Kamis, 24 Januari 2019

Antara Monoteisme, Trinitas, dan Triteisme

Antara Monoteisme, Trinitas, dan Triteisme

Oleh Victor Christianto

Shalom para sahabat. Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha ESA, kemarin pagi saya berkesempatan mengikuti kelas studi biblika yang disampaikan oleh Dr. Bambang Noorsena. Di antara pemaparan beliau, ada kisah tentang pengakuan Polycarpus tentang Allah Tritunggal, saat dia menjalani hukuman dibakar karena menolak menyangkali Yesus.
Lalu, saya teringat sebuah buku yang membahas tentang pemikiran Jurgen Moltmann.
Jadi saya tanyakan tentang hal ini ke mas Bambang. Berikut rangkuman jawaban beliau, ditambah sisipan dari saya di sana sini:

Memang disebutkan bahwa Moltmann menghidupkan kembali pemikiran bapabapa Kapadokia, namun tidak sepenuhnya konsisten.
Trinitas bukan tiga yang bersatu tapi yang satu (ESA). Trinitas menekankan kesatuan wujud yang tidak terpisah (diskresi non separasi); ini yang tidak terbaca oleh para teolog barat seperti Jurgen Moltmann,  sehingga lebih condong ke triteisme.  (1)
Mengapa demikian?
Karena mereka menekankan pada transliterasi dari yunani kata "hupostasis"(2) (3) menjadi Latin personae, menganggap Trinitas sebagai "3 person"; sebagai tiga yang terpisah.
Lalu akibatnya ya ada film seperti The Shack yang menuai kontroversi. (4)

Asal usul Trinitas
Bapa bapa Kapadokia mengembangkan dari bapa bapa gereja termasuk Polycarpus, seperti dikisahkan dalam Martyrdom of Polycarpus (murid rasul Yohanes). (5)
Trinitas diperkenalkan sebagai Triathos oleh Theophilus dari Antiokhia. Dengan demikian, tidak benar anggapan banyak apologet non-Kristen termasuk Dan Brown dalam Da Vinci Code, bahwa Trinitas ditetapkan pada konsili Nicea th 325M.
Pada tahun itu sebenarnya yang dipermasalahkan adalah keilahian Yesus. Mengenai Trinitas baru ditetapkan pada konsili sekitar tahun 380 an.

Kesimpulan:
a. Tidak betul bahwa Trinitas identik dengan 3-person (Triteisme). Dalam hal ini Moltmann kurang cermat.
b. Para teolog Kristen mesti membekali diri dengan pemahaman tentang pemikiran para bapa gereja sejak para Rasul abad pertama sehingga dapat menangkal pemikiran teologis yang keliru (heresiology).
c. Film da Vinci code dan juga The Shack tidak tepat secara teologis dan bermuatan menyesatkan.

NB:  trims untuk mas Bambang Noorsena.

Versi 1.0:  23 januari 2019, pk. 17: 54.
VC

Referensi:
(1) Randall E. Otto. URL: https://www.researchgate.net/publication/229599353_Moltmann_and_the_Anti-Monotheism_Movement
(2) hupostasis. URL:  https://biblehub.com/greek/5287.htm
(3) hupostasis original meaning. URL: https://www.biblestudytools.com/lexicons/greek/kjv/hupostasis.html
(4) The Shack. http://www.theshackheresy.com
(5) Martyrdom of Polycarpus. URL. http://www.earlychristianwritings.com/martyrdompolycarp.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5G Gigantic health hazard

5G Gigantic health hazard: Discussion by Dr Barrie Trower & Sir Julian Rose   https://www.youtube.com/watch?v=DLVIbPtNrVo Dr. Trower men...