PEOPLE ARE ENCOUNTERING JESUS DEEPLY HERE
PEOPLE ARE ENCOUNTERING JESUS DEEPLY HERE
Oleh Craig S. Keener — Profesor di Asbury University 13 Maret 2023
Shalom,
Pada 8 Februari 2023, sebuah kebaktian rutin di Asbury University, Kentucky, Amerika Serikat, berubah menjadi peristiwa pencurahan Roh Kudus yang menarik perhatian banyak orang Kristen dari berbagai denominasi.
Kebaktian itu dimulai seperti biasa, pukul 10 pagi, selama 45 menit. Zach Meerkreebs menyampaikan khotbah, kemudian paduan suara gospel menyanyikan lagu penutup. Namun, sesuatu yang tidak biasa terjadi. Para mahasiswa terus bernyanyi dan menyembah Tuhan, bahkan setelah kebaktian berakhir.
Seorang mahasiswa bernama Zeke Atha telah meninggalkan ruang ibadah untuk kembali ke kelas dan belajar. Ketika kelas berakhir, ia pergi ke auditorium. Ia mendapati pujian masih berlangsung. Bahkan semakin banyak mahasiswa bergabung hingga ratusan orang. Sebagian mulai mengakui dosa-dosa mereka secara terbuka, menangis, dan menyerahkan kembali hidup mereka kepada Kristus.
Pada malam hari, Keener dikontak temannya melalui isterinya, Medine dan mengatakan, “Kamu telah mendoakan untuk ini!” “Mengapa kamu tidak ada di sana?” Itu adalah caranya untuk mengumumkan bahwa pencurahan Roh Kudus telah dimulai. Kami mengenakan sepatu dan menuju ke Auditorium Hughes.
Keneer mengatakan, "Ini bukan 'perasaan'; ini tentang Tuhan yang kudus, yang layak menerima penyembahan terbaik. Saya dan putra saya berada di sana sekitar tiga jam malam itu.
Beberapa hari berlalu, saat ibadah berlanjut, kehadiran Tuhan menjadi sangat nyata. Bahkan saat berjalan di samping kapel atau menyeberang jalan di seminari, Keener merasakan kehadiran Tuhan dengan cara yang luar biasa. Universitas tidak mempublikasikan apa yang terjadi, tetapi kabar tetap menyebar. Tak lama kemudian, banyak orang dari luar datang berkunjung ke auditorium. Ketika Keener bertugas sebagai penjaga pintu, ia hanyut dalam Roh penyembahan. Ketika ia bernyanyi, "Kudus, Kudus, Kudus," ia teringat para serafim yang mengatakan , "Kudus, Kudus, Kudus, di hadapan hadirat Tuhan. Betapa indahnya gambaran surga yang kita nikmati dalam kehadiran Tuhan selama ibadah.
Banyak para pengkhotbah dan penyanyi terkenal berkunjung ke Asbury untuk menikmati hadirat Tuhan, tetapi mereka tidak mengambil alih kepemimpinan. Para mahasiswa masih memimpin penyembahan dan berkhotbah. Tidak ada upaya untuk menonjolkan nama pribadi atau mempromosikan layanan tertentu. Zach Meerkreebs menegaskan bahwa Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang harus menjadi pusat perhatian.
Semua tampak hadir dalam kerendahan hati, para profesor, pemimpin kampus, dan mahasiswa bekerja sama untuk melayani pengunjung. Bahkan, menurut kesaksian Keener, ada seorang profesor bergelar doktor yang bertugas menyambut tamu dan membantu pengunjung yang menggunakan kursi roda di tengah hujan. Semua sama di hadapan hadirat Tuhan yang kudus.
Michael McClymond, seorang sejarawan revival dari St. Louis University , datang meliput untuk Christianity Today , mengatakan bahwa apa yang dia alami di auditorium adalah apa yang disebut sebagai homothumadon —kesatuan hati dengan orang lain yang beribadah di tempat yang sama (Kisah 1:14). Ribuan orang datang berkunjung melampaui kapasitas Gedung.
Ibadah berlangsung tanpa hambatan karena tim-tim pujian bergiliran siang dan malam. Ibadah tersebut sederhana dan tanpa kemeriahan manusia, tidak mempromosikan mereka yang berada di atas panggung maupun Asbury itu sendiri. Semua diberikan hanya untuk Tuhan saja.
Latar belakang
Keener mengungkapkan bahwa selama beberapa tahun mahasiswa dan dosen berdoa memohon pencurahan Roh Kudus. Ia kemudian menghubungkan pengalaman ini dengan Kitab Kisah Para Rasul. Keener semakin menyadari betapa seringnya pencurahan Roh Kudus didahului oleh doa.
Keener mengakui bahwa ia sendiri telah lama berdoa untuk kebangunan rohani. Namun, ketika hal itu benar-benar terjadi, ia terkejut karena Tuhan menjawab dengan cara yang tidak pernah manusia rencanakan.
Kemudian Keener meneliti dan menyimpulkan bahwa pencurahan Roh Kudus tidak selalu memiliki manifestasi yang sama. Ia membandingkan berbagai kebangunan rohani dalam sejarah. Azusa Street dikenal dengan bahasa roh, sedangkan gerakan lainnya memiliki penekanan yang berbeda. Di Asbury, hal yang sangat menonjol adalah pertobatan, kekudusan, kerendahan hati, kesatuan, penyembahan, dan penyerahan hidup kepada Tuhan.
Keener menegaskan bahwa ukuran kebangunan rohani bukanlah semata-mata manifestasi lahiriah, melainkan perubahan dalam kehidupan manusia.
Salah satu penegasan Keener yang paling penting adalah bahwa orang percaya tidak perlu datang ke Asbury untuk mengalami pekerjaan Roh Kudus.
Bagi Keener, Tuhan dapat bekerja di mana saja. Yang terpenting bukanlah mengejar sebuah peristiwa kebangunan rohani, melainkan mencari Tuhan sendiri.*
Soli Deo gloria.
*Sumber: Craig S. Keener, “People Are Encountering Jesus Deeply Here: Craig Keener on the Asbury Outpouring,” Pneuma Review, 13 Maret 2023.
Diringkas oleh: Isak Suria.


Komentar
Posting Komentar