Senin, 18 Maret 2019

Catatan kecil buat para penggiat OJS

Catatan kecil buat para penggiat OJS*

Shalom para sahabat, khususnya para penggiat jurnal teologi di STT di seluruh nusantara.
Akhir-akhir ini saya mengikuti perkenmbangan di beberapa STT yang sibuk mempersiapkan jurnal dalam format OJS. Tentu adalah hal yang baik jika Anda bergiat dalam penulisan makalah-makalah teologi yang berbobot untuk memajukan khazanah pemikiran teologi di nusantara, demikian juga jika artikel Anda diterima oleh jurnal-jurnal teologi top yang terindeks Scopus.
Namun, mari kita renungkan sedikit mendalam.
Jika artikel yang Anda tulis dengan susah payah lalu ditolak Editor, apalagi tanpa review apapun, bukankah Anda bisa jadi frustasi? Di dasar hati Anda, mungkin Anda bertanya-tanya apakah Anda tidak cukup bagus menulisnya.
Lebih buruk lagi, saya mendengar dan melihat sendiri bahwa jurnal-jurnal top mensyaratkan artikel yang diterima mesti dibuat terbuka : Open Access, yang artinya biaya menerbitkan bisa mencapai $500 - $2000 per artikel bahkan lebih. Dan ini jelas merupakan rintangan sendiri bagi penulis atau teolog dari negara berkembang.

Hwa Yung
Masih ada problem yang lebih besar, setidaknya menurut Hwa Yung, seorang teolog Malaysia. Dalam bukunya, Mangga atau Pisang (sudah diterjemahkan), ia antara lain menyatakan adanya kecenderungan berteologi kontekstual yang di luarnya saja Asia, namun inti pemikiran masih banyak diwarnai oleh filsafat dan metode berteologi yang kebarat-baratan.
Tanpa maksud membuat dikhotomi usang Barat-Timur, tampaknya kritik Hwa Yung tersebut ada baiknya diperhatikan oleh para teolog nusantara juga. Bagaimana mau disebut berteologi yang lokal dan membumi, kalau persoalan yang digeluti tetap bercorak teologi atau filsafat kontinental.
Lebih buruk lagi, kita sibuk agar artikel-artikel kita berterima di jurnal-jurnal bergengsi yang justru berpotensi menjadikan kita teolog-teolog yang tercerabut dari akarnya (semoga tidak sampai sefatal itu).
Ada baiknya kita memilah tulisan teologi yang hanya menyenangkan manusia (baca: editor), dan mana yang berkenan pada Tuhan. Pada hemat saya, teolog yang baik seyogyanya berpikir bukan agar tulisannya berdampak pada indeks Scopus atau Google scholar, namun bagaimana agar berdampak pada kekekalan.

Sekian catatan singkat mengenai OJS, ijinkan saya memparafrasakan salah satu ayat terkenal dari 1 Korintus 13:

"1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku telah menerbitkan lebih dari 50 artikel di jurnal-jurnal terindeks Scopus, dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna."

Tuhan memberkati Anda semua, Amin.

Versi 1.0: 18 maret 2019, pk. 23:22


Note:
* OJS: open journal system

Bacaan lanjutan:
(1) Hwa Yung. Mangga atau Pisang. Literatur Perkantas. Url: https://literaturperkantas.net/produk/mangga-atau-pisang/




Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KANĪSAH AL-QIYAMAH (GEREJA KEBANGKITAN), YERUSALEM: SAKSI BISU PASANG SURUT TOLERANSI DI KOTA SUCI

KANĪSAH AL-QIYAMAH (GEREJA KEBANGKITAN), YERUSALEM: SAKSI BISU PASANG SURUT TOLERANSI DI KOTA SUCI  (Suatu Refleksi Menyambut Pilpres 2019) ...