: Evangelism for Difficult People. http://www.amazon.com/dp/B00AZDJCLA
by Jesus Christ: How you can do Evangelism with Social Media. http://www.amazon.com/dp/B00AZDXZLI
by Jesus Christ: The Nicene Creed. http://www.amazon.com/dp/B00AZDYMJ2
by Jesus Christ: Logos, Memra, and other letter for Economists. http://www.amazon.com/dp/B00AZDY7JW
by Jesus Christ: our Father in Heaven prayer. http://www.amazon.com/dp/B00AZKZUNM
Some problems of Nuclear Energy development in Asia: A literature survey. http://www.amazon.com/dp/B00B4LW5ZW

Some papers at www.vixra.org:
www.vixra.org/abs/0912.0036
www.vixra.org/abs/0912.0037
www.vixra.org/abs/1001.0005
www.vixra.org/abs/1001.0003
www.vixra.org/abs/0912.0053

What happens to Genesis B in the Old Saxon Bible?

Shalom aleikhem, all brothers and sisters in the name of Jesus Christ Two days ago, a friend from Germany told me about a different narratio...