Selasa, 21 November 2017

Bible verses for specific occassions


WHERE TO FIND HELP IN THE BIBLE 

*SALVATION*
_____________
Acts 16:31
Acts 4:12
Revelation 7:10
Psalm 27:1
Isaiah 12:2
Philipians 2:12
Romans 10:9
Titus       3:5
1 John 3:14
Ephesians 1:7



*FORNICATION*
_______________
Colosians 3:5
1Thesalonians 4:3-4
1 Corinthians 16:13-18
Revelation 22:15



*LAZINESS*
___________
Proverbs 6:6-10
Proverbs  13:4
Proverbs  20:13
Proverbs   10:4
Proverbs  20:4



*HOW TO PRAY*
_______________
Matthew 6:5-6
Mark 11:24
Job 8:5
Isaiah 51:1-4
1 Samuel 1:12-13
John 15:7



*TEMPTATION*
_______________
James 1:2
2 peter 2:9
Matthew 4:3
1 Corinthians 10:13
Ephisians 6:13
Hebrews 2:18
Genesis 3:6



*IDOLATRY*
____________
Exodus 20:1-3
1 Corinthians 10:14
Leviticus 19:31
Deutronomy 27:15



*THE LOVE OF MONEY*
________________________
1 Timothy 6:6-10
Hebrews 13:5
Leviticus 19:35
Hezekial 18:13
Proverbs 20:17



*BAD COMPANY*
_________________
1 Corinthians 15:33
1 Corinthians 5:9
2 Corinthians 6:14-16
Exodus 23:1-2



*HUMILITY*
___________
James 4:10
Matthew 18:10
Luke 14:10
1 Peter 5:5-10



*MIND YOUR DRESSING*
_________________________
1 Peter 3:3-5
Deutronomy 22:5
1 Timothy 2:9-10
Isaiah  3:16-17
1 Corinthians 6:19-20



*MARRIAGE*
____________
Genesis 2:24
Romans  7:2
1 Timothy 3:12
Mark     10:9
Proverbs 18:22
Hebrews  13:4-6
Ephesians 5:22-31
1 Peter:3:7-8



*JESUS'S SECOND COMING*
____________________________
Luke 12:40
James 5:8-9
1 John 2:28
2 Corinthians 7:1
John 14:3
Revelation 3:11
Revelation 22:12
Revelation 16:15
Matthew 24:30
Matthew 16:27
Mark 8:38
1 John 3:23



*FAITH*
________
Ephesians 2:8-9
Ephesians 6:16
Luke  17:5
1 peter 1:7
Romans 10:7
Galatians 5:6
Hebrews 11:1
James 1:3-6



*REPENTANCE*
________________
Proverbs 28:13
Proverbs 1:23
2 Chronicles 30:6
Ezekiel 18:31
Acts 17:30
Luke 18:13-14
Luke 13:3
Joel 2:12
Acts 2:38
Zephaniah 2:3


PLEASE FORWARD IT TO ALL YOUR CONTACTS BECAUSE IT MAY BE HELPFUL TO SOMEONE
God bless u for forwarding it.  Amen!!!


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Senin, 20 November 2017

The Age of Repentance

Shalom brothers and sisters in Christ, below is my email to a Professor in Italy.. he is Christian, but does not believe in the concept of God's wrath..

---
Dear Adriano


"Christ brought the age of Grace. Full stop.
There is no "age of repentance". I repent when  I realize I've harmed someone (
most of times unwittingly), friend or not.
 And there is no age of wrath, of course!"

Who says that there will be no wrath? Have you read the whole Bible, jncluding Revelation?

God told me:

Christianity without faith
Faith without deeds
Deeds without repentance
Repentance without repairing
Repairing without listening to God
Listening to God without obedience

That is the problem of Christian people in our generation.

That is why it was written that the Judgement will start with the Church..because many people falls because we Christians did not do enough to convince people that after grace, wrath will come.

And Prof. Akira, i agree that Protestant church made mistakes. So did the Catholics and Charismatics and other denominations too.

I am not defending a particular denomination.

We should strive for unity of the body.of Christ.

I am glad that we do not discuss about physics problems, that is one thing.

But, Adriano, i would urge you to work out for experience God. Read blackaby's book

Humbly yours,

Victor Christianto
http://www.sci4God.com


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Jumat, 17 November 2017

Gideon...(and his impossible mission)

Gideon

(...and his impossible mission)


Shalom, selamat siang saudara-saudariku terkasih dalam Tuhan. Pagi ini, saya membaca renungan Spirit Motivator hr Jumat (17/11). Memang terlambat sehari..tapi ternyata renungan ini justru menyapa saya pagi ini.

Ketika Tuhan memanggil dan melayakkan saya yang sama sekali tidak layak ini untuk menjadi hamba-Nya pada bln Oktober 2009, saya hanya sanggup menjawab: "Ya, Tuhan." Beberapa hari kemudian saya menyadari betapa mustahilnya tugas yang Tuhan berikan untuk mempersiapkan gereja-Nya di seluruh dunia agar dapat menyongsong kedatangan Kristus kali kedua.

Mengapa mustahil? Karena saya tidak ada modal maupun bekal pengalaman apapun..sebagai penginjil bukan, hamba Tuhan juga bukan.

Tidak jarang saya bertanya seperti Musa: bagaimana jika tidak ada pimpinan gereja yang mau mendengar pesan Tuhan yang saya sampaikan?

Namun, terpujilah Tuhan, melalui renungan yang ditulis Petrus Kwik ini, saya dikuatkan bahwa itu memang cara Tuhan mendidik hamba-hamba-Nya: dengan memberikan mereka tugas-tugas yang mustahil. Apa pesan yang ingin disampaikan Tuhan? Agar mereka belajar bergantung kepada Dia saja.

Demikian juga ketika Tuhan memberi tugas mustahil kepada Gideon: untuk membebaskan umat-Nya dari Midian.

Awalnya Gideon berhasil mengumpulkan 32000 orang namun Tuhan menyuruhnya menyeleksi hingga 10,000. Lalu diseleksi lagi menjadi 300 orang. Lalu ia diminta maju untuk mengalahkan lawan dengan 120,000 pasukan Midian. (Hak.7)

Coba bayangkan jika Anda menjadi salah satu prajurit Gideon, mungkin sehari sebelum maju ada obrolan seperti ini: "Wah, ini seperti misi bunuh diri ya?" Jawab teman Anda: "Tidak apa kawan, jika memang Tuhan menyelamatkan kita dari misi ini, itu bagus. Namun jika kita memang harus mati, ya tidak apa."

Mental itu juga yang diungkapkan Sadrakh, Mesakh, Abednego:

Daniel 3:16-18 (TB)  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."


Perlengkapan yang aneh
Tidak hanya Gideon diberi misi yang mustahil, dan pasukan yang jauh tidak berimbang, namun juga perlengkapan yang aneh:
1. Roh TUHAN (Hak. 6)
2. Taat dengan tindakan
3. Sangkakala (Hak. 7:16)
4. Buyung kosong (Hak. 7:16)
5. Suluh (Hak. 7:16)
Apakah makna kelima perlengkapan itu? Mari kita simak satu per satu:

1. Roh TUHAN (Hak. 6)
Semuanya diawali oleh Malaikat TUHAN. Terlebih lagi ketika Roh TUHAN menyertai Gideon, maka ia berani mengumpulkan bangsanya. Padahal awalnya ia takut akan banyak hal.

2. Taat dengan tindakan
Gideon taat dari hal-hal kecil, yaitu dengan merobohkan patung baal milik ayahnya.

3. Sangkakala (Hak. 7:16)
Atau terompet. Artinya suatu tanda peringatan dari Tuhan bagi semua orang yang melawan Tuhan.

4. Buyung kosong (Hak. 7:16)
Dalam pembacaan saya, ini adalah lambang hati kita yang telah diperbarui dan dibentuk oleh Roh..menjadi bejana yang berguna di tangan-Nya.

5. Suluh (Hak. 7:16)
Artinya keberanian kita sebagai anak-anak Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia melalui Injil Yesus Kristus (Mat. 5).

Penutup
Demikianlah kiranya kita juga tidak mundur dan menyerah jika Tuhan menempatkan kita dalam situasi mustahil. Teruslah bersandar dan berharap kepada Tuhan. Ia sanggup melakukan perkara-perkara mustahil.
Bacalah artikel Christine Caine (1). Sudahkah Anda berani seperti Gideon, Musa, Yosua, Daud, Elia dll?
Tuhan menyertai Anda. Amin.

Versi 1.0: 18 november 2017, pk. 10:57
VC

Reference:
(1) Christine Caine. Impossible is God's starting point. Url: http://www.christinecaine.com
(2) http://www.bibleforandroid.com/v/d0d479d1c5f4



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Dewasa dalam berrelasi


Dewasa dalam berrelasi

Acara: doa pagi, 18/12/2017

Selamat pagi, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan. Pagi ini saya diminta untuk menyampaikan tema: Dewasa dalam berrelasi.

Emmm, rasanya saya yang mesti banyak belajar dari Anda terutama yang lebih senior. :-)

Tidak banyak resep ces pleng untuk membangun hubungan yang dewasa. Namun, saya teringat satu lagu kuno: "Ajarilah kami, bahasa kasih-Mu."

Masih ingatkah? Ayo kita nyanyikan 1 bait saja.

Omong-omong tentang bahasa kasih, ada sebuah buku bagus karya Gary Chapman, judulnya 5 bahasa kasih. Buku ini tentunya ditujukan untuk pasangan yang menikah.

Resep pak Chapman secara sederhana adalah sbb.:
1. Kata-kata pendukung
2. Saat-saat mengesankan
3. Menerima hadiah-hadiah
4. Pelayanan
5. Sentuhan fisik
Meski 5 butir di atas tampak sederhana, itu seperti tindakan menyirami taman yang mesti dilakukan tiap hari agar taman kita tetap indah.

Berikut ini sebuah artikel nasihat sederhana yang saya kutip dari posting minggu lalu di sebuah grup:*

-------
ARTI SEBUAH PERNIKAHAN

Kalau diminta menasihati teman yang akan menikah, nasihat saya: bila menikah dengan tujuan "supaya saya bisa bahagia," lebih baik tidak usah menikah.  Kalau seseorang tidak bahagia ketika sendiri (lajang), jangan berharap ia akan bahagia ketika menikah.  

Surfer legendaris Laird Hamilton dan juara bola voli Gabrielle Reece telah menikah selama 20 tahun.  Kata Gabrielle, "Kita selalu bergurau, 'Kamu buat dirimu bahagia, dan aku buat diriku bahagia, lalu kita dapat berkumpul dan lakukan sesuatu dari situ.'" 
Menurut Gabrielle, bukan tugasnya untuk membuat suaminya bahagia, dan bukan tugas suaminya untuk membuatnya bahagia, itu tidak realistis. 

Banyak orang menikah berpikir bahwa pernikahan adalah sebuah kotak yang penuh hadiah-hadiah indah yang mereka inginkan: romantisme, persahabatan, keintiman, dll.

Kotak kosong
Tetapi sebenarnya, pernikahan mirip sebuah kotak yang kosong, Anda harus menaruh sesuatu di sana sebelum Anda bisa mengambil sesuatu dari kotak itu. 

Tidak ada persahabatan dalam pernikahan, kalau Anda tidak menaruhnya di dalam kotak itu. 

Tidak ada romantisme dalam kotak, kalau Anda tidak memulainya.

Tidak ada cinta yang penuh pengorbanan kalau bukan Anda yang menaruhnya terlebih dahulu. 

Kalau Anda mengambil lebih dari yang Anda taruh, maka kotak akan kosong.

Pernikahan itu mahal, bukan karena  membayar cincin dan pesta pernikahan, tetapi karena harga yang harus dibayar adalah diri Anda sendiri: kenyamanan Anda, ego Anda,
hak-hak Anda, dll.

Anda harus mengampuni ketika dilukai.
Melayani ketika kelelahan. 
Menebar kasih ketika sebenarnya ingin marah.
Mendengarkan ketika sebenarnya ingin tidur. 

Pernikahan adalah tentang memberi dan berkorban. 

Kalau Anda menikah dengan tujuan untuk membahagiakan diri, maka dijamin Anda akan kecewa.  Tetapi ketika Anda berani berkorban, maka Anda akan menuai cinta sejati  dan hubungan yang berarti.

PERNIKAHAN MENGAJARKAN TENTANG *"TIDAK MEMENTINGKAN DIRI"*,
LEBIH DARI YANG ANDA INGIN KETAHUI.

*Marriage teaches you more about selflessness than you ever wanted to know*

-------

Komentar saya:

Kalau boleh sedikit memberikan komentar terhadap artikel bagus di atas: nasihat itu juga berguna dalam membangun persahabatan, hubungan dengan ortu atau mertua, hubungan dengan pemerintah, dan juga dengan atasan di kantor.
Anggaplah hubungan itu sebagai kotak kosong, dan Anda tidak dapat mengambil kecuali Anda mulai dengan memberi.

Jika mau diringkas lagi, pesan itu disebut The Golden Rule *Aturan Emas*, dan hal ini dijabarkan dengan baik dalam bukunya Dale Carnegie, Anda ingin banyak kawan?

Aturan Emas itu diajarkan oleh Yesus Kristus:

Matius 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Jadi, menurut Yesus, Aturan Emas itulah yang merupakan intisari Alkitab.

Memang ada juga kalimat yang mirip dengan itu, misalnya oleh Konfusius, tapi dalam versi negatif.

Jika mau dihubungkan dengan nasionalisme, kalimat di atas dirumuskan ulang oleh JFK sbb: "Jangan tanyakan apa yang dapat diberikan negaramu kepadamu, tetapi tanyakanlah apa yang dapat kamu berikan untuk negaramu."

Jika kita mau mencari suatu panduan untuk hidup bergereja, agaknya kalimat JFK di atas dapat kita sitir menjadi:

"Jangan tanyakan apa yang dapat diberikan Tuhan dan gerejamu kepadamu, tetapi tanyakanlah apa yang dapat kamu berikan untuk Tuhan dan gerejamu.

Itulah kunci dalam menjalin hubungan yang dewasa dengan Tuhan, sesama, dan juga dalam pernikahan. Kiranya renungan ini dapat berguna bagi kita semua.


Versi 1.0: 17 november 2017, pk. 23:12
VC

Referensi:
(1) Dale Carnegie. Apakah Anda ingin banyak kawan?
(2) Gary Chapman, 5 bahasa kasih.

Catatan:
*artikel ini dikutip dari posting sebuah grup wa minggu lalu, saat pernikahan Kahiyang dan Bobby.

------
Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Minggu, 12 November 2017

Pelajaran dari Matius pasal 25

Pelajaran dari Matius pasal 25

(Lessons from the Gospel of Matthew chapter 25)

Shalom, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Banyak orang Kristen yang ingin segera menyongsong Yesus yang akan segera datang. Tapi, bagaimana caranya?
Pagi ini (12/11/2017), saya mendengarkan firman yang ditaburkan oleh Bp. Nicholas Kurniawan. Khotbah yang disampaikan sungguh memberkati, yaitu bagaimana kita dapat mengerti makna tersembunyi dari Matius pasal 25:1-13, tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh. Tentu kita ingin bertanya: termasuk yang manakah saya, gadis yang bijaksana atau yang bodoh?
Ada beberapa hal yang cukup penting untuk dibagikan berdasarkan khotbah pagi ini.
Sebenarnya, perikop ini merupakan rangkaian dari nubuat Yesus Kristus tentang akhir zaman mulai dari pasal 24 hingga 25. Namun dalam kesempatan ini hanya akan dibahas tentang 3 perikop dalam Matius pasal 25. Mari kita mulai dengan perikop 25:1-13.

A. Gadis-gadis yang bijaksana dan yang bodoh
Ada beberapa kata kunci yang patut digarisbawahi dalam perikop ini, di antaranya: sepuluh gadis, pelita, minyak, menyongsong, mempelai laki-laki, tertidur, tengah malam, suara orang berseru, hampir padam, pintu ditutup, Aku tidak mengenal kamu, berjaga-jagalah.

Arti kata-kata kunci dalam perikop ini:
- sepuluh gadis: dalam tradisi pernikahan Israel zaman dahulu, mempelai perempuan akan menyambut mempelai laki-laki diiringi sejumlah saksi. Misalnya dalam Kitab Rut, disebutkan bahwa Boas memanggil "sepuluh saksi."
- pelita: setiap dan semua orang Kristen adalah terang bagi lingkungan di sekitarnya, adalah tugasnya untuk menjaga agar pelita itu tidak padam. Bdk. Mat. 5:14-15
- minyak: bahan bakar pelita kita, yaitu hubungan yang karib dengan Bapa di sorga. Sesungguhnya, Bapa rindu agar banyak orang Kristen sungguh-sungguh bergaul karib dengan Dia, seperti Henokh, Abraham, Musa, Daud, Elia, dll. Perhatikan ayat Kej. 5:24, "Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." Jadi bila Anda rindu untuk diangkat oleh Tuhan, maka langkah pertama adalah Anda mesti belajar untuk hidup bergaul karib dengan Tuhan. Bagaimana caranya mengisi minyak itu? Dengan bertekun dalam doa dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Tanpa itu maka minyak kita akan habis, dan akhirnya pelita kita akan padam. Baca Mazmur 1, misalnya: "tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. " (ayat 2). Dalam khotbah pagi ini, pak Nicholas menegaskan ada 3 hal yang perlu dilakukan untuk menjaga persediaan minyak kita: sehati dengan Tuhan, sepenuh hati buat Dia, dan berhati-hati bagi Dia.*
- menyongsong: semua orang Kristen tentu bersemangat untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus kali kedua, namun faktanya adalah bukan semua orang sungguh-sungguh bersiap dengan minyak dan pelita yang tidak pernah padam.
- mempelai laki-laki: adalah Yesus Kristus
- tertidur: ternyata semua gadis penyambut mempelai itu jatuh tertidur, karena "mempelai itu lama tidak datang-datang juga."
- tengah malam: ketika sudah jauh malam, artinya kuasa kegelapan kian mencengkeram seluruh bumi. (Dalam salah satu visiun yang saya terima begitu juga ada sahabat yang bercerita memperoleh visiun yang mirip, Tuhan memperlihatkan bahwa hampir seluruh bumi kini telah gelap. Karena tidak banyak lagi umat Kristen yang masih menjaga lampunya bercahaya.)
- suara orang berseru: yang dimaksud di sini kemungkinan adalah suara sangkakala yang ditiup malaikat sebagai tanda peringatan. Dalam beberapa tahun ini banyak laporan tentang suara-suara aneh di langit. Termasuk di Yerusalem ketika makam suci Yesus dibongkar. Itulah pertanda dari surga. Lihat juga salah satu buku saya: "Sangkakala sudah ditiup, apa yang akan Anda lakukan?"**
- hampir padam: perbedaan pokok antara gadis-gadis yang bijaksana dan yang tidak adalah, bahwa yang bijaksana menjaga agar pelita mereka tidak sampai padam (dengan persediaan minyak).
- pintu ditutup: ini yang dimaksud Yesus dengan ungkapan "seperti pada masa Nuh...", ketika orang-orang pilihan sudah masuk, maka pintu akan ditutup.
- Aku tidak mengenal kamu: Jika kita menerima bahwa yang dimaksud dengan minyak adalah pergaulan yang karib dengan Bapa. Maka gadis-gadis yang bodoh yang tidak memiliki persediaan minyak, itu artinya tidak menjaga hubungan yang karib dengan Bapa. Karena itu tidak heran jika Yesus, Sang Anak Domba itu, akan mengatakan : "Aku tidak mengenal kamu."
- berjaga-jagalah: Perikop ini hendak menyampaikan pesan penting yaitu bahwa kita yang menanti-nantikan kedatangan Sang Mempelai Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus, perlu senantiasa berjaga-jaga tidak hanya dengan cara tetap bangun (tidak terlelap), namun juga setia menjaga agar pelita yang kita bawa tidak padam. Jika pelita kita padam saat Yesus Kristus datang, maka pintu akan ditutup dan kita tidak akan memperoleh bagian dalam pesta perjamuan nikah Sang Anak Domba, yaitu Yesus Kristus.
Pertanyaan untuk direnungkan: masih menyalakah pelita Anda? Atau sudah hampir padam? Apakah Anda masih menyimpan persediaan minyak, yakni menjaga hubungan yang karib dengan Tuhan?

B. Perumpamaan tentang talenta
Perikop ini hendak menandaskan pesan Yesus bahwa kita mesti hidup sedemikian rupa sehingga seluruh hidup kita dapat dipertanggungjawabkan di hari Pengadilan Terakhir nanti.
Talenta sering ditafsirkan sebagai ketrampilan, kecerdasan, dan sejenisnya.
Namun makna sesungguhnya sangat luas: bisa berarti harta benda, kesempatan (kairos), bakat, ilmu pengetahuan, jabatan, tenaga, kesehatan, kecakapan khusus tertentu dsb. Yang jelas, Tuhan telah memberikan kepada semua orang, "masing-masing menurut kesanggupannya."
Jadi bukan banyaknya atau besarnya, namun seberapa kali kita dapat melipatgandakan talenta tersebut. Kira-kira mirip seperti konsep ROI (rasio pengembalian investasi, Eng.: "return on investment.")
Tuhan ingin kita mencapai ROI semaksimal mungkin dengan apa yang dipercayakan kepada kita. Simpulan dari perumpamaan ini adalah: ROI=1 berarti kita tidak melakukan apa-apa dengan talenta kita, maka Bapa akan murka dan akan menyebut kita hamba yang malas. Pesan ini bisa dibandingkan dengan misalnya: Yes. 5:2, Luk. 3:9

"Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."

Itulah sebabnya Alkitab menegaskan bahwa kita mesti mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. (Flp. 2:12)
Istilah Alkitab yang mungkin paling mendekati talenta ini adalah "huparcho" (bdk. Lukas 8:3). Arti sebenarnya dari istilah huparcho adalah: apa yang ada padamu.
Pertanyaan: Sudahkah Anda tahu apa talenta/huparcho Anda? Jika kita ingin tahu apa saja talenta kita, sebagai langkah awal yang baik, berdoalah: "Tuhan, bukakanlah mata hati hamba-Mu ini, apa saja yang ada pada kami, yang dapat kami gunakan untuk melayani sesama dan memuliakan Engkau?"

C. Penghakiman terakhir
Ini mungkin perikop yang paling keras di antara ketiga perikop dalam Matius 25. Karena tidak seperti 2 perikop terdahulu yang berupa perumpamaan, perikop ketiga ini tidak cocok disebut perumpamaan.
Meskipun perikop ini dapat dikomentari dari berbagai segi, satu hal yang sangat unik di sini adalah: "identifikasi Yesus Kristus, Sang Hakim Agung, dengan semua orang yang hina, termasuk yang sakit, di penjara, kelaparan, haus dan telanjang."
Untuk memperjelas bagian ini, khususnya dalam konteks peringatan 500 tahun Gerakan Reformasi yang diawali Martin Luther, izinkan saya mengutip dari renungan Santapan Harian, senin 14 maret 2015. Judul renungan: bukan iman teori tetapi iman kenyataan.

"Bagian ini mengakhiri rangkaian nubuat dan ajaran Tuhan Yesus tentang kedatangan-Nya dan penghakiman akhir kelak. Beberapa hal penting Ia bentangkan. Pertama, seperti halnya Injil harus diberitakan ke sekalian bangsa, hari penghakiman kelak pun meliputi semua bangsa (ayat 32). Kedua, seperti halnya Injil harus direspons oleh masing-masing demikian pun penghakiman itu akan berlaku untuk masing-masing orang (ayat 33). Ketiga, bila dalam warta Injil Yesus datang sebagai Juruselamat dalam kerendahan-Nya, kelak Ia akan datang sebagai Raja dengan segenap kemuliaan-Nya dan semua malaikat-Nya (ayat 31). Ketika itu, keputusan akhir nasib kekal tiap orang akan diambil (ayat 34,41).

Atas dasar apakah keputusan kekal itu Tuhan jatuhkan? Bagian ini mengejutkan sekali. Tradisi Protestan mengajarkan bahwa kita selamat bukan karena perbuatan, tetapi karena iman kepada anugerah Allah. Hanya apabila orang menyambut Yesus dan karya penyelamatan-Nya, orang bersangkutan akan selamat. Namun, bagian ini kini seolah mengajarkan hal berbeda. Semua orang kelak akan dihakimi atas dasar perbuatan baik mereka. Mereka yang memiliki perbuatan kasih nyata kepada sesama, masuk ke dalam kebahagiaan kekal (ayat 35-40). Sebaliknya mereka yang tak berbuat kasih dibuang ke dalam siksaan kekal (ayat 41-46).

Karena itu jangan sekali-kali mengabaikan perbuatan nyata demi menekankan prinsip sola gratia. Namun, jangan juga cepat menyimpulkan bahwa keselamatan adalah hasil amal. Yang Tuhan nilai layak bersama Dia ialah mereka yang melakukan perbuatan berjaga-jaga, mengembangkan talenta, dalam keadaan melayani, dst. Semua perbuatan itu menurut komentar Tuhan sendiri adalah perbuatan "untuk Kristus." Hasil dari menerima penyelamatan dari Kristus adalah memiliki kasih Kristus dan memiliki kepekaan Kristus.

Renungkan: Hasil dari diselamatkan adalah Kristus hidup dan berkarya dalam hidup orang. Bila karya nyata itu tidak ada, maka batallah pengakuan imannya tentang Kristus."

Penutup
Kiranya uraian singkat tentang ketiga perikop dalam Matius 25 di atas akan dapat membantu para pembaca memahami bagaimana kita dapat menyongsong kedatangan Yesus Kristus kali yang kedua secara lebih baik.
Tentunya uraian ini bisa dilengkapi dengan membaca beberapa tafsiran tentang Matius 25. Anda dapat menggunakan apps Tafsiran dari Yayasan Lembaga SABDA yang sudah memuat beberapa tafsiran, misalnya Matthew Henry.
Tuhan menyertai Anda semua. Amin.

Versi 1.0: 12 November 2017, pk. 23:05
VC

Catatan:
*trimakasih kepada Bp. Nicholas Kurniawan, STh.
**V. Christianto. Sangkakala sudah ditiup, apa yang akan Anda lakukan? Surabaya: Penerbit NulisBuku.com, sept. 2016. Dapat dipesan melalui: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Rabu, 08 November 2017

Kesaksian tentang jumlah orang yang akan diangkat


*MALAIKAT MENGUNGKAP RAHASIA BERAPA JUMLAH ORANG KRISTEN YANG AKAN DI RAPTURE / DIANGKAT KE SORGA*

Shalom..

Saya (Whitney Eslick Manuel) mendapatkan mimpi rapture pada malam 27 Juli 2016, yang sangat LUAR BIASA! itu adalah mimpi terbaik dalam hidup saya! Saya sedang duduk di mobil bersama dengan ayah saya dan seorang lainnya. Kita berada di kursi depan mobil sedang parkir, tidak bergerak, seperti di suatu lapangan sedang melihat ke langit. Langit penuh dengan awan awan, tetapi kebanyakan terlihat gelap. Awannya besar sekali dan mereka terlihat rendah dekat dengan tanah. Tiba tiba, dalam sekejap, awannya terangkat cepat sekali dan memperlihatkan langit yang indah, biru dan cerah.

Saya tahu apa yang terjadi. Saya mulai berteriak

"Ini Rapture! Ini Rapture!"

Saya senang sekali juga merasa takut pada waktu yang sama. "Apakah saya akan terangkat Rapture?, apakah dosa dosa saya sudah terampuni? bagaimana dosa dosa yang saya sudah minta ampun kepada TUHAN tetapi tidak mengakuinya kepada sesama?" inilah yang ada dalam pikiran saya. Dan juga saya mulai bertobat akan dosa dosa saya, meminta TUHAN untuk mengampuni saya, membersihkan saya dengan Darah YESUS dan memohon belas kasihannya! Saya setengah berteriak, setengah menangis karena saya benar benar ingin bersama dengan DIA, untuk memohon supaya saya terangkat karena saya ingin bersama dengan DIA.

Saya melihat malaikat malaikat turun dan mengambil orang orang. Setiap malaikat mengambil hanya satu orang. Saya kembali berdoa. Saya ingat kalau mimpi Rapture adalah dimana orang orang percaya memuji TUHAN, jadi saya mulai memuji TUHAN. Saya mulai mengatakan betapa baiknya TUHAN. Saya membuka mata dan melihat lebih banyak lagi malaikat malaikat mengambil orang orang, tetapi saya belum juga terangkat. Saya menggenggam tangan ayah, tetapi kemudian melepaskannya. Saya keluar dari mobil melihat ke langit, dan ketika saya berada di jalan, saya melihat ke atas dan terlihat malaikat datang ke arah saya. DIA mendekat dan saya mengangkat kedua tangan saya dengan harapan.

"Apakah KAMU datang untuk saya..?"

DIA mengambil saya dengan lengannya, Saya merasa lega sekali! Begitu bahagia, begitu lega! Saya mulai menangis dan berkata

"Terima kasih TUHAN!!!, terima kasih TUHAN!!".

Kemudian saya berpikir kalau saya juga harus berterima kasih kepada malaikat saya, jadi saya membuka mata, melihat wajahnya dan mengatakan terima kasih. DIA tersenyum lebar (memang dia sudah tersenyum, tetapi senyumnya lebih lebar lagi, tidak terlihat gigi) dan DIA memiliki ekspresi yang tulus dan kebaikan dari wajahnya. Saya kembali berterima kasih kepada TUHAN dan berpikir

'Inilah saatnya, akhirnya, akhirnya saya berhasil, terima kasih TUHAN!!'

Saya kemudian ingin melihat apa yang terjadi di bumi. Walaupun kita sedang bergerak, kita berada di atas orang orang dan saya bisa melihat wajah mereka. Orang orang terlihat bingung, panik melihat ke atas. Mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan ini membuat saya bertanya apakah mereka tidak pernah mendengar tentang Rapture sebelumnya dan apakah mereka akan mengerti akan ini.

Saya belum dirubah penuh karena saya masih berpikir manusiawi. Tetapi sementara saya melihat orang orang yang belum diselamatkan, saya ingin membantu setidaknya, jadi saya melihat seorang dan berusaha berteriak :

"Jangan menerima tanda 666..!",

tetapi suara saya tidak keluar dan dia tidak mendengar saya. Jika dia mendengar saya dia juga mungkin tidak tahu apa artinya. Kemudian saya bertanya kepada malaikat berapa orang yang diangkat Rapture seluruhnya. Saya mendengar dia mengatakan dua puluh juta. Saya mengulang

"20Juta?", tetapi dia mengkoreksi saya "10juta" "10juta..?" dia mengangguk sebagai konfirmasi.

Juga pada akhirnya , beberapa orang mulai terangkat, tetapi jatuh kembali ke bumi tidak terangkat Rapture. Saya bertanya apa yang terjadi dan diberitahu kalau mereka tidak sungguh sungguh ingin bersama dengan TUHAN. Saya merenungkan apakah ini sebagai simbol orang Kristen yang suam kuku dan tidak hidup dengan keinginan bersama TUHAN atau terlalu mencintai duniawi atau hidup mereka di bumi. Saya tidak tahu dan tidak diberikan penjelasan. Tetapi saya mulai terbangun. Saya merasakan berada di tempat tidur dan saya mengatakan

'tidak, tidak tidak.. tidak TUHAN jangan..! jangan biarkan ini hanyalah mimpi!'

tetapi saya terus merasakan mulai terbangun dan berkata dengan keras

"Terima kasih TUHAN! Terima kasih TUHAN!"

Saya begitu senang TUHAN memberikan saya mimpi yang luar biasa ini dan telah mengangkat saya Rapture. Saya tidak pernah merasakan mimpi yang begitu jelas, dan terasa seperti nyata. Luar biasa sekali. Saya mencintai kalian semua. Mari kita hidup untuk TUHAN, berdoa supaya layak, bertobat dari dosa dosa, mengasihi TUHAN dan takut akan DIA.

Note : Mari berhikmat selalu, bawalah dalam doa tentang kesaksian ini agar ada konfirmasi dari TUHAN YESUS. Aamiin.

TUHAN YESUS memberkati


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Jumat, 03 November 2017

Borges and the subjective-idealism in Relativity Theory and Quantum Mechanics

Borges and the subjective-idealism in Relativity Theory and Quantum Mechanics

By Victor Christianto & Florentin Smarandache

Quote:
"We don't need no education,
We don't need no thought control..."
Pink Floyd - Another Brick in the Wall, part 2 (11)


Abstract
This paper is intended to be a follow-up to our previous paper with title: "Reinterpreting Tlon, Uqbar, Orbis Tertius: On the antirealism tendency in modern physics." We will give more background for our propositions in the previous paper. Our message here is quite simple: allow us to remind fellow physicists and cosmologists to become more aware of Berkeley-idealism tendency, which can lead us to so many distractions instead of bringing us closer to the truth. We observe that much of the progress of modern physics in the last few decades only makes us as confused as before, but at a much higher level. In the last section, we will give some examples of how we can do something better than existing practice of physics in the past.


1. Prologue
If we read Thomas Kuhn's The Structure of Scientific Revolutions(10), we can get a false impression that modern science is all about cooking up our ideas to the point that they will be accepted by the consensus of respected scientists. Yes, Kuhn's ideas are closer to constructivism. He seems to give this message: all activities in science are aiming to construct a model or theory which can be accepted by as wide as possible scientific community. It is no more about finding the hidden truth of nature.
But if we recall the history of science, since Tycho Brahe, Copernicus, Galileo, Newton...they seemed to care not about the consensus at the time. They just dig deeper with observations and also analytical work, and once they were convinced, they stood up because of their conscience.
Therefore, if we learn from such a long history of great scientists, all we can say is that science advances not because some people trying so hard to make revolutions (as suggested by Kuhn), but it advances because some careful scientists choose to stand up for their conscience, no matter what happens.
Yes, it is unfortunate that in most cases, a consensus of scientists can be so wrong. As one wisdom saying puts it: "Follow a thousand flies, and you will end up eating shit."
Such a grave mistake in the past includes: epicycles in Ptolemian cosmology, which then it was replaced by the heliocentric model of Copernicus. In modern physics, we find quite similar monsters as a result of widely accepted theories. Those monsters appear because we tend to call everything we don't know as dark or ghost: there are many ghosts in recent cosmology models, and there are dark matter and dark energy hypothesis too. They seem to indicate that we should begin to think in reflective mode, and find out where we have gone so wrong.
How can it be that such a consensus of scientists can lead to terrible errors? Perhaps we can recall the lyrics of Pink Floyd above, to remind us that in almost all levels of education, there is a kind of "thought control," and it is no more education. And it implies that there is probably a hidden force behind such a thought control.
The possibility of existence of such a hidden force who exerts control over the entire planet has never been discussed openly in philosophy books, nor in Kuhn's book. But they are seemingly quite real.
These remarks put us into the context of this paper, i.e. Borges reminds us of a possibility that a bunch of academic luminaries tried to create their own world out of pure fantasy. They are called 'Orbis Tertius' society in Borges's short story. They start with Berkeley's idealism philosophy, but ultimately they want to reject the reality itself. Shall we call such a move as "modern science"?


2. Why shall we start with Borges?
Some readers of our previous paper may wish to ask: Why shall we start with Borges? Or, is it possible to cure fantasy with fantasy?
Well, yes we start with Borges's fiction book, but only as per necessary in order to expose paradox and difficulties with the Berkelyan subjective idealism, which is often ignored in contemporary discussions by theoretical physicists. Who can realize our own "rotten-tomatoes" tendency to reject objective reality in our theories?
There is more to say about Borges, and his line of arguments uses a method called "reductio ad absurdum." But we do not pretend to be well-versed with all related philosophical arguments.
Interested readers are advised to read Jon Stewart's study on that Borges's short story (1).


3. Einstein as a subjective mathematical idealist
For those who find it difficult to accept that Einstein was a subjective idealist, albeit he was quite a realist compared to other QM proponents, let us begin with his own words:

"If, then, it is true that the axiomatic basis of theoretical physics cannot be extracted from experience but must be freely invented, can we ever hope to find the right way? I answer without hesitation that there is, in my opinion, a right way, and that we are capable of finding it. I hold it true that pure thought can grasp reality, as the ancients dreamed." (Albert Einstein, 1954) (13).

We wish to highlight the last phrase here: "pure thought can grasp reality, as the ancients dreamed." This phrase captures the essence of Einstein's idealism philosophy. He strived to prove that pure thought alone is sufficient, based on human imagination. That is why his other famous saying goes: "Imagination is more important than knowledge." What he meant with this saying seems to be obvious: he is very sure that human knowledge is a result of free invention out of imaginative minds. Einstein rejects the possibility that God is the ultimate source of true knowledge. Yes, Einstein wants to know how God thinks and created the world, but by his own imaginative way, not by following God.
We can recall a paper by Kurt Godel around 1949: "Remark about relationship between Relativity theory and idealistic philosophy."(28) This paper indicates that such an idealism debate in the context of Relativity Theory was not really new at all, at least to some philosophers at the time.
Therefore, we wish to emphasize here: while we admit that Einstein stood against Quantum Solipsism (their way of playing with reality), at the end of the day he was also one of key figures in opening up such an idealism position, i.e. his invention and adherence to Relativity Theory.
In this way, we can understand why there were no discussions anymore on the substratum structure of aether, after Relativity Theory has been widely accepted by scientific community. It was fortunate, that after some years from inventing General Relativity, apparently Hendrik A. Lorentz persuaded Einstein to admit the role of aether. And Einstein apparently listened to his senior's advise. He made public statement something like: "General relativity without aether is unthinkable." See his Leiden Lecture, 5 May 1920 (26).
After all, Einstein was a human being with the same confusions just like many of us, only at a deeper level. He made his own mistakes, but he tried his best to repair his mistakes, just like in Leiden Lecture (Ether and Relativity), and also his strong refutation to probabilistic view of Quantum Mechanics (Copenhagen school).


4. Bohr and Heisenberg's subjective idealism attitude
As Henry Lindner puts it: 'Einstein was a subjectivist mathematical idealist. ...His physics consists of mathematical models of subjective experience - his sensations and measurement."(6)
This approach can be observed clearly in his Special Relativity Theory paper, where he used the synchronisation of clocks to prove his points. And in his General Relativity theory, he also began with a mental imagination, which he called "gedankenexperiment." In other words, in developing these two theories, Einstein relied on his mental models, instead of seeking the deeper truth of electrodynamics or gravitation. Yes, history told us that his approach won the fame and glory at the time, and also many people regard that his theory of gravitation supersedes so many other gravitation theories, including by famous experimenters at the time such as Nikola Tesla (who proposed "Dynamical Gravitation Theory," where he unified electromagnetic theory and gravitation).
Such an emphasis on measurement and the role of subjective sensation seems to inspire younger generation of physicists at the time, perhaps including Bohr and Heisenberg, who held the viewpoint that "it is not our task in physics to speak about the truth, but only what we can speak about experiments."
Again, to quote Henry Lindner: "Quantum Mechanics - evolved from Einstein's Quantum Theory- is instead a probabilistic model of observer's experience of quantized light/matter interaction."(6)
It is no surprise therefore that it leads to so many contradictions and confusions; one of those paradoxes is known as Schrodinger's cat paradox.


5. Berkelian-idealism in Quantum Mechanics and its resulting contradictions
Let us begin with a quote from Einstein: ""Quantum mechanics is very impressive. But an inner voice tells me that it is not yet the real thing. The theory yields a lot, but it hardly brings us any closer to the secret of the Old One. In any case I am convinced that He doesn't play dice." - Albert Einstein(12).
This view can be rephrased by quoting remarks by Marcoen Cabbolet: "a form of Berkeley idealism is entailed in the Orthodox Quantum Mechanics."(7) Cabbolet also concludes that it is therefore impossible to try to derive Quantum Mechanics in curved space, because curved space in General Relativity requires energy, i.e. they require objective reality without observers.(7) If we follow his argument, it is clear that all attempts to find a correct theory of Quantum Gravity are just a matter of contradiction and confusions of their basic concepts.
Einstein took a position against other QM proponents, especially the Gottingen trio and also Niels Bohr in Copenhagen. It was unfortunate for him, that after a series of debates, Bohr won the heart of mainstream physicists at the time.
But Einstein remained in his standpoint, for example he expressed his view in a famous paper published at 1935 discussing incompleteness of QM.
Only a few physicists agreed with him to stand against the mainstream who held the Copenhagen interpretation. Notably, Louis de Broglie and also Erwin Schrodinger.
Later on, Schrodinger also made a public statement around 1955 while he was in Dublin Institute of Advanced Studies, something like this: "I reject the whole Quantum Mechanics." That statement must be heard because it was spoken by one of the inventors of QM theory. Schrodinger in his later life declared publicly that he refuted the wave-particle duality which was widely accepted at the time (until now), and instead he suggested a "wave only" view. See also (27).


6. What can we do now?
In the previous section, we have discussed that Einstein has subjective idealism tendency. But regarding his attitude to cosmology, we have great respect on his humble attitude toward God, as expressed in the following quote:

"We are in the position of a little child entering a huge library filled with books in many different languages. The child knows someone must have written those books . It does not know how. It does not understand the languages in which they are written. The child dimly suspects a mysterious order in the arrangement of the books but doesn't know what it is. That, it seems to me, is the attitude of even the most intelligent human being toward God. We see a universe marvelously arranges and obeying certain laws, but only dimly understand these laws. Our limited minds cannot grasp the mysterious force that moves the constellations." - Albert Einstein(12).

Therefore, apparently we should accept that a humble attitude toward God is a good starting point in all kinds of theoretical physics, mathematical physics, particle physics and ultimately in developing cosmology models. Because we shall admit with modesty, that we do not know either the smallest entities of elementary particle world, nor we know the largest structure of void, filaments, galaxy clusters, superclusters, and so on.
In almost every case, the entire modern physics relies too much on feeble guessing and rough experiments and also on observation apparatus with all their shortcomings and limitations. And we shall also admit that no one ever travels yet over the entire Milky Way galaxy, so we shall keep ourselves in humble admiration toward the God, the Ultimate Creator.
Beside all of these, of course we do not wish to ask all of you fellow physicists and cosmologists to return to the old days of physics in 18th or 19th centuries. Yes, we can mention a few physicists who admit that perhaps the whole modern physics have gone astray:
a. Dirac tried to develop a classical model of electron, and published his paper around 1951, although his paper is less known compared to his famous equations in 1927. See (23).
b. Richard Feynman admitted that the complicated renormalization procedures in QED are nothing more than "sweeping under the rug." (24) He seems to call for a better way in dealing with infinities problem. That Feynman's remark perhaps can be understood better if we remember an old joke: "The problem with computer programmers is that they often cheat in order to get results. The problem with mathematicians is that they often work with simple models in order to get results. But the problem with physicists is even worse: they often cheat with models in order to get results." (We are aware that we should not include a joke in a scientific paper like this, and allow us to apologize for this. But we also know that sometimes a good joke can be much more insightful, than ten or twenty mediocre papers.)
c. Peter Woyt also laments about a recent trend made by so many talented physicists to rely too much in celebrated superstring, string, or M-theory. Woyt is a Canadian mathematician who felt uneasy with such a marching crowd of string theorists, then he published his book with title: "Not even wrong."(25)
d. Sir Roger Penrose also reminds fellow theoretical physicists of possible distractions caused by following fashions, faith, or fantasy.

Now, if some readers want to ask us: so what do you advise? Again, it is not our aim to return the whole physical sciences backward to 18th or 19th century phases. What we got in mind is perhaps it would be a good start to begin with a "Retro-Classical physics."
What we mean with "retro" here, is to return to some old ideas, but reworking them in new approaches. Allow us to give a few examples of what we mean with Retro-Classical physics:
a. Timothy Boyer has published a series of papers where he proves that Planck blackbody radiation law can be derived from (stochastic) electrodynamics theory. The message here is to rework Planck law from classical physics, but introduce a new stochastic assumption.
b. Pierre Marie Robitaille has published a series of papers where he proved that Kirchoff law is flawed. Does it mean that the Planck law is also flawed? It is a deep question which needs to be clarified.(14)
c. George Shpenkov and Leonid Kreidik have analysed the errors in Schrodinger equations, then they worked out a new method to derive a periodic table of elements which is similar to Mendeleev table. Their novel method is based on working out a spherical solution of classical wave equation.
d. These authors have also published a few papers where we extended further Shpenkov's spherical classical wave equation to become a "fractal vibrating string" model. We admit that our model is in early phase, but this model has the same conceptual simplicity of string theory, but without complicated problems caused by its supra-dimensionality (26 dimensions) that some variants of string theories suffer.
e. AdS/CFT. We also read that there is recent progress i.e. some mathematicians have proved that there is theoretical correspondence between AdS/CFT and Navier-Stokes turbulence.(15) If we are not mistaken, this result brings us to possibility to consider cosmology starting from turbulence theory. And we can compare it with other papers discussing connection between Zeldovich approximation, Burgers' turbulence, and also adhesion model of the Universe (Johan Hidding). See our recent paper (16).
f. Yang-Mills. If we recall that Yang-Mills theory is originally a classical field theory, then it seems possible to argue for a classical model of hadrons. A few years ago, one of us tried to publish a short paper discussing possible extension of Classical Yang-Mills theory to fractal case.(17) We are aware that this is an unpopular approach, but again it seems worth to ask: is it possible to describe hadrons and leptons in terms of classical electrodynamics?
g. Isomorphism. For those readers who are adept in QM, allow us to say that there is known derivation of Maxwell-Dirac isomorphism. Check our recent paper in Prespacetime Journal, October 2017.(18)
h. LENR. Usually a nuclear fusion is explained in quantum mechanical way. But in a recent paper published in JCMNS, we argue that Coulomb barrier suppression can also be thought of from pure classical arguments. Check our paper (19).
i. Friedmann. In cosmology setting, it is known that Friedmann equations can be derived from Newtonian arguments, i.e. without complicated general relativity as starting point. While it is good to start afresh with such a Newtonian-Friedmann approach, we shall also keep in mind that Friedmann equations have limitation, i.e. they do not take into account the rotation in early universe. In a recent paper, we prove that if we consider vortical-rotation in early universe, then we will obtain an Ermakov-type equation. We already find numerical solution and plots of such an Ermakov-type equation in cosmological setting.(20)
j. 3D Navier-Stokes. After several futile attempts, this year we have found a numerical solution of 3D Navier-Stokes equations with the help of Wolfram Mathematica. We have presented this result in a mathematical conference held in Bali, July 2017. Check also (21). This result rekindled our previous cosmology model based on Navier-Stokes equations in Cantor sets.(22) Whether this model has theoretical correspondence with AdS/CFT theory (string-turbulence) or not, remains an open question.


7. Concluding remarks
We have explained some arguments that both Relativity Theory and Quantum Mechanics have Berkelyan subjective idealim tendency. And the same tendency seems to plague almost all aspects of modern physics as we know today. Other authors discussing this point of view have been cited too, although there are few who tried to defense quantum idealism, see Mikhail Popov (5) and also Erik Haynes (8).
In the last section we outlined a few examples of recent development in theoretical physics and cosmology. We hope that those examples are sufficient as illustrations of what we meant with "Retro-Classical Physics," and in our opinion these examples are quite worthy to explore further.
This is our message in the bottle, and we wish that some readers will find it in bing or google's shore. We do hope that we can write this message better, but unfortunately we are not philosophers by training. All we got are just our own mistakes in the past, and a little gut feeling that keeps telling us that we have done terrible mistakes in science. Yes, all of us have done our mistakes in our own ways. And we will take these mistakes to our graveyard, and even to eternity. Now is the time to repair those mistakes as far as we can.
Many of us have heard about secret societies here and there, but it is not the purpose of this paper to disclose any secret society, let alone the Orbis Tertius. All we can say is that our feeble minds are so prone to fall into so many distractions, including but not limited to the subjective idealism. The history of Quantum Mechanics in the past taught us that rejecting reality led us to nowhere. In fact, this antirealism tendency has led us to endless paradoxes and contradictions as we have observed in the last 90 years. Therefore, the best way to repair our grave mistakes is by returning back a healthy dose of realism into our theoretical models. And let the younger generations of physicists to learn to respect the realism. They should unlearn and relearn from so many mistakes in the past including our mistakes.
All in all, allow us to end this paper with a quote from Orwell: "In a time of universal deceit - telling the truth is a revolutionary act." (George Orwell)


Acknowledgment
This paper is part of our investigation in the last eleven years, and perhaps earlier, on what are the true physical meaning of Schrodinger's wavefunction and also quantization rules in astrophysics. You can check our book in 2006 discussing Schrodinger equation from the perspective of multivalued logic. We admit that we have also followed fancy and fashion, and we made our mistakes too. We were so blind and got lost from reality.
Thanks God, He made us to see again with clarity. This paper is our act of repentance.
Our sincere thanks go to a number of fellow physicists and mathematicians who have shed light on our way through online and offline discussions, to mention some of them: Prof. RM Kiehn, Prof. Akira Kanda, Dr. George Shpenkov, Dr. Volodymyr Krasnoholovets, Dr. Mihai Prunescu, Dr. Carmen Wrede, Prof. Alexander Yefremov, Prof. V. Kassandrov, Prof. Yu P. Rybakov, Prof. Michael Fil'chenkov, Prof. Carlos Castro, Prof. Matti Pitkanen, Prof. Jose Tiago Oliveira, Dr. Ildus Nurgaliev, Prof. Thee Houw Liong, Prof. Liek Wilardjo, etc. And special thanks to younger physicists fellow: Yunita Umniyati (SGU) and Sergey Ershkov (MSU). Our deep gratitude also goes to a number of journal editors who allowed us to publish our works, to name a few: Roy Keys (Apeiron), AFLB editor, EJTP Editor, Dmitri Rabounski & Larissa Borissova (PiP), Dr. Huping Hu (Prespacetime J.), and Prof. J-P. Biberian (JCMNS). Nonetheless, the present paper is our sole responsibility.

version 1.0: 2 november 2017, pk. 20:56
version 1.1: 3 november 2017, pk. 9:56
version 1.2: 3 november 2017, pk. 15:54
version 1.3: 3 november 2017, pk. 20:31

VC & FS***
***From two unprofitable servants.


References:
(1) Jon Stewart. Borges and the refutation of idealism. Ideas Y Valores no. 101, Agosto 1996, Bogota - Colombia. Url: https://revistas.unal.edu.co/index.php/idval/article/viewFile/21819/22795
(2) Miles Mathis. http://milesmathis.com/quant.html
(3) Berkely's ideas in physics. Url: http://goodxbadx.blogspot.co.id/2009/07/berkelys-ideas-in-physics.html
(4) Lothar Schafer. Url: http://realitysandwich.com/217334/is-quantum-physics-a-sort-of-idealism/
(5) Mikhail Popov. In defence of quantum idealism. Physik-Uspekhi 2003. Url: http://www.johnboccio.com/research/quantum/notes/popov.pdf
(6) Henry H. Lindner. Beyond consciousness to cosmos. Url: http://henrylindner.net/Writings/Cosmism/Trilogy1.pdf
(7) Marcoen Cabbolet. Berkelian idealism regarding properties of the Orthodox Quantum Mechanics. Url: https://www.researchgate.net/profile/Marcoen_Cabbolet/publication/279220880_Berkelian_Idealism_Regarding_Properties_in_Orthodox_Quantum_Mechanics_and_Implications_for_Quantum_Gravity/links/55f5e97d08ae1d9803974e24/Berkelian-Idealism-Regarding-Properties-in-Orthodox-Quantum-Mechanics-and-Implications-for-Quantum-Gravity.pdf
(8) Erik Haynes. A case of monistic idealism. Thesis defense 2016. Url: http://digitalcommons.liberty.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1414&amp=&context=masters
(9) Matthew J. Donald. Realism, the interpretation of Quantum Mechanics, and Idealism. The Cavendish Laboratory, Cambridge. Url: http://people.bss.phy.cam.ac.uk/~mjd1014/real.html
(10) Thomas Kuhn. The structure of scientific revolutions. Second edition. Url: http://projektintegracija.pravo.hr/_download/repository/Kuhn_Structure_of_Scientific_Revolutions.pdf
(11) Pink Floyd. Another brick in the wall, part 2. Url: http://www.metrolyrics.com/another-brick-in-the-wall-part-2-lyrics-pink-floyd.html
(12) Albert Einstein. http://www.alberteinsteinsite.com/quotes/einsteinquotes.html
(13) Albert Einstein. http://www.spaceandmotion.com/Albert-Einstein-Quotes.htm
(14) Pierre Marie Robitaille. Check his papers in Progress in Physics. Url: http://ptep-online.com
(15) Gravity and the shape of turbulence. String Phenomenology 2009. Url: http://www.fuw.edu.pl/~sp09/StringPheno09/StringPheno09_files/oz_sp09.pdf
(16) Victor Christianto & Florentin Smarandache. From Zeldovich Approximation to Burgers' Equation: a Plausible Route to Cellular Automata Adhesion Universe. This paper has been submitted to Prespacetime J. See also Vixra:1710.0012 (2017).
(17) Victor Christianto. An Extension of Maxwell Representation of Non-Abelian Su(3) Yang-Mills Theory on Cantor Sets. Vixra: 1505.0214 (2014).
(18) Victor Christianto & Florentin Smarandache. A Review of Two Derivations of Maxwell-Dirac Isomorphism and a Few Plausible Extensions. Prespacetime Journal, oct. 2017, www.prespacetime.com. See also Vixra: 1705.0357 (2017)
(19) Victor Christianto, Yunita Umniyati, & Volodymyr Krasnoholovets. On Plausible Role of Classical Electromagnetic Theory and Submicroscopic Physics to Understand and Enhance Low Energy Nuclear Reaction (Lenr): a Preliminary Review. J. Cond. Mat. Nucl. Sci. Vol. 22, april 2017. Url: http://www.iscmns.org, see also vixra: 1611.0161
(20) Victor Christianto, Florentin Smarandache, Yunita Umniyati. Solving Numerically Ermakov-type Equation for Newtonian Cosmology Model with Vortex. Prespacetime J, oct. 2017, www.prespacetime.com. See also vixra: 1708.0189
(21) Victor Christianto & Sergey Ershkov. Solving Numerically a System of Coupled Riccati ODEs for Incompressible Non-Stationary 3D Navier-Stokes Equations. Presented in ISCPMS, july 2017. See also Vixra: 1705.0035.
(22) Victor Christianto. A Possible Route to Navier-Stokes Cosmology on Cantor Sets. Prespacetime J, 2015, www.prespacetime.com. See also vixra:1508.0042
(23) P.A.M Dirac. Proc. London Soc. 1951. See also Max Born, http://www.nature.com/articles/doi:10.1038%2F1691105a0
(24) Richard Feynman. http://caltechcampuspubs.library.caltech.edu/662/1/1965_10_22_67_5_.05.pdf
(25) Peter Woyt. Not even wrong, ten years later. Url: http://www.math.columbia.edu/~woit/rutgers.pdf
(26) Albert Einstein. Ether and relativity. Lecture given at University of Leiden, 5 May 1920. Url: http://www-history.mcs.st-and.ac.uk/Extras/Einstein_ether.html
(27) Erwin Schrodinger. "Against the stream - Schrodinger interpretation of QM," url: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1355219897000129
(28) Kurt Godel. Remark about the relationship between relativity theory and idealistic philosophy. In Albert Einstein: Philosopher Scientist. Evanston: Library of Living Philosophers, 1949, p. 555.



Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Genesis video at long last!

Genesis video at long last! Two exciting things to share with you today, friends. First: A new video—and it’s a doozy. The Whiteboard Bibl...