Langsung ke konten utama

Kudus

Kudus

Judul: Bagaimana hidup berkenan di hadirat Tuhan?*

(You must be holy, because God is Holy.)

Teks: Imamat 20:26
"Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku."

Teks: I Petr. 1:16
"sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."

Shalom, saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Banyak di antara kita yang ingin hidup berkenan di hadirat Tuhan, lalu kita melakukan banyak hal seperti: rajin beribadah setiap minggu di gereja, mengikuti kelas pemahaman Alkitab, ikut paduan suara, aktif melayani di komisi ini-itu, membuat kelas pemahaman alkitab bagi kaum profesional, melayani sebagai guru sekolah minggu, rajin bersaat teduh, rajin berdoa dan membaca Alkitab setiap pagi, secara rutin memberikan persembahan bulanan. Lalu kita merasa puas, bahwa kita telah hidup berkenan di hadirat Tuhan. Benarkah demikian?
Memang semua hal di atas cukup baik, namun tidak cukup di mata Allah. Semua kegiatan yang kita anggap rohani itu, mirip seperti Marta yang sibuk melayani Tuhan dengan berbagai hal yang menurutnya baik:

Teks: Lukas 10:38-42
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Banyak orang Kristen bergumam, syukur kepada Tuhan bahwa saya bukan sepeerti Marta. Benarkah demikian?

Makna sebenarnya: "Kitalah Marta itu, bukankah kita selalu ingin melakukan banyak hal, tapi seringkali lupa duduk di kaki Tuhan dan belajar mendengarkan Dia?"

Itulah makna kisah Maria dan Marta yang baru dibukakan Tuhan kepada saya yang bebal dan keras kepala ini.

Banyak di antara kita, yang mirip dengan Marta, terlalu kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Padahal yang Tuhan inginkan sederhana saja, agar kita belajar merendahkan diri lalu menyediakan waktu untuk lebih banyak duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan Dia.

Artinya, kita mesti belajar menjadi seperti Maria. Itulah "satu saja yang perlu."

Setelah kita lebih banyak mendengarkan Tuhan, maka Tuhan sendiri akan memproses kita agar menjadi anak-anak Allah yang hidup. Hari demi hari kita akan dibukakan pengertian-pengertian baru akan Firman-Nya. Itulah makna sebenarnya dilahirkan kembali (reborn). Semuanya dimulai dengan merendahkan diri di hadapan-Nya, mengakui kegagalan-kegagalan kita, dan datang kepada-Nya dengan hati yang remuk. Bapa di sorga begitu murah hati dan pengampun, Ia tidak akan menolak setiap orang yang datang kembali kepada-Nya dengan hati yang remuk.

"Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk." (Yes.57:15)

Setelah itu kita mesti belajar untuk hidup kudus di hadirat Tuhan. Kebanyakan gereja hanya puas dengan mengajarkan anugerah murahan: "pokoknya kita semua akan diselamatkan oleh karya penebusan Kristus, tidak perlu pertobatan dan hidup kudus." Itu bukanlah Injil yang sejati. Memang penebusan dosa adalah anugerah Tuhan semata, namun juga jangan lupa bahwa Tuhan menghendaki agar kita bertobat dan hidup kudus. Tuhan itu Maha Kudus, jadi tidak mungkin seseorang akan melihat Tuhan tanpa hidup kudus.

Bertobat artinya berbalik dari tingkah langkah kita yang jahat, dari manusia lama kita yang dikuasai kedagingan, dan belajar hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Dan hidup kudus, artinya suci sepenuhnya dalam pikiran, dalam hati, dan dalam segala tindakan dan perkataan kita. Itulah makna perintah terutama: mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Mat. 22:37)

Arti dari perintah ini adalah kita mesti bertobat dari membenci Allah, lalu belajar hidup suci dan mengasihi Tuhan mulai dari hati, lalu mengasihi dengan segenap jiwa, dan juga mengasihi dengan segenap akal budi.

Mengutip ucapan Martin Luther: orang Kristen mesti belajar bertobat mulai dari hati, lalu jiwa, lalu akal budi. Dan terakhir kita juga mesti bertobat dengan dompet kita.

Bertobat dari hati, artinya kita mesti menyerahkan hati kita yang kotor dan penuh kebencian ini untuk dimurnikan oleh Tuhan. Kita mesti memohon agar diberikan hati yang baru, hati yang lembut dan dengar-dengaran akan perintah-Nya.

Kita juga mesti merendahkan diri di hadapan Tuhan, lalu memohon agar dikaruniakan jiwa yang hidup, lalu juga akal budi yang sepenuhnya baru, agar kita dapat mengerti perkara-perkara surgawi. Tanpa jiwa, hati, dan akal budi yang baru, niscaya kita akan selalu gagal menjadi anak-anak Allah yang sejati. Semua kebaikan yang kita lakukan hanyalah kain gombal saja di hadapan Allah.

Itulah makna dilahirkan kembali, dan hanya dengan merendahkan diri dan bertobat di hadapan Tuhan, maka kita mulai belajar hidup berkenan di hadirat Tuhan.

Kiranya renungan ini berguna bagi kita semua. Tuhan Yesus mengasihi Anda semua.


Versi 1.0: 29 oktober 2017, pk. 16:24
Versi 1.1: 30 oktober 2017, pk. 10:13
VC
Dari hamba yang tidak berguna.


*catatan: artikel ini dipersiapkan dalam rangka ikut memperingati 500 tahun Gerakan Reformasi Gereja yang dipelopori oleh Martin Luther, tgl. 31 oktober 1517.

**Artikel ini terinspirasi oleh buku karya Kevin Deyoung, berjudul: Hole in the Holiness (Surabaya, Literatur Perkantas, 2017).








Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Komentar

Popular posts

Pembangunan Bait Suci ke-3

*Pembangunan Bait Suci ke-3. Antikristus dan Rapture di depan mata kita!*
Salah satu topik yang paling hangat dibicarakan berkaitan dengan Akhir Zaman ialah pembangunan Bait Suci ke-3 di Yerusalem.  Pembangunan Bait Suci ini merupakan salah satu nubuatan yang akan segera digenapi.  Namun, terdapat banyak kendala yang menghambat pembangunannya, sebut saja Lokasi persis bangunan Bait Suci ke-3, apakah tabut perjanjian sudah ditemukan, dan bagaimana perkakas-perkakas Bait itu.  Bagaimana sebenarnya  kisah dan kelanjutannya, berikut adalah penjelasannya.
Pada 7 Juni 1967, selang beberapa hari setelah Israel mengambilalih kekuasaan atas Yerusalem, Moshe Dayan selaku Menteri Pertahanan Israel kala itu datang untuk pertama kalinya berdoa di Tembok Barat dari Bukit Bait Suci, dan ia menyatakan: "Kami telah mengembalikan tempat Maha Kudus kami dan kami tidak akan pernah meninggalkannya kembali". Shlomo Gorn, Rabbi kepala dari tentara Israel kemudian meniup "shofar" sebagai sy…

10 changes Jesus will bring

By Tim McHyde
my FREE article on the exciting Millennium changes...Big Changes When Jesus Returns - Including Pets Gone Vegetarian Since my last email to you, my world has frankly been turned upside down. Our autistic firstborn Zachary, 23, had to be taken to the ER due to not breathing well after some vomiting and fever. Rather than it being a mere flu, he had pneumonia and sepsis. This has landed him in the ICU where he is on a breathing tube and IV antibiotics. He literally almost died and the doctors are still not happy with his labs a week later (very low thrombocytes). I would appreciate your prayers for him. You can read the details, updates and answers to FAQs on this post for him. Thank you.

In extreme trials like this, I find it essential to deal with all lies and other negative thoughts (fear, worry, guilt, etc.) by rebuking them with positive truth from Scripture and reminding yourself of God's past good to you. As well, I find it comforting to remember that …

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

*And now He fulfill His promise, because this is the end of Times.

Note: Believe it or not, this article was written very carefully under guidance of Holy Spirit, because I do not know the meaning and unprepared to become a prophet of God. But thanks God, He is full of mercy.

Beginning
God call me in Oct. 2009 as His prophet in order to prepare so many people in His body of churches and nations for the End of Times. Before that, God asked me three times: "Do you love Me? Then shepherd My lambs." And I replied, "Yes, God. You know that I love You." At the time, I remembered that classic conversation between Jesus and Peter in John chapter 21. I tried to see how the relation of Jesus's question to Peter and God's question to me, but it is mystery.
Initially, I was so enthusiastic with this unexpected job from God to become His prophet, and at the time, a part of me said that it is a very …