Selasa, 23 Januari 2018

Dom Knigi

Dom Knigi


Shalom, selamat malam saudara-saudariku yang terkasih dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Kalau JesusFreak bercerita tentang perbincangan di pantry, perkenankan saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya dulu waktu sedang studi di Moskow sekitar 8-9 tahun lalu.
Karena agak frustasi disebabkan tidak bebasnya mengakses perpustakaan di kampus waktu itu (buku yang akan dipinjam hanya diambilkan, tidak boleh memilih sendiri), maka waktu itu saya berusaha mencari informasi dari galeri seni atau toko buku. Salah satu toko buku yang terkenal adalah Dom Knigi, yang artinya Rumah Buku (dom: rumah, knigi: buku). Lihat (1). Toko buku ini cukup besar di Rusia dan banyak cabangnya di berbagai kota.
Saya merasa sangat terbantu dengan toko buku tersebut,* meski jarang membeli buku yang mahal (waktu itu kurs 1 dolar AS setara 33.3 rubel). Jadinya ya sering ditegur oleh penjaga Dom Knigi.
Namun saya justru sempat melihat berbagai judul buku yang ada, paling tidak judulnya. Jika beruntung, saya sempat membaca kata pengantar dan daftar isi. Di antara yang menarik adalah karya penyair keturunan Rusia, Joseph Brodsky, yang kini bermukim di Amerika.(5)
Dan juga novelis Pelevin yang bukunya, P generation, sudah difilmkan.(4) Sepintas saya menyimak bab awalnya, buku itu menyoroti budaya post-mo di kalangan generasi muda kala itu, khususnya di Moskow. Novel ini secara garis besar berkisah tentang Tatarsky seorang desainer kreatif yang hidupnya berisi dunia gemerlap, penyalahgunaan obat, minuman keras, dan hal-hal lain yang khas generasi P yang dikisahkan oleh Pelevin. Memang saya menjumpai sebagian generasi muda Moskow memang lumayan dekat dengan gambaran seperti itu. Kalau dijabarkan dalam dua kata adalah: hedonisme dan banalitas.
Apakah ini juga mencerminkan generasi muda tahun 2000an hingga kini di pelbagai kota besar termasuk Jakarta? Entahlah, saya bukan pengamat atau ahli sosiologi.

Homo sovieticus
Namun yang menarik adalah tampaknya gejala ini agak berbeda dari yang diamati oleh Masha Gessen, jurnalis The New Yorker asal Rusia. Di antaranya Masha menemukan adanya "spesies" baru yang disebutnya "homo sovieticus." (2)(3)
Yang dimaksud Masha dengan homo sovieticus tampaknya adalah kaum muda (Moskow) yang tidak mengalami susahnya masa komunisme di Rusia, dan akibatnya secara tidak sadar mendukung pemerintahan semi-totalitarianisme saat ini. Apalagi Putin tampaknya cukup cerdik membangkitkan semangat akan kejayaan Rusia dahulu.
Ke mana arahnya semi-totalitarianisme itu saya tidak tahu, namun yang menjadi salah satu kekhawatiran saya adalah kebebasan berpendapat dan berserikat bisa jadi kian dibatasi, khususnya jika ada politikus muda yang berani terbuka dan berbeda pendapat dengan Putin.
Memang dalam diskusi tentang teori pembangunan, sering muncul perdebatan klasik, manakah yang mesti didahulukan: demokrasi liberal atau pemerintahan yang kuat? (8)
Dalam hal RRC tampaknya mereka memilih yang terakhir, artinya mereka sangat tegas terhadap para oposisi, termasuk para sastrawan dan gerakan mahasiswa.**
Yang lebih buruk, kabarnya ada beberapa gereja besar yang dibuldoser oleh pemerintah kota atas perintah Xi Jinping, termasuk gereja injili dengan tuduhan gereja itu beroperasi tanpa ijin resmi.
Apakah budaya represi ini akan melahirkan homo zapiens di RRC yang mirip dengan homo sovieticus di Rusia? Entahlah.

***
Kembali pada Dom Knigi, alasan lain mengapa saya suka "berselancar" di sana adalah karena selain misi formal untuk studi kosmologi di Moskow, ada keinginan tersembunyi untuk mencari jejak Cawan Suci Yesus (Holy Grail). Selain karena penggemar serial Indiana Jones, saya juga termotivasi oleh buku memoar seorang pelancong asal Indonesia yang kabarnya menemukan jejak Holy Grail di salah satu kapel di Moskow.(6)(7)
Namun selama lebih dari 4 bulan saya menjelajahi baik Dom Knigi dan belasan kapel di area kota Moskow bersama beberapa kawan, ternyata saya tidak menemukan petunjuk yang konklusif akan hal itu.

Pesan penutup
Sebagai penutup, ijinkan saya menghimbau kepada para manajer toko buku, agar memberikan kenyamanan khususnya kepada para pelajar dan mahasiswa (asing), karena mungkin toko buku itulah tempat yang nyaman bagi mereka untuk menggali informasi tentang kota Anda. Biarkanlah toko buku menjadi cagar budaya, tempat orang dapat menemukan sejarah kota mereka yang mungkin telah tergusur oleh gegap gempita mal.
Saya teringat beberapa tahun lalu ada sebuah toko buku di daerah Pondok Indah di Jakarta Selatan, yang pernah mengadakan nobar film berjudul Dr. Zhivago. Itu pertama dan terakhir saya melihat film tersebut. Sayang sekali kabarnya toko buku tersebut kini sudah tutup.

Versi 1.0: 23 Januari 2018, pk. 19:51
VC

Catatan:
* thank you so much to management of Dom Knigi to allow "studenski" like me to browse many book titles
** mengenai negeri ini agaknya demokrasi kita terlalu Western alias liberal banget, bahkan mungkin yang paling liberal di Asia. Apakah hal ini mendekati cita-cita para pendiri bangsa atau justru pengaruh Washington Consensus yang diselipkan dalam perjanjian utang LN kita? Silakan para ekonom yang mendiskusikan hal ini.

Referensi:
(1) http://www.moscow.info/shopping/books/moskovskiy-dom-knigi/


(2) Masha Gessen. The future is history. Url: https://www.amazon.com/dp/159463453X/?tag=thneyo0f-20
(3) Masha Gessen. The New Yorker. Url: https://www.newyorker.com/contributors/masha-gessen


(6) Indiana Jones and the Last Crusade. Url: http://www.metacritic.com/movie/indiana-jones-and-the-last-crusade


(7)  Holy Grail in moscow? Url: http://www.moscowid.net/tag/holy-grail/


(8) Marek Matusiak. Georgian dilemmas: between a strong state and democracy. url: http://aei.pitt.edu/58899/1/pw_29_en_1.pdf





Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Letter to a professor on Holy Spirit - just jump into the pool and start swimming...!

Shalom, all brothers and sisters in Christ Some of you may have questions : can I listen to the voice of God, directly? Below is my recent e...