Senin, 18 Maret 2019

Tuhan atas bejana-bejana yang retak

Tuhan atas bejana-bejana yang retak

Teks: 2 Korintus 4:6-7
"6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."

Shalom, saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Beberapa hari terakhir ini, saya melakukan beberapa perjalanan keluar kota menggunakan moda kereta. Karena ada cukup banyak waktu di perjalanan, saya jadi sempat membaca buku Steven Furtick, (Un)qualified, edisi terjemahan. Judul versi terjemahannya adalah (Tidak) memenuhi syarat.

Retakan, dan retakan di mana-mana
Awalnya saya tidak begitu paham dengan desain sampulnya yang menampilkan gambar tidak beraturan, meski bab pembukanya cukup menarik. Ternyata di bagian akhir baru dijelaskan, bahwa desain sampulnya diambil dari sebuah ornamen gereja yang terdiri dari pecahan-pecahan kaca.
Hal ini terinspirasi dari kalimat bijak dari Leonard Cohen:

"Ada retakan dalam segala sesuatu. Melaluinya cahaya dapat masuk."

Buku ini sangat bagus dan mengena, terutama karena bab pertama dibuka dengan pengalaman hidup Furtick sendiri yang pernah dikomentari sebagai "tidak memenuhi syarat."
Furtick menunjukkan bahwa di hampir seluruh Alkitab, Tuhan menunjukkan bagaimana Ia dapat memakai dan bekerja bersama orang-orang yang tidak layak menurut ukuran dunia pada umumnya. Tuhan menyatakan diriNya paling baik bukan "walaupun" mereka lemah, namun "justru" dalam kelemahan mereka.
Bahkan seringkali Ia sendiri yang menunjuk dan memberi semangat, baik kepada Abram yang kemudian menjadi Abraham, kepada Musa, kepada Gideon ketika ia bersembunyi di pengirikan terpencil, kepada Yakub si pemegang tumit, kepada Kefas si nelayan yang "hopeless" menurut ukuran duniawi, dan bahkan kepada perempuan Samaria yang telah menikah beberapa kali.

Penerimaan
Memang salah satu kebutuhan dasar manusia adalah aktualisasi diri, yang mewujud antara lain dalam kebutuhan akan rasa aman dan penerimaan. Namun Alkitab menegaskan, bahwa pada akhirnya penerimaan dari Tuhan adalah cukup, bahkan sekalipun Tuhan tidak menyembuhkan semua kelemahan itu.
Kepada Paulus yang memohon berulangkali agar duri dalam dagingnya segera disembuhkan, Tuhan hanya menjawab singkat:

9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Kor. 12:9-10)

Furtick mengajukan argumen sepanjang buku ini, bahwa frase "dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna," berlaku tidak saja untuk Paulus. Namun lebih merupakan pola yang sering digunakan Tuhan sepanjang sejarah. It's a rule rather than exception.
Dalam kalimat lain, Tuhan tidak pernah ragu untuk menggunakan bejana tanah liat yang paling berantakan sekalipun, bukan walaupun bejana itu rapuh dan hancur lebur, namun justru dalam kelemahan itulah. Bukankah saat-saat kita menyadari betapa rapuhnya kita, maka seringkali itu justru saat kita mau mendekat kepada Tuhan?
Yesus sendiri melukiskan betapa Tuhan senantiasa dekat dan dengan sabar menanti anak-anakNya kembali, seperti pada perumpamaan anak yang hilang. Namun bukankah sering terjadi bahwa Tuhan terpaksa mesti "menekuk" seseorang pada kegagalan atau mungkin sakit penyakit, agar orang tersebut tidak lagi terlalu angkuh?*

Penutup
Lalu apa maksud semuanya itu? Tidak lain hanyalah agar pada akhirnya hanya Tuhanlah yang berhak atas segala puji dan sembah. Soli Deo Gloria!

Semoga renungan singkat ini ada gunanya bagi Anda sekalian.

Tuhan memberkati Anda sekalian. Amin

Versi 1.0: 18 maret 2019, pk. 22:41

Catatan:
* istilah "ditekuk Tuhan" ini saya dengar dari seorang teman SMA yang suatu kali menceritakan betapa ia mesti mengalami proses yang panjang sebelum dapat menerima kehidupan yang lebih berwarna bersama anaknya yang mengalami disleksia.

Referensi:
(1) Steven Furtick. (Un)qualified. Light Publisher. Url: https://mikeforchrist.com/2016/07/18/book-review-unqualified-by-steven-furtick/





Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HIDUPMU BERHARGA BAGI ALLAH

HIDUPMU BERHARGA BAGI ALLAH Hendro Suseno Do=D    D                         G                 A HIDUPMU BERHARGA BAGI ALLAH                 ...