Kolpos (κόλπος)
Kolpos (κόλπος)
Dear readers,
Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani κόλπος (kolpos) hanya muncul tiga kali, yaitu dalam Lukas 6:38; Lukas 16:22; dan Yohanes 1:18. Umumnya kolpos diterjemahkan sebagai "pangkuan" atau "ribaan" (Inggris: bosom), dan sering dipahami secara anatomis. Namun, pemahaman ini tidak sesuai dengan makna asli kolpos dalam konteks budaya dan linguistik dunia Alkitab.
Ketiga ayat tersebut menunjukkan bahwa kolpos memiliki makna teologis yang penting:
Lazarus di pangkuan Abraham (Luk. 16:22); Yesus di pangkuan Bapa (Yoh. 1:18); "Dicurahkan ke dalam ribaanmu" (Luk. 6:38)
Kolpos dalam Lukas 6:38
Teks Yunani memakai ungkapan eis ton kolpon hymōn ("ke dalam kolpos-mu"). Ungkapan ini tidak menunjuk pada dada atau pangkuan tubuh, melainkan pada suatu ruang penerimaan.
Hal ini ditegaskan oleh versi Aram Peshitta yang memakai ungkapan bʿūḇehon netlūn, dengan kata kunci ʿavab, yang berarti kantong, lipatan pakaian, atau bagian depan jubah yang berfungsi sebagai wadah. Dalam konteks Yahudi, kolpos tidak pernah dipahami sebagai dada, melainkan sebagai lipatan besar di bagian depan jubah luar (simlāh).
Lipatan jubah ini membentuk kantong besar yang digunakan untuk menyimpan gandum, buah-buahan, uang, dan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, "bosom" dalam Lukas 6:38 bukanlah pangkuan tubuh, melainkan kantong depan jubah, seperti selendang yang dipakai Rut untuk menampung hasil (Rut 3:15). Dengan demikian, Lukas 6:38 sebaiknya dipahami sebagai: "dicurahkan ke dalam kantong depan jubahmu." Kolpos di sini menunjuk pada ruang penerimaan, bukan organ tubuh. Kantong yang diisi sampai padat dan penuh.
Kolpos Abraham (Lukas 16:22)
Dalam kisah Lazarus dan orang kaya, Lazarus "dibawa ke pangkuan Abraham" (eis ton kolpon Abraam). Karena Lukas memakai kata kolpos, terjemahan harus konsisten dengan makna sebelumnya.
Kata depan eis menunjukkan gerak masuk ke dalam, sehingga Lazarus digambarkan masuk ke dalam kolpos Abraham. Lukas tidak memakai istilah ouranos (sorga), paradeisos (Firdaus), atau sebutan lain bagi tempat orang benar, melainkan secara khusus kolpos Abraham.
Abraham adalah bapa perjanjian dan bapak orang percaya. Maka, "pangkuan Abraham" menunjuk pada ruang perjanjian dan penerimaan, yakni Lazarus diterima sebagai bagian dari umat perjanjian—seorang benar seperti Abraham. Ini adalah ungkapan penerimaan ilahi, bukan sekadar gambaran posisi tubuh.
Kolpos Bapa (Yohanes 1:18)
Yohanes 1:18 kembali memakai istilah kolpos: eis ton kolpon tou patros ("ke dalam pangkuan Bapa"). Struktur ini paralel dengan Lukas 16:22. Lazarus berada dalam kolpos Abraham; Yesus berada dalam kolpos Bapa—namun dengan makna Kristologis yang jauh lebih dalam.
Ungkapan ini berkaitan dengan inkarnasi. Kata ho ōn (present active participle) menegaskan keberadaan Anak yang terus-menerus. Menariknya, Yohanes tidak memakai en tō kolpō ("di dalam pangkuan"), melainkan eis ton kolpon ("ke dalam pangkuan"), yang menegaskan relasi keberadaan dan penerimaan, bukan sekadar kedekatan emosional.
Jika Yohanes hendak menekankan keintiman, ia dapat memakai istilah kasih seperti agapaō atau phileō. Namun ia memilih kolpos, yakni ruang keberadaan dan penerimaan ilahi. Hal ini selaras dengan Yohanes 1:1, ho logos ēn pros ton theon ("Firman itu bersama-sama dengan Bapa").
Dengan demikian, eis ton kolpon tou patros menegaskan bahwa Anak selalu berada dalam ruang keberadaan Bapa. Ini menyatakan kesatuan Bapa dan Anak—sebuah dasar "Trinitaris" yang kuat. Kristologi Yohanes di sini tidak dibangun dari spekulasi, melainkan lahir langsung dari struktur bahasa teks itu sendiri.*
*note: meneruskan dari seorang sahabat (29th Des. 2025)
Komentar
Posting Komentar