Sabtu, 30 Juni 2018

Against the enemy - kesaksian John Ramirez

Against the enemy


John Ramirez pernah menyembah setan dan melakukan kejahatan atas nama Setan. Sekarang sebagai seorang pendeta, dia tahu semua tentang sisi gelap.
Dia pernah mengorbankan hewan sebagai bagian dari ritual setan dan teman-temannya bahkan memanggilnya, "putra Luficer."
Dalam bukunya, Armed and Dangerous: The Ultimate Battle Plan for Targeting and Defeating the Enemy, Ramirez menjelaskan mengapa orang Kristen perlu berdoa dengan lebih efektif.
"Saya menulis buku ini karena saya ingin orang Kristen tahu bahwa itu (doa) bukan hanya suatu pertahanan peperangan rohani, tetapi ada suatu penyerangan peperangan rohani," ujar Ramirez kepada CBN News. "Kita harus menjaga iblis, iblis tetap berada di tempatnya."
Ramirez mengatakan saat masih hidup di dalam kegelapan, kuasa Setanisme bekerja efektifketika orang-orang percaya tidak memiliki jam-jam doa.
"Saya bisa masuk ke sana dan memanfaatkan serta mengambil posisi dan berdiri di alam roh melawan orang-orang Kristen yang tidak berdoa," jelasnya. "Saya mengambil wilayah tersebut, jadi saya dapat menguasai tetanggamu, tempat tinggalmu, wilayahmu karena kamu tidak memenuhi dirimu dengan doa. Saya mengalahkanmu."
Ramirez juga membagikan bagaimana ketika orang-orang Kristen berdoa agar menghentikan rencana jahatnya di jalur mereka.
"Adalah orang-orang percaya itu, kelompok orang-orang itu, para pendoa syafaat yang memberi saya pukulan keras di dalam spiritual," tuturnya. "Ketika saya datang ke lingkungan dan mereka berada di dalam roh bersama-sama berpegangan tangan. Apakah saya tahu mereka secara fisik berpegangan tangan di satu area? Saya tidak tahu, tetapi di alam roh, mereka berpegangan tangan. Dan, mereka bisa mengejar saya keluar dari lingkungan. Tidak ada misi yang diselesaikan. Misi dibatalkan, melemahkan tugas saya dan tidak ada misi yang diselesaikan karena mereka tahu sesuatu: mereka memiliki kekuatan di lingkungan yang tidak saya miliki."
Oleh karena itu, Ramirez mendorong orang-orang Kristen untuk memperluas doa-doa mereka dan menjadi peka untuk berdoa bagi bangsa, sekolah dan area lainnya.
Dia berkata, "Jika saya tahu apa yang terjadi di lingkungan saya, maka saya tahu apa yang harus diangkat ke altar Allah. Dan saya pikir banyak kali kita melewatkannya karena kita telah dipanggil untuk menjadi pendoa syafaat antara hidup dan mati. Kita perlu bersyafaat untuk lingkungan, wilayah, kemudian keluarga kita, orang yang kita cintai, suami kita, istri, tempat kerja kita."
Setelah melayani iblis untuk sebagian besar hidupnya, dia mengatakan bahwa dia tidak akan menukarkan apa pun atas apa yang dia temukan di dalam Kristus.
"Selama dua puluh lima tahun hidup saya, saya bisa melakukan apa saja kepada siapa pun, di mana saja," kata Ramirez. "Saya menghitung semuanya itu sebagai kebodohan agar bisamendapatkan Kristus. Ia adalah Uno-ku. Ia adalah nafas yang saya hirup. Ia berjalan dengan saya. Saya bisa mendengar suara-Nya di telinga saya."
https://www.jawaban.com/read/article/id/2018/06/23/90/180622150623/mantan_pengikut_beberkan_kelemahan_setansemua_orang_kristen_wajib_tahu#




Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Orang-orang Majus dan Bintang Betlehem

Orang-orang Majus dan Bintang Betlehem Teks: Matius 2:1 "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, d...